Disini akan saya kupas semua yang menyangkut dengan kehidupan para wartawan. Baik berdasarkan pengalaman atau pun dari cerita teman2 seprofesi saya………..
NANTIKAN
Disini akan saya kupas semua yang menyangkut dengan kehidupan para wartawan. Baik berdasarkan pengalaman atau pun dari cerita teman2 seprofesi saya………..
NANTIKAN
Saya juga seneng degnan profesi wartawan…
oh ya saya pengin menambahkan ….
Biasanya wartawan sering menganut dalil 5 W 1 H…
What, Where, Who, When, Why, How……
saya punya tips…. tambahan 2 dalil lagi
5 W 1 H dan ditambah 2 A…..
What, Where, Who, When, Why, How……dan 2 A nya adalah Akal-Akalan….
Jay yang Wartawan,
(Tragedi zakat di Pasuruan, yg mngakibatkan 21 org meninggal dunia
apakah termasuk Israf juga.. ? Mohon penjelasannya.. mbak. Thanks), pertanyaan ini saya coba untuk menjawab ya, Mungkin bisa dibilang berlebihan karena kita tidak tau apakah sesungguhnya niat sidermawan memberikan zakat, Insya Allah niatnya tulus tapi hanya tidak mengerti caranya bagaimana dia memberikan dan menyalurkan zakat tersebut. Tapi kalau tulus mengapa harus dipublikasikan ? mengapa dia tidak datang saja kerumah kaum duafa? sekali lagi kita harus melihat pada niat seseorang. Kalau dari segi hukum, dia sudah melakukan perbuatan yang menyebabkan matinya orang, hal ini tentu tidak akan bisa lepas dari tuntutan hukum. Dia harus mempertanggungjawabkan tragedi ini. Pemaafnya hanya dari niat, tapi yang memberatkan pertama dia sudah melecehkan pihak keamanan, karena mengumpulkan massa tanpa pemberitahuan kepada pihak berwajib, keduanya tidak mempercayai badan yang berwenang untuk menangani masalah zakat. Jadi orang awampun akan berkesimpulan niat si dermawan sudah tidak baik, dari niat inilah bisa dibilang bahwa sidermawan sudah berlebihan.
ok gitu aja penjelasan saya.
Salam.
Listiana Advokat.
Hehehe, ternyata mbak Lis top deh. Pas lagi main ke sini saya ketemu sama komentarnya mbak Lis, dan saya setuju banget mbak. Dari kejadian tsb akhirnya mungkin niat yang tadinya baik berakibat kurang baik. Menyedihkan, mengharukan dan sangat memilukan itulah perasaan saya ketika memonton acara tsb di salah satu stasiun TV swasta.
Nah, kalau tanggapan saya mengenai wartawan…wartawan itu ada yang menyenangkan kalau artikel2 yang ditulisnya tsb benar jauh dari fitnah dll dan dapat memberi manfa’at da inspirasi bagi semua orang. Tapi kalau dari hasil karya mereka sebaliknya saya tidak setuju dan kurang berkenan, karena itu sama saja akan membawa kita ke jurang kehancuran.
Jadi harapan saya semoga Bang jay jadi wartawan yang baik & profesional, hehehe…
Sekian bincang2nya, terima kasih bang jay & mbak Lis
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
salam kenal aja ikutan ini yook
http://cantigi.wordpress.com/2008/12/09/ibsn-ibsn-blog-award/
salam bang,
saya jg kerja di media. tp belum terjun kelapangan. lg nyiapin payungnya dulu
Hehehe…halaman ini belum diisi perihal kewartawanan…kok ya sudah banyak komentarnya ya
jadinya saya ikutan nulis di sini deh kekekekek…
jadinya ngomentari NANTIKAN
Salam Prima dari Surabaya,
Wuryanano
wah… Mas jay.
Mana wartawan yang mo dikenalin ?
dah dak sabar nich… mo kenalan
mo belajar banyak nich
salam
Bang..Abang di media cetak ato tipi? Kok email abang ada ‘buser’nya?
RCTI bukan? Kebetulan Bendol punya sdr di RCTI, di area Pasuruan-Jatim.
Makasih bang.