Arsip untuk ‘Wartawan’ Kategori
Posted by Jay pada April 24, 2012
Lanjutan…….
Kaya Lewat Waktu Senggang (6)
Anda yang saat ini seorang karyawan, atau mungkin masih kuliah/pelajar. Jangan khawatir. Melalui tulisan ini saya akan membimbing anda untuk sukses. Dengan cara yang mudah dan logis.
Jika anda seorang karyawan, misalnya punya gaji 3 Juta perbulan. Maukah saya ajarkan agar anda punya seseran 5 juta perbulan ?. Atau anda seorang mahasiswa, dapat kiriman orang tua 1 juta perbulan. Maukah anda saya ajarkan agar anda punya seseran 3 juta perbulan ?. Baik, jika anda betul-betul serius. Maka perhatikan terus metode yang saya gunakan melalui tulisan ini.

JACKIE CHAN
Ingat cerita Jheki Chen ?. Saya akan cerita dulu bagaimana Jheki Chen kecil saat di Hongkong. Ada orang kaya raya di Hongkong, membuka konsultasi bisnis. Para pengusaha di Hongkong berbondong-bondong menemui orang kaya tersebut untuk konsultasi bisnis mereka masing-masing. Melihat pengumuman itu Jheki Chen kecil ikut dalam barisan orang-orang dewasa yang ingin konsultasi. ‘’Bagaimana caranya sukses seperti bapak ?,’’tanya Jekichen kecil lugu. Pria kaya itu kemudian meminta Jheki Chen membuka telapak tangannya. Lalu menyuruh melihat apa yang ada didalam telapak tangannya. ‘’Ada garis-garis’’kata Jhekhi Chen kecil, sembari melihat telapak tangannya yang terbuka. Sekarang tutup telapak tanganmu. Perintahnya kepada Jheki Chen. Dengan lugu Jheki Chen menutup tangannya dengan menggepal. ‘’Itulah jawabannya. Garis tanganmu ada digenggamanmu. Kalau pun masih ada garis yang tersisa dan terlihat itulah yang disebut dengan takdir. Namun, 90 persen nasib itu ada digenggamanmu,’’. Sejak itu Jheki Chen berlatih keras. Hingga sekarang menjadi orang sukses dan terkenal, sebagai bintang film holiyword.
Begitu juga nasib Anda. Kalau bukan anda yang merubah. Maka nasib anda tidak akan berubah. Saya ingin berubah. Saya ingin sukses dan jadi orang kaya. Tapi tidak ada modal uang. Bagai mana dong ?.
Orang gagal selalu punya seribu alasan untuk tidak mau menjadi orang sukses dan tidak mau menjadi orang kaya. Jangan pernah mencari alasan kalau ingin sukses. Terus gimana dong ?. Ya Action. Libatkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Bismillah. Pertama anda harus tetap bekerja pada tempat sekarang. Atau jika anda seorang pelajar atau mahasiswa. Maka anda harus tetap sekolah atau kuliah. Jangan buang makanan di rumah, kalau ada yang nawarin makan di luar. Bisa kelaparan jika ternyata warung tutup semua.
Kedua. Jangan hutang sebelum perhitungan matang. Hutang hanya akan menjadi beban. Gunakan kemampuan. Jangan ngandalkan bank. Biar hidup aman, tidak dikejar-kejar tagihan.
Ketiga, tentukan sasaran pekerjaan atau bisnis yang bisa menghasilkan uang. Yang penting bisa menghasilkan uang. Urusan besar, kecil belakangan. Ingat !. Perahu sampan hanya mampu mengarungi sungai yang tenang. Kalau dipaksakan melewati ombak laut. Sampan itu akan hancur. Paham.
Anda tau harga pohon palm ?. 200 ribu – 3 juta. Yah, harganya relative. Makin besar, makin mahal harganya. Saat kuliah saya iseng-iseng membudidayakan pohon palm. Bibitnya saya ambil dari bawah pohon palm yang sudah tua dibilangan perkantoran Walikota Jambi. Saya cabut satu persatu bibit palm yang masih ukuran batang korek koset tersebut. Bibit tersebut kemudian saya pindahkan kedalam pelastic kecil yang sudah diisi tanah. Saya siram dan saya rawat. Dua tahun kemudian, palm-palm itu jadi bernilai tinggi. Satu batangnya dihargai 500 ribu. Padahal ratusan bibitnya saya ambil tanpa modal. Modalnya hanya kemauan dan mengambil peluang.
Teman saya mampu beli motor sendiri saat masih duduk di SMA. Saat kuliah dia mampu beli mobil dan sudah punya asset kebun. Semua dari hasil keringatnya sendiri. Ia sendiri bukan dari golongan anak gedongan. Ia hanya anak seorang petani di pinggir kota Jambi. Di kampus, teman saya ini terkenal cerdas, supel dan loyal. Iseng-iseng saya tanya tentang kesehariannya. Dengan lugas dia bercerita, aktivitasnya sejak tidur sampai tidur lagi. Pagi hari habis sholat subuh dia hanya menyerubut satu gelas teh, lalu pergi nyadap karet. Yah dulu waktu SMA dia mengambil upahan nyadap pohon karet tetangga. Waktu kerjanya hanya satu jam setengah. Setengah tujuh harus sudah ada di rumah dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah/kampus. Melihat kerjanya yang rajin dan gigih, pemilik kebun karet membelikannya sepeda motor. Setiap bulan hasil kerja sadap karetnya dipotong untuk bayar cicilan motor. Sebagaian yang lain ia tabung dan ia gunakan untuk jajan. Setiap hari minggu ia diminta untuk membantu ayahnya membersihkan kebun tetangga. Upahnya cukup lumayan. Disitulah ia mulai menghayal punya kebun sendiri. Uang hasil membersihkan kebun tetangga ditabungnya semua, dengan satu impian punya kebun karet sendiri. Biji-biji buah karet yang jatuh dan menjadi sampah dikumpulkannya. Lalu disemai disamping rumah. Saat ditanya oleh ayahnya, untuk apa menyemai karet. Dengan tegas ia menyebutkan ; ‘’Saya ingin punya kebun sendiri, seperti mereka’’.
Ribuan batang bibit karet tersebut tumbuh subur. Hanya sekitar beberapa bulan sudah sertinggi lutut orang dewasa. Tanpa disangka seorang pengusaha tertarik dengan bibit tersebut. Dan berencana untuk membelinya. 1000 rupiah perbibit. Pengusaha tersebut juga member panjar untuk pesan bibit karet lagi dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Ia bahkan menawarkan, jika bibit tersebut sudah didalam polibek harganya bisa dua kali lipat. Atau 2000 rupiah perbibit didalam polibek. Tanpa pikir panjang, ia langsung setuju dengan seluruh tawaran tersebut. ‘’Hari itu saya diberi uang 3 juta, sebagai tanda jadi. Saya senang sekali. Sejak saat itu saya semakin giat kerja dan semakin yakin bahwa saya bisa punya kebun sendiri seperti mereka’’cerita teman saya.
Sebagain uang itu kemudian dibelikannya polibek. Sisanya untuk biaya upah anak-anak kecil yang kerja dengannya. Yah, sejak saat itu ia dipanggil Bos oleh anak-anak SD. Dia mengajak anak-anak untuk mengisi tanah ke polibek dan mengumpulkan biji karet. Untuk mengisi tanah kedalam polibek ia bayar 50 rupiah perpolibek kecil. Satu orang rata-rata mampu mengisi 100 polibek. Sedangkan biji karet dibayarnya 1000 rupiah untuk setiap 50 biji karet. Ia menjanjikan bonus makanan ringan Chiki kepada setiap anak-anak yang bisa mengisi 100 polibek lebih perhari. Umpan yang dilakukannya mujarab. Sambil bermain anak-anak tersebut berlomba-lomba mengisi polibek. Satu bulan orderan 50.000 biji karet kelar ditanam didalam polibek. Pengusaha yang mesan gembira bukan kepalang.
Empat bulan setelah dipastikan tumbuh, bibit karet itupun dibawa oleh sang pengusaha. Uang ratusan juta hasil jual bibit karet tersebut sebagian dibelinya kebun karet dan sebagian lagi dibelinya lahan kosong dan kemudian ditanamnya sendiri dengan bibit karet yang ia semai sendiri. Saat kuliah ia masih rutin keluar pagi untuk nyadap karet. Tapi bukan di kebun tetangga. Tapi kebun sendiri.
Bagaimana !. Apakah anda sudah punya ide ?. Oke, action. Jangan tunggu lama-lama. Jangan dihitung rugi atau untung. Action. Libarkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sukses untuk anda. (bersambung)
Ditulis dalam Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: JHECICHEN, KAYA LEWAT WAKTU SENGGANG, MANDIRI, NASIB DIGENGGAM TANGAN | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada April 19, 2012
Jangan Gengsi, Aktifkan Otak Kanan

MENGISI WAKTU SENGGANG : Sambil kerja nulis blog. Ketimbang bengong. Manatau tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang lain.
Bagaimana caranya agar bisa kaya lewat waktu senggang. Action. Gunakan otak kanan. Singkirkan otak kiri. Jangan terlalu banyak pikir atau hitung-hitung. Anda sebenarnya memiliki potensi. Yang tau potensi dan bakat Anda adalah Anda sendiri. Keluarkan potensi itu. Jangan dipendam. Jangan malu dan jangan ragu. Andai Anda punya bakat dagang, maka lakukanlah sejak dini mungkin. Kalau perlu saat Anda dibangku sekolah. Saran saya kepada orang tua dan guru, jangan membunuh bakat dan potensi anak. Ini yang sering terjadi. Alasan kebanyakan orang tua dan guru karena takut mengganggu pelajaran. Alasan itu sangat salah. Nilai yang didapat dibangku sekolah tidak menjamin anak menjadi sukses atau kaya. Sebaliknya, jiwa dagang misalnya, apabila dibina maka anak akan menjadi sukses. Bahkan tidak menutup kemungkinan para pelajar sudah bisa beli mobil dari uang usahanya sendiri. Orang tua dan guru harus bangga dong. Karena itu orang tua, guru dan pemerintah kudu memberi dukungan moril maupun materil dalam membina anak untuk menjadi entrepreneur. Jangan ditanamkan diotak anak kata-kata gagal. Beri motifasi anak anda bahwa mereka juga bisa sukses dan kaya meskipun masih pelajar atau mahasiswa.
Sayapun melakukan hal itu. Berbagai usaha dan bisnis saya lakukan saat kuliah di Universitas Batanghari Jambi. Buka warung makanan. Kedai Pelangi namanya. Usaha ini tidak berlangsung lama, karena makanan yang dijual tidak menarik. Kemudian putar haluan buka usaha bengkel motor dan cucian motor. Saat bulan puasa, sore hari saya menggelar tenda disamping bengkel, jual makanan jajanan untuk buka puasa. Tidak itu saja, dibelakang bengkel saya membuat pembibitan kembang palm. Dan didepan bengkel saya menjual BBM eceran. Usaha ini berlangsung hingga saya tamat kuliah. Yah, saya mengisi waktu senggang diluar kuliah dengan berbagai usaha yang produktif.
Dua tahun sebelum kuliah saya sempat bergelut sebagai peternak ayam dan ternak ikan. Setahan lebih sebagai suplayer bahan bangunan dibeberapa perumahan. Spekulasi dagang beras dan kertas juga pernah dilakoni. Bahkan produksi kreatif dari besi seperti kursi, meja dll pernah dijalankan. Masuk hutan keluar hutan mencari lahan untuk kebun, hingga berkebun nilam sampai kebun sawit dan karet sudah pernah dijalani. Semua saya jalani dengan semangat bukan dengan uang. Karena saya hanyalah berasal dari keluarga sederhana. Ayah, Ahmad Lutfi seorang wirasuasta, yang kemudian terbaring sakit selama Sembilan tahun sebelum ajalnya menjemput. Sementara ibu hanyalah pekerja rumah tangga.
Kondisi inilah yang membuat saya terus bekerja dan bekarya. Tanpa henti. Dan terus menerus. Tidak ada malu atau gengsi. Saya hanya bekerja mengisi waktu senggang kuliah. Di kampus teman-teman kenal dengan saya sebagai mahasiswa tempel ban dan cuci motor. Saya berangkat dari bengkel ke kampus dengan jalan kaki. Terkadang numpang omprengan motor teman yang kebetulan mampir. Subhanallah, perjuangan saat itu kini baru mulai membuahkan hasil. Kalau dulu saya motorpun ngak punya, sekarang selain punya motor saya juga sudah punya mobil. Semua saya beli baru, buka bungkus. Dulu tidak pernah terbayangkan punya rumah, Alhamdulillah sekarang sudah punya dua unit rumah, meskipun masih kredit. Sejumlah asset seperti tanah dan kebun sekarang sudah saya miliki, yang nilainya menjapai miliyaran rupiah. Subhanallah. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang telah engkau berikan padaku.
Belakangan ini saya sangat banggga dengan pemberitaan tentang kreatifitas pelajar-pelajar SMK di Indonesia. Ada yang sudah bisa ngerakit dan bikin mobil. Kemampuan pelajar-pelajar ini harus dibina menjadi seorang entrepreneur. Jangan dibina menjadi buruh atau pekerja pabrik mobil.

CHINA : Pusat industri giok di Shenzhen China. Tempat industri giok ini menjadi salah satu tujuan wisata turis mancanegara
Di China, home industry sangat banyak dan dibina oleh pemerintah. Bahkan dalam satu produk motor, terdapat ratusan home industry yang mengerjakannya. Pabrik hanya bertugas merakit hasil home industry tersebut. Oktober 2010 saya berkesempatan keliling China bersama Guru Favorit Jambi Ekspres. Yang sangat mengejutkan saya bahwa ternyata di Beijing dilarang mengunakan sepeda motor. Sementara mereka memproduksi sepeda motor. Alasannya untuk menghindari kemacetan dan menjaga polusi udara. Penduduk rakyat China lebih suka menggunakan bus dan sepeda sebagai sarana transportasi.
Di Negara-negara maju termasuk China, pendirian mall dibatasi. Dalam satu kota hanya diperbolehkan satu mall, itupun dengan syarat dan izin yang sangat sulit. Tujuannya, untuk menghidupkan pengusaha-pengusaha kecil yang jualan di toko-toko. Beda halnya dengan di Indonesia. Pemerintah Indonesia lebih membela pendirian Mall dengan alasan bisa menampung banyak tenaga kerja. Beda sekali bukan !. Negara maju membina masyarakatnya untuk jadi pengusaha. Ehhh, Negara kita membina masyarakatnya untuk menjadi….. ?.
Yang lebih hebatnya lagi di Shenzen, salah satu kota di China, terdapat pusat penjualan barang-barang palsu. Ada ribuan pedagang disini yang semuanya menjual barang palsu dari berbagai produk merek terkenal. Dari jam, HP, Handicamp dll. Perbedaan harganya sangat fantastis. Teman saya membeli oleh-oleh untuk anaknya satu unit HP palsu merek terkenal dengan harga 250 ribu rupiah. Padahal harga aslinya di Indonesia 5 juta rupiah.

SUNGAI MUTIARA GHUANGZHOU CHINA : Kondisi sungai mutiara Ghuangzhou China mirip seperti sungai Batanghari Jambi. Yg membedakannya, cara pengelolaan dan penataan.
Perdagangan barang palsu ini dilakukan secara legal. Barang-barang palsu ini ternyata dipasok dan diproduksi di China, oleh home-home industry. Pemerintah China memberikan kebebasan kepada home industry untuk menduplikasi produk luar. Tujuannya agar rakyat China mengaktifkan otak kanan, sehingga lebih terampil, kreativ dan berjiwa entreprenure. Dampaknya sangat luas. Wajar saja, jika saat ini China menjadi Negara yang sangat ditakuti Amerika dan sekutunya.
Maju pesatnya China tak terlepas dari system pemerintahannya. Sehenzen dibagi menjadi dua wilayah. Wilayah industry dan wilayah umum. Di wilayah industry pengusaha tidak dikenakan pajak selama 5 tahun pertama. Sedangkan untuk wilayah umum, akan dibebaskan pajak selama 3 tahun pertama.
Mendampingi Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 keliling China banyak menambah wawasan saya. Di China, hanya ada sekolah kejuruan semacam SMK. Tidak ada sekolah umum seperti SMA atau SMP. Sekolah umum hanya setingkat TK dan SD. Guru dibangku SD sudah mulai menggali potensi muridnya. Dan mulai memilah-milah antara potensi satu murid dengan murid yang lain. Di China kuliah di Universitas tidak begitu diminati. Bagi mereka kuliah hanya untuk guru dan dosen.
Artinya, China bisa maju dan berkembang dengan cepat, karena menggunakan metode kejuruan bukan umum. Mendidik anak untuk menggali potensi dan mengaktifkan otak kanannya.
Pesan saya kepada pemerintah Indonesia, untuk segera merubah metode pendidikan di Indonesia. Kalu perlu dihapuskan SMP dan SMA. Ganti jadi sekolah kejuruan semua. Tidak itu saja, pola pemerintah China dalam menggalakkan home industry dan UKM-UKM patut ditiru juga. Istilah pak Tung Desem Waringin, cara paling gampang untuk sukses yah contek orang sukses. Atau istilahnya ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi itulah ATM -ala pak Tung. Yah, apa salahnya kita contek sistim dan metode Pemerintahan China, toh mereka terbukti bisa maju lebih cepat dari Negara-negara lain.
Lantas bagaimana dengan kita sekarang. Kondisinya sudah seperti ini. Bagaimana dong. Saat ini banyak yang punya potensi di otomotif dipaksa jadi guru, banyak yang punya potensi di perkebunan dipaksa jadi pegawai. Banyak yang punya potensi sebagai pedagang justru jadi karyawan. Gimana dong. Jangan khawatir. Anda yang ingin berubah untuk sukses dan kaya masih punya kesempatan. Caranya ?. Gunakan waktu senggang disela-sela pekerjaan anda saat ini untuk menjadi orang sukses dengan menggali kembali potensi yang terpendam. Action. Libatkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. (bersambung)
Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: Berjuang, ECTION, Jambi, JANGAN GENGSI, KAYA LEWAT WAKTU SENGGANG, kerja, otak kanan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada April 18, 2012
Merubah Pola Pikir & Pola Kerja

MENGISI WAKTU SENGGANG : Banyak hal yg bisa dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Diantaranya mencuci mobil, sebelum berangkat kerja.
Tidak sabar merupakan penyebab kedua, kegagalan seseorang. Diberi ilmu juga harus sabar. Apalagi ini ilmu bikin jadi orang kaya. Harus sabar dong. Kalau anda SABAR pasti bisa jadi orang kaya meskipun hanya melalui waktu senggang. Yah, ngak perlu mengorbankan waktu kerja. Ngak perlu ikut-ikutan keluar dari pekerjaan karena ingin bisnis sendiri. Ngak perlu. Karena setelah disurvey, banyak orang terjebak dengan motivasi-motivasi yang menyesatkan. Pekerjaan yang ada hilang. Bisnis yang dibangun malah membuahkan hutang. Harta yang tersisa disita bank. Apakah nasib anda mau seperti mereka ?. Memang tidak semua mengalami nasib buruk seperti itu. Ada segelintir orang yang meraih sukses dari spekulasinya itu. Dan segelintir orang inilah yang selalu dijadikan testimony untuk membakar semangat seseorang. Saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Kejadiannya pada tahun 1997. Saat itu saya berprofesi ganda sebagai wartawan aktif dan kontraktor. Karena tidak sabar, ingin cepat kaya Saya ikut-ikutan nanam investasi diperusahaan Indonex miliknya Taslim Moe. Selang beberapa saat, Taslim Moe kabur dengan membawa kabur seluruh uang nasabahnya. Ratusan orang tertipu dengan penampilan Taslim Moe. Dari pejabat di pemerintahan hingga pejabat di kepolisian juga kena.
Tauhkan Anda apa yang mendorong saya untuk ikut berinvestasi puluhan juta rupiah kepada Taslim Moe. Salah satu penyebabnya adalah karena pengaruh buku karangan Robert T Kiyosaki. Buku itu sangat membakar semangat muda saya untuk cepat maju dan berkembang. Uang harus bekerja kepada kita. Bukan kita yang bekerja untuk uang. Itulah salah satu bait kalimat, yang menceritakan tentang bapak kaya dan bapak miskin dalam buku karangan Robert T Kiyosaki. Beruntungnya, saya masih bertahan dalam pekerjaan saya. Investasi yang saya lakukan tersebut hanya mengisi waktu senggang untuk belajar. Itu biaya sekolah sukses saya. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadi untuk menjadi kaya anda harus Sabar. Tidak bisa instant.
Ingat cerita Thomas Alfa Edison, sang penemu lampu. Sebelum berhasil menciptakan lampu Thomas Alfa Edison harus mengalami kegagalan ribuan kali. Andai saja dia tidak sabar, mungkin kita saat ini tidak bisa menikmati terangnya lampu. Tapi berkat kesbarannya. Setelah 999 gagal dalam melakukan uji coba, dan pada uji coba ke-1000 berhasil dan jadilah lampu seperi yang kita rasakan saat ini. Dua cerita orang sukses diatas rasanya sudah cukup mewakili tentang pentingnya SABAR dalam menggapai impian.
Sudahlah syukuri dengan pekerjaan dan profesi anda saat ini. Enjoy aja. Sembari bersabar anda belajar mengisi dan menggunakan waktu senggang untuk meraih impian. Percaya pada saya, bisnis sampingan yang hanya dilakukan pada saat waktu senggang akan menjadikan anda kaya. Percaya deh. Ingat, kunci pertama sukses adalah bersyukur. Apa. Bersyukur. Yah, saya pertegas, bahwa kunci pertama sukses seseorang mencapai puncak keberhasilannya karena BERSYUKUR. Lalu kemudian, kunci kedua SABAR. Rasa syukur tidak hanya dengan kata-kata. Rasa syukur harus diimplementasikan dengan perbuatan.

MENGISI WAKTU SENGGANG : Habis sholat subuh, ngaji, baca buku kalo ada waktu joging dan cuci mobil. Subhanallah asyiknya hidup. Yg penting isi waktu senggang dengan hal-hal yg produktif. Insya Allah. Foto diambil di depan rumah Muara Bungo Selasa 17 April 2012
Contoh ; laptop yang saya gunakan sehari-hari selalu saya rawat. Saya bungkus rapi setelah selesai digunakan dan selalu dibersihkan. Ini implementasi dari rasa syukur saya kepada Tuhan atas fasilitas yang sudah saya miliki. Dampaknya, laptop ini menjadi awet dan jarang rusak. Logikanya, saya tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan. Begitu juga hal-hal lain, seperi mobil, motor, rumah dan lain sebagainya. Jika rasa syukur ini selalu kita pahami dan jalani, maka akan menjadi penambah income bagi Anda. Karena benda juga punya naluri. Jika kita berlaku baik, maka energy kebaikan itu akan mendatangkan kebaikan pada kita. Semua agama mengajarkan itu. Islam contohnya. Dalam Al Quran disebutkan bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmat tersebut. Sebaliknya, barang siapa yang kufur (tidak mau mensykuri) nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangatlah pedih.
Begitu juga bagi pegawai, mahasiswa dan pelajar. Syukuri stastus Anda. Berapa banyak orang yang mengidam-idamkan ingin menjadi PNS. Berapa banyak orang yang tidak mampu sekolah dan kuliah.

MENGISI WAKTU SENGGANG : AKBP Budi Wasono, Kapolres Bungo mengisi waktu senggangnya dengan cara silaturrahim ke kantor Bute Ekspres. Kepada Saya Pak Budi bercerita banyak tentang cara dia mengisi waktu senggangnya. Berkebun belimbing, ternak ikan, nanam cabe dan membuka mini market.
Karena itu saya rekomendasikan untuk membaca ini. Karena tulisan ini sangat cocok bagi para pegawai baik itu swasta maupun pegawai negeri. Tidak hanya itu, tulisan ini juga sangat cocok untuk para mahasiswa dan pelajar SMA/MA sederajat. Pokoknya tulisan ini kalau betul-betul anda pelajari dan ikuti, akan merubah pola pikir dan pola kerja Anda, sehingga anda bisa menjadi kaya dengan cara yang benar dan halal.
Bagi Anda yang bekerja sebagai pegawai, maka saya perintahkan untuk stop melakukan korupsi dan kolusi. Sudahlah, cara itu tidak akan membuat hidup anda tenang. Berhentilah berbuat curang. Tahun 2004 hingga 2009 saya masih aktif menjalankan profesi ganda. Sebagai wartawan dan kontraktor. Upzzz, jangan salah. Jangan Anda bersuuzon dulu. Saya mendapatkan banyak proyek bukan karena profesi saya sebagai wartawan. Tapi karena saya loyal dalam memberikan fee kepada orang-orang yang berkepentingan didalam proyek tersebut. Dari Kepala Dinas sampai panitia kecipratan duit dari saya. Bahkan sebelum pekerjaan dimulai, saya sanggup untuk menghamburkan uang. Asal proyek dapat. Jumlahnya tidak sedikit. Dan ini bukan rahasia umum lagi. Semua juga tahu. Sudah lah, cara ini tidak baik. Tidak akan membuat hidup anda tenang. Tahun 2010 saya putuskan untuk berhenti sementara dalam usaha kontraktor, saya fokus mengurus Koran Bute Ekspres yang dipercayakan kepada saya.
Itu kan seseran, dan kita juga tidak maksa kok minta uang kepada kontraktor. Dan kontraktor juga iklas kok memberikannya. Jadi uangnya halal-kan ?. Kalau bukan gitu gimana cara mau bayar kredit rumah, bayar kredit mobil, sementara anak kuliah jauh disana. Sementara gaji pegawai berapa sih !. Itupun SK-nya sudah digadai di Bank.
Anda yang menyebutkan uang sap-sup itu seseran dan uangnya halal, pastilah hanya mengatakan dibibir saja. Tanyakan pada hati nurani Anda yang paling dalam. Sudah lah, saya sudah merasakan hal itu. Dan saya juga sudah menanyakan tentang hal ini, kepada teman pejabat dan kepada teman kontraktor. Ternyata, semua menjawab dengan alasan TERPAKSA. Terpaksa melakukan itu karena atasan juga minta persen. Terpaksa, karena untuk menggol kan proyek tersebut harus pakai uang. Terpaksa karena untuk biaya entertain polisi, jaksa, wartawan, LSM dan lain-lain. Begitu juga Kontraktor selaku pengusaha. Mereka sebenarnya tidak mau memberikan uang fee tersebut. Mereka terpaksa memberikan uang siluman itu kepada oknum-oknum agar bisa tetap dapat pekerjaan. Untuk menutupi pengeluaran yang tidak ada biaya tersebut, maka mencuri adalah jalannya. Yang dicuri pekerjaan
Yah, jawaban hati nurani sebenarnya tidak mau korupsi. Tidak mau mencuri. Tapi karena terpaksa, harus dilakukan.
Sudahlah, mulai sekarang kita rubah pola pikir dan pola kerja kita. Berpikirlah untuk jadi orang kaya dengan cara yang halal dan benar. Bekerjalah dengan aturan yang benar. Libatkan Allah dalam berpikir dan bekerja. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. (bersambung)
Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: bersyukur, KAYA, manfaatkan, muara bungo, pelajaran, profesi ganda, sabar kunci sukses, waktu senggang, Zainuddin | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada April 3, 2012
Memanfaatkan Hobi Jadi Uang
Waktu senggang yang sedikit ternyata bisa kita manfaatkan. Kita juga bisa kaya jika bisa memanfaatkan waktu sedikit itu.
Kalau sudah bicara kaya semua kepingin. Siapa juga yang ingin hidupnya susah. Tentu tidak ada. Kalo seseorang kaya, karena kerja dari pagi hingga larut malam, itu hal yang biasa. Justru aneh jika seseorang yang kerja dari pagi hingga malam tapi hidupnya masih kekurangan. Tapi inilah yang terjadi. Mereka yang kerja dari pagi hingga malam justru tidak pernah cukup. Hidupnya selalu kekurangan. Apa penyebabnya.
Kurang bersyukur. Itulah penyebabnya. Akibatnya, apa yang mereka dapat selalu kurang. Mereka memandang selalu keatas. Tidak pernah kebawah. Selalu mengejar yang jauh dan menyepelekan yang dekat atau lingkungan sekitar. Suka menggali diluar potensi, sementara potensi sendiri diabaikan.

WAKTU SENGGANG : Memanfaatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja. Memetik cabe dan sayur-sayuran sembari cari keringat, dapur juga terbantu. Dan sayur-sayuran yang dihasilkan juga lebih terjamin.

KEBUN DIBELAKANG RUMAH : Hasil panen cabe dan sayur-sayuran cukup untuk kebutuhan dapur di rumah . Foto diambil Pagi Selasa 3 April 2012.
Misalnya ; Fulan hobi bertani. Ia bekerja keras mengumpulkan uang dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk bisa membeli sebidang kebun sawit. Obsesinya untuk bisa memiliki kebun sawit semakin kuat setelah mengetahui banyak orang sukses dari hasil kebun sawit. Cita-cita Fulan tidak salah, walaupun ia saat ini hanya bisa menabung 300 ribu perbulan dari sisa gajinya 3 juta perbulan. Namun uang yang ia tabung kerab terpakai untuk kebutuhan tidak terduga. Sehingga buku tabungan Fulan ngak pernah sampai angka 10 juta. Padahal harga sebidang sawit bisa mencapai 100 juta. Anggaplah uang yang ditabung ngak pernah tersentuh. Karena tidak ada kebutuhan mendadak dan mendesak. Maka Fulan baru bisa mengumpulkan uang 100 juta selama tidak kurang dari 27 tahun. Hitung sendiri. Coba ambil kalkulator. Benarkan. Uhhh. Capek deh !! harga kebun sawit keburu naik lagi.
Oke. Sementara itu pekarangan rumah Fulan juga kosong. Meski tidak lebar, namun ini bisa memancing alam untuk menunjukan keseriusan kita yang hobi bertani. Manfaatkan pekarangan rumah sedapat mungkin agar bisa benar-benar bermanfaat. Kita bisa mengisi waktu senggang untuk menyalurkan hobi tersebut. Kita bisa memanfaatkan pekarangan sebagai tanaman toga, atau sayur-sayuran, seperti cabe, tomat, kangkung, bayam, terong, ubi, pepaya dll.
Cara ini akan sangat membantu anda bisa memiliki kebun sawit. Caranya bagai mana. Logikanya, biaya dapur yang dulunya rata-rata misalnya 2 juta kini bisa berkurang. Karena sejumlah kebutuhan dapur sudah bisa teratasi dari hasil tanaman di pekarangan rumah. Anggaplah misalnya berkurang 100 ribu. Artinya dalam sebulan anda punya uang lebih 100 ribu. Artinya aka nada penambahan angka untuk ditabung. Dari biasanya 300 ribu perbulan kini bias 400 ribu perbulan.
Upzzz. Bukan ini cara yang ingin saya ajarkan. Sebab dengan cara ini masih terlalu lama untuk menggapai impian tersebut. Saya akan ajarkan anda untuk bisa menggapai cita-cita lebih cepat. 10 kali lebih cepat dari pada anda menabung. Bagai mana caranya. Ikuti saja terus tulisan saya berikutnya.(bersambung)
Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Wartawan | Bertanda: BERKEBUN, BERTANI, CARA KAYA, CARA KAYA CEPAT, HOBI, KAYA, MANFAATKAN HOBI, PEKARANGAN RUMAH, SENGGANG, WAKTU SENGNGGANG | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada Maret 30, 2012
Miracle Water Sarana Silaturrahim,
Dakwah & Bisnis Dunia Akhirat

E-Miracle : ustad Agus Susanto mensosialisasikan program E-Miracle di pengajian Rmh Dinas Bupati Bungo.
Tujuh hari melakukan road show E-Miracle di provinsi Jambi ternyata tidak cukup. Meski jadwal padat dan perjalanan jauh, Alhamdulillah Allah masih menjaga kesehatan Ustadz Agus Susanto, dari tim managemen E-Miracle sebagai pembicara. Perjalanan dengan misi dakwah dan bisnis dunia akhirat itu berlangsung dari hari Kamis 22– Rabu 28 Maret 2012 .

DAKWAH EKONOMI : Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

Road Show E-Miracle : Para jamaah di Kuamang Kuning, Bungo antusias menyimak penjelasan dari Ust Agus Susanto
Dimulai dari menelusuri Kota Jambi, lanjut ke Kabupaten Batanghari, lanjut menelusuri Kabupaten Bungo dan terakhir menjelajahi wilayah transmigrasi Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Misi kami untuk mengajak sholat diawal waktu, mengawali kerja dengan membentang sejadah terlebih dulu alias sholat duha, menutup hari dengan sholat malam, ngaji dan memperbanyak sedekah. Lima pilar inilah yang kami dakwahkan. Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat antusias. Bahkan, pada hari Selasa 27 Maret 2012 sekitar pukul 14.00-17.00 WIB kami berkesempatan mengisi pengajian ibu-ibu di rumah dinas bupati Bungo. Meski tuan rumah tidak ada ditempat. Namun acara tetap ramai dan penuh antusias jamaah. Hj Enny Wardani, yang tak lain adalah istri Bupati Bungo H Sudirman Zaini SH, MH, disaat bersamaan sedang berada di Belanda. ‘’Saya besok ke Belanda bersama ibu gubernur. Tapi saya jamin peserta pengajiannya ramai. SMS aja nama ustadz nya. Nanti biar saya terusin ke yang lain,’’kata bu Bupati pada saya via telponnya.
Sejurus kemudian, srikandi Bungo itu mengirim SMS yang berisikan renungan. Macam macam isinya. Diantaranya ini ; ‘’Sungguh pantas hal ini kt baca/iqra, bhw di apotik: Harga Oksigen + 25 ribu/ltr. Harga Nitrogen + 9.950/ltr. Dalam satu hari kt menghirup >2880 ltr Oksigen & > 11.376 ltr Nitrogen. Jk kt hargai dg uang, mk oksigen & Nitrogen yg kita hirup senilai 170 jt/hr. SUBHANALLAH. Ternyata kebutuhan O2 & NO2 tbh kt > 1 hr saja 170 jt’’.

Antusias : Zainuddin melakukan demo Miracle Water didepan jamaah pengajian Rmh Dinas bupati Bungo
Janji Ibu Bupati ternyata benar. Saat hari H, Selasa 27 Maret, jamaah membeludak. Tak kurang dari 300 orang jamaah ibu-ibu yang hadir siang itu. Acara yang biasanya selesai habis sholat Ashar, kali ini berbeda. Usai sholat ashar jamaah, acara dilanjutkan kembali. Ini atas permintaan dari jamaah.

ROAD SHOW : Demo Miracle Water oleh Ustadz Agus Susanto dan Zainuddin dari tim E-Miracle di depan jamaah pengajian Rumdis bupati Bungo

DEMO AIR : Tim E-Miracle melakukan uji ilmiyah terhadap Miracle Water dihadapan para jamaah di Kuamang Kuning
Maklum saja karena materi yang disampaikan oleh Ustadz Agus Susanto menarik perhatian. ‘’Dunia Akhirat. Hidup di Dunia kaya raya, mati masuk surga.. hahahaha’’Asyik ngak. Siapa yang ngak kepincut dengan penawaran ini.
Saya yang selalu mendampingi Ustadz Road Show selama tujuh hari, selalu mengamati terus penjelasan Ustadz. Dalam doa diatas sajadah saya selalu bermunajad, agar bisa sukses dunia akhirat, kaya dunia akhirat, dengan cara yang paling diridhoi Allah, dengan cara yang paling halal, dengan cara yang paling terhormat, dengan cara yang paling cepat, dengan cara yang paling mudah. Ya Allah kabulkan doa ku. Agar aku bisa menyinari banyak orang. AMIN.
Setelah memberikan pencerahan dengan menjelasakan Metode Lima Pilar. 1. Sholat diawal waktu, 2. Sholat Duha, 3. Sholat Tahajud, 4. Komunikasi Dengan Allah (baca Quran), 5.Sedekah.
Ustadz Agus Susanto dibantu dengan tim E-Miracle Jambi, melakukan demo air ajaib. Miracle Water namanya. Ownwrnya Ustadz Yusuf Mansur. Air ini diproses dengan teknologi tinggi, mengandung Alkali, Oksigen, Bio Energi, Anti Oksidan dan Reverse Osmosis. Air ini merupakan air kesehatan.Yang bisa membantu menjaga dan menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya stroke, jantung, asam urat, maag, diabetes, dll. ‘’Hasil keuntungan perusahaan 70 %-nya dialokasikan untuk membantu pembibitan penghafal Al Quran seluruh Indonesia,’’jelas Ustadz Agus.
Menurut Ustadz Agus Susanto, siapapun yang terlibat dalam E-Miracle, maka mereka ikut serta ambil bagian menjadi donator pembibitan penghafal Al Quran. ‘’Saat ini jumlah santrinya 300.000 orang yang tersebar di 2000 rumah tahfiz di seluruh Indonesia,’’pungkas Ustadz Agus.

ROAD SHOW : Para Asatidz di Rimbo Bujang, Tebo foto bareng Ust Agus Susanto, usai mengikuti kegiatan E-Miracle di ponpes Darul Falah Rimbo Bujang.
Dijelaskannya bahwa E-Miracle adalah MLM (Multi Level Marketing). Sebagai mana yang diungkapkan oleh Ustdadz yusuf Mansur, bahwa MLM ini bulan MLM biasa. Ini adalah Multi Level Amal. Multi Level Duha, Multi Lefel Tahajud, Multi Level Sedekah dan Multi Level Tahfidz. ‘’Semua anggota E-Miracle kudu menjalankan tahajud, duha dan menghafalkan Al Quran. Walau satu hari hanya satu ayat,’’kata Ustadz Yusuf Mansur, selaku Komisaris Utama dan juga Owner.
Konsep yang diracik oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui wadah E-Miracle ini ternyata disambut hangat oleh masyarakat. Khususnya provinsi Jambi. Saya sendiri sudah janji sama Ustadz Yusuf Mansur, untuk membantu dakwah beliau melalui E-Miracle. Karena itu, saat Ust Agus Susanto dari tim managemen E-Miracle datang, saya sedekahkan waktu saya secara total untuk mendampinginya selama di Jambi. Dan berupaya melayaninya sebaik mungkin. ‘’Kepada Allah saya memohon ampun atas segala kehilafan dan kesalahan. Kepada Allah pula saya memohon agar apa yang saya kerjakan dicatat sebagai amal ibadah,’’. (***)
Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: Agus Susanto, Bisnis Dunia Akhirat, Bungo, Dakwah, Duha, e-Miracle, Jambi, Komunikasi Dengan Allah, Lima Pilar, Miracle water, Ngaji, Rimbo Bujang, Sedekah, Sholat Diawal Waktu, Tahajud, Tebo, Ustadz Yusuf Mansur, Yusuf Mansur, Zainuddin | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada Maret 20, 2012

ULTAH SEDERHANA : 1 Tahun Cheryl Putri Zain merayakan ultah bersama Papi dan Mami di rumah, setelah sehari sebelumnya 18 Maret 2012 syukuran bersama santir-santri Ponpes darul Falah dan memberikan santunan.
SENIN19 Maret 2012 kemarin tepatnya pukul 04.00 WIB, Cheryl Putri Zain, putri pertamaku berusia satu tahun. Tidak terasa. Rasanya baru beberapa hari lalu bayi mungil itu lahir. Putri cantikku, kini sudah mulai bisa berjalan. Sudah punya enam gigi. Berat badan terakhir sekitar 9 Kg. Kini ia sudah mulai pandai merengek mencari perhatian. Terima kasih ya Allah, Engkau sudah mengutus seorang anak untuk penghibur hati kami, untuk teman hari-hari kami.

ULTAH 1 TH CHERYL PUTRI ZAIN : Secara sederhana dilakukan dirumah Muara Bungo setelah sehari sebelumnya 18 Maret 2012 dirayakan bersama anak-anak santri Ponpes Darul Falah, dengan memberikan bantuan uang.
Tidak terasa setahun. Yah, blog inipun sudah setahun tidak terisi. Dari hari kehari saya merindukan blog ini untuk dapat mengisinya. Tapi ada saja kesibukan. Yang membuat hobi saya ini terlewatkan. Yah.. sudah satu tahun blogku ngak terisi. Mudah-mudahan, kedepan aku bisa aktif lagi mengisi tulisan di blog tercintaku ini. Setidaknya sebulan dua kali.
Apa saja aktifitasku selama setahun ini ?. Bagaimana perkembangannya ?. Biasanya seluruh aktivitas ku catat di blog ini meski tidak secara keseluruhan. Blog ini adalah diare hidupku. Kelak catatan kecil di blog ini akan menjadi bacaanku dihari tua.
Untuk menguraikan aktivitasku selama setahun di tulisan kali ini rasanya tidak mungkin. Namun saya bisa menguraikan sedikit kesimpuan dan pokok-pokok aktivitas selama setahun dan perkembangannya.
Yang jelas selama setahun saya bisa punya rumah baru, punya usaha distribusi air miracle (70 % keuntungan perusahaan untuk pembibitan Penghafal Al Quran), punya usaha Ayam Goreng Darul Falah (50 % keuntungan saya untuk sedekah melalui LPS), punya usaha distribusi pupuk sawit (50% keuntungan saya untuk panti asuhan). Mau tau bagaimana semua itu terjadi ?. Ikuti tulisan saya, mudah-mudahan bisa menjadi bahan inspirasi bagi pembaca semua.
Bismillahirrohmanirrohim
Kira-kira sudah satu tahun sepuluh bulan saya dan istri Melly Susanti, AMKeb hijrah ke Bungo. Kami pindah ke Bungo karena alasan pindah tugas. Yah, saya sebagai karyawan swasta di media cetak group Jawa Pos. Diberi tugas untuk mengurus Koran di kabupaten Bungo tersebut. Cerita soal Koran yang saya kelola banyak ditulisan-tulisan saya sebelumnya. Istri saya pun akhirnya membutuskan untuk ikut ke Bungo, sebagai tenaga PNS titipan dari Kota Jambi.
Bulan pertama, kami ngontrak kamar sebagai tempat tinggal kami. Lokasinya persis disamping kantor di kawasan JL Rangkayo Hitam, Bungo Timur, Simpang Drum, Pasar Muara Bungo. Bulan kedua, kami memutuskan untuk mencari rumah bedeng yang sederhana.
Dua bulan di Bungo, saya ditawarkan tanah kosong oleh orang tua angkat. Lokasinya di pinggir lintas, kawasan Sungai Mengkuang, dekat Arbes, depan Graha Pena Bungo Pos. Tawaran itu langsung saya sambut dengan gembira. Apalagi harganya sangat murah (jauh dari harga pasaran), dan pembayarannya bisa dicicil. Tidak begitu luas, hanya sekitar 240 meter persegi (6 m x 40 m). Meski kecil tapi saya sangat bersyukur, karena sudah bias memiliki asset dipinggir jalan utama. Alhamdulillah, tanah itu kini sudah lunas, dan sekarang sedang dalam proses pembuatan sertifikat. Sekarang nilainya… Wow jangan Tanya. Selangit. Subhanallah, Alhamdulillah. Setahun di Bungo (2010) Alhamdulillah selain punya asset tanah, mobil pun berganti baru. Dulunya Isuzu Phanter jadul, kini ganti Toyota Yaris. Alhamdulillah.

RUMAH : Rumah yang kini menjadi tempat tinggal kami sekeluarga di Muara Bungo.
Singkat cerita kontrakan ku pun mau habis waktunya. Kepada Allah aku memohon agar bisa pindah dari kontrakan tersebut dan menempati rumah sendiri. Dalam pikiranku, untuk sementara cukup saja punya rumah papan di tanah yg aku beli dari ortu angkat, yang penting rumah sendiri dari pada ngontrak. Itu pikiranku. Namun ternyata Allah Maha Kaya, Maha segala-galanya. Aku justru diberi rumah yang cukup lumayan untuk keluarga kecilku. Tanpa harus mengelurkan uang dulu, aku sudah bisa punya rumah. Alhamdulillah, 25 Juni 2011 kami pindah ke rumah baru. Tidak lagi ngontrak.
Alhamdulillah.
Aktivitasku terus berjalan. Namun semakin hari, aku betul-betul semakin sibuk dengan kegiatan social di LPS (Lembaga Pondok Sedekah) yang aku dirikan bersama teman-teman. Sebagai wadah tempat kami menyalurkan sedekah, agar lebih terorganisir dan dapat disalurkan sesuai dengan harapan.
Januari 2012, akhirnya aku putuskan untuk menjadi Master Stokis E-Miracle wilayah Provinsi Jambi. Meski sampai sekarang belum ada kepastian, namun langkah dan upaya itu sudah aku kerjakan. Saya begitu semangat untuk bisa menjadi pemegang produk E-Miracle. Bukan sekedar profit. Tapi, karena 70 % keuntungan perusahaan dari penjualan Miracle Water dialokasikan untuk pembibitan penghafal Al Quran. Subhanallah, inilah yang saya kejar. Saya ingin sekali ikut ambil bagian sebagai donator. Caranya yah ikut membantu membesarkan E-Miracle.
Ya Allah, jika Engkau meridhoi aku menjadi Master Stokis E-Miracle wilayah Provinsi Jambi, akupun tidak bisa menolaknya. Tapi jika engkau tidak Ridho, sebaiknya hindarkan aku dari bisnis tersebut. Cukuplah aku berdakwah saja dengan E-Miracle bersama Ust Yusuf Mansur. Tapi jika aku bisa menggapai kedua-duanya, berbisnis untuk kemaslahatan keluarga dan orang-orang sekitarku, sembari sambil berdakwah, alangkah indahnya Ya Allah. Kabulkan ya Allah cita-cita hamba yang terindah dari lubuk hati ini.
Awal Maret 2012 saya mulai melakukan pembicaraan serius dengan kakak sepupu Kemas Erwin alias Jangcek, untuk menggarap pupuk di Jambi Wilayah Barat. Yah saya menyetujui sebagai penyalur tungggal pupuk Agritama Plus di Jambi Wilayah Barat. Saya langsung mengungkapkan niat, akan membelah hasil saya 50 % untuk membangun panti asuhan. Yah, jika kelak pupuk yang saya distribusikan memberikan keuntungan financial untuk saya, maka 50 %-nya akan saya sedekahkan untuk membangun panti asuhan. Separuhnya lagi untuk kehidupan saya dan keluarga.

RM AYAM GORENG DARUL FALAH JL 31 UNIT 1 RIMBO BUJANG, KABUPATEN TEBO, PROVINSI JAMBI

LOUNCHING : HARI PERTAMA DI RM AYAM GORENG DARUL FALAH JL 31 UNIT 1 RIMBO BUJANG, KABUPATEN TEBO, PROVINSI JAMBI
Minggu 18 Maret 2012, saya dan Ust Amin Zubaedi resmi melakukan kerjasama dalam hal usaha kuliner. Kami membuka usaha Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Darul Falah di kawasan JL 31 Unit 1 Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Saya bertindak sebagai investor, sedangkan Ust Amin Zubaedi sebagai pengelola. Sayapun meniatkan diri untuk membelah hasil yang akan saya dapat dari RM Ayam Goreng Darul Falah ini. 50 % penghasilan saya dari bisnis ini akan saya sedekahkan melalui LPS (Lembaga Pondok Sedekah). Separuhnya lagi untuk kehidupan saya dan keluarga.
Kepada Allah saya memohon ampun, bahwa tulisan saya ini bukan ingin riya, takabur, atau ujub. Tapi semata-mata untuk menjadi bahan motifasi bagi pembaca. Karena percepatan yang selama ini terjadi pada diri saya tak terlepas dari izin Allah, diantaranya mungkin melalui jalan SEDEKAH. Karena janji Allah, jika kita bersedekah satu akan dibalas minimal 10 kali lipat. Allah tidak akan pernah bohong. Yakinlah Allah tidak akan pernah ingkar. Kitanya saja yang kurang percaya. Silahkan coba dari sekarang untuk meringankan tangan membantu orang lain. “Hidup ini terasa indah bila bermanfaat bagi orang lain”.
Selain itu, tulisan ini juga sengaja saya tulis sebagai bahan PENGINGAT untuk diri saya sindiri, jika kelak saya lupa akan janji dan niat saya ini. ”Ya Allah lancarkan seluruh usaha saya. Sukseskan saya dunia akhirat, bahagiakan saya dunia akhirat. Jadikanlah saya orang kaya dunia akhirat. Ya Rahman, kabulkan seluruh doa saya”(***)
Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: Agritama, Ayam Goreng, Darul Falah, e-Miracle, Miracle water, pupuk, RM, Rumah, Rumah Makan, Sawit, Sedekah, Setahun, Ultah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada Maret 21, 2011
ALHAMDULILLAH, rencana saya untuk membentuk organisasi Guru Favorit Jambi akhirnya terbentuk Sabtu 19 Maret 2011 dengan nama Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-Jambi Ekspres). Meski saya bukan seorang guru, tapi saya merasa organisasi ini perlu dibentuk. Ide ini muncul saat saya dipercaya menjadi ketua Panitia Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres ke-6 tahun 2010, dan membawa 14 Guru Favorit Jambi Ekspres angkatan ke-6 keliling China selama sepuluh hari pada Oktober 2010 lalu.
Dasar pemikiran membentuk organisasi ini adalah, memfasilitasi pemikiran, ide dan saran dari para guru favorit untuk disampaikan ke pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal membangun pendidikan Jambi agar lebih baik dan semakin baik. Diharapkan, melalui organisasi FGF-Jambi Ekspres ini, pengalaman dan pengetahuan para guru favorit selama mengikuti study banding ke berbagai Negara bisa lebih bermanfaat. Tidak hanya untuk guru itu sendiri, tapi juga bisa ditularkan kepada guru lain dan sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Jambi. Selain itu, organisasi ini juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk mempererat silaturrahim antara sesama guru.

Nyantai Bersama Pak Bos Sarkawi
Kepada Allah saya bermunajat, agar langkah saya sebagai INISIATOR dan PELOPOR dalam pembentukan Forum Guru Favorit Jambi Ekspres ini tidak ada unsur lain, selain hanya keinginan saya untuk membantu pendidikan di Negeri ini khususnya di Provinsi Jambi.
Oke, lanjut. Nama organisasi ; Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-Jambi Ekspres) disepakati dalam forum reuni alumni Guru Favorit 2005 s/d 2010 di lantai dua Graha Pena Jambi Ekspres pada Sabtu 19 Maret 2011. Para guru sengaja saya undang ke Jambi untuk mengadakan reuni dan pembentukan organisasi ini. Alhamdulillah, mereka menyambut baik rencana itu.
Setelah disepakati nama organisasi, akhirnya dalam forum tersebut juga terpilih sebagai Ketua Feerly Mounthana (guru dari Muara Bungo), Wakil Ketua Jufri (guru dari Batanghari), Sekretaris Ruliana Dewi (guru dari Muaro Jambi), Wakil Sekretaris Rusfery (Guru dari Tanjabar), Bendahara Noviyenti (guru dari Batanghari) dan Wakil Bendahara HjSurirama (guru dari Kota Jambi).
Hadir dalam acara pembentukan FGF-Jambi Ekspres tersebut Sarkawi, CEO Jambi Ekspres Group, Novwan Syafi’I, Redpel Jambi Ekspres dan Aswan Hidayat, ketua GF 2009.
Dan saya semakin senang, karena Pak Bos Sarkawi sangat mendukung organisasi tersebut. Ia bahkan langsung memberikan gambaran kerja yang bisa dilakukan oleh FGF. Soal pendidikan, Pak Bos Sarkawi memang sangat peduli. Bahkan dalam berbagai kesempatan Ia selalu memberikan motivasi agar anak-anak Jambi dan guru-gurnya untuk sekolah setinggi-tingginya. ‘’Kalo perlu anak-anak, kita sekolahkan ke luar negeri,’’kata pak Bos dalam setiap sambutannya.
Menurut saya, Pak Bos Sarkawi layak disebut sebagai SANG MOTIVATOR PENDIDIKAN. Ia tidak hanya memotivasi dengan ucapannya dihadapan ratusan bahkan ribuan guru dan siswa diberbagai kesempatan, tapi juga langsung berbuat. Berbagai program di JE misalnya. Membawa Guru study banding ke luar negeri dan memberi beasiswa kepada siswa dan beasiswa S2 kepada guru adalah salah satu program JE, perusahaan media yang dipimpin oleh Sarkawi. Selain itu, JE membuat rubrik khusus untuk pendidikan dan memberikan ruang kepada guru dan siswa untuk menyalurkan bakat tulis di Harian Pagi Jambi Ekspres.
Semoga dengan terbentuknya Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-JE) ini pendidikan Jambi akan lebih baik dan lebih maju lagi.(***)
Ditulis dalam Kerja, Kisah Nyata, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: FGF, Forum Guru, Forum Guru Favorit Jambi, Guru, Guru Favorit, Guru Jambi, Inisiator, Jambi Ekspres, Motivator Pendidikan, Organisasi Guru, Pelopor, Pendidikan, penyalur ide dan saran guru | 4 Komentar »
Posted by Jay pada Maret 1, 2011
Tergugah Setelah Gabung e-Miracle
AKHIR 2010 merupakan awal perkenalanku dengan e-Miracle, sebuah MLM asuhan Ustad Yusuf Mansur. Cerita soal Multi Level Marketing atau MLM sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi saya. Maklum lah, teman-teman banyak yang masuk dalam bebagai group MLM. Macam-macam bentuknya. Karena ingin bantu teman, terkadang saya terpaksa harus ikut-ikutan “jebur” dalam MLM tersebut, meskipun kemudian harus stagnan setelah masuk. Tapi kali ini beda. MLM e-Miracle yang ditawarkan kepada saya beda. Sejarah saya bertemu dengan MLM inipun berbeda. Jika dulu saya yang dikejar-kejar teman agar masuk ke MLM. Tapi ini saya yang justru mengejar MLM satu ini. Upzzz, tapi bukan karena ingin mendapatkan profit dari MLM ini. Tapi karena saya ingin mendapatkan ilmu dari pemilik MLM ini yakni Ustad Yusuf Mansur.
Seruannya untuk sholat tepat waktu dan menggalakan sedekah, sholat duha dan menegakkan yang sunah mendorong saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Adalah Mas Hasto, yang menawarkan saya untuk gabung di e-Miracle. Saat itu saya sempat bertanya, ‘’jika gabung apa saja yang bisa saya dapat’’. Menurut Mas Hasto, saya akan mendapatkan lima CD/DVD. DVD 1 adalah penjelasan tentang MLM e-Miracle, sedangkan CD 2,3,4 dan 5 berisikan tausyiah dari Ustad Yusuf Mansur. Selain juga mendapatkan staterkit, buku panduan dan kartu anggota. Semuanya lengkap dalam satu tas. Hanya karena ingin mencari Tuhan saya ikut gabung ke e-Miracle. Dengan niat ingin mendapatkan ilmu Allah, saya menyerahkan uang Rp. 520.000 kepada Mas Hasto, sembari berkata ‘’Ini adalah sedekah saya’’.
Dua minggu lebih setelah gabung e-Miracle, praktis setiap hari saya mendengarkan tausiyah dari Ustad Yusuf Mansur, termasuk VCD 10 Dosa besar yg saya beli dari Mas Hasto dan beberapa tausiyah-tausiyah lain dalam bentuk MP3 hasil rekaman dari TV. Kecuali VCD versi 1. Saya benar-benar ‘’terhipnotis’’ dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansur. Betapa tidak. Sebelumnya saya juga sudah menjalankan sholat fardu, sholat duha dan sedekah. Tapi saat itu saya bagaikan kapal yang berlayar tanpa kompas. Saya berangkat menggunakan kapal layar dengan sebuah tujuan, tapi saya tidak tahu bagaimana cara untuk sampai ketujuan itu dengan cepat, selamat dan sempurna. Bagai mana tidak. Saya tahu sholat itu wajib maka saya kerjakan. Saya tahu sholat duha itu adalah sholatnya rezeki maka saya kerjakan dan saya tahu bahwa sedekah itu akan mendatangkan rezeki maka saya lakukan juga. Semua itu saya ketahui secara sedikit-sedikit dari bangku sekolah dan baca buku. Yah, berbagai refrensi buku saya cari untuk mendapatkan jalan Allah. Tapi ternyata semua itu belum cukup. Ustad Yusuf Mansur membuka cakrawala saya dengan konsep Al Quran dan Hadis, yang tidak sedikitpun membuat saya ragu.

Menyerahkan Sedekah ke Pesantren

Beri bantuan sedekah ke Ponpes Miftahul Huda

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah
Tanpa ragu semua tuntunan dalam Al Quran dan Hadis yang disampaikan melalui Ustad Yusuf Mansur saya jalankan. Subhanallah, inilah yang disebut dengan KEAJAIBAN. Banyak sekali keajaiban yang saya rasakan. Jika dulu saya hanya bersedekah dengan uang pribadi atas nama pribadi, kini saya juga menerapkan sedekah atas nama perusahaan Bute Ekspres yang saya pimpin. 10 Muaharam 1432 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jumat 10 Desember 2010 merupakan keputusan pertama saya di perusahaan untuk mengeluarkan sedekah 10 persen setiap bulan atas nama perusahaan. Panti Asuhan Aisiyah Muara Bungo, Jambi adalah tempat pertama yang saya satroni untuk menyalurkan sedekah kepada anak Yatim. Secara pribadi saya juga melakukan hal yang sama. Subhanallah, belum sempat saya pulang dari Panti Asuhan, tiba-tiba saya dapat telepon, untuk mengambil uang bantuan acara Seminar yang akan saya laksanakan, besarnya Rp. 3 juta. Padahal saat itu saya baru memberikan uang sedekah Rp. 1,5 juta. Tiga hari kemudian saya mendapatkan keuntungan dari seminar di Bungo 10 x lipat dari uang sedekah yang saya berikan. Alhamdulillah.
Sebulan kemudian tepatnya 12 Januari 2011, saya kembali menggunakan sholat untuk mensukseskan acara seminar di Tebo. Padahal hingga dua hari sebelum acara Ketua panitia dan panitia-panitia lain sudah khawatir dengan acara tersebut yang terancam tidak sukses karena peserta tidak sesuai dengan target. Tapi saya tetap tenang dan menganjurkan mereka untuk sholat. H-1 saya berangkat ke Tebo. Sebelum berangkat saya melaksanakan sholat duha 12 rakatan + sholat hajat 2 rakaat khusus untuk acara tersebut. Kedatangan saya kali ini untuk kedua kalinya setelah sebulan sebelumnya saya membentuk kepanitiaan. Pertemuan sekaligus persiapan acara dilakukan langsung di lokasi acara Geduang Utama Kantor Bupati Tebo. Tapi apa yang terjadi, Subhanallah, saya terpaksa harus closing atau menutup pendaftaran karena jumlah peserta terdaftar sudah melebihi dari kapasitas gedung dan sertifikat yang disiapkan. Malam H-1 peserta seminar yang sudah bayar 800 orang. Sementara yang mau mendaftar masih banyak. Alhamdulillah acara seminar tersebut berjalan sukses dan lancar, termasuk undangan saat pembukaan semua hadir termasuk Pak Bupati Tebo H A Madjid Muaz. Saya hanya tertegun saat merasakan bagaimana Allah mengerahkan malaikatnya untuk membantu saya. Semua diluar akal sehat dan bukanlah sebuah kebetulan. Alhamdulillah dari kegiatan ini perusahaan mendapat keuntungan yang lumayan besar.
Setelah sebulan lebih saya bergabung dengan e-Miracle barulah saya mendengarkan VCD versi 1, yang menjelaskan tentang MLM e-Miracle. Mendengar penjelasan Ustad Yusuf Mansur tentang MLM Sedekah, MLM Tahajud, MLM Duha dan MLM Amal, maka dalam hati saya berniat untuk membantu Ustad yang dalam hitungan usia atau umur satu tahun lebih muda dari saya. ‘’Saya akan membantu Ustad berwajah Baby Face ini untuk berdakwah’’.
Sebuah keputusan besar saya ambil saat itu. Saya menerapkan Sholat adalah syarat bekerja di perusahaan. Saat itu setiap Magrib dan Isya diterapkan sholat berjamaah di kantor. Pasalnya jam-jam tersebut adalah jam paling sibuk disemua kantor redaksi manapun, termasuk kantor kami Bute Ekspres. Maklumlah karena ‘’ngejar dead line’’. Tidak itu saja, semua wartawan, reporter, loper dan karyawan lainnya jika mendengar Adzan berkumandang harus segera sholat dan saya perintahkan untuk meninggalkan kerjaan, sekalipun sedang wawancara dengan orang terpenting sekalipun. ‘’Saya yang menjamin pekerjaan anda semua. Jika dapat masalah karena anda harus mendahulukan sholat. Saya tidak akan marah jika anda ketinggalan berita karena harus mendahulukan sholat dari pada liputan. Saya tidak akan marah jika pelanggan terpaksa off karena anda telat ngantar Koran akibat harus mendahului sholat,’’kata Saya kepada seluruh karyawan.
Subhanallah, setelah keputusan itu saya ambil, kini banyak orang yang menawarkan diri untuk menjadi agen dan membantu memasarkan Koran. Dan Alhamdulillah, banyak penambahan-penambahan pelanggan yang tanpa diduga-duga.
Sebuah keajaiban lain kembali saya rasakan pada Jumat 14 Januari 2011. Sebelum Sholat Jumat saya memanggil bagian keuangan untuk meminta daftar gaji seluruh karyawan. Tujuannya untuk membuat oret-oretan kenaikan gaji karyawan. Setelah saya membuat angka-angka baru pada lembar gaji lama, staf keuangan saya terkejut dan menilai angka tersebut akan sulit dicapai. ‘’Nanti kita tidak sanggup untuk membayarnya’’begitulah kira-kira ungkapan bagian keuangan saya saat itu. Entah bagaimana, saya justru berpikiran terbalik. ‘’Ini masih terlalu kecil untuk jasa mereka,’’kataku saat itu.
Lalu saya ambil pena dan kembali menulis lembaran rekap gaji tersebut sambil menambah angka masing-masing. ‘’Ini harus kita tambah. Ini adalah sedekah perusahaan kepada mereka,’’ungkapku sambil menulis tambahan angka rupiah ke masing-masing gaji karyawan.
Dewi, Staf Keuanganku tak bisa berbicara lagi saat ku sodorkan kertas itu dengan angka yang lebih besar dari angka sebelumnya. ‘’Ini berlaku mulai akhir Januari ini,’’tegasku, sembari bangkit dari tempat duduk dan bergegas pulang untuk melaksanakan sholat Jumat.
Subhanallah, usai sholat Jumat saya mendapatkan telepon dari David, salah seorang karyawan bahwa iklan sudah dieal dan Senin bisa langsung cair. Satu jam berselang, Reza, wartawanku yang lain menelpon, dan mengatakan seorang kandidat minta kontrak kerjasama, nilainya 30 juta, sore itu juga ditunggu. Tanpa ada perasaan apa-apa saat itu kontrak kerjasama yang saya ajukan justru Rp. 50 juta bukan Rp.30 Juta seperti yang diminta. Dan sebuah keajaiban, sepeserpun dari angka Rp. 50 Juta itu tidak dicoret dan kontrak kerja itu langsung diteken. Dan banyak lagi keajaiban-keajaiban yang saya rasakan saat melakukan apa yang diarahkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Kabar baiknya lagi, pada Februari 2011 ini omzet iklan perusahaan saya meningkat 100 persen lebih. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan ALHAMDULILLAH.(****)
Demikianlah tulisan tentang keajaiban Sholat dan Sedekah yang saya rasakan sendiri. Kepada Allah saya mohon ampun agar dijauhkan dari riya’, ujub dan takabur. Tulisan ini sengaja saya buat untuk memotivasi para pembaca tentang nikmatnya jika segala sesuatu diserahkan kepada Allah. Dan yakjnlah jika Allah berkehendak maka caranya beda dan sangat cepat diluar akal sehat.
Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ustad Yusuf Mansur yang hingga kini saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Hanya Allah-lah yang bisa membalas kebaikan Ustad dan tim e-Miracle serta Wisata Hati. ”Ya Allah berikanlah kesehatan, umur panjang dan murah rezeki kepada Ustad Yusuf Mansur serta jamaahnya. Berikanlah ia kekuatan dalam menjalankan dakwahMu,”AMIN.
Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: Duha, e-Miracle, keajaiban sedekah, keajaiban sholat, Sedekah, Sholat, Ustad yusuf Mansur, Wisata Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada November 11, 2010
MUARA BUNGO, KAMIS 11 NOVEMBER 2010. Tiba-tiba istriku Melly Susanti memberi isyarat untuk bangun dari tidur. Suara hujan diluar sana sangat berisik dan memekakkan telinga. Ku lihat jam dinding masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari. ‘’Selamat ulang tahun yah Pa. Semoga panjang umur, sehat badan, murah rezeki, bisa cepat naik haji dan dapat anak,’’bisik istriku sembari menarik tanganku dan menciumnya. Papa sekarang sudah berusia 35 tahun lo. Sudah tua, bisiknya lagi. Cuaca dingin disertai hujan lembat membuat kami menikmati malam begitu mesrah. Subhanallah Alhamdulillah. Upzz ceritanya ngak boleh diteruskan. Ntar pembaca yang belum cukup umur bisa keplingsetan. Hehehehe.
Sementara itu matahari mulai memancarkan cahayanya. Ayam dan burung saling bersautan menyambut pagi yang masih basah dengan hujan rintik-rintik. HP ku berbunyi. Tanda SMS masuk. SMS ucapan selamat ulang tahun. Diantanya ada nomor yang tak ku kenali. Salah satu SMS yang masuk berbunyi begini ; Waktu adalah ruang hampa, yg tRs berguliR m’ikuti aluR sang msa ia tak pernah bcRa. ULNG THN hnyalah skat antR masa llu n msa dpan. 1 usiamu b’tambah nmun pd hkikatnya ia b’kRang spRt hal’a k indah’n sang mlm nan lruh tengelam dlm dkpn jgat pagi. Awaly hrimu dgn baik, jjki langkahmu dgn lbh bijak. SELAMAT ULNG THN. Ykin & p’cyalh akan htimu oz thn psti m’berikan yg t’baik untukmu…!.
Pagi itu seperti biasa pukul 08.00 WIB, aku berangkat kerja menuju kantorku di Jalan Rangkayo Hitam, Bungo Timur, Kecamatan Pasar Muara Bungo. Setelah membaca Koran hari ini, aku langsung membuka laptop dan mengakses internet. Membuka website kantorku dan media online adalah kebiasaanku untuk mengontrol kerja stafku dan mencari informasi hari ini. Tak ketinggalan aku membuka email, facebook, twiter dan blog pribadi. Hmmm, ternyata ucapan selamat ulang tahun di FB-ku banyak sekali. Terima kasih teman-teman atas doa dan kunjungannya.
Yah, hari ini Kamsi 11 November 2010 usiaku memang bertambah. Sebelumnya berusia 34 kini menjadi 35. Tapi sebenarnya jatah hidupku sebenarnya berkurang. Aku tidak tahu berapa lama lagi jatah hidupku. Karena itu rahasi sang Ilahi. Kini aku mulai berpikir bagaimana agar sisa umurku yang tinggal sedikit ini bisa bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya bagi istri, keluarga, staf dan perusahaan tempat aku bekerja serta bagi teman-temanku. Hanya kepada Allah SWT aku berdoa semoga hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Dan hari esok bisa lebih baik lagi, lebih baik lagi dan lebih baik lagi. RidhoNya adalah yang paling kuharapkan. Ya Allah, jgn kau cabut nyawaku kecuali dalam keadaan Islam dan beriman kepadaMu. Kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang sholih di Dunia ini dan Akhirat nanti. AMIN.(****)
Ditulis dalam Cerita, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Wartawan | Bertanda: bertambah umur, dapat Ridho Allah, Hari ini lebih baik, Ridho Illahi, Usia | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Jay pada November 10, 2010
Terima Kasih Semuanya…………

TERSENYUM : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres tiba di Bandara dengan wajah tersenyum dan gembira.
JAKARTA, JAMBI, KAMIS 28 OKTOBER 2010. Genap sepuluh hari perjalanan kami sejak tanggal 19 Oktober terbang dari Jambi. Hari ini merupakan hari terakhir perjalanan kami setelah menjelajahi Negeri Tirai Bambu. Sudah banyak sekolah dan tempat wisata yang kami kunjungi, termasuk bersilaturrahmi dengan KBRI di Beijing dan Konjen RI di Hongkong. Kini kami sudah berada lagi di Jambi, setelah semalam sempat nginap di Hotel dekat bandara Sokarno Hatta, Jakarta. Para guru sudah siap untuk kembali mengajar di sekolah masing-masing, dengan segudang wawasan yang didapat selama di China.

DISKUSI : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus berdiskusi dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi dan Ketua Panitia Zainuddin usai acara pelepasan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di rumah dinas Gubernur 17 Oktober 2010.

AKRAB : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Ketua Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 Zainuddin.

SANTAI : CEO Jambi Ekspres Sarkawi bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin di Macau.
Perjalanan yang menyenangkan di Beijing, Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong bersama Trans Global Tour, membuat lenyap letih selama setahun mengurus kepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010. Namun apalah artinya kerja saya selama setahun jika tidak didukung oleh semua pihak. Karena itu saya patut berterima kasih kepada : CEO Jambi Ekspres, Sarkawi, Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus, Bupati Bungo H Zulfikar Achmad, Bupati Tanjabtim H Abdullah Hich, Bupati Tebo H Madjid Muaz, Bupati Batanghari Syahirsyah dan Bupati Merangin H Nalim, serta seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi lainnya.

SERIUS : Bupati Bungo H Zulfikar Achmad bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin, usai pelepasan guru Bungo yang terpilih sebagai Guru Favorit 2010.

AKRAB : Bupati Merangin Nalim bersama Zainuddin.
Selain itu saya juga tidak bisa melupakan jasa baik dari travel ; Trans Global Tour, khususnya Mbak Nilawati, yang mensuport kegiatan study banding Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 ini ke Negeri Tirai Bambu (Beijing,Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong). Saya rekomendasikan kepada pembaca untuk menggunakan jasa Trans Global Tour sebagai jasa perjalanan. Saya dan 22 rombongan sudah merasakan bagaimana upaya Tour Leader Mbak Nilawati, dari Trans Global Tour, dalam memberi pelayanan dan kepuasan bagi kami semua. Bahkan Bosku Sarkawi sempat bilang begini ; ‘’Saya sudah kemana-mana. Ke China saja sudah empat kali. Tapi baru kali ini saya jalan keluar negeri disuguhi makanan di restoran Muslim. Travelnya oke,’’.
Peran Mbak Nila dalam acara puncak Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 sangat besar dan membantu. Terima kasih Mbak Nila. Bahkan saya sendiri sempat kesal dengan seorang guru hanya karena dia marah dengan Mbak Nila. Sebagai ketua panitia, saya harus bersikap netral untuk menjernihkan persoalan. Alhamdulillah guru yang tadinya marah dengan Mbak Nila bisa mengerti dan menerima kondisi yang terjadi.
Selain itu saya juga tidak bisa melupakan peran Mbak Nila dalam menggandeng pihak Garuda Indonesia. Dihari terakhir menjelang keberangkatan, Garuda Indonesia mau bergabung dan ikut mensuport kegiatan kami. Meskipun sebenarnya saya juga agak kesal dengan teman saya wartawan Independet yang sengaja dibawa untuk meliput, tapi tidak sebait katapun menulis tentang Guru Favorit Jambi Ekspres. Tulisannya yang muncul justru tentang Garuda melulu, tanpa menyinggung sedikitpun soal Study Banding Guru Favorit Jambi Ekspres selama di China. Yah sudah lah. Saya bersyukur kegiatan kami ini bermanfaat bagi orang banyak. Terima kasih Garuda Indonesia terima kasih Mbak Nila, mohon maaf Mbak Nila jika pada salah satu tulisan saya (dari puluhan tulisan selama kegiatan) sebelumnya sempat membuat Mbak marah. Tapi sebenarnya tulisan itu hanya menceritakan waktu saat itu saja, bukan sebelum atau sesudahnya.

RILEK : Zainuddin beserta Tour Leader Nilawati dari Trans Global Tour di Beijing.
Oh Yah, perjalanan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 selama setahun tak juga bisa berjalan lancar jika tanpa dukungan dari berbagai sponsor yang sejak awal mengiringi kegiatan kami. Diantaranya, JPM Trona, Tropi, Indosat, Petrochina, WKS, Koperasi Kreatif Bersama dan sejumlah sponsor lainnya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Terima kasih semuanya.
Suksesnya kegiatan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 juga tidak terlepas dari bantuan seluruh puluhan panitia dari Jambi Ekspres. Terima kasih teman-teman. Semoga jasa kalian semua dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Jazakumullah Khairul Jaza. Saya tidak bisa memberikan apa-apa bahkan oleh-olehpun hanyalah barang murah yang bisa saya berikan. Dan mungkin ada diantara teman-teman yang tidak dapat atau terlupakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Tugas saya dikepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tinggal satu. Yakni membuat laporan pertanggungjawaban. Apapun hasil dari laporan saya nanti akan saya terima. Sebab saya sadar banyak kekurangan selama setahun berjalannya kepanitiaan ini. Saya hanya berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk guru-guru Jambi dan perusahaan Jambi Ekspres.(****)
Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: Bupati se provinsi Jambi, Gubernur Jambi, Guru Favorit Jambi Ekspres, Study banding ke china, Trans Global Tour | Tinggalkan sebuah Komentar »