
PRESIDEN Amerika Serikat, George W. Bush, Minggu malam (14/12/2008) waktu setempat, mendapat dua kali lemparan sepatu dan teriakan anjing, oleh wartawan Iraq bernama Muntazer al-Zaidi, 28. Beruntung, petugas keamanan Iraq dan agen rahasia AS cepat bertindak. Zaidi pun ditangkap dan diamankan.
Ulah Zaidi, koresponden televisi Al-Baghdadiya, sebuah stasiun televisi Iraq yang berkantor pusat dan mengudara dari Kairo, Mesir itu terjadi ketika jumpa pers dalam kunjungan perpisahan Bush, di Istana Salam, kantor Perdana Menteri (PM) Iraq Nuri Al-Maliqi, Minggu malam. Zaidi, merupakan salah satu wartawan yang ikut dalam jumpa pers tersebut.
Tapi sebagian besar warga Irak dan negara arab lainnya justru mendukung, tindakan Zaidi itu. Senin (15/12/2008) ribuan warga Irak turun kejalan memberikan dukungan terhadap Zaidi, dan meminta petugas keamanan membebaskan sang wartawan, yang dianggapnya sebagai pahlawan baru di Irak.
Zaidi melempari Bush berjarak hanya sekitar empat meter dari podium tempat Bush dan PM Nuri Al-Maliqi berdiri. Lemparan sepatu ini simbol penghinaan paling rendah terhadap seseorang di budaya Timur Tengah.
”Ini hadiah dari rakyat Iraq. Ini ciuman perpisahan, kamu anjing,” teriak Zaidi, jurnalis Iraq, sambil melemparkan sepatunya ke wajah Bush.
Rupanya, di usia 62 tahun, refleks Bush bagus juga. Dia spontan membungkuk sehingga terhindar dari lemparan. Sepatu wartawan muda itu hanya melintas di atas kepala Bush dan menghantam bendera AS dan bendera Iraq di belakangnya dengan suara cukup keras.
Tak puas karena lemparan pertama meleset, jurnalis berkacamata itu kembali melemparkan satu sepatunya. Kali ini dia sambil berteriak dalam bahasa Arab. ”Ini untuk para janda, anak-anak yatim piatu, dan mereka yang tewas terbunuh di Iraq,” ucap Al-Zaidi lantang. Namun, lemparannya dalam jarak sangat dekat itu kembali meleset. Lagi-lagi Bush berhasil ngeles. PM Nuri Al-Maliki yang semula hanya bengong di sampingnya kali ini membantu menangkis lemparan dengan menyilangkan lengannya di depan wajah Bush.
Aksi nekat Al-Zaidi baru berakhir setelah petugas keamanan Iraq dan agen rahasia AS beramai-ramai menjatuhkannya ke lantai. Al-Zaidi kemudian digelandang keluar dari ruangan. Namun, pria itu terus meneriaki Bush. Suaranya meraung-raung sehingga terdengar sampai ke ruang lain. Aksi Zaidi ini disulut oleh ungkapan Bush yang mengatakan ”perang belum usai”.
Bagaimana reaksi Bush? Dasar presiden cowboy, dia malah cengegesan. Setelah berhasil mengontrol dirinya yang terkaget-kaget, mantan pilot pesawat AU itu meminta jumpa pers dilanjutkan. Mengawali ucapannya, bukannya marah, Bush justru berkelakar. ”Hal ini tidak mengganggu saya. Jika Anda menginginkan fakta, itu sepatu ukuran 10 yang dilemparkannya,” kata Presiden ke-43 Amerika, sambil bercanda.
Bush boleh saja menganggap sepele. Namun, pelemparan sepatu atau alas kaki dalam kebudayaan Arab dianggap sebagai penghinaan terbesar. Mereka menganggap target lemparan sepatu derajatnya lebih rendah daripada alas kaki itu yang selalu di tanah dan kotor. Tak heran, setelah patung Saddam Hussein ditumbangkan di Baghdad pada April 2003, banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu melempari wajah patung dengan sepatu mereka.
”Kado” sepatu wartawan itu menunjukkan bahwa invasi yang digalang Bush ke Iraq pada Maret 2003 yang berhasil menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein berakhir sia-sia. Invasi dengan alasan mencari senjata pemusnah masal justru menyulut pemberontakan mematikan dan kekerasan bertahun-tahun. Sementara senjata pemusnah masal yang dicari tak ada kabar beritanya lagi.
Kolega Zaidi di stasiun TV Baghdadia mengungkapkan, Zaidi sebagai wartawan berdedikasi. Disebutkan Nassar, Zaidi memang tidak setuju dengan kehadiran pasukan koalisi pimpinan AS di Iraq. Karena itu, dia selalu mengakhiri laporannya dengan kalimat, Muntazer Al-Zaidi melaporkan dari daerah pendudukan Baghdad.
Di Iraq, ada dua tanggapan bertolak belakang atas ulah Zaidi. Kalangan pejabat dan pemerintah Iraq menyesalkan tindakan Zaidi. Sebagian wartawan media pemerintah langsung meminta maaf kepada Bush beberapa saat setelah insiden terjadi. Hal yang sama dilakukan pemerintah Iraq melalui PM Nuri Al-Maliki.
Namun, di bagian lain tak sedikit rakyat Iraq yang mengelu-elukan Zaidi sebagai pahlawan yang mewakili kemarahan kepada Bush yang mereka sebut penjahat perang. Demonstrasi yang terjadi sehari setelah insiden menunjukkan foto Zaidi diangkat dan sepatunya dijadikan simbol penghinaan terhadap Bush dan Amerika.(****)
(Sebagian tulisan diambil dari Jambi Ekspres/AP/CNN/kim, foto pelemparan diambil dari Jambi Ekspres/AFP dan foto demo di Irak diambil dari situs Kompas.com)
Komentar Anda