Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk ‘Pengobatan’ Kategori

Nasib Digenggaman Tangan Sendiri

Posted by Jay pada April 24, 2012

Lanjutan…….
Kaya Lewat Waktu Senggang  (6)

Anda yang saat ini seorang karyawan, atau mungkin masih kuliah/pelajar. Jangan khawatir. Melalui tulisan ini saya akan membimbing anda untuk sukses. Dengan cara yang mudah dan logis.
Jika anda seorang karyawan, misalnya punya gaji 3 Juta perbulan. Maukah saya ajarkan agar anda punya seseran 5 juta perbulan ?.  Atau anda seorang mahasiswa, dapat kiriman orang tua 1 juta perbulan. Maukah anda saya ajarkan agar anda punya seseran 3 juta perbulan  ?. Baik, jika anda betul-betul serius. Maka perhatikan terus metode yang saya gunakan melalui tulisan ini.

JACKIE CHAN

JACKIE CHAN

Ingat cerita Jheki Chen ?. Saya akan cerita dulu bagaimana Jheki Chen kecil saat di Hongkong. Ada orang kaya raya di Hongkong, membuka konsultasi bisnis. Para pengusaha di Hongkong berbondong-bondong menemui orang kaya tersebut untuk konsultasi bisnis mereka masing-masing. Melihat pengumuman itu Jheki Chen kecil ikut dalam barisan orang-orang dewasa yang ingin konsultasi. ‘’Bagaimana caranya sukses seperti bapak ?,’’tanya Jekichen kecil lugu.  Pria kaya itu kemudian meminta Jheki Chen membuka telapak tangannya. Lalu menyuruh melihat apa yang ada didalam telapak tangannya. ‘’Ada garis-garis’’kata Jhekhi Chen kecil, sembari melihat telapak tangannya yang terbuka. Sekarang tutup telapak tanganmu. Perintahnya kepada Jheki  Chen. Dengan lugu Jheki Chen menutup tangannya dengan menggepal. ‘’Itulah jawabannya. Garis tanganmu ada digenggamanmu. Kalau pun masih ada garis yang tersisa dan terlihat itulah yang disebut dengan takdir. Namun, 90 persen  nasib itu ada digenggamanmu,’’.  Sejak itu Jheki Chen berlatih keras. Hingga sekarang menjadi orang sukses  dan terkenal, sebagai bintang film holiyword.
Begitu juga nasib Anda. Kalau bukan anda yang merubah. Maka nasib anda tidak akan berubah.  Saya ingin berubah. Saya ingin sukses dan jadi orang kaya. Tapi tidak ada modal uang. Bagai mana dong ?.
Orang gagal selalu punya seribu alasan untuk tidak mau menjadi orang sukses dan tidak mau menjadi orang kaya. Jangan pernah mencari alasan kalau ingin sukses. Terus gimana dong ?.  Ya Action. Libatkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Bismillah. Pertama anda harus tetap bekerja pada tempat sekarang. Atau jika anda seorang pelajar atau mahasiswa. Maka anda harus tetap sekolah atau kuliah. Jangan buang makanan di rumah, kalau ada yang nawarin makan di luar. Bisa kelaparan jika ternyata warung tutup semua.
Kedua. Jangan hutang sebelum perhitungan matang. Hutang hanya akan menjadi beban. Gunakan kemampuan. Jangan ngandalkan bank.  Biar hidup aman, tidak dikejar-kejar tagihan.
Ketiga,  tentukan sasaran pekerjaan atau bisnis yang bisa menghasilkan uang. Yang penting bisa menghasilkan uang.  Urusan besar, kecil belakangan.  Ingat !. Perahu sampan hanya mampu mengarungi sungai yang tenang. Kalau dipaksakan melewati ombak laut. Sampan itu akan hancur. Paham.
Anda tau harga pohon palm ?. 200 ribu – 3 juta. Yah, harganya relative.  Makin besar, makin mahal harganya.  Saat kuliah saya iseng-iseng membudidayakan pohon palm. Bibitnya saya ambil dari bawah pohon palm yang sudah tua dibilangan perkantoran Walikota Jambi.  Saya cabut satu persatu bibit palm yang masih ukuran batang korek koset tersebut. Bibit tersebut kemudian saya pindahkan kedalam pelastic kecil yang sudah diisi tanah. Saya siram dan saya rawat. Dua tahun kemudian, palm-palm itu jadi bernilai tinggi. Satu batangnya dihargai 500 ribu. Padahal ratusan bibitnya saya ambil tanpa modal. Modalnya hanya kemauan dan mengambil peluang.
Teman saya mampu beli motor sendiri saat masih duduk di SMA. Saat  kuliah dia mampu beli mobil dan sudah punya asset kebun. Semua dari hasil keringatnya sendiri. Ia sendiri bukan dari golongan anak gedongan. Ia hanya anak seorang petani di pinggir kota Jambi. Di kampus, teman saya ini terkenal cerdas, supel dan loyal.  Iseng-iseng saya tanya tentang kesehariannya. Dengan lugas dia bercerita, aktivitasnya sejak tidur sampai tidur lagi. Pagi hari habis sholat subuh dia hanya menyerubut satu gelas teh, lalu pergi nyadap karet. Yah dulu waktu SMA dia mengambil upahan nyadap pohon karet tetangga.  Waktu kerjanya hanya satu jam setengah.  Setengah tujuh harus sudah ada di rumah dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah/kampus. Melihat kerjanya yang rajin dan gigih, pemilik kebun karet membelikannya sepeda motor. Setiap bulan hasil kerja sadap karetnya dipotong untuk bayar cicilan motor. Sebagaian yang lain ia tabung dan ia gunakan untuk jajan. Setiap hari minggu ia diminta untuk membantu ayahnya membersihkan kebun tetangga. Upahnya cukup lumayan.  Disitulah ia mulai menghayal punya kebun sendiri. Uang hasil membersihkan kebun tetangga ditabungnya semua, dengan satu impian punya kebun karet sendiri.  Biji-biji buah karet yang jatuh dan menjadi sampah dikumpulkannya. Lalu disemai disamping rumah.  Saat ditanya oleh ayahnya, untuk apa menyemai karet. Dengan tegas ia menyebutkan ; ‘’Saya ingin punya kebun sendiri, seperti mereka’’.
Ribuan batang bibit karet tersebut tumbuh subur. Hanya sekitar beberapa bulan sudah sertinggi lutut orang dewasa.   Tanpa disangka seorang pengusaha tertarik dengan bibit tersebut. Dan berencana untuk membelinya.  1000 rupiah perbibit. Pengusaha tersebut juga member panjar untuk pesan bibit karet lagi dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Ia bahkan menawarkan, jika bibit tersebut sudah didalam polibek harganya bisa dua kali lipat. Atau 2000 rupiah perbibit didalam polibek. Tanpa pikir panjang, ia langsung setuju dengan seluruh tawaran tersebut.  ‘’Hari itu saya diberi uang 3 juta, sebagai tanda jadi. Saya senang sekali.  Sejak saat itu saya semakin giat kerja dan semakin  yakin bahwa saya bisa punya kebun sendiri seperti mereka’’cerita teman saya.
Sebagain uang itu kemudian dibelikannya polibek. Sisanya untuk biaya upah anak-anak kecil yang kerja dengannya. Yah, sejak saat itu ia dipanggil Bos oleh anak-anak SD. Dia mengajak anak-anak untuk mengisi tanah ke polibek dan mengumpulkan biji karet. Untuk mengisi tanah   kedalam polibek ia bayar 50 rupiah perpolibek kecil. Satu orang  rata-rata mampu mengisi 100 polibek. Sedangkan biji karet dibayarnya 1000 rupiah untuk setiap 50 biji karet. Ia menjanjikan bonus makanan ringan Chiki kepada setiap anak-anak yang bisa mengisi 100 polibek lebih perhari. Umpan yang dilakukannya mujarab. Sambil bermain anak-anak tersebut berlomba-lomba mengisi polibek. Satu bulan orderan 50.000 biji karet kelar ditanam didalam polibek.  Pengusaha yang mesan gembira bukan kepalang.
Empat bulan setelah dipastikan tumbuh, bibit karet itupun dibawa oleh sang pengusaha.  Uang ratusan juta hasil jual bibit karet tersebut sebagian dibelinya kebun karet dan sebagian lagi dibelinya lahan kosong dan kemudian ditanamnya sendiri dengan bibit karet yang ia semai sendiri. Saat kuliah ia masih rutin keluar pagi untuk nyadap karet. Tapi bukan di kebun tetangga. Tapi kebun sendiri.
Bagaimana !. Apakah anda sudah punya ide ?. Oke, action.  Jangan tunggu lama-lama. Jangan dihitung rugi atau untung. Action. Libarkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sukses untuk anda. (bersambung)

Ditulis dalam Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kaya Lewat Waktu Senggang (4)

Posted by Jay pada April 19, 2012

Jangan Gengsi, Aktifkan Otak Kanan

MENGISI WAKTU SENGGANG : Sambil kerja nulis blog.

MENGISI WAKTU SENGGANG : Sambil kerja nulis blog. Ketimbang bengong. Manatau tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bagaimana caranya agar bisa kaya lewat waktu senggang. Action. Gunakan otak kanan. Singkirkan otak kiri. Jangan terlalu banyak pikir atau hitung-hitung. Anda sebenarnya memiliki potensi. Yang tau potensi dan bakat Anda  adalah Anda sendiri. Keluarkan potensi itu. Jangan dipendam. Jangan malu dan jangan ragu.  Andai Anda punya bakat dagang, maka lakukanlah sejak dini mungkin.  Kalau perlu saat Anda dibangku sekolah. Saran saya kepada orang tua dan guru, jangan membunuh bakat dan potensi anak. Ini yang sering terjadi. Alasan kebanyakan orang tua dan guru karena takut mengganggu pelajaran. Alasan itu sangat salah. Nilai yang didapat dibangku sekolah tidak menjamin anak menjadi sukses atau kaya. Sebaliknya,  jiwa dagang misalnya, apabila dibina maka anak akan menjadi sukses. Bahkan tidak menutup kemungkinan para pelajar sudah bisa beli mobil dari uang usahanya sendiri. Orang tua dan guru harus bangga dong. Karena itu orang tua, guru dan pemerintah kudu memberi dukungan moril maupun materil dalam membina anak untuk menjadi entrepreneur.  Jangan ditanamkan diotak anak kata-kata gagal. Beri motifasi anak anda bahwa mereka juga bisa sukses dan kaya meskipun masih pelajar atau mahasiswa.
Sayapun melakukan hal itu. Berbagai usaha dan bisnis saya lakukan saat kuliah di Universitas Batanghari Jambi.  Buka warung makanan.  Kedai Pelangi namanya. Usaha ini tidak berlangsung lama, karena makanan yang dijual tidak menarik. Kemudian putar haluan buka usaha bengkel motor dan cucian motor.  Saat bulan puasa, sore hari saya menggelar tenda disamping bengkel,  jual makanan jajanan untuk buka puasa. Tidak itu saja, dibelakang bengkel saya membuat pembibitan kembang palm.  Dan didepan bengkel saya menjual BBM eceran. Usaha ini berlangsung hingga saya tamat kuliah. Yah, saya mengisi waktu senggang diluar kuliah dengan berbagai usaha yang produktif.
Dua tahun sebelum kuliah saya sempat bergelut sebagai peternak ayam dan ternak ikan. Setahan lebih sebagai suplayer bahan bangunan dibeberapa perumahan. Spekulasi dagang beras dan kertas juga pernah dilakoni. Bahkan produksi kreatif dari besi seperti kursi, meja dll pernah dijalankan.  Masuk hutan keluar hutan mencari lahan untuk kebun, hingga berkebun nilam  sampai kebun sawit dan karet sudah pernah dijalani. Semua saya jalani dengan semangat bukan dengan uang. Karena saya hanyalah berasal dari keluarga sederhana. Ayah, Ahmad Lutfi seorang wirasuasta, yang kemudian terbaring sakit selama Sembilan tahun sebelum ajalnya menjemput.  Sementara ibu hanyalah pekerja rumah tangga.
Kondisi inilah yang membuat saya terus bekerja dan bekarya. Tanpa henti. Dan terus menerus.  Tidak ada malu atau gengsi. Saya hanya bekerja mengisi waktu senggang kuliah. Di kampus teman-teman kenal dengan saya sebagai mahasiswa tempel ban dan cuci motor.  Saya berangkat dari bengkel ke kampus dengan jalan kaki. Terkadang numpang omprengan motor teman yang kebetulan mampir. Subhanallah,  perjuangan saat itu kini baru mulai membuahkan hasil. Kalau dulu saya motorpun ngak punya, sekarang selain punya motor saya juga sudah punya mobil. Semua saya beli baru, buka bungkus. Dulu tidak pernah terbayangkan punya rumah, Alhamdulillah sekarang sudah punya dua unit rumah, meskipun masih kredit. Sejumlah asset seperti tanah dan kebun sekarang sudah saya miliki, yang nilainya menjapai miliyaran rupiah. Subhanallah. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang telah engkau berikan padaku.
Belakangan ini saya sangat banggga dengan pemberitaan tentang kreatifitas pelajar-pelajar SMK di Indonesia. Ada yang sudah bisa ngerakit dan bikin mobil. Kemampuan pelajar-pelajar ini harus dibina menjadi seorang entrepreneur. Jangan dibina menjadi buruh atau pekerja pabrik mobil.

CHINA : Pusat industri giok di Shenzhen China. Tempat industri giok ini menjadi salah satu tujuan wisata turis mancanegara

CHINA : Pusat industri giok di Shenzhen China. Tempat industri giok ini menjadi salah satu tujuan wisata turis mancanegara

Di China, home industry sangat banyak dan dibina oleh pemerintah. Bahkan dalam satu produk motor, terdapat ratusan home industry yang mengerjakannya. Pabrik hanya bertugas merakit hasil home industry tersebut. Oktober 2010 saya berkesempatan keliling China bersama Guru Favorit Jambi Ekspres. Yang sangat mengejutkan saya bahwa ternyata di Beijing dilarang mengunakan sepeda motor. Sementara mereka memproduksi sepeda motor. Alasannya untuk menghindari kemacetan dan menjaga polusi udara. Penduduk  rakyat China lebih suka menggunakan bus dan sepeda sebagai sarana transportasi.
Di Negara-negara maju termasuk China,  pendirian mall dibatasi. Dalam satu kota hanya diperbolehkan satu mall, itupun dengan syarat dan izin yang sangat sulit. Tujuannya, untuk menghidupkan pengusaha-pengusaha kecil yang jualan di toko-toko. Beda halnya dengan di Indonesia.  Pemerintah Indonesia lebih membela pendirian Mall dengan alasan bisa menampung banyak tenaga kerja. Beda sekali bukan !.  Negara maju membina masyarakatnya untuk jadi pengusaha. Ehhh, Negara kita membina masyarakatnya untuk menjadi….. ?.
Yang lebih hebatnya lagi di Shenzen, salah satu kota di China, terdapat pusat penjualan barang-barang  palsu. Ada ribuan pedagang disini yang semuanya menjual barang palsu dari berbagai produk merek terkenal.  Dari jam, HP, Handicamp dll. Perbedaan harganya sangat fantastis. Teman saya membeli oleh-oleh untuk anaknya satu unit HP palsu merek terkenal dengan harga 250 ribu rupiah. Padahal harga aslinya di Indonesia 5 juta rupiah.

SUNGAI MUTIARA GHUANGZHOU CHINA : Kondisi sungai mutiara Ghuangzhou China mirip seperti sungai Batanghari Jambi. Yg membedakannya, cara pengelolaan dan penataan.

Perdagangan barang palsu ini dilakukan secara legal. Barang-barang palsu ini ternyata dipasok dan diproduksi di China, oleh home-home industry. Pemerintah China memberikan kebebasan kepada home industry untuk menduplikasi produk luar. Tujuannya agar rakyat China mengaktifkan otak kanan,  sehingga lebih terampil, kreativ dan  berjiwa entreprenure. Dampaknya sangat luas. Wajar saja, jika  saat ini China menjadi Negara yang sangat ditakuti Amerika dan sekutunya.
Maju pesatnya China tak terlepas dari system pemerintahannya. Sehenzen dibagi menjadi dua wilayah. Wilayah industry dan wilayah umum. Di wilayah industry pengusaha tidak dikenakan pajak selama 5 tahun pertama. Sedangkan untuk wilayah umum, akan dibebaskan pajak selama 3 tahun pertama.
Mendampingi Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 keliling China banyak menambah wawasan saya. Di China, hanya ada sekolah kejuruan semacam SMK.  Tidak ada sekolah umum seperti SMA atau SMP. Sekolah umum hanya setingkat TK dan SD.  Guru dibangku SD sudah mulai menggali potensi muridnya. Dan mulai memilah-milah antara  potensi satu murid dengan murid yang lain. Di China kuliah di Universitas tidak begitu diminati. Bagi mereka kuliah hanya untuk guru dan dosen.
Artinya, China bisa maju dan berkembang dengan cepat, karena menggunakan metode kejuruan bukan umum. Mendidik anak untuk menggali potensi dan mengaktifkan otak kanannya.
Pesan saya kepada pemerintah Indonesia, untuk segera merubah metode pendidikan di Indonesia. Kalu perlu dihapuskan SMP dan SMA. Ganti jadi sekolah kejuruan semua. Tidak itu saja, pola pemerintah China dalam menggalakkan home industry dan UKM-UKM patut ditiru juga.  Istilah pak Tung Desem Waringin, cara paling gampang untuk sukses yah contek orang sukses. Atau istilahnya ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi itulah ATM -ala pak Tung. Yah, apa salahnya kita contek sistim dan metode Pemerintahan China, toh mereka terbukti bisa maju lebih cepat dari Negara-negara lain.
Lantas bagaimana dengan kita sekarang. Kondisinya sudah seperti ini. Bagaimana dong.   Saat ini banyak yang punya potensi di otomotif dipaksa jadi guru, banyak yang punya potensi di perkebunan dipaksa jadi pegawai. Banyak yang punya potensi sebagai pedagang justru jadi karyawan. Gimana dong. Jangan khawatir. Anda yang ingin berubah untuk sukses dan kaya masih punya kesempatan. Caranya ?. Gunakan waktu senggang disela-sela pekerjaan anda saat ini untuk menjadi orang sukses dengan menggali kembali potensi yang terpendam. Action. Libatkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. (bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kaya Lewat Waktu Senggang (2)

Posted by Jay pada April 4, 2012

Belajarlah  dari Alam Sekitar

RAMAH LINGKUNGAN : Berpose di pantai Bakau atau Coastal Ecological Park, Shenzhen, China.

RAMAH LINGKUNGAN : Saya saat santai di pantai Bakau atau Coastal Ecological Park, Shenzhen, China. Pemerintahan China sengaja menanam pohon bakau ini untuk menjadi sumber oksigen. untuk sampai ke lokasi ini kita harus melewati taman dan hutan buatan dengan cara berjalan kaki sekitar 1 Km. Foto diambil Oktober 2010 bersama Guru Favorit JE 2010.

Oke kalau bukan menabung bagaimana caranya pak, biar bisa cepat membeli kebun sawit ?. Wah ketuaan kalau saya dipanggil bapak. Tapi ngak masalah. Sebab rambut saya juga sudah mulai muncul uban, bertanda umur sudah makin tua.
Kalau Anda saat ini masih menggunakan otak kiri. Maka jawabannya harus  menabung. Tapi itu akan lama. Dan belum tentu berhasil. Keberhasilannya hanya 20 persen saja. 80 persen kemungkinan gagal. Karena dalam prosesnya, anda akan mendapatkan kebutuhan mendesak dan tidak terduga, yang mengakibatkan tabungan anda harus dirogoh sebelum waktunya.
Maka gunakanlah otak kanan. Saya jamin 100 persen anda pasti akan berhasil. Yah saya jamin anda akan berhasil. Syarat dan ketentuan berlaku. Ia dong, saya berani menggaransi keberhasilan anda, tapi anda harus juga mengikuti metode saya. Right.
Setuju. Baik kita lanjut. Jika selama ini kita punya kebiasaan untuk menabung untuk mengumpulkan uang, agar bisa membeli apa yang kita hajatkan. Maka sekarang pola pikir itu kita rubah seratus derajat. Ingat, jika anda ingin punya sesuatu, sebut saja misalnya pengen punya motor,  mobil, rumah, ruko atau bahkan pengen cepat nikah. Maka caranya jangan  menabung. Lama dan hasilnya akan mengecewakan.
Perlu saya tegaskan, bahwa cara menabung adalah cara kikir. Orang pelit, rezekinya akan dipersempit. Yakin deh.   Belajarlah dari alam sekitar.

Beijing

TAMAN TERBUKA : Saya saat dalam perjalanan melihat Tianmen Suare Beijing. Taman sengaja dibuat untuk menghasilkan udara yang bersih. Terawat dan indah. Foto diambil di Beijing Oktober 2010.

PINGGIR SUNGAI PULAU TAMIANG KABUPATEN TEBO

WAKTU SENGGANG : Jalan bersama keluarga ke Pulau Tamiang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Coba anda perhatikan alam sekitar anda. Perhatikan matahari, bulan, bintang, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Kita adalah bagian dari mahluk ciptaan Tuhan Semesta Alam. Andaikan matahari pelit, maka ia tidak akan mau membagikan sinarnya kepada bumi.  Apa nasibnya kita saat ini. Tapi matahari tidak demikian. Ia sudah diperintahkan oleh sang pencipta untuk terus berbagi sinarnya. Begitu juga dengan bulan dan bintang. Hal yang sama juga terjadi pada tumbuh-tumbuhan. Andaikan saja pepohonan kikir, maka ia tidak mau menggeluarkan oksigen  atau O2  untuk manusia. Apa jadinya kita saat ini. Matahari tidak pernah minta kepada kita balasan dari sinar yang telah diberikannya. Begitu juga tumbuh-tumbuhan. Tidak pernah meminta imbalan dari oksigen yang telah diproduksinya setiap hari.  Bayangkan,  dalam satu hari setidaknya kita menghirup 2880 liter oksigen. Jika harga oksigen ¬25 ribu perliter, maka dalam sehari kita harus membayar  72 juta rupiah.  Gimana. Sanggup bayar sehari 72 juta hanya untuk biaya oksigen ?.  Itu belum termasuk yang lain.
Terus apa hubungannya dengan tema kita Kaya Lewat Waktu Senggang ?.  Sabar. Tinggal baca aja ngak sabaran. Sabar dong. Ingin dapatkan ilmu kaya kok ngak sabar sih. Ikuti saja terus tulisan ini.(bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling | Bertanda: , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kaya Lewat Waktu Senggang (1)

Posted by Jay pada April 3, 2012

Memanfaatkan Hobi Jadi Uang

Waktu senggang yang sedikit ternyata bisa kita manfaatkan. Kita juga bisa kaya jika bisa memanfaatkan waktu sedikit itu.
Kalau sudah bicara kaya semua kepingin. Siapa juga yang ingin hidupnya susah. Tentu tidak ada. Kalo seseorang kaya, karena kerja dari pagi hingga larut malam, itu hal yang biasa. Justru aneh jika seseorang yang kerja dari pagi hingga malam tapi hidupnya masih kekurangan. Tapi inilah yang terjadi. Mereka yang kerja dari pagi hingga malam justru tidak pernah cukup. Hidupnya selalu kekurangan. Apa penyebabnya.
Kurang bersyukur. Itulah penyebabnya. Akibatnya, apa yang mereka dapat selalu kurang. Mereka memandang selalu keatas. Tidak pernah kebawah. Selalu mengejar yang jauh dan menyepelekan yang dekat atau lingkungan sekitar. Suka menggali diluar potensi, sementara potensi sendiri diabaikan.

WAKTU SENGGANG : Memanfaatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja

WAKTU SENGGANG : Memanfaatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja. Memetik cabe dan sayur-sayuran sembari cari keringat, dapur juga terbantu. Dan sayur-sayuran yang dihasilkan juga lebih terjamin.

WAKTU SENGGANG : Hasil panen cabe dan sayur-sayuran cukup untuk kebutuhan  dapur di rumah dan tetangga sekitar.Foto diambil Selasa 3 April 2012.

KEBUN DIBELAKANG RUMAH : Hasil panen cabe dan sayur-sayuran cukup untuk kebutuhan dapur di rumah . Foto diambil Pagi Selasa 3 April 2012.

Misalnya ; Fulan hobi bertani. Ia bekerja keras mengumpulkan uang dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk bisa membeli sebidang kebun sawit. Obsesinya untuk bisa memiliki kebun sawit semakin kuat setelah mengetahui banyak orang sukses dari hasil kebun sawit.  Cita-cita Fulan tidak salah, walaupun ia saat ini hanya bisa menabung 300 ribu perbulan dari sisa gajinya 3 juta perbulan. Namun uang yang ia tabung kerab terpakai untuk kebutuhan tidak terduga. Sehingga buku tabungan Fulan ngak pernah sampai angka 10 juta. Padahal harga sebidang sawit bisa mencapai 100 juta. Anggaplah uang yang ditabung ngak pernah tersentuh. Karena tidak ada kebutuhan mendadak dan mendesak.  Maka Fulan baru bisa mengumpulkan uang 100 juta selama tidak kurang dari 27 tahun.  Hitung sendiri. Coba ambil kalkulator. Benarkan. Uhhh. Capek deh !! harga kebun sawit keburu naik lagi.
Oke. Sementara itu pekarangan rumah Fulan juga kosong. Meski tidak lebar, namun ini bisa memancing alam untuk menunjukan keseriusan kita yang hobi bertani. Manfaatkan pekarangan rumah sedapat mungkin agar bisa benar-benar bermanfaat. Kita bisa mengisi waktu senggang untuk menyalurkan hobi tersebut. Kita bisa memanfaatkan pekarangan sebagai tanaman toga, atau sayur-sayuran, seperti cabe, tomat, kangkung, bayam, terong, ubi, pepaya dll.
Cara ini akan sangat membantu anda bisa memiliki kebun sawit. Caranya bagai mana. Logikanya, biaya dapur yang dulunya rata-rata misalnya 2 juta kini bisa berkurang. Karena sejumlah kebutuhan dapur sudah bisa teratasi dari hasil tanaman di pekarangan rumah.  Anggaplah misalnya berkurang 100 ribu. Artinya dalam sebulan anda punya uang lebih 100 ribu. Artinya aka nada penambahan angka untuk ditabung. Dari biasanya 300 ribu perbulan kini bias 400 ribu perbulan.
Upzzz. Bukan ini cara yang ingin saya ajarkan. Sebab dengan cara ini masih terlalu lama untuk menggapai impian tersebut. Saya akan ajarkan anda untuk bisa menggapai cita-cita lebih cepat. 10 kali lebih cepat dari pada anda menabung. Bagai mana caranya. Ikuti saja terus tulisan saya berikutnya.(bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tujuh Hari Road Show E-Miracle Bersama Ust Agus Susanto

Posted by Jay pada Maret 30, 2012

 Miracle Water Sarana Silaturrahim,

Dakwah & Bisnis Dunia Akhirat

E-Miracle : Sosialisasi program E-Miracle di pengajian Rmh Dinas Bupati Bungo.

E-Miracle : ustad Agus Susanto mensosialisasikan program E-Miracle di pengajian Rmh Dinas Bupati Bungo.

Tujuh hari melakukan road show E-Miracle di provinsi Jambi ternyata tidak cukup.  Meski jadwal padat dan perjalanan jauh, Alhamdulillah Allah masih menjaga kesehatan Ustadz Agus Susanto, dari tim managemen E-Miracle  sebagai pembicara.  Perjalanan dengan misi dakwah dan bisnis dunia akhirat itu berlangsung dari hari Kamis 22– Rabu 28 Maret 2012 .

Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

DAKWAH EKONOMI : Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

DAKWAH EKONOMI : Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

Road Show E-Miracle : Para jamaah di Kuamang Kuning, Bungo antusias menyimak penjelasan dari Ust Agus Susanto

Dimulai dari menelusuri Kota Jambi, lanjut ke Kabupaten Batanghari,  lanjut menelusuri Kabupaten Bungo dan terakhir menjelajahi wilayah transmigrasi Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Misi kami untuk mengajak sholat diawal waktu, mengawali kerja dengan membentang sejadah terlebih dulu alias sholat duha, menutup hari dengan sholat malam, ngaji dan memperbanyak sedekah. Lima pilar inilah yang kami dakwahkan.  Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat antusias. Bahkan, pada hari Selasa 27 Maret 2012 sekitar pukul 14.00-17.00 WIB kami berkesempatan mengisi pengajian ibu-ibu di rumah dinas bupati Bungo. Meski tuan rumah  tidak ada ditempat. Namun acara tetap ramai dan penuh antusias jamaah. Hj Enny Wardani, yang tak lain adalah istri Bupati Bungo H Sudirman Zaini SH, MH, disaat bersamaan sedang berada di Belanda. ‘’Saya besok ke Belanda bersama ibu gubernur. Tapi saya jamin peserta pengajiannya ramai. SMS aja nama ustadz nya. Nanti biar saya terusin ke yang lain,’’kata bu Bupati pada saya via telponnya.
Sejurus kemudian, srikandi Bungo itu mengirim SMS yang berisikan renungan. Macam macam isinya. Diantaranya ini ; ‘’Sungguh pantas hal ini kt baca/iqra, bhw di apotik: Harga Oksigen +    25 ribu/ltr. Harga Nitrogen + 9.950/ltr. Dalam satu hari kt menghirup >2880 ltr Oksigen & > 11.376 ltr Nitrogen. Jk kt hargai dg uang, mk oksigen & Nitrogen yg kita hirup senilai 170 jt/hr. SUBHANALLAH. Ternyata kebutuhan O2 & NO2 tbh kt > 1 hr saja 170 jt’’.

ROAD SHOW : Zainuddin melakukan demo Miracle Water didepan jamaah pengajian Rmh Dinas bupati Bungo

Antusias : Zainuddin melakukan demo Miracle Water didepan jamaah pengajian Rmh Dinas bupati Bungo

Janji Ibu Bupati ternyata benar. Saat hari H,  Selasa 27 Maret, jamaah membeludak. Tak kurang dari 300 orang jamaah ibu-ibu yang hadir siang itu. Acara yang biasanya selesai habis sholat Ashar, kali ini berbeda. Usai sholat ashar jamaah, acara  dilanjutkan kembali. Ini atas permintaan dari jamaah.

Demo Miracle Water oleh Ustadz Agus Susanto dan Zainuddin dari tim E-Miracle di depan jamaah pengajian Rumdis bupati Bungo

ROAD SHOW : Demo Miracle Water oleh Ustadz Agus Susanto dan Zainuddin dari tim E-Miracle di depan jamaah pengajian Rumdis bupati Bungo

DEMO AIR : Tim E-Miracle melakukan uji ilmiyah terhadap Miracle Water dihadapan para jamaah di Kuamang Kuning

DEMO AIR : Tim E-Miracle melakukan uji ilmiyah terhadap Miracle Water dihadapan para jamaah di Kuamang Kuning

Maklum saja karena materi yang disampaikan oleh Ustadz Agus Susanto menarik perhatian. ‘’Dunia Akhirat. Hidup di Dunia kaya raya, mati  masuk surga.. hahahaha’’Asyik ngak. Siapa yang ngak kepincut dengan penawaran ini.
Saya yang selalu mendampingi Ustadz Road Show selama tujuh hari, selalu mengamati terus penjelasan Ustadz. Dalam doa diatas sajadah saya selalu bermunajad, agar bisa sukses dunia akhirat, kaya dunia akhirat, dengan cara yang paling diridhoi Allah, dengan cara yang paling halal, dengan cara yang paling terhormat, dengan cara yang paling cepat, dengan cara yang paling mudah. Ya Allah kabulkan doa ku. Agar aku bisa menyinari  banyak orang. AMIN.
Setelah memberikan pencerahan dengan menjelasakan Metode Lima Pilar. 1. Sholat diawal waktu, 2. Sholat Duha, 3. Sholat Tahajud, 4. Komunikasi Dengan Allah (baca Quran), 5.Sedekah.
Ustadz Agus Susanto dibantu dengan tim E-Miracle Jambi, melakukan demo air ajaib. Miracle Water namanya. Ownwrnya Ustadz Yusuf Mansur. Air ini diproses dengan teknologi tinggi,  mengandung Alkali, Oksigen, Bio Energi, Anti Oksidan dan Reverse Osmosis. Air ini merupakan air kesehatan.Yang bisa membantu menjaga dan menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya stroke, jantung, asam urat, maag, diabetes, dll. ‘’Hasil keuntungan perusahaan 70 %-nya dialokasikan untuk membantu pembibitan penghafal Al Quran seluruh Indonesia,’’jelas Ustadz Agus.
Menurut Ustadz Agus Susanto, siapapun yang terlibat dalam E-Miracle, maka mereka ikut serta  ambil bagian menjadi donator pembibitan penghafal Al Quran. ‘’Saat ini jumlah santrinya 300.000 orang yang tersebar di 2000 rumah tahfiz di seluruh Indonesia,’’pungkas Ustadz Agus.

ROAD SHOW : Para Asatidz di Rimbo Bujang, Tebo foto bareng Ust Agus Susanto, usai mengikuti kegiatan E-Miracle di ponpes Darul Falah Rimbo Bujang.

ROAD SHOW : Para Asatidz di Rimbo Bujang, Tebo foto bareng Ust Agus Susanto, usai mengikuti kegiatan E-Miracle di ponpes Darul Falah Rimbo Bujang.

Dijelaskannya bahwa E-Miracle  adalah MLM (Multi Level Marketing).  Sebagai mana yang diungkapkan oleh Ustdadz yusuf Mansur, bahwa MLM ini bulan MLM biasa. Ini adalah Multi Level Amal.  Multi Level Duha, Multi Lefel Tahajud, Multi Level Sedekah dan Multi Level Tahfidz. ‘’Semua anggota E-Miracle kudu menjalankan tahajud, duha dan menghafalkan Al Quran. Walau satu hari hanya satu ayat,’’kata Ustadz Yusuf Mansur, selaku Komisaris Utama dan juga Owner.
Konsep yang diracik oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui wadah E-Miracle ini ternyata disambut hangat oleh masyarakat. Khususnya provinsi  Jambi. Saya sendiri sudah janji sama Ustadz Yusuf Mansur, untuk membantu dakwah beliau melalui E-Miracle. Karena itu, saat Ust  Agus Susanto dari tim managemen E-Miracle datang, saya sedekahkan waktu saya secara total untuk mendampinginya selama di Jambi. Dan berupaya melayaninya sebaik mungkin. ‘’Kepada Allah saya memohon ampun atas segala kehilafan dan kesalahan. Kepada Allah pula saya memohon agar apa yang saya kerjakan dicatat sebagai amal ibadah,’’. (***)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Keajaiban Sholat & Sedekah

Posted by Jay pada Maret 1, 2011

Tergugah Setelah Gabung e-Miracle

AKHIR 2010 merupakan awal perkenalanku dengan e-Miracle, sebuah MLM asuhan Ustad Yusuf Mansur. Cerita soal Multi Level Marketing atau MLM sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi saya. Maklum lah, teman-teman banyak yang masuk dalam bebagai group MLM. Macam-macam bentuknya. Karena ingin bantu teman, terkadang saya terpaksa harus ikut-ikutan “jebur” dalam MLM tersebut, meskipun kemudian harus stagnan setelah masuk. Tapi kali ini beda. MLM e-Miracle yang ditawarkan kepada saya beda. Sejarah saya bertemu dengan MLM inipun berbeda. Jika dulu saya yang dikejar-kejar teman agar masuk ke MLM. Tapi ini saya yang justru mengejar MLM satu ini. Upzzz, tapi bukan karena ingin mendapatkan profit dari MLM ini. Tapi karena saya ingin mendapatkan ilmu dari pemilik MLM ini yakni Ustad Yusuf Mansur.
Ustad Yusuf Mansur Seruannya untuk sholat tepat waktu dan menggalakan sedekah, sholat duha dan menegakkan yang sunah mendorong saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Adalah Mas Hasto, yang menawarkan saya untuk gabung di e-Miracle. Saat itu saya sempat bertanya, ‘’jika gabung apa saja yang bisa saya dapat’’. Menurut Mas Hasto, saya akan mendapatkan lima CD/DVD. DVD 1 adalah penjelasan tentang MLM e-Miracle, sedangkan CD 2,3,4 dan 5 berisikan tausyiah dari Ustad Yusuf Mansur. Selain juga mendapatkan staterkit, buku panduan dan kartu anggota. Semuanya lengkap dalam satu tas. Hanya karena ingin mencari Tuhan saya ikut gabung ke e-Miracle. Dengan niat ingin mendapatkan ilmu Allah, saya menyerahkan uang Rp. 520.000 kepada Mas Hasto, sembari berkata ‘’Ini adalah sedekah saya’’.
Dua minggu lebih setelah gabung e-Miracle, praktis setiap hari saya mendengarkan tausiyah dari Ustad Yusuf Mansur, termasuk VCD 10 Dosa besar yg saya beli dari Mas Hasto dan beberapa tausiyah-tausiyah lain dalam bentuk MP3 hasil rekaman dari TV. Kecuali VCD versi 1. Saya benar-benar ‘’terhipnotis’’ dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansur. Betapa tidak. Sebelumnya saya juga sudah menjalankan sholat fardu, sholat duha dan sedekah. Tapi saat itu saya bagaikan kapal yang berlayar tanpa kompas. Saya berangkat menggunakan kapal layar dengan sebuah tujuan, tapi saya tidak tahu bagaimana cara untuk sampai ketujuan itu dengan cepat, selamat dan sempurna. Bagai mana tidak. Saya tahu sholat itu wajib maka saya kerjakan. Saya tahu sholat duha itu adalah sholatnya rezeki maka saya kerjakan dan saya tahu bahwa sedekah itu akan mendatangkan rezeki maka saya lakukan juga. Semua itu saya ketahui secara sedikit-sedikit dari bangku sekolah dan baca buku. Yah, berbagai refrensi buku saya cari untuk mendapatkan jalan Allah. Tapi ternyata semua itu belum cukup. Ustad Yusuf Mansur membuka cakrawala saya dengan konsep Al Quran dan Hadis, yang tidak sedikitpun membuat saya ragu.

Menyerahkan sedekah rutin dari Perusahaan Harian Pagi Bute Ekspres ke Ponpes Miftahul Huda Kuamang Kuning Jumat 25 Februari 2011

Menyerahkan Sedekah ke Pesantren

Foto bersama santri Santri Miftahul Huda di Kuamang Kuning, Bungo, Jambi.

Beri bantuan sedekah ke Ponpes Miftahul Huda

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Tanpa ragu semua tuntunan dalam Al Quran dan Hadis yang disampaikan melalui Ustad Yusuf Mansur saya jalankan. Subhanallah, inilah yang disebut dengan KEAJAIBAN. Banyak sekali keajaiban yang saya rasakan. Jika dulu saya hanya bersedekah dengan uang pribadi atas nama pribadi, kini saya juga menerapkan sedekah atas nama perusahaan Bute Ekspres yang saya pimpin. 10 Muaharam 1432 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jumat 10 Desember 2010 merupakan keputusan pertama saya di perusahaan untuk mengeluarkan sedekah 10 persen setiap bulan atas nama perusahaan. Panti Asuhan Aisiyah Muara Bungo, Jambi adalah tempat pertama yang saya satroni untuk menyalurkan sedekah kepada anak Yatim. Secara pribadi saya juga melakukan hal yang sama. Subhanallah, belum sempat saya pulang dari Panti Asuhan, tiba-tiba saya dapat telepon, untuk mengambil uang bantuan acara Seminar yang akan saya laksanakan, besarnya Rp. 3 juta. Padahal saat itu saya baru memberikan uang sedekah Rp. 1,5 juta. Tiga hari kemudian saya mendapatkan keuntungan dari seminar di Bungo 10 x lipat dari uang sedekah yang saya berikan. Alhamdulillah.
Sebulan kemudian tepatnya 12 Januari 2011, saya kembali menggunakan sholat untuk mensukseskan acara seminar di Tebo. Padahal hingga dua hari sebelum acara Ketua panitia dan panitia-panitia lain sudah khawatir dengan acara tersebut yang terancam tidak sukses karena peserta tidak sesuai dengan target. Tapi saya tetap tenang dan menganjurkan mereka untuk sholat. H-1 saya berangkat ke Tebo. Sebelum berangkat saya melaksanakan sholat duha 12 rakatan + sholat hajat 2 rakaat khusus untuk acara tersebut. Kedatangan saya kali ini untuk kedua kalinya setelah sebulan sebelumnya saya membentuk kepanitiaan. Pertemuan sekaligus persiapan acara dilakukan langsung di lokasi acara Geduang Utama Kantor Bupati Tebo. Tapi apa yang terjadi, Subhanallah, saya terpaksa harus closing atau menutup pendaftaran karena jumlah peserta terdaftar sudah melebihi dari kapasitas gedung dan sertifikat yang disiapkan. Malam H-1 peserta seminar yang sudah bayar 800 orang. Sementara yang mau mendaftar masih banyak. Alhamdulillah acara seminar tersebut berjalan sukses dan lancar, termasuk undangan saat pembukaan semua hadir termasuk Pak Bupati Tebo H A Madjid Muaz. Saya hanya tertegun saat merasakan bagaimana Allah mengerahkan malaikatnya untuk membantu saya. Semua diluar akal sehat dan bukanlah sebuah kebetulan. Alhamdulillah dari kegiatan ini perusahaan mendapat keuntungan yang lumayan besar.
Setelah sebulan lebih saya bergabung dengan e-Miracle barulah saya mendengarkan VCD versi 1, yang menjelaskan tentang MLM e-Miracle. Mendengar penjelasan Ustad Yusuf Mansur tentang MLM Sedekah, MLM Tahajud, MLM Duha dan MLM Amal, maka dalam hati saya berniat untuk membantu Ustad yang dalam hitungan usia atau umur satu tahun lebih muda dari saya. ‘’Saya akan membantu Ustad berwajah Baby Face ini untuk berdakwah’’.
Sebuah keputusan besar saya ambil saat itu. Saya menerapkan Sholat adalah syarat bekerja di perusahaan. Saat itu setiap Magrib dan Isya diterapkan sholat berjamaah di kantor. Pasalnya jam-jam tersebut adalah jam paling sibuk disemua kantor redaksi manapun, termasuk kantor kami Bute Ekspres. Maklumlah karena ‘’ngejar dead line’’. Tidak itu saja, semua wartawan, reporter, loper dan karyawan lainnya jika mendengar Adzan berkumandang harus segera sholat dan saya perintahkan untuk meninggalkan kerjaan, sekalipun sedang wawancara dengan orang terpenting sekalipun. ‘’Saya yang menjamin pekerjaan anda semua. Jika dapat masalah karena anda harus mendahulukan sholat. Saya tidak akan marah jika anda ketinggalan berita karena harus mendahulukan sholat dari pada liputan. Saya tidak akan marah jika pelanggan terpaksa off karena anda telat ngantar Koran akibat harus mendahului sholat,’’kata Saya kepada seluruh karyawan.
Subhanallah, setelah keputusan itu saya ambil, kini banyak orang yang menawarkan diri untuk menjadi agen dan membantu memasarkan Koran. Dan Alhamdulillah, banyak penambahan-penambahan pelanggan yang tanpa diduga-duga.
Sebuah keajaiban lain kembali saya rasakan pada Jumat 14 Januari 2011. Sebelum Sholat Jumat saya memanggil bagian keuangan untuk meminta daftar gaji seluruh karyawan. Tujuannya untuk membuat oret-oretan kenaikan gaji karyawan. Setelah saya membuat angka-angka baru pada lembar gaji lama, staf keuangan saya terkejut dan menilai angka tersebut akan sulit dicapai. ‘’Nanti kita tidak sanggup untuk membayarnya’’begitulah kira-kira ungkapan bagian keuangan saya saat itu. Entah bagaimana, saya justru berpikiran terbalik. ‘’Ini masih terlalu kecil untuk jasa mereka,’’kataku saat itu.
Lalu saya ambil pena dan kembali menulis lembaran rekap gaji tersebut sambil menambah angka masing-masing. ‘’Ini harus kita tambah. Ini adalah sedekah perusahaan kepada mereka,’’ungkapku sambil menulis tambahan angka rupiah ke masing-masing gaji karyawan.
Dewi, Staf Keuanganku tak bisa berbicara lagi saat ku sodorkan kertas itu dengan angka yang lebih besar dari angka sebelumnya. ‘’Ini berlaku mulai akhir Januari ini,’’tegasku, sembari bangkit dari tempat duduk dan bergegas pulang untuk melaksanakan sholat Jumat.
Subhanallah, usai sholat Jumat saya mendapatkan telepon dari David, salah seorang karyawan bahwa iklan sudah dieal dan Senin bisa langsung cair. Satu jam berselang, Reza, wartawanku yang lain menelpon, dan mengatakan seorang kandidat minta kontrak kerjasama, nilainya 30 juta, sore itu juga ditunggu. Tanpa ada perasaan apa-apa saat itu kontrak kerjasama yang saya ajukan justru Rp. 50 juta bukan Rp.30 Juta seperti yang diminta. Dan sebuah keajaiban, sepeserpun dari angka Rp. 50 Juta itu tidak dicoret dan kontrak kerja itu langsung diteken. Dan banyak lagi keajaiban-keajaiban yang saya rasakan saat melakukan apa yang diarahkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Kabar baiknya lagi, pada Februari 2011 ini omzet iklan perusahaan saya meningkat 100 persen lebih. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan ALHAMDULILLAH.(****)

Demikianlah tulisan tentang keajaiban Sholat dan Sedekah yang saya rasakan sendiri.  Kepada Allah saya mohon ampun agar dijauhkan dari riya’, ujub dan takabur. Tulisan ini sengaja saya buat untuk memotivasi para pembaca tentang nikmatnya jika segala sesuatu diserahkan kepada Allah. Dan yakjnlah jika Allah berkehendak maka caranya beda dan sangat cepat diluar akal sehat.

Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ustad Yusuf Mansur yang hingga kini saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Hanya Allah-lah yang bisa membalas kebaikan Ustad dan tim e-Miracle serta Wisata Hati. ”Ya Allah berikanlah kesehatan,  umur panjang dan murah rezeki kepada Ustad Yusuf Mansur serta jamaahnya. Berikanlah ia kekuatan dalam menjalankan dakwahMu,”AMIN.

Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Guru Favorit Jambi Ekspres Kembali Mengajar Dengan Wawasan Dunia

Posted by Jay pada November 10, 2010

Terima Kasih Semuanya…………

TERSENYUM  : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres tiba di Bandara dengan wajah tersenyum dan gembira.

TERSENYUM : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres tiba di Bandara dengan wajah tersenyum dan gembira.

JAKARTA, JAMBI, KAMIS 28 OKTOBER 2010. Genap sepuluh hari perjalanan kami sejak tanggal 19 Oktober terbang dari Jambi. Hari ini merupakan hari terakhir perjalanan kami setelah menjelajahi Negeri Tirai Bambu. Sudah banyak sekolah dan tempat wisata yang kami kunjungi, termasuk bersilaturrahmi dengan KBRI di Beijing dan Konjen RI di Hongkong. Kini kami sudah berada lagi di Jambi, setelah semalam sempat nginap di Hotel dekat bandara Sokarno Hatta, Jakarta. Para guru sudah siap untuk kembali mengajar di sekolah masing-masing, dengan segudang wawasan yang didapat selama di China.

DISKUSI : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus berdiskusi dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi dan Ketua Panitia Zainuddin usai acara pelepasan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di rumah dinas Gubernur 17 Oktober 2010.

DISKUSI : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus berdiskusi dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi dan Ketua Panitia Zainuddin usai acara pelepasan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di rumah dinas Gubernur 17 Oktober 2010.

AKRAB : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Ketua Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 Zainuddin.

AKRAB : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Ketua Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 Zainuddin.

SANTAI : CEO Jambi Ekspres Sarkawi bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin di Macau.

SANTAI : CEO Jambi Ekspres Sarkawi bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin di Macau.

Perjalanan yang menyenangkan di Beijing, Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong bersama Trans Global Tour, membuat lenyap letih selama setahun mengurus kepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010. Namun apalah artinya kerja saya selama setahun jika tidak didukung  oleh semua pihak. Karena itu saya patut berterima kasih kepada : CEO Jambi Ekspres, Sarkawi, Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus, Bupati Bungo H Zulfikar Achmad, Bupati Tanjabtim H Abdullah Hich, Bupati Tebo  H Madjid Muaz, Bupati Batanghari Syahirsyah dan Bupati Merangin H Nalim, serta seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi lainnya.

SERIUS : Bupati Bungo H Zulfikar Achmad bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin, usai pelepasan guru Bungo yang terpilih sebagai Guru Favorit 2010.

SERIUS : Bupati Bungo H Zulfikar Achmad bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin, usai pelepasan guru Bungo yang terpilih sebagai Guru Favorit 2010.

AKRAB : Bupati Merangin Nalim bersama Zainuddin.

AKRAB : Bupati Merangin Nalim bersama Zainuddin.

Selain itu saya juga tidak bisa melupakan jasa baik dari travel ;  Trans Global Tour,  khususnya Mbak Nilawati, yang mensuport kegiatan study banding Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 ini ke Negeri Tirai Bambu (Beijing,Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong). Saya rekomendasikan kepada pembaca untuk menggunakan jasa Trans Global Tour sebagai jasa perjalanan. Saya dan 22 rombongan sudah merasakan bagaimana upaya Tour Leader Mbak Nilawati, dari Trans Global Tour, dalam memberi pelayanan dan kepuasan bagi kami semua. Bahkan Bosku Sarkawi sempat bilang begini ; ‘’Saya sudah kemana-mana. Ke China saja sudah empat kali. Tapi baru kali ini saya jalan keluar negeri disuguhi makanan di restoran Muslim. Travelnya oke,’’.
Peran Mbak Nila dalam acara puncak Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 sangat besar dan membantu. Terima kasih Mbak Nila. Bahkan saya sendiri sempat kesal dengan seorang guru hanya karena dia marah dengan Mbak Nila. Sebagai ketua panitia, saya harus bersikap netral untuk menjernihkan persoalan.  Alhamdulillah guru yang tadinya marah dengan Mbak Nila bisa mengerti dan menerima kondisi yang terjadi.
Selain itu saya juga tidak bisa melupakan peran Mbak Nila dalam menggandeng pihak Garuda Indonesia. Dihari terakhir menjelang keberangkatan, Garuda Indonesia mau bergabung dan ikut mensuport kegiatan kami. Meskipun sebenarnya saya juga agak kesal dengan teman saya wartawan Independet yang sengaja dibawa untuk meliput, tapi tidak sebait katapun menulis tentang Guru Favorit Jambi Ekspres. Tulisannya yang muncul justru tentang Garuda melulu, tanpa menyinggung sedikitpun soal Study Banding Guru Favorit Jambi Ekspres selama di China. Yah sudah lah. Saya bersyukur kegiatan kami ini bermanfaat bagi orang banyak. Terima kasih Garuda Indonesia terima kasih Mbak Nila, mohon maaf Mbak Nila jika pada salah satu tulisan saya (dari puluhan tulisan selama kegiatan) sebelumnya sempat membuat Mbak marah. Tapi sebenarnya tulisan itu hanya menceritakan waktu saat itu saja, bukan sebelum atau sesudahnya.

RILEK : Zainuddin beserta Tour Leader Nilawati dari Trans Global Tour di Beijing.

RILEK : Zainuddin beserta Tour Leader Nilawati dari Trans Global Tour di Beijing.

Oh Yah, perjalanan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 selama setahun tak juga bisa berjalan lancar jika tanpa dukungan dari berbagai sponsor yang sejak awal mengiringi kegiatan kami. Diantaranya, JPM Trona, Tropi, Indosat, Petrochina, WKS, Koperasi Kreatif Bersama dan sejumlah  sponsor lainnya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Terima kasih semuanya.
Suksesnya kegiatan Pemilihan  Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 juga tidak terlepas dari bantuan seluruh puluhan panitia dari Jambi Ekspres. Terima kasih teman-teman. Semoga jasa kalian semua dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Jazakumullah Khairul Jaza. Saya tidak bisa memberikan apa-apa  bahkan oleh-olehpun hanyalah  barang murah yang bisa saya berikan. Dan mungkin ada diantara teman-teman yang tidak dapat atau terlupakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Tugas saya dikepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tinggal satu. Yakni membuat laporan pertanggungjawaban. Apapun hasil dari laporan saya nanti akan saya terima. Sebab saya sadar banyak kekurangan selama setahun berjalannya kepanitiaan ini. Saya hanya berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk guru-guru  Jambi dan perusahaan Jambi Ekspres.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Masyarakat Hong Kong Puji Batik Jambi

Posted by Jay pada November 9, 2010

Study Banding Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di Hongkong, China

KOMPAK  : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama di pinggir pantai Hongkong, menjelang berkunjung ke sekolah.

KOMPAK : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama di pinggir pantai Hongkong, menjelang berkunjung ke sekolah.

HONG KONG, RABU 27 OKTOBER 2010. Sudah delapan hari kami menjelajahi daratan China. Dan hari ini merupakan hari terakhir perjalanan rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di Negeri Tirai Bambu ini, sejak tanggal 19 Oktober terbang dari Jambi, bersama tour leader Nilawati, dari Global Tour. Kami sepakat hari ini menggunakan seragam batik Jambi.
Ajhou, Guide yang menuntun kami selama di Hong Kong menyebutkan bahwa rombongan ditunggu di sekolah pada pukul 12.00 waktu setempat.  Ajhou sempat memuji baju seragam yang kami kenakkan. Selain dasarnya halus, coraknya dan warnanya juga indah. Pujian ini juga disampaikan sejumlah warga Hong Kong lainnya, yang sempat berbincang-bincang dengan saya dengan bahasa Ingris belepotan.

MEJENG : Sebelum berkunjung ambil pose dulu di City  University of Hong Kong.

MEJENG : Sebelum berkunjung ambil pose dulu di City University of Hong Kong.

Menjelang waktu kunjungan ke sekolah, kami pergi ke pantai di tengah kota Hong Kong. Dari tepi pantai ini kami melihat kemegahan kota Hong Kong yang dikenal juga dengan kota perdagangan dan keuangan dunia ini. Disebut kota perdagangan, karena di Hong Kong terdapat pelabuhan dagang terbesar di Dunia. Disebut kota keuangan dunia, karena seluruh bank di dunia ada disini. Termasuk bank-bank milik Indonesia. Bank Mandiri, BNI dan  BRI terlihat diantara deretan bank-bank dunia lainnya.
Setelah puas berpose, kami melanjutkan perjalanan ke sekolah.  Hong Kong Baptist University atau Hongkong International University adalah tujuan kami. Sebelum tiba di universitas Internasional ini kami sempat singgah di City University of Hong Kong.
Di Hong Kong Baptist University, kami melakukan audiensi selama hampir dua jam. Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong.

GURU SEKOLAH : Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.

GURU SEKOLAH : Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.

Menurut  Anita, kemajuan pendidikan di Hong Kong tak terlepas dari kepedulian pemerintahan, yang melakukan reformasi terhadap sistim pendidikan. Dulunya pada 1914-1970, kata Anita,   pendidikan di  Hong Kong hanya diperuntukan bagi anak para elit-elit kelas atas. ‘’Sejak tahun 1971 barulah diadakan program wajib sekolah 6 tahun. Dan dalam perkembangan pada tahun 1978 diadakan program wajib sekolah 9 tahun dan baru pada tahun 2008 dilakukan wajib sekolah 12 tahun,’’kata Dr. Anita Y.K.Poon saat memberi penjelasan kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres yang datang langsung ke Hong Kong Universitas Internasional atau Hong Kong Baptist University, seraya mengaku selama proses reformasi pendidikan tersebut dilakukan terdapat banyak kendala. Seperti kepentingan politik dan kemampuan tenaga guru yang memadai.
Dampak reformasi pendidikan tersebut, kini menjadi nyata. Bahkan Hong Kong sudah menjadi salah satu tujuan belajar dunia, selain juga sebagai pusat perdagangan dan keuangan dunia. Diakhir perpisahan Anita dan sempat memuji seragam batik Jambi yang kami kenakkan. Menurutnya, kain dasar, corak dan warnanya bagus.
Setelah puas di sekolah ini kami langsung melanjutkan perjalanan. Namun saya teringat ucapan Pak  Hari Budiyarto, Kepala Kantor Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, yang kami kunjungi sehari sebelumnya. Menurutnya, Jambi merupakan pionir dan patut dicontoh untuk daerah lain. Yang lebih mengejutkan Budi, bahwa yang membawa guru-guru study banding ke Tiongkok tersebut adalah   Jambi Ekspres,  perusahaan media nomor satu di Jambi.
‘’Biasanya yang melakukan study banding adalah anggota dewan atau pejabat-pejabat. Tapi kali ini adalah guru yang langsung sebagai pelaksana lapangan. Dan Jambi merupakan pionir. Gebrakan yang bagus ini patut dicontoh, agar tujuan dari study banding tersebut benar-benar bermanfaat,’’kata   Hari Budiyarto, saat menerima rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.
Untuk diketahui,  Hong Kong merupakan daerah administrasi khusus RRC dengan jumlah penduduk 6,99 juta jiwa.  Hong Kong SAR dikembalikan kepada RRC oleh Inggris tahun 1997. Luas Hong Kong 1,104 Km2, terletak di ujung tenggara Tiongkok. Hong Kong yang disebut dengan jendela dunia itu memiliki iklim sub tropis. Itu karena Hong Kong merupakan pusat perdagangan internasional dan keuangan. Kondisi ini bisa dilihat dari sejumlah bank-bank Indonesia yang terlihat berjejer diantara bank-bank internasional lainnya. Sebut saja diantaranya BNI, Mandiri, BRI dan lain sebagainya.
Tidak itu saja, sebuah pelabuhan internasional  juga terdapat di kota bekas jajahan Inggris ini.  ‘’Ini merupakan pelabuhan barang terbesar di dunia,’’kata Ajuo, guide yang menuntun rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres selama dua hari di Hong Kong.
Sebagai jendela dunia Hong Kong pun menjadi incaran para pencari kerja, termasuk warga Indonesia (WNI).  Menurut keterangan Hari Budiyarto, Kepala Kantor KJRI di Hong Kong, WNI di Hong Kong berjumlah 156.306 orang sebagian besar adalah TKI yakni sebanyak 140.558 orang. 90 persen TKI tersebut adalah wanita atau TKW.
Oke, lanjut ke cerita perjalanan kami, setelah dari sekolah kami sempat singgah ke sebuah tempat pengobatan tradisonal Tiongkok. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pengobatan tradisional Tiongkok juga menjadi tempat wisata turis. Saya tidak tertarik untuk beli obat disini. Bukan tidak percaya dengan khasiatnya. Tapi yah karena harganya mahal dan tidak cukup dengan uang dikantong. Hahahahaha.
Disini kami hanya sekitar setengah jam saja. Dan kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju ke bandara Internasional Hongkong.  Karena waktunya sudah mepet, kami terpaksa makan siang di bandara.    Sekitar pukul  16.00 waktu Hongkong kami rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres, terbang dari Hong Kong menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-863. Kami baru tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB. Jarak waktu Indonesia dan China satu jam lebih cepat. Perjalanan empat jam setengah terasa singkat dengan kenyamanan dan pelayanan yang diberikan oleh awak pesawat Garuda Indonesia. Karena hari sudah malam, kamipun nginap di Hotel dekat bandara. Mengingat sebagian rombongan akan segera melanjutkan perjalanan ke Jambi pagi hari dan sebagian lagi akan melanjutkan perjalanan ke Jambi sore sore.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , | 1 Komentar »

Pemerintah Subsidi Sekolah Swasta

Posted by Jay pada November 9, 2010

Kunjungan Guru Favorit Jambi Ekspres di Kota Macau & Hongkong, China

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres melihat fasilitas sekolah di Macau.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres melihat fasilitas sekolah di Macau.

SALUT BUAT JE : Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi di depan Konjen RI di Hongkong.

SALUT BUAT JE : Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi di depan Konjen RI di Hongkong.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres melihat fasilitas sekolah di Macau.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres melihat fasilitas sekolah di Macau.

MACAU & HONGKONG,  CHINA SELASA 26 OKTOBER 2010. Mendengar kata Macau mungkin kita akan langsung terbayang dengan kota judi. Anggapan itu tidaklah salah. Karena di kota kecil yang merupakan daerah administrasi khusus RRC itu terdapat 38 tempat permainan judi atau casino kelas internasional. Meski begitu, pemerintah Macau tidak melupakan pendidikan disana. Terbukti, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Tidak hanya sekolah Negara atau negeri tapi juga terhadap sekolah swasta.
Pagi ini kami sudah mengagendakan untuk berkunjung ke salah satu sekolahan ternama di Kota Macau. Salah satu sekolah yang dikunjungi oleh rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres adalah School of Nation. Direktur School of Nation langsung menyambut kedatangan kami dan memperlihatkan secara langsung satu-persatu proses belajar mengajar di sekolah swasta tersebut. School of Nation merupakan sekolah setarap TK hingga SMA. Gedung lima lantai itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk belajar dan praktik. Seperti labor kimia, fisika, labor music, labor lukis, labor bahasa, labor tari dan senam, serta sarana olahraga, seperti bola kaki, basket dan lain sebagainya. Setiap ruangan belajar, dilengkapi dengan infokus dan white board serta kamera CCTV  dan pendingin ruangan.
‘’Pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan. Karena itu sekolah swastapun disubsidi. Subsidi yang diberikan pemerintah tidak hanya untuk pelajar, tapi juga untuk tunjangan guru dan infrastruktur sekolah,’’ kata Direktur School of Nation, sembari memperlihatkan fasilitas sekolah yang ia pimpin kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres, yang bertandang ke  School of Nation Macau.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 melihat fasilitas sekolah di Macau.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 melihat fasilitas sekolah di Macau.

Menurutnya pendidikan di Macau diberikan secara gratis, termasuk untuk warga asing. Meski pelajar bisa mendapatkan pendidikan gratis namun kesejahteraan guru tetap diperhatikan.
‘’Gaji pokok guru minimal 4.000 Patacas atau sama dengan Rp. 4 juta. Itu belum termasuk tunjangan dan uang tambahan dari pemerintah, yang totalnya mencapai 25.000 uang Macau atau sama dengan Rp. 25 juta,’’  tandasnya, yang mengaku sistim pendidikan di School of Nation lebih didominasi oleh praktik dan bermain, terutama pada tingkat TK dan SD.
Jika sudah diketahui bakat siswa, barulah kemudian pada tingkat setarap SMP diberikan pendidikan kejuruan sesuai dengan bakat masing-masing pelajar.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 melihat fasilitas sekolah di Macau.Ada labor kimia, komputer, bahasa, tari, senam dan fasilitas olahraga. Yg difoto ini adalah labao  melukis.

STUDY BANDING : Para Guru Favorit Jambi Ekspres melihat fasilitas sekolah di Macau.Ada labor kimia, komputer, bahasa, tari, senam dan fasilitas olahraga. Yg difoto ini adalah labao melukis.

‘’Bagi murid yang memiliki nilai tinggi pada mata pelajaran lukis maka akan dimasukkan pada jurusan lukis. Jika seorang murid memiliki nilai tinggi pada matapelajaran music akan dimasukkan pada jurusan musik. Jika murid memiliki nilai tinggi pada mata pelajaran olahraga basket misalnya akan dimasukkan pada jurusan  basket. Begitu juga untuk pelajaran matematika dan lain sebagainya,’’papar pemimpin School of Nation.
Kami benar-benar dibuat kagum dengan sistim dan pengelolaan sekolah tersebut. Bersih dan rapi. Terima kasih Global Tour. Kalau bukan karena travel yang dipimpin oleh Mbak Nila ini, kami rombongan dari guru Favorit Jambi Ekspres tidak bisa melihat sekolah bertaraf internasional tersebut.
Setelah puas melihat secara dekat proses belajar-mengajar di School of Nation, kami langsung melanjutkan perjalanan untuk Hongkong. Kota yang selama ini selalu muncul di film tersebut benar-benar aku impikan. Selain Hongkong, Negara yang ingin sekali aku kunjungi adalah Mesir dan Jepang. Sementara Arab Saudi yang paling aku rindukan Alhamdulillah sudah lebih awal aku ziarahi. Semoga kelak aku juga bisa melancong ke Mesir dan Jepang.
Oke, perjalanan dari Macau ke Hongkong menggunakan transfortasi air. Dengan menggunakan kapal fery kami melintasi laut yang begitu besar ombaknya. Saya dibuat pusing dan nyaris mabuk laut. Ternyata bukan saya saja yang mengalami hal itu. Bahkan sejumlah peserta sempat mengeluarkan isi perutnya, karena mabuk laut. M. Tahang, guru dari Nipah Panjang tertawa terpingkal-pingkal    melihat sejumlah rombongan yang mabuk laut.

BERGAYA : Wow foto di tepi pantai Hongkong.

BERGAYA : Wow foto di tepi pantai Hongkong.

Tiba di Hongkong kami disambut dengan Guid Pak Ajhou. Tak sulit bagi Pak Ajhou untuk menemui kami. Karena kami semua menggunakan seragam baju merah putih.
Setelah makan siang di restoran Muslim, kami langsung mengunjungi Konsulat Jendral Indonesia (Konjen) Republik Indonesia di Hongkong. Di Konjen kami disambut langsung oleh Hari Budiyarto, Kepala Kantor Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong dan beberapa kepala bagiannya. Menurutnya, Jambi merupakan pionir dan patut dicontoh untuk daerah lain. Yang lebih mengejutkan Budi, bahwa yang membawa guru-guru study banding ke Tiongkok tersebut adalah   Jambi Ekspres,  perusahaan media nomor satu di Jambi.

SALUT BUAT JE : Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 audiensi dengan Konjen RI di Hongkong.

SALUT BUAT JE : Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 audiensi dengan Konjen RI di Hongkong.

‘’Biasanya yang melakukan study banding adalah anggota dewan atau pejabat-pejabat. Tapi kali ini adalah guru yang langsung sebagai pelaksana lapangan. Dan Jambi merupakan pionir. Gebrakan yang bagus ini patut dicontoh, agar tujuan dari study banding tersebut benar-benar bermanfaat,’’kata   Hari Budiyarto, saat menerima rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres, Selasa (26/10/2010), di kantor Konjen RI di Hong Kong. Ia pun memerintahkan salah seorang stafnya untuk mendampingi rombongan study banding ke sekolah di Hongkong.
Setelah puas melakukan audiensi di Konjen RI, kami langsung melanjutkan perjalanan, dengan berkeliling kota melihat suasana malam. Hongkong merupakan kota   perbukitan.  Karena itu Guide yang membimbing kami membawa kami ke atas untuk melihat kota Hongkong dari ketinggian.

SAYANG UNTUK DILEWATKAN : Melihat kota Hongkong malam hari dari ketinggian.

SAYANG UNTUK DILEWATKAN : Melihat kota Hongkong malam hari dari ketinggian.

Sebelum pulang istirahat ke hotel kami sempat singgah di pinggir laut yang indah sekali. Gedung-gedung tinggi berjejer diseberang laut. Meski gedung pencakar langit saling berebut mencari ketinggian, namun suasana asri tetap tergambar di lingkungan sekitarnya. Pepohonan dan bunga-bunga aneka warna menghiasi sekeliling gedung.
Begitu tiba di hotel, saya dan teman sekamar Robi dan Zulfahmi sepakat untuk tidak melewatkan malam di Hongkong. Setelah mandi, kami bergegas keluar dengan menyusuri kota. Kota yang selama   ini kami lihat di film sudah kami jelajahi. Karena kelelahan, Kami bertiga sepakat untuk pinjat disalah satu tempat urut. Wah bayarnya bisa menggunakan kredit card.  Untuk satu kali urut dibagian kaki saja dikenakan biaya 100 dolar Hongkong atau sama dengan 120 ribu rupiah. Harga yang mahal untuk ukuran kantongku. Tapi, yah pengalaman lebih mahal harganya dari uang 100 dolar. Kapan lagi pijat di Hongkong seperti ini.Hehehehe.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Menelusuri Sudut Kota Macau

Posted by Jay pada November 9, 2010

WISATA RELIGI  : Gereja tua di kota Macau menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke kota Macau.

WISATA RELIGI : Gereja tua di kota Macau menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke kota Macau.


MACAU, CHINA SENIN 25 OKTOBER 2010. Senin pagi kami langsung meluncur ke Macau, setelah sehari semalam di kota Shenzhen. Shenzhen berada persis di perbatasan Macau. Meski sama-sama di RRC, tapi untuk masuk ke Macau harus melalui pemeriksaan imigrasi dan visa. Tidak itu saja, Macau juga memiliki mata uang sendiri. Uang Yuans yang digunakan di Beijing, Ghuangzho dan Shenzhen relative tidak berlaku. Justru uang dolar yang lebih dilihat oleh pedagang di Macau.
JUDI : Berpose didepan salah satu lokasi tempat permainan judi di Macau.

JUDI : Berpose didepan salah satu lokasi tempat permainan judi di Macau.

Macau disibut juga dengan kota judi. Yah, di kota kecil daerah administrasi khusus RRC itu terdapat 38 casino, atau tempat permainan judi kelas internasional. Karena itu begitu sampai saya langsung terpikir untuk melihat langsung bagaimana permainan judi di kota Macau yang tersohor tersebut.
Oke, lanjut kecerita awal. Setiba di Macau kami disambut oleh Silcilia, wanita berkacamata ini merupakan Guide kami selama di Macau. Silcilia juga pandai berbahasa Indonesia, tapi tidak sepasih Pak Chen dan Mr. Sule.
Waktu sudah menunjukan makan siang. Oleh Silcilia Kami langsung diboyong ke restoran Muslim. Meski rasanya masih asing dilidah namun saya tetap lahap menyantap menu yang dihidangkan. Bahkan selama perjalanan ini berat badanku naik satu kilo. Terima kasih Mbak Nila.
Setelah makan siang, kami langsung mengunjungi gereja tua yang pernah terbakar dan sudah berumur ribuan tahun. Ada semacam museum didalam gereja ini. Setelah puas berfoto, kami langsung melanjutkan untuk shoping sovenir. Saya tidak membeli apa-apa disini. Bukan karena tidak tertarik, tapi karena uang dikantong sudah menipis. Hahahaha.
MEGAH : Lorong menuju tempat permainan judi di salah satu gedung di Macau. Mewah tenan.

MEGAH : Lorong menuju tempat permainan judi di salah satu gedung di Macau. Mewah tenan.

MEGAH : Seolah dialam terbuka. Padahal ini didalam gedung salah satu tempat permainan judi di Macau.

MEGAH : Seolah dialam terbuka. Padahal ini didalam gedung salah satu tempat permainan judi di Macau.

Selepas shoping kami langsung melihat secara dekat kondisi salah satu casino. Gedung raksasa itu sangat megah sekali. Arsitekturnya kombinasi eropa dan timur tengah. Tugu kembang mekar berwarna kuning emas menghiasi ruang depan pintu masuk. Ada kotak-kotak besar dibagian kubah. Setiap kotak terdapat gambar, yang saling berbeda. Saya tidak begitu tahu arti dari gambar-gambar tersebut. Dikiri kanan lorong menuju ruang permainan judi berjejer galeri penjualan barang-barang mewah. Oh yah, selain bisnis judi di Macau juga banyak tempat pegadaian barang. Dilokasi ini juga tak luput dari konter pegadaian barang dan tempat penukaran uang atau money changer. Wow, begitu masuk diruang judi saya benar-benar dibuat terkejut. Ratusan lapak nyaris semuanya terisi. Saya tidak tahu persis bagaimana cara permainan judi tersebut. Sayangnya pengunjung dilarang mengambil foto dilokasi orang berjudi ini. Sebab sebelum masuk ke ruangan permainan judi, sudah ada gambar tanda dilarang membawa anak kecil, dilarang memotret dan merekam pakai hendycamp. Saya tidak mau ambil resiko di Negara orang. Saya menahan diri untuk tidak mengambil foto disini. Setelah melalui tempat ratusan orang yang sedang asyik main judi, kami naik tangga escalator. Begitu diatas, saya seolah berada dialam terbuka. Awan biru terlihat cerah sekali, danau dengan satu jembatan kecil dan perahu sampan, semakin memperkuat nuansa alam didalam gedung itu. Dibagian bawah berderet gedung-gedung seperti ruko dengan arsitektur timur tengah. Saya menyebutnya “Gedung Dalam Gedung”. Awan-awanan yang tidak diketahui dimana ujungnya ternyata merupakan kubah gedung raksasa tersebut. Setelah puas berfoto kami langsung keluar untuk kemudian nonton empat dimensi. Sayang sekali pertunjukan tidak sefantastis yang aku bayangkan. Tapi tetap saja membuat decap kagum kami. Haripun beranjak malam. Tapi Macau tetap terang. Seluruh gedung memancarkan gemerlap lampu kemewahan. Usai nonton empat diomensi kami langsung istirahan makan malam dan pulang ke hotel.
MEGAH : Suasana malam di kota Macau.

MEGAH : Suasana malam di kota Macau.

Saya tidak mau melewatkan malam hari di Macau. Bersama Guide Silcilia, saya dan sejumlah peserta lainnya menikmati hiburan malam. Upzzz, tari erotis dan action. Gila. Sebenarnya tari telanjang merupakan tontonan gratis. Tapi untuk melihat action langsung harus bayar. Biayanya sekitar 450 ribu uang rupiah untuk satu orang. Karena penasaran ingin melihat orang China tari erotis dan action saya dan lima orang peserta lainnya sepakat untuk nonton komplit. Dengan cara patungan kami membeli tiket melalui Silcilia. Pertunjukan selama satu jam untuk tari erotis dan satu jam untuk action. Sayangnya, harapan kami untuk melihat “amoy-amoy” tak terbukti. Aktor yang melakukan tari erotis dan action ternyata orang barat semua. Bukan warga Tiongkok. Ada perasaan menyesal nonton. Tapi yah sudahlah. Kapan lagi mendapatkan pengalaman nonton hal-hal aneh di Macau. Setidaknya ini menjadi pengalaman. Karena pengalaman lebih mahal dari segalanya. Oh, yah dipintu depan masuk tempat pertunjukan ternyata salah seorang wanita penjaga adalah warga Indonesia. Saya lupa nama wanita berkulit coklat tersebut.
MEGAH : Suasana malam di kota Macau.

MEGAH : Suasana malam di kota Macau.

Kamipun kemudian langsung pulang ke hotel dengan mobil mirip L300, tapi lebih mewah. Waktu menunjukan pukul 23.00 waktu Macau. Saya pun langsung istirahat setelah sebelumnya makan mie yang saya minta dari salah satu peserta. Apapun yang saya lihat hari ini adalah pelajaran beharga. Pengalaman adalah guru yang terbaik.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.