Tak Dipilih, Caleg Tarik Kembali Bantuan ke Masyarakat

12 04 2009

BANYAK cara yang dilakukan oleh para Caleg agar bisa duduk sebagai anggota dewan. Bagi-bagi uang adalah salah satunya. Meski ini merupakan pelanggaran yang masuk katagori pidana, namun tetap saja dilakukan oleh banyak Caleg di negeri ini.

Disini saya tidak berbicara tentang Money Politik yang dilakukan banyak Caleg untuk mendapatkan suara. Tapi saya akan membicarakan tentang seorang Caleg yang menarik kembali bantuan yang diberikannya kepada warga, hanya karena sang Caleg tidak mendapatkan suara.

Dari sebuah pemberitaan di media lokal di Jambi, adalah Caleg dari Partai Golkar di Kabupaten Kerinci menarik kembali bantuan yang diberikannya kepada warga Desa Ambai Atas dan Ambai Bawah, Kecamatan Sitinjau Laut. Sebab Caleg ini dalam perhitungan suara hanya mendapat 19 suara di dua Desa tersebut. Menurut Munawir, warga Desa Ambai Atas, bantuan yang diberikan Caleg itu cukup besar bahkan mencapai Rp 20 juta. Bantuan berupa mesin diesel dan barang lainnya. Sebagian dana yang diberikan Caleg tadi telah dipakai dalam berbagai keperluan.
“Kita juga bingung, dana tersebut telah kita pakai, tiba-tiba Caleg itu meminta bantuannya kembali. Sebagian warga yang menerima bersedia mengembalikan dengan cara patungan,” jelas Munawir.

Kejadian ini menurut saya merupakan pengalaman sekaligus pendidikan politik untuk masyarakat. Yang mana, harus lebih cerdas dalam memilih seorang calonnya di DPR.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh Panwaslu dan KPU terhadap Caleg ini.???.(****)





Presiden yg Miskin Harta, Namun Kaya Iman

26 02 2009

ahmadinejadPRESIDEN Iran saat ini,  Mahmoud Ahmadinejad, ketika diwawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
“Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
“Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
ahmadinejad2dowahmadinejad33. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak..

5.. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

ahmadinejad48. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

ahmadinejad511. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

ahmadinejad712. Sepanjang sholat, andaahmadinejad6 dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

ahmadinejad814. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden
Lihat aja makanannya cuman ada Pisang,Jeruk, Apel

Akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau, mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini.

Tulisan diatas saya copy dari salah satu email saya yang dikirim oleh teman
satu alumni di PPWS Jawa Timur. Wahyu namanya. Email ini sepertinya dikirim kesemua rekan-rekan alumni di PPWS. Thaks Wahyu, email mu membuat inspirasi untuk mempublish rumah ku ini yang sudah lama terlantar. Upzz, bukan terlantar, tapi karena sibuk dan malas.(*****)





Ular Juga Bisa Dijadikan Teman Main

2 02 2009

Bermain Dg Ular

Bermain Dg Ular

BAGI sebagian orang, ular merupakan binatang berbisa yang menakutkan dan menjijikan. Bagaimana jadinya, jika ular ini menjadi binatang rumahan yang selalu menjadi teman main anak-anak dan masyarakat.

Suasana perkampungan dipinggir Danau Sipin, tepatnya di Jalan Kamboja III, Lorong Putri Ayu, RT 23 Kelurahan Sungaiputri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, lain dari yang lain.

Anak-Anak bermain dengan Ular

Anak-Anak bermain dengan Ular

Para anak-anak remaja hingga bocah-bocah kecil, terlihat girang bermain dipinggir jalan dan danau. Mereka mengisi waktu sore menjelang magrib dengan bermain dengan ular peliharaan mereka masing-masing. Ukurannyapun beragam. Ada yang panjangnya dua meter setengah, hingga ukuran kecil sekitar 40 cm. Setiap ular memiliki nama beragam.

Binatang yang tak lazim dipermainkan oleh anak-anak itu terlihat akrab dengan mereka.  Bagaimana hobi memelihara ular itu terjadi di kampung tersebut.

Menurut Hermawan (15), pemilik ular Sawo Sematang dengan panjang sekitar dua merer ini, kegemarannya dengan ular bermula dari tetangganya bernama Edi, yang menemukan telor ular. Telor ular itu kemudian ditetaskan sendiri dengan menggunakan pemanasan lampu.   Ular jenis Sematang itu kemudian dipelihara dengan Edi.

Coba-coba bermain dg ular

TAKUT : Coba-coba bermain dg ular

Tak lama kemudian ia menemukan ular jenis yang sama dengan ukuran kecil di Pulau Jajaran, atau seberang kampung mereka. Ular yang diberi nama Kondang itu dirawatnya, bagaikan anak kecil. ‘’Waktu kecil makannya keong mas dan saya suapin. Setelah makan selalu dimandikan dengan menggunakan sampo,’’kata Wawan panggilan  Hermawan.

Kini Kondang – nama ularnya, sudah tidak lagi makan disuap.   ‘’Sekarang umur Kondang (ular,red) sudah satu tahun dua bulan. Makannya dua hari sekali. Kadang-kadang diberi ayam, burung, elang dan macam-macam. Tapi setelah makan Kondang (ular,red) selalu dimandikan, biar kulitnya berkilau dan tidak mengeluarkan bau amis,’’sebut pelajar SMP Negeri 19 ini.

Untuk mengantisipasi gigitan binatang berbisa itu,  sejak kecil, gigi taring ular tersebut sudah dibuang. ‘’Tapi kalau yang betina tidak perlu,’’kata Wawan, sembari memperlihatkan ularnya yang ingin berganti kulit.

Begitu jinaknya, sehari-hari Kondang  dilepas didalam rumahnya.  Dan bila malam, ia akan masuk dengan sendirinya ke kandang yang memang sudah dipersiapkan oleh Mawan.

Sedikitnya ada enam orang yang gemar memelihara ular di kampung itu.Mereka adalah Edi, Yusuf, Hamid, Kulup, Safrizal dan Hermawan. Kegemaran warga kampung itupun kini menjadi tontonan yang unik dan menarik, bagi masyarakat sekitar.

‘’Jika kita rawat dengan baik, ular itu juga baik dan tidak akan membahayakan. Dengan kita rawat, sisik ular berwarna coklat kombinasi hitam itu akan menjadi  mengkilat berkilau,’’tandasnya.(****)





Wartawan Tewas Ditembak Pasukan Israel

12 01 2009

Warga Sipil dan Anak-Anak Jadi Korban

perang-tdk-seimbang-pulAGRESI militer Israel ke Jalur Gaza Palestina makin menggila dan menjadi-jadi. Aksi unjukrasa di sejumlah Negara, yang mendesak dan menentang agresi  tersebut diabaikan oleh Negara Zionis itu.

Serangan brutal Israel itu tidak hanya menewaskan pasukan Hamas, tapi juga warga sipil dan anak-anak. Tidak itu saja dari siaran TV Aljazirah yg diriley oleh TV ONE  sore kemarin, dua orang wartawan TV Timur Tengah dan beberapa orang tim medis tewas, setelah ditembak pasukan Israel. Padahal wartawan tersebut sudah menggunakan atribut kewartawanan. Dari tayangan TV yang saya tonton, terlihat seorang wartawan yang sedang membawa kamera terkapar. Dalam kondisi setengah hidup, kameramen TV tersebut kembali diberondong peluru tentara Israel hingga akhirnya tewas. (Ya, Allah ampunilah dosa saudara kami yang tewas dalam tugasnya. Jadikanlah mereka Mujahidin yang engkau janjikan surga untuknya.AMIN)

Serangan Israel yang membabi-buta itu juga meluluhlantakkan sekolah PBB, tiga masjid, rumah sakit anak dan kantor pers (pemberitaan) Timur Tengah.  Israel beralasan bahwa militant Hamas bersembunyi ditempat itu.

anak-anak-palestina-korban-agresi-israelDari pemberitaan yang saya ikuti,  hingga siang ini jumlah  korban tewas di Palestina akibat agresi Israel itu mencapai 900 orang jiwa. Separuh lebih diantaranya warga sipil dan anak-anak.

Kegilaan Israel itu makin menjadi-jadi setelah pemerintah AS memveto upaya Dewan Keamanan (DK) PBB mengeluarkan resolusi untuk menghentikan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Sabtu (3/1) waktu setempat. Alasan AS, karena Hamas masih meluncurkan roket dan serangan dan tidak mau menghentikan kekerasan di Israel. (Hmmmmm. Tarik napas dalam-dalam sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal).

Untuk diketahui, hak veto di PBB adalah hak yang dimiliki lima negara pendiri PBB untuk menggagalkan sebuah resolusi. Jika satu negara menggunakan hak vetonya, maka resolusi tersebut menjadi batal walaupun seluruh negara lain menyetujuinya. Itulah sebabnya resolusi DK PBB atas agresi Israel terhadap Palestina batal, karena AS menggunakan hak vetonya, menentang resolusi itu.  Negara-negara yang memiliki hak veto adalah Amerika Serikat, Rusia (dulu dimiliki oleh Uni Sovyet), Republik Rakyat China (dulu dimiliki oleh Republik China), Prancis dan Inggris.

Jumat sebelum veto AS itu dikeluarkan, Presiden AS George W. Bush,  menegaskan ia tidak akan mengecam  serangan Israel. Ia menyatakan bahwa Israel punya hak untuk membela dirinya terhadap aksi Hamas, yang menembakkan roket-roket ke Israel. (Dasar Biadab!! Tidak Manusiawi)

Lantas, apakah kita diam saja melihat keberutalan Israel yang tidak manusiawi itu? Tidak. Kita harus berbuat. Mungkin anda sependapat dengan saya. Apa saja yang harus dilakukan untuk menentang kebiadaban Israel itu :

  1. Pemerintah RI harus terus menerus melakukan diplomasi dengan Negara luar, untuk menekan Israel dan AS.
  2. Terus melakukan aksi unjukrasa menentang agresi Israel. Dan melakukan penggalangan dana untuk membantu warga Palestina. (Ayo !! Cari posko penggalangan dana untuk  Palestina. Keluarkan sedikit  uang mu. Allahhuakbar).
  3. Boikot produk AS yang masuk ke Indonesia. Pemerintah RI harus melakukan diplomasi ke Negara lain untuk melakukan hal yang sama.
  4. Mari kita berdoa terus-menerus memohon kekuasaan Allah, untuk perdamaian.
  5. Kirim terus bantuan makanan, obat-obatan dan tenaga medis untuk warga Palestina.
  6. Jika memungkinkan kirim TNI dan peralatan perang, untuk membantu  Palestina.

Terus menurut anda, apa lagi yang  perlu kita dilakukan untuk menentang kebiadaban Israel dan membantu Palestina ? Terima kasih atas saran, pendapat yang telah ditinggalkan dalam komentar ini. ALLAHHUAKBAR.





Usia Ku Sudah Tidak Lama Lagi

27 12 2008

Numpang mejeng ah.

BERPOSE : Numpang mejeng ah.

HANYA tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru Hijriah dan Masehi. Tahun baru hijriah 1430 (1 Muharam 1430 H), bertepatan hari Senin, 29 Desember 2008. Sedangkan tahun baru masehi 2009 (1 Januari 2009), bertepatan hari Kamis, 4 Muharam 1430 H.

Itu artinya umur kita secara angka-angka bertambah. Misalkan tadinya umur 15 kini menjadi 16, begitu seterusnya. Namun secara hakiki usia kita di dunia ini berkurang. Tapi kita tidak bisa menerobos, berapa usia kita yang masih tersisa di dunia ini. Karena itu rahasia sang pencipta, Allah SWT. Tak akan ada satu-pun manusia di dunia ini yang bisa membaca umur seseorang.

Karena itu pula Allah SWT tidak pernah memandang seseorang dari umur (tua/muda), pangkat, kedudukan atau jabatan, atau suku, bangsa, warna kulit dan sebagainya. Tapi yang dilihat oleh Allah adalah amal kebajikan selama di Dunia.

Kongkritnya, usia dan jatah hidup kita di dunia semakin lama semakin berkurang. Nah, untuk itu saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya, kapada teman-teman dan pembaca, bila mana dalam tulisan atau pergaulan saya ada yang tidak berkenan atau menyakitkan perasaan. Saya hanyalah manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan dan kehilafan. Sekali lagi saya mohon maaf. Semoga tahun 1429 H/2008 M yang akan kita lalui lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan tahun 1430 H/2009 M yang akan kita hadapi nanti semakin lebih baik lagi.AMIN

SELAMAT TAHUN BARU 1430 H/2009 M





35 Tahun Menjadi Guru Tanpa Bayaran

7 08 2008

Mendidik Anaknya Hingga S3 di Luar Negeri

Solihah BA, Guru Ngaji, saat mengajar para muridnya. 35 tahun lebih ia mengajar tanpa memungut bayaran. Wah, sulit mencari guru seperti ini. Sekarang belum masuk sekolah, sudah harus bayar uang bangku. Jumlahnya hingga puluhan juta. Mari kita doakan semoga akan muncul Solihah-Solihah yang lain. Amin.

Solihah BA, Guru Ngaji, saat mengajar para muridnya. 35 tahun lebih ia mengajar tanpa memungut bayaran. Wah, sulit mencari guru seperti ini. Sekarang belum masuk sekolah, sudah harus bayar uang bangku. Jumlahnya hingga puluhan juta. Mari kita doakan semoga akan muncul Solihah-Solihah yang lain. Amin.

USIANYA sudah mulai beranjak 70 tahun. Tapi semangatnya untuk mengajar ngaji tidak pupus, meski tidak meminta imbalan atau bayaran. Kegiatannya sebagai guru ngaji gratisan ini sudah dilakoninya sejak 35 tahun yang lalu. Dialah Solihah BA. Sosok wanita yang lembut dan penuh kasih sayang. Meski bukan guru komersial, tapi ia mampu mendidik empat orang anaknya, hingga selesai ke perguruan tinggi. Bahkan dua diantaranya sempat sekolah di luar negeri. Dan anak sulungnya, berhasil menyelesaikan S2 dan S3-nya di luar negeri. Itu semua atas izin Allah. Kalau bukan pertolongan Allah, mana mungkin Solihah mampu membiayai anaknya sekolah ke luar negeri. Kini semua anaknya, sudah berkeluarga dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Dua orang menjadi dosen, satu PNS, dan satu orang lagi di perusahaan swasta. Bagaimana Solihah menjalani kehidupannya sehari-hari, dengan pengabdian yang penuh ikhlas, demi mengajarkan ilmu Allah SWT ?.
Pagi itu (22/4/2008) sekitar pukul 08.30 WIB cuaca Kota Jambi cerah. Penulis mencoba menyambangi rumah Solihah, guru yang dulu pernah mengajarkan penulis mengaji.
Letak rumah Solihah diujung lorong Kas RT 07, No 30 Jalan Singadikane, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura. Saat penulis datang, pintu bagian samping belakang rumah permanen yang sangat sederhana itu terlihat terbuka. Dari dalam rumah terdengar suara anak kecil mengaji. Sementara beberapa anak kecil lainnya berusia kisaran 6-7 tahun, duduk disamping sebelah kanan guru sambil membuka Qur’an kecil (Iqro). Mereka duduk diatas lantai ubin yang hanya dialasi dengan karpet seadanya. Ruangan tempat Solihah mengajar itupun tidak terlalu besar, sekitar 4×4 meter. Disamping ruangan ia mengajar terdapat meja makan yang disampingnya ada dapur dan kamar mandi.
Sementara sebagian murid lainnya terlihat bermain dihalaman yang dipenuhi dengan bunga dan pepohonan yang rindang, sambil menunggu antrian mengaji. Dan sebagian lagi duduk bersama orang tuanya yang menunggu didepan rumah.
Satu persatu murid Solihah terus berdatangan. Mereka rata-rata ditemani oleh orang tuanya, dengan menggunakan pakaian olahraga sekolah dasar (SD). Mereka yang sudah ngaji bergegas pulang dan langsung melanjutkan ke sekolah formal tempat ia belajar.
‘’Jika anak saya sekolah masuk siang, dia ngajinya pagi begitu juga sebaliknya,’’terang Edi, salah seorang orang tua murid ngaji Solihah, yang disambangi penulis, seraya mengaku sedang menunggu dua orang anaknya yang sedang belajar ngaji. ‘’Dan dulunya anak saya yang pertama juga ngaji disini. Tapi sekarang dia sudah SMP,’’timpalnya.
Meski dua orang anaknya belajar ngaji, namun ia mengaku tidak pernah dimintai duit oleh sang guru ngaji tersebut. ‘’Tapi kita lah yang mengerti. Kadang-kadang dua bulan sekali kami kasih uang. Yah, sekitar 50 ribu untuk dua anak,’’kata pria berkumis yang mengaku tinggal di Jalan Slamet Riyadi ini.
Menjelang pukul 10.00 WIB murid-murid yang rata-rata masih duduk dibangku kelas 1 SD itu selesai semua mengaji. Penulis berkesempatan untuk menghampiri Solihah. Setelah menyampaikan maksud kedatangan, Solihah pun mulai bercerita.
‘’Saat ini yang paling sulit mengajarkan akhlak anak-anak. Beda dengan dulu. Dan sekarang kepintarannya juga menurun, tidak seperti dulu,’’kata sarjana muda IAIN Sunan Kali Jaga ini.
Ibu empat orang anak ini mengaku tidak pernah mengeluh dengan anak muridnya, meski tidak meminta bayaran. Solihah yang pernah menjadi PNS dan mengajar di SMU Muhamadiyah Surakarta ini, mengaku apa yang dilakukannya merupakan pendidikan dari orang tuanya.
‘’Bapak (orang tuanya,red) dulu juga ngajar ngaji. Yah, ulama gitu. Bahkan, kalau tanggal muda, bapak yang memberi jajan kepada murid-muridnya,’’kenang Solihah.
Tapi apa yang terjadi pada orang tuanya dulu, tidak sepenuhnya sama dengan dirinya. ‘’Sekarang, orang tua murid banyak yang maksa ngasih duit kepada saya. Kadang-kadang saya tolak. Terlebih bagi mereka yang memang orang tuanya tidak mampu. Tapi, saya takut mereka tersinggung, jadi yahhh.. tetap saya ambil,’’sebut Solihah, dengan suara yang halus.
Belum saja 15 menit penulis bercerita, segerombolan anak-anak kecil, yang masih berpakaian sekolah berlari-lari masuk keruang sambil membawa tas. ‘’Assalamualaikum,’’kata anak-anak kecil itu, sembari menyalami wanita berkerudung coklat muda ini. Mereka pun bergegas mengeluarkan kain dan buku Iqro didalam tas mereka masing-masing dan langsung memilih tempat duduk yang sudah ada bangku kecil memanjang, untuk meletakkan Qur’an. Bangku panjang itu terbuat dari papan dan tidak di cat, tapi terlihat bersih.
Yang pertama masuk, langsung belajar ngaji. Anak-anak yang rata-rata kelas 2 SD itu terlihat semangat. Meski tubuh mereka penuh dengan keringat, karena berlari, berlomba-lomba untuk cepat sampai ke rumah Solihah.
Penulis pun langsung keluar dari ruangan tempat Solihah mengajar, yang hanya beratapkan seng dan mengandalkan penerangan cahaya matahari. Sesaat kemudian suara anak-anak mengaji mulai terdengar dari dalam rumah itu. Satu persatu, murid Solihah terus berdatangan dan memenuhi ruangan yang sangat sederhana itu. Ada yang diantar orang tuanya dan ada juga yang datang sendiri. Mereka bergantian mengaji, sesuai dengan urutan kedatangan. Yang pertama datang dialah yang duluan belajar mengaji. Sementara yang telah selesai mengaji langsung pulang.
‘’Kalau belajar ngajinya tidak lama. Tapi antrinya yang lama. Jika siang biasanya lebih ramai lagi. Sebab anak kelas 4-6 SD bahkan SMP sudah pulang semua,’’kata Mugini, salah seorang orang tua murid yang sedang menunggu anaknya mengaji.
Ibu muda yang tinggal di RT 05, Kelurahan Sungai Putri ini mengaku sangat takut kehilangan Solihah. ‘’Kalau ibu (Solihah,red) tidak ada lagi, nanti siapa yang akan menggantikannya,’’ungkap ibu-ibu yang berbincang-bincang sambil menunggu anaknya yang sedang mengaji.
Satu jam kemudian, suasana kembali lengang. Koran ini pun kembali menghampiri Solihah, yang duduk didepan rehal (bangku kecil) untuk meletakkan Qu’an.
Berapa jumlah murid ibu sekarang, tanya penulis?. ‘’Yah, sekitar 80-an. Mereka rata-rata warga sekitar sini lah. Tapi ada juga yang dari Broni, Waskita, Putra, Printis dan sebagainya,’’jawab ibu bertubuh mungil, sembari mengulum senyum dan menutup mulutnya.
Lantas sejak kapan mengajar ngaji ?. ‘’Saya mengajar ngaji sejak tahun 1973, sebelum Uly (anaknya nomor 3,red) lahir. Saat itu di Ampera, Broni. Tapi tidak lama. Kemudian pindah kesini, dan ngajar ngaji lagi sampai sekarang. Jika dihitung sampai sekarang sudah hampir 35 tahun,’’papar Solihah.
Belum lama berbincang, anak-anak murid Solihah kembali berdatangan. Sementara jam sudah menunjukan pukul 11.30 WIB. Sama dengan yang sebelumnya. Mereka berlarian masuk dan berebut mencari tempat duduk, agar bisa duluan mengaji.
Penulis kembali keluar ruangan. Tidak beberapa lama, keluar seorang ibu muda berjilbab, dari dalam rumah bersama dua orang anaknya sambil membawa sepiring nasi. Dia adalah Ulyarti, STP, anak ketiga Solihah, yang berusia sekitar 34 tahun.
Tanpa ragu, koran ini mencoba mendekati Uly, untuk sekedar berbincang-bincang. Menurut Uly, ibunya Solihah sangatlah penyabar. Meski demikian ia juga tegas dalam mendidik anaknya. ‘’Saya sendiri belum tentu bisa sesabar ibu (Solihah,red). Dia benar-benar sabar. Tapi terhadap anaknya dia tegas. Terutama soal pendidikan dan agama,’’kata alumni IPB ini.
Uly yang menamatkan SMA-nya di Pearson Colage Kanada ini, mengaku bingung dengan ibunya sendiri. Maklum saja karena, ibunya merupakan istri pertama dari Mr H Kms Husin Syafi’i. Ayahnya Husin Syafi’i, memiliki tiga orang istri. ‘’Saya tidak tahu, yang jelas ibu tuh orang nya sangat sabar sekali. Di Kanada saya sekolah dibiayai oleh pemerintah Kanada itupun atas permintaan pemerintah Indonesia, sebagai pertukaran pelajar,’’imbuhnya.
Sementara kakaknya yang paling sulung Tedja Kaswari, menyelesaikan S2 dan S3-nya di Jerman dan Belanda. ”Yah dapat beasiswa juga,’’sebut Uly.
Solihah, yang ditanya koran ini soal biaya sekolah anaknya, memilih diam. ‘’Rezeki itu dari Allah. Saya hanya mengamalkan doa yang diajarkan suami dan bapak (orang tua,red). Saat anak saya Uly berangkat ke Kanada, dananya nol,’’pungkasnya.(****)