Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk ‘Kesehatan’ Kategori

Kaya Lewat Waktu Senggang (4)

Posted by Jay pada April 19, 2012

Jangan Gengsi, Aktifkan Otak Kanan

MENGISI WAKTU SENGGANG : Sambil kerja nulis blog.

MENGISI WAKTU SENGGANG : Sambil kerja nulis blog. Ketimbang bengong. Manatau tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bagaimana caranya agar bisa kaya lewat waktu senggang. Action. Gunakan otak kanan. Singkirkan otak kiri. Jangan terlalu banyak pikir atau hitung-hitung. Anda sebenarnya memiliki potensi. Yang tau potensi dan bakat Anda  adalah Anda sendiri. Keluarkan potensi itu. Jangan dipendam. Jangan malu dan jangan ragu.  Andai Anda punya bakat dagang, maka lakukanlah sejak dini mungkin.  Kalau perlu saat Anda dibangku sekolah. Saran saya kepada orang tua dan guru, jangan membunuh bakat dan potensi anak. Ini yang sering terjadi. Alasan kebanyakan orang tua dan guru karena takut mengganggu pelajaran. Alasan itu sangat salah. Nilai yang didapat dibangku sekolah tidak menjamin anak menjadi sukses atau kaya. Sebaliknya,  jiwa dagang misalnya, apabila dibina maka anak akan menjadi sukses. Bahkan tidak menutup kemungkinan para pelajar sudah bisa beli mobil dari uang usahanya sendiri. Orang tua dan guru harus bangga dong. Karena itu orang tua, guru dan pemerintah kudu memberi dukungan moril maupun materil dalam membina anak untuk menjadi entrepreneur.  Jangan ditanamkan diotak anak kata-kata gagal. Beri motifasi anak anda bahwa mereka juga bisa sukses dan kaya meskipun masih pelajar atau mahasiswa.
Sayapun melakukan hal itu. Berbagai usaha dan bisnis saya lakukan saat kuliah di Universitas Batanghari Jambi.  Buka warung makanan.  Kedai Pelangi namanya. Usaha ini tidak berlangsung lama, karena makanan yang dijual tidak menarik. Kemudian putar haluan buka usaha bengkel motor dan cucian motor.  Saat bulan puasa, sore hari saya menggelar tenda disamping bengkel,  jual makanan jajanan untuk buka puasa. Tidak itu saja, dibelakang bengkel saya membuat pembibitan kembang palm.  Dan didepan bengkel saya menjual BBM eceran. Usaha ini berlangsung hingga saya tamat kuliah. Yah, saya mengisi waktu senggang diluar kuliah dengan berbagai usaha yang produktif.
Dua tahun sebelum kuliah saya sempat bergelut sebagai peternak ayam dan ternak ikan. Setahan lebih sebagai suplayer bahan bangunan dibeberapa perumahan. Spekulasi dagang beras dan kertas juga pernah dilakoni. Bahkan produksi kreatif dari besi seperti kursi, meja dll pernah dijalankan.  Masuk hutan keluar hutan mencari lahan untuk kebun, hingga berkebun nilam  sampai kebun sawit dan karet sudah pernah dijalani. Semua saya jalani dengan semangat bukan dengan uang. Karena saya hanyalah berasal dari keluarga sederhana. Ayah, Ahmad Lutfi seorang wirasuasta, yang kemudian terbaring sakit selama Sembilan tahun sebelum ajalnya menjemput.  Sementara ibu hanyalah pekerja rumah tangga.
Kondisi inilah yang membuat saya terus bekerja dan bekarya. Tanpa henti. Dan terus menerus.  Tidak ada malu atau gengsi. Saya hanya bekerja mengisi waktu senggang kuliah. Di kampus teman-teman kenal dengan saya sebagai mahasiswa tempel ban dan cuci motor.  Saya berangkat dari bengkel ke kampus dengan jalan kaki. Terkadang numpang omprengan motor teman yang kebetulan mampir. Subhanallah,  perjuangan saat itu kini baru mulai membuahkan hasil. Kalau dulu saya motorpun ngak punya, sekarang selain punya motor saya juga sudah punya mobil. Semua saya beli baru, buka bungkus. Dulu tidak pernah terbayangkan punya rumah, Alhamdulillah sekarang sudah punya dua unit rumah, meskipun masih kredit. Sejumlah asset seperti tanah dan kebun sekarang sudah saya miliki, yang nilainya menjapai miliyaran rupiah. Subhanallah. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang telah engkau berikan padaku.
Belakangan ini saya sangat banggga dengan pemberitaan tentang kreatifitas pelajar-pelajar SMK di Indonesia. Ada yang sudah bisa ngerakit dan bikin mobil. Kemampuan pelajar-pelajar ini harus dibina menjadi seorang entrepreneur. Jangan dibina menjadi buruh atau pekerja pabrik mobil.

CHINA : Pusat industri giok di Shenzhen China. Tempat industri giok ini menjadi salah satu tujuan wisata turis mancanegara

CHINA : Pusat industri giok di Shenzhen China. Tempat industri giok ini menjadi salah satu tujuan wisata turis mancanegara

Di China, home industry sangat banyak dan dibina oleh pemerintah. Bahkan dalam satu produk motor, terdapat ratusan home industry yang mengerjakannya. Pabrik hanya bertugas merakit hasil home industry tersebut. Oktober 2010 saya berkesempatan keliling China bersama Guru Favorit Jambi Ekspres. Yang sangat mengejutkan saya bahwa ternyata di Beijing dilarang mengunakan sepeda motor. Sementara mereka memproduksi sepeda motor. Alasannya untuk menghindari kemacetan dan menjaga polusi udara. Penduduk  rakyat China lebih suka menggunakan bus dan sepeda sebagai sarana transportasi.
Di Negara-negara maju termasuk China,  pendirian mall dibatasi. Dalam satu kota hanya diperbolehkan satu mall, itupun dengan syarat dan izin yang sangat sulit. Tujuannya, untuk menghidupkan pengusaha-pengusaha kecil yang jualan di toko-toko. Beda halnya dengan di Indonesia.  Pemerintah Indonesia lebih membela pendirian Mall dengan alasan bisa menampung banyak tenaga kerja. Beda sekali bukan !.  Negara maju membina masyarakatnya untuk jadi pengusaha. Ehhh, Negara kita membina masyarakatnya untuk menjadi….. ?.
Yang lebih hebatnya lagi di Shenzen, salah satu kota di China, terdapat pusat penjualan barang-barang  palsu. Ada ribuan pedagang disini yang semuanya menjual barang palsu dari berbagai produk merek terkenal.  Dari jam, HP, Handicamp dll. Perbedaan harganya sangat fantastis. Teman saya membeli oleh-oleh untuk anaknya satu unit HP palsu merek terkenal dengan harga 250 ribu rupiah. Padahal harga aslinya di Indonesia 5 juta rupiah.

SUNGAI MUTIARA GHUANGZHOU CHINA : Kondisi sungai mutiara Ghuangzhou China mirip seperti sungai Batanghari Jambi. Yg membedakannya, cara pengelolaan dan penataan.

Perdagangan barang palsu ini dilakukan secara legal. Barang-barang palsu ini ternyata dipasok dan diproduksi di China, oleh home-home industry. Pemerintah China memberikan kebebasan kepada home industry untuk menduplikasi produk luar. Tujuannya agar rakyat China mengaktifkan otak kanan,  sehingga lebih terampil, kreativ dan  berjiwa entreprenure. Dampaknya sangat luas. Wajar saja, jika  saat ini China menjadi Negara yang sangat ditakuti Amerika dan sekutunya.
Maju pesatnya China tak terlepas dari system pemerintahannya. Sehenzen dibagi menjadi dua wilayah. Wilayah industry dan wilayah umum. Di wilayah industry pengusaha tidak dikenakan pajak selama 5 tahun pertama. Sedangkan untuk wilayah umum, akan dibebaskan pajak selama 3 tahun pertama.
Mendampingi Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 keliling China banyak menambah wawasan saya. Di China, hanya ada sekolah kejuruan semacam SMK.  Tidak ada sekolah umum seperti SMA atau SMP. Sekolah umum hanya setingkat TK dan SD.  Guru dibangku SD sudah mulai menggali potensi muridnya. Dan mulai memilah-milah antara  potensi satu murid dengan murid yang lain. Di China kuliah di Universitas tidak begitu diminati. Bagi mereka kuliah hanya untuk guru dan dosen.
Artinya, China bisa maju dan berkembang dengan cepat, karena menggunakan metode kejuruan bukan umum. Mendidik anak untuk menggali potensi dan mengaktifkan otak kanannya.
Pesan saya kepada pemerintah Indonesia, untuk segera merubah metode pendidikan di Indonesia. Kalu perlu dihapuskan SMP dan SMA. Ganti jadi sekolah kejuruan semua. Tidak itu saja, pola pemerintah China dalam menggalakkan home industry dan UKM-UKM patut ditiru juga.  Istilah pak Tung Desem Waringin, cara paling gampang untuk sukses yah contek orang sukses. Atau istilahnya ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi itulah ATM -ala pak Tung. Yah, apa salahnya kita contek sistim dan metode Pemerintahan China, toh mereka terbukti bisa maju lebih cepat dari Negara-negara lain.
Lantas bagaimana dengan kita sekarang. Kondisinya sudah seperti ini. Bagaimana dong.   Saat ini banyak yang punya potensi di otomotif dipaksa jadi guru, banyak yang punya potensi di perkebunan dipaksa jadi pegawai. Banyak yang punya potensi sebagai pedagang justru jadi karyawan. Gimana dong. Jangan khawatir. Anda yang ingin berubah untuk sukses dan kaya masih punya kesempatan. Caranya ?. Gunakan waktu senggang disela-sela pekerjaan anda saat ini untuk menjadi orang sukses dengan menggali kembali potensi yang terpendam. Action. Libatkan Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. (bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kaya Lewat Waktu Senggang (2)

Posted by Jay pada April 4, 2012

Belajarlah  dari Alam Sekitar

RAMAH LINGKUNGAN : Berpose di pantai Bakau atau Coastal Ecological Park, Shenzhen, China.

RAMAH LINGKUNGAN : Saya saat santai di pantai Bakau atau Coastal Ecological Park, Shenzhen, China. Pemerintahan China sengaja menanam pohon bakau ini untuk menjadi sumber oksigen. untuk sampai ke lokasi ini kita harus melewati taman dan hutan buatan dengan cara berjalan kaki sekitar 1 Km. Foto diambil Oktober 2010 bersama Guru Favorit JE 2010.

Oke kalau bukan menabung bagaimana caranya pak, biar bisa cepat membeli kebun sawit ?. Wah ketuaan kalau saya dipanggil bapak. Tapi ngak masalah. Sebab rambut saya juga sudah mulai muncul uban, bertanda umur sudah makin tua.
Kalau Anda saat ini masih menggunakan otak kiri. Maka jawabannya harus  menabung. Tapi itu akan lama. Dan belum tentu berhasil. Keberhasilannya hanya 20 persen saja. 80 persen kemungkinan gagal. Karena dalam prosesnya, anda akan mendapatkan kebutuhan mendesak dan tidak terduga, yang mengakibatkan tabungan anda harus dirogoh sebelum waktunya.
Maka gunakanlah otak kanan. Saya jamin 100 persen anda pasti akan berhasil. Yah saya jamin anda akan berhasil. Syarat dan ketentuan berlaku. Ia dong, saya berani menggaransi keberhasilan anda, tapi anda harus juga mengikuti metode saya. Right.
Setuju. Baik kita lanjut. Jika selama ini kita punya kebiasaan untuk menabung untuk mengumpulkan uang, agar bisa membeli apa yang kita hajatkan. Maka sekarang pola pikir itu kita rubah seratus derajat. Ingat, jika anda ingin punya sesuatu, sebut saja misalnya pengen punya motor,  mobil, rumah, ruko atau bahkan pengen cepat nikah. Maka caranya jangan  menabung. Lama dan hasilnya akan mengecewakan.
Perlu saya tegaskan, bahwa cara menabung adalah cara kikir. Orang pelit, rezekinya akan dipersempit. Yakin deh.   Belajarlah dari alam sekitar.

Beijing

TAMAN TERBUKA : Saya saat dalam perjalanan melihat Tianmen Suare Beijing. Taman sengaja dibuat untuk menghasilkan udara yang bersih. Terawat dan indah. Foto diambil di Beijing Oktober 2010.

PINGGIR SUNGAI PULAU TAMIANG KABUPATEN TEBO

WAKTU SENGGANG : Jalan bersama keluarga ke Pulau Tamiang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Coba anda perhatikan alam sekitar anda. Perhatikan matahari, bulan, bintang, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Kita adalah bagian dari mahluk ciptaan Tuhan Semesta Alam. Andaikan matahari pelit, maka ia tidak akan mau membagikan sinarnya kepada bumi.  Apa nasibnya kita saat ini. Tapi matahari tidak demikian. Ia sudah diperintahkan oleh sang pencipta untuk terus berbagi sinarnya. Begitu juga dengan bulan dan bintang. Hal yang sama juga terjadi pada tumbuh-tumbuhan. Andaikan saja pepohonan kikir, maka ia tidak mau menggeluarkan oksigen  atau O2  untuk manusia. Apa jadinya kita saat ini. Matahari tidak pernah minta kepada kita balasan dari sinar yang telah diberikannya. Begitu juga tumbuh-tumbuhan. Tidak pernah meminta imbalan dari oksigen yang telah diproduksinya setiap hari.  Bayangkan,  dalam satu hari setidaknya kita menghirup 2880 liter oksigen. Jika harga oksigen ¬25 ribu perliter, maka dalam sehari kita harus membayar  72 juta rupiah.  Gimana. Sanggup bayar sehari 72 juta hanya untuk biaya oksigen ?.  Itu belum termasuk yang lain.
Terus apa hubungannya dengan tema kita Kaya Lewat Waktu Senggang ?.  Sabar. Tinggal baca aja ngak sabaran. Sabar dong. Ingin dapatkan ilmu kaya kok ngak sabar sih. Ikuti saja terus tulisan ini.(bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling | Bertanda: , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kaya Lewat Waktu Senggang (1)

Posted by Jay pada April 3, 2012

Memanfaatkan Hobi Jadi Uang

Waktu senggang yang sedikit ternyata bisa kita manfaatkan. Kita juga bisa kaya jika bisa memanfaatkan waktu sedikit itu.
Kalau sudah bicara kaya semua kepingin. Siapa juga yang ingin hidupnya susah. Tentu tidak ada. Kalo seseorang kaya, karena kerja dari pagi hingga larut malam, itu hal yang biasa. Justru aneh jika seseorang yang kerja dari pagi hingga malam tapi hidupnya masih kekurangan. Tapi inilah yang terjadi. Mereka yang kerja dari pagi hingga malam justru tidak pernah cukup. Hidupnya selalu kekurangan. Apa penyebabnya.
Kurang bersyukur. Itulah penyebabnya. Akibatnya, apa yang mereka dapat selalu kurang. Mereka memandang selalu keatas. Tidak pernah kebawah. Selalu mengejar yang jauh dan menyepelekan yang dekat atau lingkungan sekitar. Suka menggali diluar potensi, sementara potensi sendiri diabaikan.

WAKTU SENGGANG : Memanfaatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja

WAKTU SENGGANG : Memanfaatkan waktu pagi sebelum berangkat kerja. Memetik cabe dan sayur-sayuran sembari cari keringat, dapur juga terbantu. Dan sayur-sayuran yang dihasilkan juga lebih terjamin.

WAKTU SENGGANG : Hasil panen cabe dan sayur-sayuran cukup untuk kebutuhan  dapur di rumah dan tetangga sekitar.Foto diambil Selasa 3 April 2012.

KEBUN DIBELAKANG RUMAH : Hasil panen cabe dan sayur-sayuran cukup untuk kebutuhan dapur di rumah . Foto diambil Pagi Selasa 3 April 2012.

Misalnya ; Fulan hobi bertani. Ia bekerja keras mengumpulkan uang dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk bisa membeli sebidang kebun sawit. Obsesinya untuk bisa memiliki kebun sawit semakin kuat setelah mengetahui banyak orang sukses dari hasil kebun sawit.  Cita-cita Fulan tidak salah, walaupun ia saat ini hanya bisa menabung 300 ribu perbulan dari sisa gajinya 3 juta perbulan. Namun uang yang ia tabung kerab terpakai untuk kebutuhan tidak terduga. Sehingga buku tabungan Fulan ngak pernah sampai angka 10 juta. Padahal harga sebidang sawit bisa mencapai 100 juta. Anggaplah uang yang ditabung ngak pernah tersentuh. Karena tidak ada kebutuhan mendadak dan mendesak.  Maka Fulan baru bisa mengumpulkan uang 100 juta selama tidak kurang dari 27 tahun.  Hitung sendiri. Coba ambil kalkulator. Benarkan. Uhhh. Capek deh !! harga kebun sawit keburu naik lagi.
Oke. Sementara itu pekarangan rumah Fulan juga kosong. Meski tidak lebar, namun ini bisa memancing alam untuk menunjukan keseriusan kita yang hobi bertani. Manfaatkan pekarangan rumah sedapat mungkin agar bisa benar-benar bermanfaat. Kita bisa mengisi waktu senggang untuk menyalurkan hobi tersebut. Kita bisa memanfaatkan pekarangan sebagai tanaman toga, atau sayur-sayuran, seperti cabe, tomat, kangkung, bayam, terong, ubi, pepaya dll.
Cara ini akan sangat membantu anda bisa memiliki kebun sawit. Caranya bagai mana. Logikanya, biaya dapur yang dulunya rata-rata misalnya 2 juta kini bisa berkurang. Karena sejumlah kebutuhan dapur sudah bisa teratasi dari hasil tanaman di pekarangan rumah.  Anggaplah misalnya berkurang 100 ribu. Artinya dalam sebulan anda punya uang lebih 100 ribu. Artinya aka nada penambahan angka untuk ditabung. Dari biasanya 300 ribu perbulan kini bias 400 ribu perbulan.
Upzzz. Bukan ini cara yang ingin saya ajarkan. Sebab dengan cara ini masih terlalu lama untuk menggapai impian tersebut. Saya akan ajarkan anda untuk bisa menggapai cita-cita lebih cepat. 10 kali lebih cepat dari pada anda menabung. Bagai mana caranya. Ikuti saja terus tulisan saya berikutnya.(bersambung)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tujuh Hari Road Show E-Miracle Bersama Ust Agus Susanto

Posted by Jay pada Maret 30, 2012

 Miracle Water Sarana Silaturrahim,

Dakwah & Bisnis Dunia Akhirat

E-Miracle : Sosialisasi program E-Miracle di pengajian Rmh Dinas Bupati Bungo.

E-Miracle : ustad Agus Susanto mensosialisasikan program E-Miracle di pengajian Rmh Dinas Bupati Bungo.

Tujuh hari melakukan road show E-Miracle di provinsi Jambi ternyata tidak cukup.  Meski jadwal padat dan perjalanan jauh, Alhamdulillah Allah masih menjaga kesehatan Ustadz Agus Susanto, dari tim managemen E-Miracle  sebagai pembicara.  Perjalanan dengan misi dakwah dan bisnis dunia akhirat itu berlangsung dari hari Kamis 22– Rabu 28 Maret 2012 .

Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

DAKWAH EKONOMI : Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

DAKWAH EKONOMI : Road Show E-Miracle di Kuamang Kuning, Bungo

Road Show E-Miracle : Para jamaah di Kuamang Kuning, Bungo antusias menyimak penjelasan dari Ust Agus Susanto

Dimulai dari menelusuri Kota Jambi, lanjut ke Kabupaten Batanghari,  lanjut menelusuri Kabupaten Bungo dan terakhir menjelajahi wilayah transmigrasi Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Misi kami untuk mengajak sholat diawal waktu, mengawali kerja dengan membentang sejadah terlebih dulu alias sholat duha, menutup hari dengan sholat malam, ngaji dan memperbanyak sedekah. Lima pilar inilah yang kami dakwahkan.  Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat antusias. Bahkan, pada hari Selasa 27 Maret 2012 sekitar pukul 14.00-17.00 WIB kami berkesempatan mengisi pengajian ibu-ibu di rumah dinas bupati Bungo. Meski tuan rumah  tidak ada ditempat. Namun acara tetap ramai dan penuh antusias jamaah. Hj Enny Wardani, yang tak lain adalah istri Bupati Bungo H Sudirman Zaini SH, MH, disaat bersamaan sedang berada di Belanda. ‘’Saya besok ke Belanda bersama ibu gubernur. Tapi saya jamin peserta pengajiannya ramai. SMS aja nama ustadz nya. Nanti biar saya terusin ke yang lain,’’kata bu Bupati pada saya via telponnya.
Sejurus kemudian, srikandi Bungo itu mengirim SMS yang berisikan renungan. Macam macam isinya. Diantaranya ini ; ‘’Sungguh pantas hal ini kt baca/iqra, bhw di apotik: Harga Oksigen +    25 ribu/ltr. Harga Nitrogen + 9.950/ltr. Dalam satu hari kt menghirup >2880 ltr Oksigen & > 11.376 ltr Nitrogen. Jk kt hargai dg uang, mk oksigen & Nitrogen yg kita hirup senilai 170 jt/hr. SUBHANALLAH. Ternyata kebutuhan O2 & NO2 tbh kt > 1 hr saja 170 jt’’.

ROAD SHOW : Zainuddin melakukan demo Miracle Water didepan jamaah pengajian Rmh Dinas bupati Bungo

Antusias : Zainuddin melakukan demo Miracle Water didepan jamaah pengajian Rmh Dinas bupati Bungo

Janji Ibu Bupati ternyata benar. Saat hari H,  Selasa 27 Maret, jamaah membeludak. Tak kurang dari 300 orang jamaah ibu-ibu yang hadir siang itu. Acara yang biasanya selesai habis sholat Ashar, kali ini berbeda. Usai sholat ashar jamaah, acara  dilanjutkan kembali. Ini atas permintaan dari jamaah.

Demo Miracle Water oleh Ustadz Agus Susanto dan Zainuddin dari tim E-Miracle di depan jamaah pengajian Rumdis bupati Bungo

ROAD SHOW : Demo Miracle Water oleh Ustadz Agus Susanto dan Zainuddin dari tim E-Miracle di depan jamaah pengajian Rumdis bupati Bungo

DEMO AIR : Tim E-Miracle melakukan uji ilmiyah terhadap Miracle Water dihadapan para jamaah di Kuamang Kuning

DEMO AIR : Tim E-Miracle melakukan uji ilmiyah terhadap Miracle Water dihadapan para jamaah di Kuamang Kuning

Maklum saja karena materi yang disampaikan oleh Ustadz Agus Susanto menarik perhatian. ‘’Dunia Akhirat. Hidup di Dunia kaya raya, mati  masuk surga.. hahahaha’’Asyik ngak. Siapa yang ngak kepincut dengan penawaran ini.
Saya yang selalu mendampingi Ustadz Road Show selama tujuh hari, selalu mengamati terus penjelasan Ustadz. Dalam doa diatas sajadah saya selalu bermunajad, agar bisa sukses dunia akhirat, kaya dunia akhirat, dengan cara yang paling diridhoi Allah, dengan cara yang paling halal, dengan cara yang paling terhormat, dengan cara yang paling cepat, dengan cara yang paling mudah. Ya Allah kabulkan doa ku. Agar aku bisa menyinari  banyak orang. AMIN.
Setelah memberikan pencerahan dengan menjelasakan Metode Lima Pilar. 1. Sholat diawal waktu, 2. Sholat Duha, 3. Sholat Tahajud, 4. Komunikasi Dengan Allah (baca Quran), 5.Sedekah.
Ustadz Agus Susanto dibantu dengan tim E-Miracle Jambi, melakukan demo air ajaib. Miracle Water namanya. Ownwrnya Ustadz Yusuf Mansur. Air ini diproses dengan teknologi tinggi,  mengandung Alkali, Oksigen, Bio Energi, Anti Oksidan dan Reverse Osmosis. Air ini merupakan air kesehatan.Yang bisa membantu menjaga dan menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya stroke, jantung, asam urat, maag, diabetes, dll. ‘’Hasil keuntungan perusahaan 70 %-nya dialokasikan untuk membantu pembibitan penghafal Al Quran seluruh Indonesia,’’jelas Ustadz Agus.
Menurut Ustadz Agus Susanto, siapapun yang terlibat dalam E-Miracle, maka mereka ikut serta  ambil bagian menjadi donator pembibitan penghafal Al Quran. ‘’Saat ini jumlah santrinya 300.000 orang yang tersebar di 2000 rumah tahfiz di seluruh Indonesia,’’pungkas Ustadz Agus.

ROAD SHOW : Para Asatidz di Rimbo Bujang, Tebo foto bareng Ust Agus Susanto, usai mengikuti kegiatan E-Miracle di ponpes Darul Falah Rimbo Bujang.

ROAD SHOW : Para Asatidz di Rimbo Bujang, Tebo foto bareng Ust Agus Susanto, usai mengikuti kegiatan E-Miracle di ponpes Darul Falah Rimbo Bujang.

Dijelaskannya bahwa E-Miracle  adalah MLM (Multi Level Marketing).  Sebagai mana yang diungkapkan oleh Ustdadz yusuf Mansur, bahwa MLM ini bulan MLM biasa. Ini adalah Multi Level Amal.  Multi Level Duha, Multi Lefel Tahajud, Multi Level Sedekah dan Multi Level Tahfidz. ‘’Semua anggota E-Miracle kudu menjalankan tahajud, duha dan menghafalkan Al Quran. Walau satu hari hanya satu ayat,’’kata Ustadz Yusuf Mansur, selaku Komisaris Utama dan juga Owner.
Konsep yang diracik oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui wadah E-Miracle ini ternyata disambut hangat oleh masyarakat. Khususnya provinsi  Jambi. Saya sendiri sudah janji sama Ustadz Yusuf Mansur, untuk membantu dakwah beliau melalui E-Miracle. Karena itu, saat Ust  Agus Susanto dari tim managemen E-Miracle datang, saya sedekahkan waktu saya secara total untuk mendampinginya selama di Jambi. Dan berupaya melayaninya sebaik mungkin. ‘’Kepada Allah saya memohon ampun atas segala kehilafan dan kesalahan. Kepada Allah pula saya memohon agar apa yang saya kerjakan dicatat sebagai amal ibadah,’’. (***)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Setahun Belajar Ilmu Sedekah

Posted by Jay pada Maret 20, 2012

ULTAH SEDERHANA : 1 Tahun Cheryl Putri Zain merayakan ultah bersama Papi dan Mami di rumah, setelah sehari sebelumnya 18 Maret 2012 syukuran bersama santir-santri Ponpes darul Falah dan memberikan santunan.

SENIN19 Maret 2012 kemarin tepatnya pukul 04.00 WIB,  Cheryl Putri Zain, putri pertamaku  berusia satu tahun. Tidak terasa. Rasanya baru beberapa hari lalu bayi mungil itu lahir. Putri cantikku, kini sudah mulai bisa berjalan. Sudah punya enam gigi. Berat badan terakhir sekitar 9 Kg. Kini ia sudah mulai pandai merengek mencari perhatian. Terima kasih ya Allah, Engkau sudah mengutus seorang anak untuk penghibur hati kami, untuk  teman hari-hari kami.

ULTAH 1 TH CHERYL PUTRI ZAIN

ULTAH 1 TH CHERYL PUTRI ZAIN : Secara sederhana dilakukan dirumah Muara Bungo setelah sehari sebelumnya 18 Maret 2012 dirayakan bersama anak-anak santri Ponpes Darul Falah, dengan memberikan bantuan uang.

Tidak terasa setahun. Yah, blog inipun sudah setahun tidak terisi. Dari hari kehari saya merindukan blog ini untuk dapat mengisinya. Tapi ada saja kesibukan.  Yang membuat hobi saya ini terlewatkan. Yah.. sudah satu tahun blogku ngak terisi. Mudah-mudahan, kedepan aku bisa aktif lagi mengisi tulisan di blog tercintaku ini. Setidaknya sebulan dua kali.
Apa saja aktifitasku selama setahun ini ?. Bagaimana perkembangannya  ?.  Biasanya seluruh aktivitas ku catat di blog ini meski tidak secara keseluruhan. Blog ini adalah diare hidupku. Kelak catatan kecil di blog ini akan menjadi bacaanku dihari tua.

Untuk menguraikan aktivitasku selama setahun di tulisan kali ini rasanya tidak mungkin. Namun saya bisa menguraikan sedikit kesimpuan dan pokok-pokok aktivitas selama setahun dan perkembangannya.
Yang jelas selama setahun saya bisa punya rumah baru, punya usaha distribusi air miracle (70 % keuntungan perusahaan untuk pembibitan Penghafal Al Quran), punya usaha Ayam Goreng Darul Falah (50 % keuntungan saya untuk sedekah melalui LPS), punya usaha  distribusi pupuk sawit (50% keuntungan saya untuk panti asuhan).  Mau tau bagaimana semua itu terjadi ?. Ikuti tulisan saya, mudah-mudahan bisa menjadi bahan inspirasi bagi pembaca semua.
Bismillahirrohmanirrohim
Kira-kira sudah satu tahun sepuluh bulan saya dan istri Melly Susanti, AMKeb hijrah ke Bungo. Kami pindah ke Bungo karena alasan pindah tugas. Yah,  saya sebagai karyawan swasta di media cetak group Jawa Pos.  Diberi tugas untuk mengurus Koran di kabupaten Bungo tersebut. Cerita soal Koran yang saya kelola banyak ditulisan-tulisan saya sebelumnya. Istri saya pun akhirnya membutuskan untuk ikut ke Bungo, sebagai tenaga PNS titipan dari Kota Jambi.
Bulan pertama, kami ngontrak kamar sebagai tempat tinggal kami. Lokasinya persis disamping kantor di kawasan JL Rangkayo Hitam, Bungo Timur, Simpang Drum, Pasar Muara Bungo. Bulan kedua, kami memutuskan untuk mencari rumah bedeng yang sederhana.
Dua bulan di Bungo, saya ditawarkan tanah kosong oleh orang tua angkat. Lokasinya di pinggir lintas, kawasan Sungai Mengkuang, dekat Arbes, depan Graha Pena Bungo Pos.  Tawaran itu langsung saya sambut dengan gembira. Apalagi harganya sangat murah (jauh dari harga pasaran), dan pembayarannya bisa dicicil. Tidak begitu luas, hanya sekitar 240 meter persegi (6 m x 40 m). Meski kecil tapi saya sangat bersyukur, karena sudah bias memiliki asset dipinggir jalan utama. Alhamdulillah, tanah  itu kini sudah lunas, dan sekarang sedang dalam proses pembuatan sertifikat.  Sekarang nilainya… Wow jangan Tanya. Selangit. Subhanallah, Alhamdulillah. Setahun di Bungo (2010)  Alhamdulillah selain punya asset tanah, mobil pun berganti baru. Dulunya Isuzu Phanter jadul, kini ganti  Toyota Yaris. Alhamdulillah.

RUMAH

RUMAH : Rumah yang kini menjadi tempat tinggal kami sekeluarga di Muara Bungo.

Singkat cerita kontrakan ku pun mau habis waktunya. Kepada Allah aku memohon agar bisa pindah dari kontrakan tersebut  dan menempati rumah sendiri. Dalam pikiranku, untuk sementara cukup saja punya rumah papan di tanah yg aku beli dari ortu angkat,  yang penting rumah sendiri dari pada ngontrak. Itu pikiranku. Namun ternyata Allah Maha  Kaya, Maha segala-galanya. Aku justru diberi rumah yang cukup lumayan untuk keluarga kecilku. Tanpa harus mengelurkan uang dulu, aku sudah bisa punya rumah. Alhamdulillah, 25 Juni 2011 kami pindah ke rumah baru. Tidak lagi ngontrak.
Alhamdulillah.
Aktivitasku terus berjalan. Namun semakin hari, aku betul-betul semakin sibuk dengan kegiatan social di LPS (Lembaga Pondok Sedekah) yang aku dirikan bersama teman-teman. Sebagai wadah tempat kami menyalurkan sedekah, agar lebih terorganisir dan dapat disalurkan sesuai dengan harapan.
Januari 2012, akhirnya aku putuskan untuk menjadi Master Stokis E-Miracle wilayah Provinsi Jambi. Meski sampai sekarang belum ada kepastian, namun langkah dan upaya itu sudah aku kerjakan. Saya begitu semangat untuk bisa menjadi pemegang produk E-Miracle. Bukan sekedar profit. Tapi, karena 70 % keuntungan  perusahaan dari penjualan Miracle Water dialokasikan untuk pembibitan penghafal Al Quran. Subhanallah, inilah yang saya kejar. Saya ingin sekali ikut ambil bagian sebagai donator. Caranya yah ikut membantu membesarkan E-Miracle.
Ya Allah, jika Engkau meridhoi aku menjadi  Master Stokis E-Miracle wilayah Provinsi Jambi, akupun tidak bisa menolaknya. Tapi jika engkau tidak Ridho, sebaiknya hindarkan aku dari bisnis tersebut. Cukuplah aku berdakwah saja dengan E-Miracle bersama Ust Yusuf  Mansur. Tapi jika aku bisa menggapai kedua-duanya,  berbisnis untuk kemaslahatan keluarga dan orang-orang sekitarku, sembari sambil berdakwah, alangkah indahnya Ya Allah.  Kabulkan ya Allah cita-cita hamba yang terindah dari lubuk hati ini.  
Awal Maret 2012 saya mulai melakukan pembicaraan serius dengan kakak sepupu Kemas Erwin alias Jangcek, untuk menggarap pupuk di Jambi Wilayah Barat. Yah saya menyetujui sebagai penyalur tungggal pupuk Agritama Plus di Jambi Wilayah Barat. Saya langsung mengungkapkan niat, akan membelah hasil saya 50 % untuk membangun panti asuhan. Yah, jika kelak pupuk yang saya distribusikan memberikan keuntungan financial untuk saya, maka 50 %-nya akan saya sedekahkan untuk membangun panti asuhan. Separuhnya lagi untuk kehidupan saya dan keluarga.

RM AYAM GORENG DARUL FALAH

RM AYAM GORENG DARUL FALAH JL 31 UNIT 1 RIMBO BUJANG, KABUPATEN TEBO, PROVINSI JAMBI

LOUNCHING : HARI PERTAMA DI RM AYAM GORENG DARUL FALAH JL 31 UNIT 1 RIMBO BUJANG, KABUPATEN TEBO, PROVINSI JAMBI

Minggu 18 Maret 2012, saya dan Ust Amin Zubaedi resmi melakukan kerjasama dalam hal usaha kuliner. Kami membuka usaha Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Darul Falah di kawasan JL 31 Unit 1 Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Saya bertindak sebagai investor, sedangkan Ust Amin Zubaedi sebagai pengelola. Sayapun meniatkan diri untuk membelah hasil yang akan saya dapat dari RM Ayam Goreng Darul Falah ini. 50 % penghasilan saya dari bisnis ini akan saya sedekahkan melalui LPS (Lembaga Pondok Sedekah). Separuhnya lagi untuk kehidupan saya dan keluarga.
Kepada Allah saya memohon ampun, bahwa tulisan saya ini bukan ingin riya, takabur, atau ujub. Tapi semata-mata untuk menjadi bahan motifasi  bagi pembaca. Karena percepatan yang selama ini terjadi pada diri saya tak terlepas dari izin Allah, diantaranya mungkin melalui jalan SEDEKAH. Karena janji Allah, jika kita bersedekah satu akan dibalas minimal 10 kali lipat. Allah tidak akan pernah bohong. Yakinlah Allah tidak akan pernah ingkar. Kitanya saja yang kurang percaya. Silahkan coba dari sekarang untuk meringankan tangan membantu orang lain. “Hidup ini terasa indah bila bermanfaat bagi orang lain”.

Selain itu, tulisan ini juga sengaja saya tulis sebagai bahan PENGINGAT untuk diri  saya sindiri, jika kelak saya lupa akan janji dan niat saya ini. ”Ya Allah lancarkan seluruh usaha saya. Sukseskan saya dunia akhirat, bahagiakan saya dunia akhirat. Jadikanlah saya orang kaya dunia akhirat. Ya Rahman, kabulkan seluruh doa saya”(***)

Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Penegakan Hukum Jangan Membuang Rasa Kemanusiaan

Posted by Jay pada Maret 8, 2011

Penulis : Zainuddin, SE

Penulis : Zainuddin, SE

PADA SUATU pagi sekitar pukul 06.30 WIB, saya seperti biasa melakukan jogging dan jalan santai diseputar tempat tinggal saya di Muara Bungo, tepatnya arah pemancar transmisi TVRI. Ini merupakan kegiatan rutin pagi saya selama di Muara Bungo khususnya, sebelum berangkat kerja. Udaranya begitu bersih dan segar. Karena masih banyak pepohonan rindang. Saat asyiknya jalan sambil menggerak-gerakkan badan, tiba-tiba dari kejauhan terlihat dari arah berlawanan seseorang juga berlari kecil dan sekonyong-konyong jatuh tersungkur.
Astagfirrullahalazim. Inalillahiwainailaihirojiun, ucapkan sepontan sambil mempercepat langkahku mengejar orang tersebut yang tersungkur dijalan aspal yang sedikit menurun. Sementara tak jauh dari pria tua itu terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang nyapu dipinggir jalan. Anehnya, pria paruh baya itu bukanya membantu menolong lelaki tua ini, tapi justru berlari masuk kedalam pagar rumahnya. ‘’Heiii. Bantu  bapak itu,’’teriakku sambil berlari memanggil pria tersebut yang tergopoh-gopoh hendak masuk kerumahnya. Mendengar teriakanku, pria tersebut langsung memutarkan badannya menghampiri pria tua yang tersungkur yang jaraknya hanya beberapa tombak saja darinya.
‘’Saya takut jadi saksi,’’gumam pria tersebut sembari melihat bapak tua yang tersungkur. Akupun langsung berusaha mengangkat tubuh pria tua tersebut dari aspal. Badannya yang kurus dengan tinggi sekitar 165 CM langsung berdiri sembari menyebut-nyebut nama Allah. Wajahnya pucat pasi dan mengucurkan darah segar bercampur keringat. Tanpa pikir panjang aku memberhentikan sepeda motor yang melintas. Beruntung dua pemuda ABG ini bersedia mengantarkan bapak tua ini.
Usai kejadian, saya sempat bertanya kepada pria yang sedang nyapu dipinggir jalan yang tak jauh dari lokasi bapak tua itu jatuh, tentang alasan dia menghindar dan tidak mau membantu pria tua tadi. Menurutnya,  ia takut menjadi saksi. Ia malas ditanya-tanya polisi, jika terjadi sesuatu terburuk pada pria tua itu. Sepertinya pria ini sudah trouma menjadi saksi di kepolisian.
Entahlah apa yang menyebabkan ketakutan pria itu menjadi saksi saat harus menolong orang. Namun yang jelas, karena ketakutanya untuk menjadi saksi, rasa kemanusiaannya pun menjadi pudar. Dan tega melihat orang tua tersungkur sendirian ditengah jalan yang sepi.
Beberapa kasus yang pernah saya ketahui soal saksi dalam sebuah perkara memang sedikit membingungkan. Istilah ‘’Yang benar bisa jadi  salah. Yang salah bisa jadi benar’’ rasanya sudah sering ditemukan didalam penegakan hukum di Indonesia ini. Istilah lain yang menyebutkan ‘’Hukum  milik orang kaya’’ juga tidak bisa ditepis. Faktanya memanglah banyak peristiwa semacam itu. Namun tidak semua juga seperti itu. Sebab masih ada penegak-penegak hukum di Indonesia ini yang malu melakukan hal tersebut. Tapi mereka hanyalah minoritas, sehingga keberadaannyapun tersingkirkan.
Semoga dengan banyak terungkapnya kejahatan-kejahatan hukum yang melibatkan penegak hukum di Indonesia,  bisa menjadi cambuk bagi penegak hukum untuk memperbaiki diri. Sehingga keadilan di Indonesia ini bisa benar-benar dirasakan.
Polisi bukan hanya mitra orang kaya. Tapi mitra seluruh lapisan masyarakat. Kejaksaan bukan tempat pilih memilih pasal tuntutan hukuman.  Tapi menerapkan pasal yang tepat bagi pelaku kejahatan. Pengadilan bukan tempat untuk menghukum, tapi tempatnya untuk mencari keadilan.(***)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Hukum & Kriminal, Humor, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Keajaiban Sholat & Sedekah

Posted by Jay pada Maret 1, 2011

Tergugah Setelah Gabung e-Miracle

AKHIR 2010 merupakan awal perkenalanku dengan e-Miracle, sebuah MLM asuhan Ustad Yusuf Mansur. Cerita soal Multi Level Marketing atau MLM sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi saya. Maklum lah, teman-teman banyak yang masuk dalam bebagai group MLM. Macam-macam bentuknya. Karena ingin bantu teman, terkadang saya terpaksa harus ikut-ikutan “jebur” dalam MLM tersebut, meskipun kemudian harus stagnan setelah masuk. Tapi kali ini beda. MLM e-Miracle yang ditawarkan kepada saya beda. Sejarah saya bertemu dengan MLM inipun berbeda. Jika dulu saya yang dikejar-kejar teman agar masuk ke MLM. Tapi ini saya yang justru mengejar MLM satu ini. Upzzz, tapi bukan karena ingin mendapatkan profit dari MLM ini. Tapi karena saya ingin mendapatkan ilmu dari pemilik MLM ini yakni Ustad Yusuf Mansur.
Ustad Yusuf Mansur Seruannya untuk sholat tepat waktu dan menggalakan sedekah, sholat duha dan menegakkan yang sunah mendorong saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Adalah Mas Hasto, yang menawarkan saya untuk gabung di e-Miracle. Saat itu saya sempat bertanya, ‘’jika gabung apa saja yang bisa saya dapat’’. Menurut Mas Hasto, saya akan mendapatkan lima CD/DVD. DVD 1 adalah penjelasan tentang MLM e-Miracle, sedangkan CD 2,3,4 dan 5 berisikan tausyiah dari Ustad Yusuf Mansur. Selain juga mendapatkan staterkit, buku panduan dan kartu anggota. Semuanya lengkap dalam satu tas. Hanya karena ingin mencari Tuhan saya ikut gabung ke e-Miracle. Dengan niat ingin mendapatkan ilmu Allah, saya menyerahkan uang Rp. 520.000 kepada Mas Hasto, sembari berkata ‘’Ini adalah sedekah saya’’.
Dua minggu lebih setelah gabung e-Miracle, praktis setiap hari saya mendengarkan tausiyah dari Ustad Yusuf Mansur, termasuk VCD 10 Dosa besar yg saya beli dari Mas Hasto dan beberapa tausiyah-tausiyah lain dalam bentuk MP3 hasil rekaman dari TV. Kecuali VCD versi 1. Saya benar-benar ‘’terhipnotis’’ dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansur. Betapa tidak. Sebelumnya saya juga sudah menjalankan sholat fardu, sholat duha dan sedekah. Tapi saat itu saya bagaikan kapal yang berlayar tanpa kompas. Saya berangkat menggunakan kapal layar dengan sebuah tujuan, tapi saya tidak tahu bagaimana cara untuk sampai ketujuan itu dengan cepat, selamat dan sempurna. Bagai mana tidak. Saya tahu sholat itu wajib maka saya kerjakan. Saya tahu sholat duha itu adalah sholatnya rezeki maka saya kerjakan dan saya tahu bahwa sedekah itu akan mendatangkan rezeki maka saya lakukan juga. Semua itu saya ketahui secara sedikit-sedikit dari bangku sekolah dan baca buku. Yah, berbagai refrensi buku saya cari untuk mendapatkan jalan Allah. Tapi ternyata semua itu belum cukup. Ustad Yusuf Mansur membuka cakrawala saya dengan konsep Al Quran dan Hadis, yang tidak sedikitpun membuat saya ragu.

Menyerahkan sedekah rutin dari Perusahaan Harian Pagi Bute Ekspres ke Ponpes Miftahul Huda Kuamang Kuning Jumat 25 Februari 2011

Menyerahkan Sedekah ke Pesantren

Foto bersama santri Santri Miftahul Huda di Kuamang Kuning, Bungo, Jambi.

Beri bantuan sedekah ke Ponpes Miftahul Huda

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Tanpa ragu semua tuntunan dalam Al Quran dan Hadis yang disampaikan melalui Ustad Yusuf Mansur saya jalankan. Subhanallah, inilah yang disebut dengan KEAJAIBAN. Banyak sekali keajaiban yang saya rasakan. Jika dulu saya hanya bersedekah dengan uang pribadi atas nama pribadi, kini saya juga menerapkan sedekah atas nama perusahaan Bute Ekspres yang saya pimpin. 10 Muaharam 1432 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jumat 10 Desember 2010 merupakan keputusan pertama saya di perusahaan untuk mengeluarkan sedekah 10 persen setiap bulan atas nama perusahaan. Panti Asuhan Aisiyah Muara Bungo, Jambi adalah tempat pertama yang saya satroni untuk menyalurkan sedekah kepada anak Yatim. Secara pribadi saya juga melakukan hal yang sama. Subhanallah, belum sempat saya pulang dari Panti Asuhan, tiba-tiba saya dapat telepon, untuk mengambil uang bantuan acara Seminar yang akan saya laksanakan, besarnya Rp. 3 juta. Padahal saat itu saya baru memberikan uang sedekah Rp. 1,5 juta. Tiga hari kemudian saya mendapatkan keuntungan dari seminar di Bungo 10 x lipat dari uang sedekah yang saya berikan. Alhamdulillah.
Sebulan kemudian tepatnya 12 Januari 2011, saya kembali menggunakan sholat untuk mensukseskan acara seminar di Tebo. Padahal hingga dua hari sebelum acara Ketua panitia dan panitia-panitia lain sudah khawatir dengan acara tersebut yang terancam tidak sukses karena peserta tidak sesuai dengan target. Tapi saya tetap tenang dan menganjurkan mereka untuk sholat. H-1 saya berangkat ke Tebo. Sebelum berangkat saya melaksanakan sholat duha 12 rakatan + sholat hajat 2 rakaat khusus untuk acara tersebut. Kedatangan saya kali ini untuk kedua kalinya setelah sebulan sebelumnya saya membentuk kepanitiaan. Pertemuan sekaligus persiapan acara dilakukan langsung di lokasi acara Geduang Utama Kantor Bupati Tebo. Tapi apa yang terjadi, Subhanallah, saya terpaksa harus closing atau menutup pendaftaran karena jumlah peserta terdaftar sudah melebihi dari kapasitas gedung dan sertifikat yang disiapkan. Malam H-1 peserta seminar yang sudah bayar 800 orang. Sementara yang mau mendaftar masih banyak. Alhamdulillah acara seminar tersebut berjalan sukses dan lancar, termasuk undangan saat pembukaan semua hadir termasuk Pak Bupati Tebo H A Madjid Muaz. Saya hanya tertegun saat merasakan bagaimana Allah mengerahkan malaikatnya untuk membantu saya. Semua diluar akal sehat dan bukanlah sebuah kebetulan. Alhamdulillah dari kegiatan ini perusahaan mendapat keuntungan yang lumayan besar.
Setelah sebulan lebih saya bergabung dengan e-Miracle barulah saya mendengarkan VCD versi 1, yang menjelaskan tentang MLM e-Miracle. Mendengar penjelasan Ustad Yusuf Mansur tentang MLM Sedekah, MLM Tahajud, MLM Duha dan MLM Amal, maka dalam hati saya berniat untuk membantu Ustad yang dalam hitungan usia atau umur satu tahun lebih muda dari saya. ‘’Saya akan membantu Ustad berwajah Baby Face ini untuk berdakwah’’.
Sebuah keputusan besar saya ambil saat itu. Saya menerapkan Sholat adalah syarat bekerja di perusahaan. Saat itu setiap Magrib dan Isya diterapkan sholat berjamaah di kantor. Pasalnya jam-jam tersebut adalah jam paling sibuk disemua kantor redaksi manapun, termasuk kantor kami Bute Ekspres. Maklumlah karena ‘’ngejar dead line’’. Tidak itu saja, semua wartawan, reporter, loper dan karyawan lainnya jika mendengar Adzan berkumandang harus segera sholat dan saya perintahkan untuk meninggalkan kerjaan, sekalipun sedang wawancara dengan orang terpenting sekalipun. ‘’Saya yang menjamin pekerjaan anda semua. Jika dapat masalah karena anda harus mendahulukan sholat. Saya tidak akan marah jika anda ketinggalan berita karena harus mendahulukan sholat dari pada liputan. Saya tidak akan marah jika pelanggan terpaksa off karena anda telat ngantar Koran akibat harus mendahului sholat,’’kata Saya kepada seluruh karyawan.
Subhanallah, setelah keputusan itu saya ambil, kini banyak orang yang menawarkan diri untuk menjadi agen dan membantu memasarkan Koran. Dan Alhamdulillah, banyak penambahan-penambahan pelanggan yang tanpa diduga-duga.
Sebuah keajaiban lain kembali saya rasakan pada Jumat 14 Januari 2011. Sebelum Sholat Jumat saya memanggil bagian keuangan untuk meminta daftar gaji seluruh karyawan. Tujuannya untuk membuat oret-oretan kenaikan gaji karyawan. Setelah saya membuat angka-angka baru pada lembar gaji lama, staf keuangan saya terkejut dan menilai angka tersebut akan sulit dicapai. ‘’Nanti kita tidak sanggup untuk membayarnya’’begitulah kira-kira ungkapan bagian keuangan saya saat itu. Entah bagaimana, saya justru berpikiran terbalik. ‘’Ini masih terlalu kecil untuk jasa mereka,’’kataku saat itu.
Lalu saya ambil pena dan kembali menulis lembaran rekap gaji tersebut sambil menambah angka masing-masing. ‘’Ini harus kita tambah. Ini adalah sedekah perusahaan kepada mereka,’’ungkapku sambil menulis tambahan angka rupiah ke masing-masing gaji karyawan.
Dewi, Staf Keuanganku tak bisa berbicara lagi saat ku sodorkan kertas itu dengan angka yang lebih besar dari angka sebelumnya. ‘’Ini berlaku mulai akhir Januari ini,’’tegasku, sembari bangkit dari tempat duduk dan bergegas pulang untuk melaksanakan sholat Jumat.
Subhanallah, usai sholat Jumat saya mendapatkan telepon dari David, salah seorang karyawan bahwa iklan sudah dieal dan Senin bisa langsung cair. Satu jam berselang, Reza, wartawanku yang lain menelpon, dan mengatakan seorang kandidat minta kontrak kerjasama, nilainya 30 juta, sore itu juga ditunggu. Tanpa ada perasaan apa-apa saat itu kontrak kerjasama yang saya ajukan justru Rp. 50 juta bukan Rp.30 Juta seperti yang diminta. Dan sebuah keajaiban, sepeserpun dari angka Rp. 50 Juta itu tidak dicoret dan kontrak kerja itu langsung diteken. Dan banyak lagi keajaiban-keajaiban yang saya rasakan saat melakukan apa yang diarahkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Kabar baiknya lagi, pada Februari 2011 ini omzet iklan perusahaan saya meningkat 100 persen lebih. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan ALHAMDULILLAH.(****)

Demikianlah tulisan tentang keajaiban Sholat dan Sedekah yang saya rasakan sendiri.  Kepada Allah saya mohon ampun agar dijauhkan dari riya’, ujub dan takabur. Tulisan ini sengaja saya buat untuk memotivasi para pembaca tentang nikmatnya jika segala sesuatu diserahkan kepada Allah. Dan yakjnlah jika Allah berkehendak maka caranya beda dan sangat cepat diluar akal sehat.

Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ustad Yusuf Mansur yang hingga kini saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Hanya Allah-lah yang bisa membalas kebaikan Ustad dan tim e-Miracle serta Wisata Hati. ”Ya Allah berikanlah kesehatan,  umur panjang dan murah rezeki kepada Ustad Yusuf Mansur serta jamaahnya. Berikanlah ia kekuatan dalam menjalankan dakwahMu,”AMIN.

Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Usiaku Bertamabah, Jatah Hidupku Berkurang

Posted by Jay pada November 11, 2010

MUARA BUNGO, KAMIS 11 NOVEMBER 2010. Tiba-tiba istriku Melly Susanti memberi isyarat untuk bangun dari tidur. Suara hujan diluar sana sangat berisik dan memekakkan telinga. Ku lihat jam dinding masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari. ‘’Selamat ulang tahun yah Pa. Semoga panjang umur, sehat badan, murah rezeki, bisa cepat naik haji dan dapat anak,’’bisik istriku sembari menarik tanganku dan menciumnya. Papa sekarang sudah berusia 35 tahun lo. Sudah tua, bisiknya lagi. Cuaca dingin disertai hujan lembat membuat kami menikmati malam begitu mesrah. Subhanallah Alhamdulillah. Upzz ceritanya ngak boleh diteruskan. Ntar pembaca yang belum cukup umur bisa keplingsetan. Hehehehe.
Sementara itu matahari mulai memancarkan cahayanya. Ayam dan burung saling bersautan menyambut pagi yang masih basah dengan hujan rintik-rintik. HP ku berbunyi. Tanda SMS masuk. SMS ucapan selamat ulang tahun. Diantanya ada nomor yang tak ku kenali. Salah satu SMS yang masuk berbunyi begini ; Waktu adalah ruang hampa, yg tRs berguliR m’ikuti aluR sang msa ia tak pernah bcRa. ULNG THN hnyalah skat antR masa llu n msa dpan. 1 usiamu b’tambah nmun pd hkikatnya ia b’kRang spRt hal’a k indah’n sang mlm nan lruh tengelam dlm dkpn jgat pagi. Awaly hrimu dgn baik, jjki langkahmu dgn lbh bijak. SELAMAT ULNG THN. Ykin & p’cyalh akan htimu oz thn psti m’berikan yg t’baik untukmu…!.
Pagi itu seperti biasa pukul 08.00 WIB,  aku berangkat kerja menuju kantorku di Jalan Rangkayo Hitam, Bungo Timur, Kecamatan Pasar Muara Bungo. Setelah membaca Koran hari ini, aku langsung membuka laptop dan mengakses internet. Membuka website kantorku dan media online adalah kebiasaanku untuk mengontrol kerja stafku dan mencari informasi hari ini. Tak ketinggalan aku membuka email, facebook, twiter  dan blog pribadi. Hmmm, ternyata ucapan selamat ulang tahun di FB-ku banyak sekali. Terima kasih teman-teman atas doa dan kunjungannya.
Yah, hari ini Kamsi 11 November 2010 usiaku memang bertambah. Sebelumnya berusia 34 kini menjadi 35. Tapi sebenarnya jatah hidupku sebenarnya berkurang. Aku tidak tahu berapa lama lagi jatah hidupku. Karena itu rahasi sang Ilahi. Kini aku mulai berpikir bagaimana agar sisa umurku yang tinggal sedikit ini bisa bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya bagi istri, keluarga, staf dan perusahaan tempat aku bekerja serta bagi teman-temanku. Hanya kepada Allah SWT aku berdoa semoga hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Dan hari esok bisa lebih baik lagi, lebih baik lagi dan lebih baik lagi. RidhoNya adalah yang paling kuharapkan. Ya Allah, jgn kau cabut nyawaku kecuali dalam keadaan Islam dan beriman kepadaMu. Kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang sholih di Dunia ini dan Akhirat nanti. AMIN.(****)

Ditulis dalam Cerita, Humor, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Wartawan | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Guru Favorit Jambi Ekspres Kembali Mengajar Dengan Wawasan Dunia

Posted by Jay pada November 10, 2010

Terima Kasih Semuanya…………

TERSENYUM  : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres tiba di Bandara dengan wajah tersenyum dan gembira.

TERSENYUM : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres tiba di Bandara dengan wajah tersenyum dan gembira.

JAKARTA, JAMBI, KAMIS 28 OKTOBER 2010. Genap sepuluh hari perjalanan kami sejak tanggal 19 Oktober terbang dari Jambi. Hari ini merupakan hari terakhir perjalanan kami setelah menjelajahi Negeri Tirai Bambu. Sudah banyak sekolah dan tempat wisata yang kami kunjungi, termasuk bersilaturrahmi dengan KBRI di Beijing dan Konjen RI di Hongkong. Kini kami sudah berada lagi di Jambi, setelah semalam sempat nginap di Hotel dekat bandara Sokarno Hatta, Jakarta. Para guru sudah siap untuk kembali mengajar di sekolah masing-masing, dengan segudang wawasan yang didapat selama di China.

DISKUSI : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus berdiskusi dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi dan Ketua Panitia Zainuddin usai acara pelepasan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di rumah dinas Gubernur 17 Oktober 2010.

DISKUSI : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus berdiskusi dengan CEO Jambi Ekspres Sarkawi dan Ketua Panitia Zainuddin usai acara pelepasan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di rumah dinas Gubernur 17 Oktober 2010.

AKRAB : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Ketua Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 Zainuddin.

AKRAB : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Ketua Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 Zainuddin.

SANTAI : CEO Jambi Ekspres Sarkawi bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin di Macau.

SANTAI : CEO Jambi Ekspres Sarkawi bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin di Macau.

Perjalanan yang menyenangkan di Beijing, Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong bersama Trans Global Tour, membuat lenyap letih selama setahun mengurus kepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010. Namun apalah artinya kerja saya selama setahun jika tidak didukung  oleh semua pihak. Karena itu saya patut berterima kasih kepada : CEO Jambi Ekspres, Sarkawi, Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus, Bupati Bungo H Zulfikar Achmad, Bupati Tanjabtim H Abdullah Hich, Bupati Tebo  H Madjid Muaz, Bupati Batanghari Syahirsyah dan Bupati Merangin H Nalim, serta seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi lainnya.

SERIUS : Bupati Bungo H Zulfikar Achmad bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin, usai pelepasan guru Bungo yang terpilih sebagai Guru Favorit 2010.

SERIUS : Bupati Bungo H Zulfikar Achmad bersama Ketua Panitia GF JE 2010 Zainuddin, usai pelepasan guru Bungo yang terpilih sebagai Guru Favorit 2010.

AKRAB : Bupati Merangin Nalim bersama Zainuddin.

AKRAB : Bupati Merangin Nalim bersama Zainuddin.

Selain itu saya juga tidak bisa melupakan jasa baik dari travel ;  Trans Global Tour,  khususnya Mbak Nilawati, yang mensuport kegiatan study banding Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 ini ke Negeri Tirai Bambu (Beijing,Ghuangzho, Shenzhen, Macau dan Hongkong). Saya rekomendasikan kepada pembaca untuk menggunakan jasa Trans Global Tour sebagai jasa perjalanan. Saya dan 22 rombongan sudah merasakan bagaimana upaya Tour Leader Mbak Nilawati, dari Trans Global Tour, dalam memberi pelayanan dan kepuasan bagi kami semua. Bahkan Bosku Sarkawi sempat bilang begini ; ‘’Saya sudah kemana-mana. Ke China saja sudah empat kali. Tapi baru kali ini saya jalan keluar negeri disuguhi makanan di restoran Muslim. Travelnya oke,’’.
Peran Mbak Nila dalam acara puncak Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 sangat besar dan membantu. Terima kasih Mbak Nila. Bahkan saya sendiri sempat kesal dengan seorang guru hanya karena dia marah dengan Mbak Nila. Sebagai ketua panitia, saya harus bersikap netral untuk menjernihkan persoalan.  Alhamdulillah guru yang tadinya marah dengan Mbak Nila bisa mengerti dan menerima kondisi yang terjadi.
Selain itu saya juga tidak bisa melupakan peran Mbak Nila dalam menggandeng pihak Garuda Indonesia. Dihari terakhir menjelang keberangkatan, Garuda Indonesia mau bergabung dan ikut mensuport kegiatan kami. Meskipun sebenarnya saya juga agak kesal dengan teman saya wartawan Independet yang sengaja dibawa untuk meliput, tapi tidak sebait katapun menulis tentang Guru Favorit Jambi Ekspres. Tulisannya yang muncul justru tentang Garuda melulu, tanpa menyinggung sedikitpun soal Study Banding Guru Favorit Jambi Ekspres selama di China. Yah sudah lah. Saya bersyukur kegiatan kami ini bermanfaat bagi orang banyak. Terima kasih Garuda Indonesia terima kasih Mbak Nila, mohon maaf Mbak Nila jika pada salah satu tulisan saya (dari puluhan tulisan selama kegiatan) sebelumnya sempat membuat Mbak marah. Tapi sebenarnya tulisan itu hanya menceritakan waktu saat itu saja, bukan sebelum atau sesudahnya.

RILEK : Zainuddin beserta Tour Leader Nilawati dari Trans Global Tour di Beijing.

RILEK : Zainuddin beserta Tour Leader Nilawati dari Trans Global Tour di Beijing.

Oh Yah, perjalanan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 selama setahun tak juga bisa berjalan lancar jika tanpa dukungan dari berbagai sponsor yang sejak awal mengiringi kegiatan kami. Diantaranya, JPM Trona, Tropi, Indosat, Petrochina, WKS, Koperasi Kreatif Bersama dan sejumlah  sponsor lainnya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Terima kasih semuanya.
Suksesnya kegiatan Pemilihan  Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 juga tidak terlepas dari bantuan seluruh puluhan panitia dari Jambi Ekspres. Terima kasih teman-teman. Semoga jasa kalian semua dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Jazakumullah Khairul Jaza. Saya tidak bisa memberikan apa-apa  bahkan oleh-olehpun hanyalah  barang murah yang bisa saya berikan. Dan mungkin ada diantara teman-teman yang tidak dapat atau terlupakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Tugas saya dikepanitiaan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tinggal satu. Yakni membuat laporan pertanggungjawaban. Apapun hasil dari laporan saya nanti akan saya terima. Sebab saya sadar banyak kekurangan selama setahun berjalannya kepanitiaan ini. Saya hanya berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk guru-guru  Jambi dan perusahaan Jambi Ekspres.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Masyarakat Hong Kong Puji Batik Jambi

Posted by Jay pada November 9, 2010

Study Banding Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di Hongkong, China

KOMPAK  : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama di pinggir pantai Hongkong, menjelang berkunjung ke sekolah.

KOMPAK : Rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 foto bersama di pinggir pantai Hongkong, menjelang berkunjung ke sekolah.

HONG KONG, RABU 27 OKTOBER 2010. Sudah delapan hari kami menjelajahi daratan China. Dan hari ini merupakan hari terakhir perjalanan rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 di Negeri Tirai Bambu ini, sejak tanggal 19 Oktober terbang dari Jambi, bersama tour leader Nilawati, dari Global Tour. Kami sepakat hari ini menggunakan seragam batik Jambi.
Ajhou, Guide yang menuntun kami selama di Hong Kong menyebutkan bahwa rombongan ditunggu di sekolah pada pukul 12.00 waktu setempat.  Ajhou sempat memuji baju seragam yang kami kenakkan. Selain dasarnya halus, coraknya dan warnanya juga indah. Pujian ini juga disampaikan sejumlah warga Hong Kong lainnya, yang sempat berbincang-bincang dengan saya dengan bahasa Ingris belepotan.

MEJENG : Sebelum berkunjung ambil pose dulu di City  University of Hong Kong.

MEJENG : Sebelum berkunjung ambil pose dulu di City University of Hong Kong.

Menjelang waktu kunjungan ke sekolah, kami pergi ke pantai di tengah kota Hong Kong. Dari tepi pantai ini kami melihat kemegahan kota Hong Kong yang dikenal juga dengan kota perdagangan dan keuangan dunia ini. Disebut kota perdagangan, karena di Hong Kong terdapat pelabuhan dagang terbesar di Dunia. Disebut kota keuangan dunia, karena seluruh bank di dunia ada disini. Termasuk bank-bank milik Indonesia. Bank Mandiri, BNI dan  BRI terlihat diantara deretan bank-bank dunia lainnya.
Setelah puas berpose, kami melanjutkan perjalanan ke sekolah.  Hong Kong Baptist University atau Hongkong International University adalah tujuan kami. Sebelum tiba di universitas Internasional ini kami sempat singgah di City University of Hong Kong.
Di Hong Kong Baptist University, kami melakukan audiensi selama hampir dua jam. Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong.

GURU SEKOLAH : Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.

GURU SEKOLAH : Dr. Anita Y.K.Poon, Associate Professor Departement of Education Hong Kong Baptist University, menjelaskan secara detail sejarah pendidikan di Hong Kong kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.

Menurut  Anita, kemajuan pendidikan di Hong Kong tak terlepas dari kepedulian pemerintahan, yang melakukan reformasi terhadap sistim pendidikan. Dulunya pada 1914-1970, kata Anita,   pendidikan di  Hong Kong hanya diperuntukan bagi anak para elit-elit kelas atas. ‘’Sejak tahun 1971 barulah diadakan program wajib sekolah 6 tahun. Dan dalam perkembangan pada tahun 1978 diadakan program wajib sekolah 9 tahun dan baru pada tahun 2008 dilakukan wajib sekolah 12 tahun,’’kata Dr. Anita Y.K.Poon saat memberi penjelasan kepada rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres yang datang langsung ke Hong Kong Universitas Internasional atau Hong Kong Baptist University, seraya mengaku selama proses reformasi pendidikan tersebut dilakukan terdapat banyak kendala. Seperti kepentingan politik dan kemampuan tenaga guru yang memadai.
Dampak reformasi pendidikan tersebut, kini menjadi nyata. Bahkan Hong Kong sudah menjadi salah satu tujuan belajar dunia, selain juga sebagai pusat perdagangan dan keuangan dunia. Diakhir perpisahan Anita dan sempat memuji seragam batik Jambi yang kami kenakkan. Menurutnya, kain dasar, corak dan warnanya bagus.
Setelah puas di sekolah ini kami langsung melanjutkan perjalanan. Namun saya teringat ucapan Pak  Hari Budiyarto, Kepala Kantor Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, yang kami kunjungi sehari sebelumnya. Menurutnya, Jambi merupakan pionir dan patut dicontoh untuk daerah lain. Yang lebih mengejutkan Budi, bahwa yang membawa guru-guru study banding ke Tiongkok tersebut adalah   Jambi Ekspres,  perusahaan media nomor satu di Jambi.
‘’Biasanya yang melakukan study banding adalah anggota dewan atau pejabat-pejabat. Tapi kali ini adalah guru yang langsung sebagai pelaksana lapangan. Dan Jambi merupakan pionir. Gebrakan yang bagus ini patut dicontoh, agar tujuan dari study banding tersebut benar-benar bermanfaat,’’kata   Hari Budiyarto, saat menerima rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres.
Untuk diketahui,  Hong Kong merupakan daerah administrasi khusus RRC dengan jumlah penduduk 6,99 juta jiwa.  Hong Kong SAR dikembalikan kepada RRC oleh Inggris tahun 1997. Luas Hong Kong 1,104 Km2, terletak di ujung tenggara Tiongkok. Hong Kong yang disebut dengan jendela dunia itu memiliki iklim sub tropis. Itu karena Hong Kong merupakan pusat perdagangan internasional dan keuangan. Kondisi ini bisa dilihat dari sejumlah bank-bank Indonesia yang terlihat berjejer diantara bank-bank internasional lainnya. Sebut saja diantaranya BNI, Mandiri, BRI dan lain sebagainya.
Tidak itu saja, sebuah pelabuhan internasional  juga terdapat di kota bekas jajahan Inggris ini.  ‘’Ini merupakan pelabuhan barang terbesar di dunia,’’kata Ajuo, guide yang menuntun rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres selama dua hari di Hong Kong.
Sebagai jendela dunia Hong Kong pun menjadi incaran para pencari kerja, termasuk warga Indonesia (WNI).  Menurut keterangan Hari Budiyarto, Kepala Kantor KJRI di Hong Kong, WNI di Hong Kong berjumlah 156.306 orang sebagian besar adalah TKI yakni sebanyak 140.558 orang. 90 persen TKI tersebut adalah wanita atau TKW.
Oke, lanjut ke cerita perjalanan kami, setelah dari sekolah kami sempat singgah ke sebuah tempat pengobatan tradisonal Tiongkok. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pengobatan tradisional Tiongkok juga menjadi tempat wisata turis. Saya tidak tertarik untuk beli obat disini. Bukan tidak percaya dengan khasiatnya. Tapi yah karena harganya mahal dan tidak cukup dengan uang dikantong. Hahahahaha.
Disini kami hanya sekitar setengah jam saja. Dan kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju ke bandara Internasional Hongkong.  Karena waktunya sudah mepet, kami terpaksa makan siang di bandara.    Sekitar pukul  16.00 waktu Hongkong kami rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres, terbang dari Hong Kong menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-863. Kami baru tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB. Jarak waktu Indonesia dan China satu jam lebih cepat. Perjalanan empat jam setengah terasa singkat dengan kenyamanan dan pelayanan yang diberikan oleh awak pesawat Garuda Indonesia. Karena hari sudah malam, kamipun nginap di Hotel dekat bandara. Mengingat sebagian rombongan akan segera melanjutkan perjalanan ke Jambi pagi hari dan sebagian lagi akan melanjutkan perjalanan ke Jambi sore sore.(****)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerajinan, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Musik, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.