Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Maret, 2011

Cheryl Putri Zain, Lahir Usai Aku Sholat Tahajut

Posted by Jay pada Maret 22, 2011

Cheryl Putri Zain

Cheryl Putri Zain

HARI ini Sabtu 19 Maret 2011 merupakan hari yang paling bahagia bagi diriku dan istri. Betapa tidak, saat aku masih diatas sajadah usai sholat tahajut, menjelang Subuh,  tepatnya pukul 04.00 WIB (waktu sholat subuh pukul 04.50), aku mendapat telepon bahwa anak pertamaku telah lahir. Jenis kelamin perempuan dengan berat badan 3100 gram dan panjang badan 49 cm. Putriku lahir dengan kondisi tubuh terlilit tali pusat. Meski begitu, ia sehat. Alhamdulillah.
Bayangan tangisannya langsung melengking ditelingaku. Kepada Allah SWT aku bersyukur, karena putriku lahir dengan keadaan sehat dan fisik yang lengkap. Seperti biasa usai sholat subuh di Masjid, aku langsung membaca doa. Tak lupa untuk putriku yang baru lahir.  Dan dilanjutkan dengan baca Alquran.
Belum lagi hilang rasa kebahagian itu, pagi itu usai sholat Dhuha aku berangkat memenuhi undangan PT. Agung Auto Mall, dialer resmi mobil Toyota di kawasan TAC Jambi, untuk sekedar coffe  morning. Perut sengaja ku kosongkan. Martabak india dan mie celor yang disajikan pihak dialer langsung ku santap. Dan Alhamdulillah aku mendapatkan hadih ipod Appel, yang nilainya mencapai Rp. 3 juta. ‘’Ini rezeki anak,’’kata Istriku, Melly Susanti.
Siangnya aku langsung menghadirkan acara pembukaan seminar Guru di GOS Kotabaru. Usai acara pembukaan, aku langsung ke kantor untuk melakukan rapat dengan para guru favorit, dengan agenda reuni dan pembentukan organisasi guru favorit yang aku gagas sendiri. Alhamdulillah, organisasi yang aku gagas  terbentuk dengan sukses dengan nama FORUM GURU FAVORIT JAMBI EKSPRES (FGF-Jambi Ekspres).

ipod rezeki untuk Cheryl

ipod rezeki untuk Cheryl

Aku baru pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Usai sholat ashar, aku dan istri merancang nama sang buah hati. Kami sepakati nama sang buah hati Cheryl Putri Zain, yang berarti Anak Perempuan Raja yang Cantik dan Dihormati. Nama ini diambil dari tiga unsur bahasa. Indonesia, Arab dan Prancis.
Cheryl  diambil dari bahasa Prancis yang berarti dihormati atau terhormat. Putri diambil dari bahasa Indonesia yang artinya Anak Raja perempuan. Zain diambil dari bahasa Arab dengan dasar bahasa Zainun yang artinya Cantik, indah,elok. Selain itu Zain juga merupakan singkatan atau awalan dari namaku Zainuddin.
Ya Allah jadikanlah anakku Cheryl Putri Zain menjadi anak yang sholehah, sempurna akal pikirannya, sempurna fisiknya, elok rupanya, cerdas otaknya, sehat tubuhnya dan kuat badannya. Ta’at padaMu ya Allah, mencintai Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatNya, berbakti pada orang tua, berguna bagi nusa, bangsa serta agama. AMIN.

Ditulis dalam Cerita, Keluarga, Kerja, Kisah Nyata, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , , , , , , , , | 5 Komentar »

Forum Guru Favorit Jambi Ekspres Terbentuk

Posted by Jay pada Maret 21, 2011

ALHAMDULILLAH, rencana saya untuk membentuk organisasi Guru Favorit Jambi akhirnya terbentuk Sabtu 19 Maret 2011 dengan nama Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-Jambi Ekspres). Meski saya bukan seorang guru,  tapi saya merasa organisasi ini perlu dibentuk. Ide ini muncul saat saya dipercaya menjadi ketua Panitia Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres ke-6 tahun 2010, dan  membawa 14 Guru Favorit Jambi Ekspres angkatan ke-6 keliling China selama sepuluh hari pada Oktober 2010 lalu.
Dasar pemikiran membentuk organisasi ini adalah, memfasilitasi pemikiran, ide dan saran dari para guru favorit untuk disampaikan ke pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal membangun pendidikan Jambi agar lebih baik dan semakin baik. Diharapkan, melalui organisasi FGF-Jambi Ekspres ini, pengalaman dan pengetahuan para guru favorit selama mengikuti study banding ke berbagai Negara bisa lebih bermanfaat. Tidak hanya untuk guru itu sendiri, tapi juga bisa ditularkan kepada guru lain dan sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Jambi. Selain itu, organisasi ini juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk mempererat silaturrahim antara sesama guru.

Nyantai Bersama Pak Bos Sarkawi

Nyantai Bersama Pak Bos Sarkawi

Kepada Allah saya bermunajat, agar langkah saya sebagai INISIATOR dan PELOPOR dalam pembentukan Forum Guru Favorit Jambi Ekspres ini tidak ada unsur lain, selain hanya keinginan saya untuk membantu pendidikan di Negeri ini khususnya di Provinsi Jambi.
Oke, lanjut. Nama organisasi ; Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-Jambi Ekspres) disepakati dalam forum reuni alumni Guru Favorit 2005  s/d 2010 di lantai dua Graha Pena Jambi Ekspres pada Sabtu 19 Maret 2011. Para guru sengaja saya undang ke Jambi untuk mengadakan reuni dan pembentukan organisasi ini. Alhamdulillah, mereka menyambut baik rencana itu.
Setelah disepakati nama organisasi, akhirnya dalam forum tersebut juga terpilih sebagai Ketua Feerly Mounthana (guru dari Muara Bungo), Wakil Ketua Jufri (guru dari Batanghari), Sekretaris Ruliana Dewi (guru dari Muaro Jambi), Wakil Sekretaris Rusfery (Guru dari Tanjabar), Bendahara Noviyenti (guru dari Batanghari) dan Wakil Bendahara HjSurirama (guru dari Kota Jambi).
Hadir dalam acara pembentukan FGF-Jambi Ekspres tersebut Sarkawi, CEO Jambi Ekspres Group, Novwan Syafi’I, Redpel Jambi Ekspres dan Aswan Hidayat, ketua GF 2009.
Dan saya semakin senang, karena Pak Bos  Sarkawi sangat mendukung organisasi tersebut. Ia bahkan langsung memberikan gambaran kerja yang bisa dilakukan oleh FGF. Soal pendidikan, Pak Bos Sarkawi memang sangat peduli. Bahkan dalam berbagai kesempatan Ia selalu memberikan motivasi agar anak-anak Jambi dan guru-gurnya untuk sekolah setinggi-tingginya. ‘’Kalo perlu anak-anak, kita sekolahkan ke luar negeri,’’kata pak Bos dalam setiap sambutannya.
Menurut saya, Pak Bos Sarkawi layak disebut sebagai SANG MOTIVATOR PENDIDIKAN. Ia tidak hanya memotivasi dengan ucapannya dihadapan ratusan bahkan ribuan guru dan siswa diberbagai kesempatan, tapi juga langsung berbuat. Berbagai program di JE misalnya. Membawa Guru study banding ke luar negeri dan memberi beasiswa kepada siswa dan beasiswa S2 kepada guru adalah salah satu program JE, perusahaan media yang dipimpin oleh Sarkawi. Selain itu, JE membuat rubrik khusus  untuk pendidikan dan memberikan ruang kepada guru dan siswa untuk menyalurkan bakat tulis di Harian Pagi Jambi Ekspres.
Semoga dengan terbentuknya Forum Guru Favorit Jambi Ekspres (FGF-JE) ini pendidikan Jambi akan lebih baik dan lebih maju lagi.(***)

Ditulis dalam Kerja, Kisah Nyata, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar »

Masyarakat Ngak Ngerti Dengan Harga Minyak Dunia

Posted by Jay pada Maret 9, 2011

Wacana Kenaikan BBM 2011

Antre panjang untuk membeli minyak. Padahal dibawah tempat mereka berpijak terdapat sumber minyak.

Antre panjang untuk membeli minyak. Padahal dibawah tempat mereka berpijak terdapat sumber minyak.

RENCANA pemerintah Indonesia untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai meresahkan masyarakat.  Pemerintah beralasan, harga minyak dunia fluktuatif dan cendrung mengalami kenaikan, akibat suhu politik di Timur Tengah yang belum kondusif. Persoalan ini memang delamatis. Sebab masyarakat sendiri tidak mengerti dengan harga minyak dunia. Mungkin kurang dari 20 persen dari jumlah masyatakat Indonesia yang mengerti dengan penjelasan yang disampaikan oleh Darwin Zahedy, Mentri ESDM. Apalagi penjelasannya menyangkut ICP (Indonesia Crude Price), uang dolar dan kata-kata per barel. Lalu dikaitkan lagi dengan APBN.  Wah, masyarakat jadi runyem. Kening mereka makin berkerut saat mendengar penjelasan bahwa kenaikan minyak dunia akibat ribut-ribut di Timur Tengah.
Yang mereka tahu, bahwa BBM akan dinaikan. Untuk premium akan naik 500, dari sebelumnya Rp.4.500 akan menjadi Rp.5000, hal semacam inilah yang mereka mengerti. Dan yang mereka tahu bahwa di bumi Nusantara ini memiliki sumber minyak. Tapi kenapa jusrtu harga minyak terus naik, dan masyatakat malah dibuat menderita. Dan kenapa Timur Tengah yang rusuh, masyatakat Indonesia yang menderita. Istilahnya ; suami-istri tetangga yang ribut,   kok rumah kita yang berantakan. Inilah pemikiran masyarakat. Mereka tidak pernah mau tahu dengan patokan harga minyak dunia. Yang mereka tahu, nanam padi di sawah, maka persoalan beras di rumah akan teratasi. ‘’Ngak mungkin toh petani padi harus makan ubi, karena ngak sanggup beli beras,’’kata mereka dengan istilah yang sederhana.

Hanya bisa berteriak tapi ngak digubris

Hanya bisa berteriak tapi ngak digubris

Saya yang mendengar perdebatan antara sesama masyatakat di warung kopi itu hanya bisa manggut-manggut, sembari sekali-kali menggumbar senyum kepada mereka. ‘’Apa sih kurangnya di Indonesia ini. Minyak bumi, batu bara, emas, timah, biji besi, tanah yang subur, sungai, laut, hutan dan masih banyak lagi kekayaan di bumi Indonesia ini. Tapi kenapa kita jadi susah begini,’’kata pria berkumis sembari meneguk kopi hitam.
‘’Atau.. Jangan-jangan yang menikmati isi alam Indonesia ini hanya segelintir orang saja ?. BEDEBAH. Yah, ini mungkin penyebab kita semua menderita,’’timpal seorang pria lain sembari membanting sebungkus rokok di atas meja.
‘’Pejabat kita ini sudah sakit kronis alias koma, perlu kita dibacakan talkin,’’saut pria berkumis lagi sambil manggut-manggut.
Dari pengalaman sebelumnya. Biasanya, RENCANA KENAIKAN BBM ini akan berdampak dari berbagai sektor.  Baru RENCANA, harga produk  sudah naik. Baru RENCANA BBM sudah langka. Ketika rencana itu dijalankan, maka harga produk dan jasa layanan kembali naik. Artinya akan terjadi dua kali lipat kenaikan barang dan jasa. Dampaknya, masyarakatlah yang jadi korban. Sementara, gaji  pegawai ngak naik. Ahhhh.
Yang membuat parahnya lagi, kenaikan BBM dilakukan dalam beberapa tahap. Seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Kondisi ini semakin membuat menderita masyatakat. Semoga saja rencana kenaikan BBM tahun ini benar-benar sudah dikaji dengan matang oleh para pejabat kita di Negeri ini.(***)

Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Humor, Keluarga, Kerja, Kisah Nyata, Pemerintahan, Pengalaman Pribadi, Politik, Religi, Seputar Kita, Tradisional | Bertanda: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Penegakan Hukum Jangan Membuang Rasa Kemanusiaan

Posted by Jay pada Maret 8, 2011

Penulis : Zainuddin, SE

Penulis : Zainuddin, SE

PADA SUATU pagi sekitar pukul 06.30 WIB, saya seperti biasa melakukan jogging dan jalan santai diseputar tempat tinggal saya di Muara Bungo, tepatnya arah pemancar transmisi TVRI. Ini merupakan kegiatan rutin pagi saya selama di Muara Bungo khususnya, sebelum berangkat kerja. Udaranya begitu bersih dan segar. Karena masih banyak pepohonan rindang. Saat asyiknya jalan sambil menggerak-gerakkan badan, tiba-tiba dari kejauhan terlihat dari arah berlawanan seseorang juga berlari kecil dan sekonyong-konyong jatuh tersungkur.
Astagfirrullahalazim. Inalillahiwainailaihirojiun, ucapkan sepontan sambil mempercepat langkahku mengejar orang tersebut yang tersungkur dijalan aspal yang sedikit menurun. Sementara tak jauh dari pria tua itu terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang nyapu dipinggir jalan. Anehnya, pria paruh baya itu bukanya membantu menolong lelaki tua ini, tapi justru berlari masuk kedalam pagar rumahnya. ‘’Heiii. Bantu  bapak itu,’’teriakku sambil berlari memanggil pria tersebut yang tergopoh-gopoh hendak masuk kerumahnya. Mendengar teriakanku, pria tersebut langsung memutarkan badannya menghampiri pria tua yang tersungkur yang jaraknya hanya beberapa tombak saja darinya.
‘’Saya takut jadi saksi,’’gumam pria tersebut sembari melihat bapak tua yang tersungkur. Akupun langsung berusaha mengangkat tubuh pria tua tersebut dari aspal. Badannya yang kurus dengan tinggi sekitar 165 CM langsung berdiri sembari menyebut-nyebut nama Allah. Wajahnya pucat pasi dan mengucurkan darah segar bercampur keringat. Tanpa pikir panjang aku memberhentikan sepeda motor yang melintas. Beruntung dua pemuda ABG ini bersedia mengantarkan bapak tua ini.
Usai kejadian, saya sempat bertanya kepada pria yang sedang nyapu dipinggir jalan yang tak jauh dari lokasi bapak tua itu jatuh, tentang alasan dia menghindar dan tidak mau membantu pria tua tadi. Menurutnya,  ia takut menjadi saksi. Ia malas ditanya-tanya polisi, jika terjadi sesuatu terburuk pada pria tua itu. Sepertinya pria ini sudah trouma menjadi saksi di kepolisian.
Entahlah apa yang menyebabkan ketakutan pria itu menjadi saksi saat harus menolong orang. Namun yang jelas, karena ketakutanya untuk menjadi saksi, rasa kemanusiaannya pun menjadi pudar. Dan tega melihat orang tua tersungkur sendirian ditengah jalan yang sepi.
Beberapa kasus yang pernah saya ketahui soal saksi dalam sebuah perkara memang sedikit membingungkan. Istilah ‘’Yang benar bisa jadi  salah. Yang salah bisa jadi benar’’ rasanya sudah sering ditemukan didalam penegakan hukum di Indonesia ini. Istilah lain yang menyebutkan ‘’Hukum  milik orang kaya’’ juga tidak bisa ditepis. Faktanya memanglah banyak peristiwa semacam itu. Namun tidak semua juga seperti itu. Sebab masih ada penegak-penegak hukum di Indonesia ini yang malu melakukan hal tersebut. Tapi mereka hanyalah minoritas, sehingga keberadaannyapun tersingkirkan.
Semoga dengan banyak terungkapnya kejahatan-kejahatan hukum yang melibatkan penegak hukum di Indonesia,  bisa menjadi cambuk bagi penegak hukum untuk memperbaiki diri. Sehingga keadilan di Indonesia ini bisa benar-benar dirasakan.
Polisi bukan hanya mitra orang kaya. Tapi mitra seluruh lapisan masyarakat. Kejaksaan bukan tempat pilih memilih pasal tuntutan hukuman.  Tapi menerapkan pasal yang tepat bagi pelaku kejahatan. Pengadilan bukan tempat untuk menghukum, tapi tempatnya untuk mencari keadilan.(***)

Ditulis dalam Budaya, Cerita, Hukum & Kriminal, Humor, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Pengalaman Pribadi, Religi, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Keajaiban Sholat & Sedekah

Posted by Jay pada Maret 1, 2011

Tergugah Setelah Gabung e-Miracle

AKHIR 2010 merupakan awal perkenalanku dengan e-Miracle, sebuah MLM asuhan Ustad Yusuf Mansur. Cerita soal Multi Level Marketing atau MLM sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi saya. Maklum lah, teman-teman banyak yang masuk dalam bebagai group MLM. Macam-macam bentuknya. Karena ingin bantu teman, terkadang saya terpaksa harus ikut-ikutan “jebur” dalam MLM tersebut, meskipun kemudian harus stagnan setelah masuk. Tapi kali ini beda. MLM e-Miracle yang ditawarkan kepada saya beda. Sejarah saya bertemu dengan MLM inipun berbeda. Jika dulu saya yang dikejar-kejar teman agar masuk ke MLM. Tapi ini saya yang justru mengejar MLM satu ini. Upzzz, tapi bukan karena ingin mendapatkan profit dari MLM ini. Tapi karena saya ingin mendapatkan ilmu dari pemilik MLM ini yakni Ustad Yusuf Mansur.
Ustad Yusuf Mansur Seruannya untuk sholat tepat waktu dan menggalakan sedekah, sholat duha dan menegakkan yang sunah mendorong saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Adalah Mas Hasto, yang menawarkan saya untuk gabung di e-Miracle. Saat itu saya sempat bertanya, ‘’jika gabung apa saja yang bisa saya dapat’’. Menurut Mas Hasto, saya akan mendapatkan lima CD/DVD. DVD 1 adalah penjelasan tentang MLM e-Miracle, sedangkan CD 2,3,4 dan 5 berisikan tausyiah dari Ustad Yusuf Mansur. Selain juga mendapatkan staterkit, buku panduan dan kartu anggota. Semuanya lengkap dalam satu tas. Hanya karena ingin mencari Tuhan saya ikut gabung ke e-Miracle. Dengan niat ingin mendapatkan ilmu Allah, saya menyerahkan uang Rp. 520.000 kepada Mas Hasto, sembari berkata ‘’Ini adalah sedekah saya’’.
Dua minggu lebih setelah gabung e-Miracle, praktis setiap hari saya mendengarkan tausiyah dari Ustad Yusuf Mansur, termasuk VCD 10 Dosa besar yg saya beli dari Mas Hasto dan beberapa tausiyah-tausiyah lain dalam bentuk MP3 hasil rekaman dari TV. Kecuali VCD versi 1. Saya benar-benar ‘’terhipnotis’’ dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansur. Betapa tidak. Sebelumnya saya juga sudah menjalankan sholat fardu, sholat duha dan sedekah. Tapi saat itu saya bagaikan kapal yang berlayar tanpa kompas. Saya berangkat menggunakan kapal layar dengan sebuah tujuan, tapi saya tidak tahu bagaimana cara untuk sampai ketujuan itu dengan cepat, selamat dan sempurna. Bagai mana tidak. Saya tahu sholat itu wajib maka saya kerjakan. Saya tahu sholat duha itu adalah sholatnya rezeki maka saya kerjakan dan saya tahu bahwa sedekah itu akan mendatangkan rezeki maka saya lakukan juga. Semua itu saya ketahui secara sedikit-sedikit dari bangku sekolah dan baca buku. Yah, berbagai refrensi buku saya cari untuk mendapatkan jalan Allah. Tapi ternyata semua itu belum cukup. Ustad Yusuf Mansur membuka cakrawala saya dengan konsep Al Quran dan Hadis, yang tidak sedikitpun membuat saya ragu.

Menyerahkan sedekah rutin dari Perusahaan Harian Pagi Bute Ekspres ke Ponpes Miftahul Huda Kuamang Kuning Jumat 25 Februari 2011

Menyerahkan Sedekah ke Pesantren

Foto bersama santri Santri Miftahul Huda di Kuamang Kuning, Bungo, Jambi.

Beri bantuan sedekah ke Ponpes Miftahul Huda

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Zainuddin foto bersama GM Bute Ekspres Zainuddin SE dan pengasuh Ponpes lainnya usai memberikan bantuan sedekah

Tanpa ragu semua tuntunan dalam Al Quran dan Hadis yang disampaikan melalui Ustad Yusuf Mansur saya jalankan. Subhanallah, inilah yang disebut dengan KEAJAIBAN. Banyak sekali keajaiban yang saya rasakan. Jika dulu saya hanya bersedekah dengan uang pribadi atas nama pribadi, kini saya juga menerapkan sedekah atas nama perusahaan Bute Ekspres yang saya pimpin. 10 Muaharam 1432 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jumat 10 Desember 2010 merupakan keputusan pertama saya di perusahaan untuk mengeluarkan sedekah 10 persen setiap bulan atas nama perusahaan. Panti Asuhan Aisiyah Muara Bungo, Jambi adalah tempat pertama yang saya satroni untuk menyalurkan sedekah kepada anak Yatim. Secara pribadi saya juga melakukan hal yang sama. Subhanallah, belum sempat saya pulang dari Panti Asuhan, tiba-tiba saya dapat telepon, untuk mengambil uang bantuan acara Seminar yang akan saya laksanakan, besarnya Rp. 3 juta. Padahal saat itu saya baru memberikan uang sedekah Rp. 1,5 juta. Tiga hari kemudian saya mendapatkan keuntungan dari seminar di Bungo 10 x lipat dari uang sedekah yang saya berikan. Alhamdulillah.
Sebulan kemudian tepatnya 12 Januari 2011, saya kembali menggunakan sholat untuk mensukseskan acara seminar di Tebo. Padahal hingga dua hari sebelum acara Ketua panitia dan panitia-panitia lain sudah khawatir dengan acara tersebut yang terancam tidak sukses karena peserta tidak sesuai dengan target. Tapi saya tetap tenang dan menganjurkan mereka untuk sholat. H-1 saya berangkat ke Tebo. Sebelum berangkat saya melaksanakan sholat duha 12 rakatan + sholat hajat 2 rakaat khusus untuk acara tersebut. Kedatangan saya kali ini untuk kedua kalinya setelah sebulan sebelumnya saya membentuk kepanitiaan. Pertemuan sekaligus persiapan acara dilakukan langsung di lokasi acara Geduang Utama Kantor Bupati Tebo. Tapi apa yang terjadi, Subhanallah, saya terpaksa harus closing atau menutup pendaftaran karena jumlah peserta terdaftar sudah melebihi dari kapasitas gedung dan sertifikat yang disiapkan. Malam H-1 peserta seminar yang sudah bayar 800 orang. Sementara yang mau mendaftar masih banyak. Alhamdulillah acara seminar tersebut berjalan sukses dan lancar, termasuk undangan saat pembukaan semua hadir termasuk Pak Bupati Tebo H A Madjid Muaz. Saya hanya tertegun saat merasakan bagaimana Allah mengerahkan malaikatnya untuk membantu saya. Semua diluar akal sehat dan bukanlah sebuah kebetulan. Alhamdulillah dari kegiatan ini perusahaan mendapat keuntungan yang lumayan besar.
Setelah sebulan lebih saya bergabung dengan e-Miracle barulah saya mendengarkan VCD versi 1, yang menjelaskan tentang MLM e-Miracle. Mendengar penjelasan Ustad Yusuf Mansur tentang MLM Sedekah, MLM Tahajud, MLM Duha dan MLM Amal, maka dalam hati saya berniat untuk membantu Ustad yang dalam hitungan usia atau umur satu tahun lebih muda dari saya. ‘’Saya akan membantu Ustad berwajah Baby Face ini untuk berdakwah’’.
Sebuah keputusan besar saya ambil saat itu. Saya menerapkan Sholat adalah syarat bekerja di perusahaan. Saat itu setiap Magrib dan Isya diterapkan sholat berjamaah di kantor. Pasalnya jam-jam tersebut adalah jam paling sibuk disemua kantor redaksi manapun, termasuk kantor kami Bute Ekspres. Maklumlah karena ‘’ngejar dead line’’. Tidak itu saja, semua wartawan, reporter, loper dan karyawan lainnya jika mendengar Adzan berkumandang harus segera sholat dan saya perintahkan untuk meninggalkan kerjaan, sekalipun sedang wawancara dengan orang terpenting sekalipun. ‘’Saya yang menjamin pekerjaan anda semua. Jika dapat masalah karena anda harus mendahulukan sholat. Saya tidak akan marah jika anda ketinggalan berita karena harus mendahulukan sholat dari pada liputan. Saya tidak akan marah jika pelanggan terpaksa off karena anda telat ngantar Koran akibat harus mendahului sholat,’’kata Saya kepada seluruh karyawan.
Subhanallah, setelah keputusan itu saya ambil, kini banyak orang yang menawarkan diri untuk menjadi agen dan membantu memasarkan Koran. Dan Alhamdulillah, banyak penambahan-penambahan pelanggan yang tanpa diduga-duga.
Sebuah keajaiban lain kembali saya rasakan pada Jumat 14 Januari 2011. Sebelum Sholat Jumat saya memanggil bagian keuangan untuk meminta daftar gaji seluruh karyawan. Tujuannya untuk membuat oret-oretan kenaikan gaji karyawan. Setelah saya membuat angka-angka baru pada lembar gaji lama, staf keuangan saya terkejut dan menilai angka tersebut akan sulit dicapai. ‘’Nanti kita tidak sanggup untuk membayarnya’’begitulah kira-kira ungkapan bagian keuangan saya saat itu. Entah bagaimana, saya justru berpikiran terbalik. ‘’Ini masih terlalu kecil untuk jasa mereka,’’kataku saat itu.
Lalu saya ambil pena dan kembali menulis lembaran rekap gaji tersebut sambil menambah angka masing-masing. ‘’Ini harus kita tambah. Ini adalah sedekah perusahaan kepada mereka,’’ungkapku sambil menulis tambahan angka rupiah ke masing-masing gaji karyawan.
Dewi, Staf Keuanganku tak bisa berbicara lagi saat ku sodorkan kertas itu dengan angka yang lebih besar dari angka sebelumnya. ‘’Ini berlaku mulai akhir Januari ini,’’tegasku, sembari bangkit dari tempat duduk dan bergegas pulang untuk melaksanakan sholat Jumat.
Subhanallah, usai sholat Jumat saya mendapatkan telepon dari David, salah seorang karyawan bahwa iklan sudah dieal dan Senin bisa langsung cair. Satu jam berselang, Reza, wartawanku yang lain menelpon, dan mengatakan seorang kandidat minta kontrak kerjasama, nilainya 30 juta, sore itu juga ditunggu. Tanpa ada perasaan apa-apa saat itu kontrak kerjasama yang saya ajukan justru Rp. 50 juta bukan Rp.30 Juta seperti yang diminta. Dan sebuah keajaiban, sepeserpun dari angka Rp. 50 Juta itu tidak dicoret dan kontrak kerja itu langsung diteken. Dan banyak lagi keajaiban-keajaiban yang saya rasakan saat melakukan apa yang diarahkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Kabar baiknya lagi, pada Februari 2011 ini omzet iklan perusahaan saya meningkat 100 persen lebih. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan ALHAMDULILLAH.(****)

Demikianlah tulisan tentang keajaiban Sholat dan Sedekah yang saya rasakan sendiri.  Kepada Allah saya mohon ampun agar dijauhkan dari riya’, ujub dan takabur. Tulisan ini sengaja saya buat untuk memotivasi para pembaca tentang nikmatnya jika segala sesuatu diserahkan kepada Allah. Dan yakjnlah jika Allah berkehendak maka caranya beda dan sangat cepat diluar akal sehat.

Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ustad Yusuf Mansur yang hingga kini saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Hanya Allah-lah yang bisa membalas kebaikan Ustad dan tim e-Miracle serta Wisata Hati. ”Ya Allah berikanlah kesehatan,  umur panjang dan murah rezeki kepada Ustad Yusuf Mansur serta jamaahnya. Berikanlah ia kekuatan dalam menjalankan dakwahMu,”AMIN.

Ditulis dalam Cerita, Ekonomi, Keluarga, Kerja, Kesehatan, Kisah Nyata, Liputan, Pemerintahan, Pendidikan, Pengalaman Pribadi, Pengobatan, Religi, Seputar Kita, Travelling, Wartawan | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.