Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Agustus, 2010

Mike Tyson Menangis di Makkah

Posted by Jay pada Agustus 23, 2010

Ingin Sendiri Menikmati Momen Spiritual di Tanah Suci

Mike tyson shalat di masjid nabawi- raudha

Mualaf

Mike Tyson yang terkenal dengan julukan Si Leher Beton boleh garang di atas ring tinju.

Mike Tyson Sang Mualaf

Mualaf : Mike Tyson

Tak gentar berhadapan dengan siapapun. Namun, di Masjid Nabawi, ia tertunduk dan meratap hingga air matanya pun mengalir.
Inilah pengalaman spiritual mantan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson ketika melaksanakan ibadah umroh, beberapa hari yang lalu. Tyson menginjak Tanah Suci untuk kali pertama pada Jumat, 2 Juli 2010.
Petinju yang selalu meng-KO lawannya di ronde pertama itu tinggal di hotel dekat Masjid Nabawi dan mendapat sambutan luar biasa dari fansnya. Ia mendapat pengawalan ketat saat melakukan shalat Zuhur.
Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama Umroh di Arab Saudi. “Saya senang punya fans yang mencintai saya di Arab Saudi. Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui bahwa saya berada di salah satu taman surga,” ujar Tyson saat mengunjungi masjid Nabawi
Dari Madinah, rencananya Tyson akan melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk melaksanakan umrah. Usai melakukan umroh di Mekkah, Mantan juara tinju dunia ini berencana mengunjungi Jeddah, Abha dan Riyadh.

Mualaf : Mike Tyson melaksanakan Umroh

Mualaf : Mike Tyson melaksanakan Umroh

Tyson yang bernama lengkap Michael Gerard Tyson lahir di New York City, Amerika, 30 Juni 1966. Tyson memeluk Islam ketika masih dipenjara pada pertengahan tahun 1990. Secara resmi, tahun 1995, selepas dari penjara di Indiana, Tyson mengumumkan hijrah memeluk agama Islam yang telah dipelajarinya selama di dalam penjara, dengan nama baru Malik Abdul Aziz.

Ditulis dalam Pendidikan, Religi, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , | 7 Komentar »

Gunakan Tiang Bambu, Bendera Pusaka dari Sepre Dikibarkan

Posted by Jay pada Agustus 18, 2010

Ulang tahun kemerdekaan RI ke 65 tahun ini beda dari yang lain. Itu karena pada tahun 2010 ini HUT RI 17 Agustus bertepatan pada bulan Ramadhan 1431 Hijriah.  Tidak ada perayaan yang istimewa digelar, kecuali upacara bendera. Sementara pawai karnafal dan perlombaan-perlombaan lain seperti panjat pinang, lomba perahu dan lain sebagainya praktis tidak dilaksanakan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun demikian, jika ditarik dari sejarah, ternyata pembacaan proklamasi kemerdekaan oleh Presiden Soekarno 17 Agustus 1945  lalu juga bertepatan pada bulan suci Ramadhan  1366 Hijriah.   Dipertengahan bulan Ramadhan itulah hari paling bersejarah negeri ini.  Karena hari itu merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan sekaligus pertanda awalnya revolusi.
Meski merupakan kegiatan yang sangat penting dalam sebuah Negara, namun upacara pembacaan proklamasi tersebut diselenggarakan sangat sederhana sekali. Bayangkan saja Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumahnya tepat pukul 10.00. Acara itupun berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun.
Tidak itu saja, Bendera Pusaka Sang Merah Putih pertama yang dikibarkan dengan menggunakan tiang bambu dibuat alakadarnya. Bayangkan saja, Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto.
Dari rangkaian acara sakral nan bersejarah itu, bisa diambil hikmah bahwa, sebuah perayaan atau kegiatan tidak harus dilakukan dengan megah. Sebab kemegahan belum berarti membawa berkah.(***)

Ditulis dalam Ekonomi, Hukum & Kriminal, Keluarga, Kesehatan, Pemerintahan, Pendidikan, Politik, Religi, Seputar Kita | Bertanda: , , , , , , , , , , | 2 Komentar »

Kini Q Bisa Terawih Lagi

Posted by Jay pada Agustus 11, 2010

Saat Ibadah Umrah bersama istri

Saat Ibadah Umrah bersama istri

NGAK tahu sudah berapa lama aku ngak sholat terawih berjamaah. Mungkin lima tahun lebih aku ngak pernah sholat tarawih berjamaah. Tapi  Itu bukan  karena aku sengaja. Tapi lantaran pekerjaan yang selama ini aku hadapi, sebagai editor di Harian Pagi Jambi Ekspres. Yang setiap harinya lebih dominan kerja malam hari.
Tapi kini aku bisa kembali tarawih jamaah. Dimana pada tahun sebelumnya selalu aq kerjakan seorang diri. Yah, ini mungkin salah satu hikmah dari pindah tugas ke Bungo. Meski pekerjaan yang dihadapi semakin berat, tapi setidaknya kini aku bisa menyiasati, agar setiap malam bisa shalat tarawih berjamaah.
Malam tadi adalah malam pertama shalat tarawih jamaah yang aku lakukan di masjid dekat kontrakan ku di Kota Muara Bungo. Sebenarnya, malam itu badanku tidak terlalu sehat. Tapi aku tidak mau terbawa oleh perasaan tubuh ku yang lelah dan mulai rewel.
Ku coba bangkit dan mengajak istriku untuk sholat Isya dan tarawih di masjid.  Kami pun pergi dengan kondisi sudah berwudhu. Alhamdulillah, semuanya lancar.Senang sekali hati ini, karena kini aku bisa sholat terawih berjamaah lagi.
Yang membuat aku lebih gembira lagi, karena pengurus masjid mengumumkan  akan mengadakan tadarus setiap malam dan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir, yang akan dibimbing dalam pengerjaannya.
Kegembiraan hati ku ini ternyata sudah diketahui oleh istriku. Maklum, karena hampir setiap hari, sebelum puasa aq mengatakan ingin mencari masjid yang melakukan kegiatan malam. Alhamdulillah,  Allah     memberikan jalan dan kesempatan kepada ku.
Ya, Allah berikanlah hambamu ini kesehatan agar bisa memperbanyak ibadah kepadaMu. Ya Allah kuatkanlah iman dan Islam ku. Jangan kau pisahkan nyawa dari badan ini kecuali dalam keadaan Iman dan Islam sembari menyebut namaMu dan Rosul. Lailahaillaallah Muhammad Rosulluallah.
Ya Allah aku rindu dengan masjidil haram, aku rindu ingin berziarah kemakam Rosulluallah. Berikanlah rezekiMu yang tak terduga. Jika rezekiMu ada di langit segera turunkan, jika ada di bumi keluarkanlah, jika jauh dekatkan, jika sukar, permudah untuk mendapatkannya, dengan kekuasaanMu berikanlah hamba rezeki yang bisa menghantarkan hamba memenuhi panggilanMu untuk berangkat haji bersama istri hamba. AMIN. (***)

Ditulis dalam Keluarga, Kesehatan, Pendidikan, Religi, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , , , , | 3 Komentar »

Jangan Sia-siakan Ramadhan

Posted by Jay pada Agustus 10, 2010

BESOK, hari Rabu 11 Agustus 2010 yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1431 Hijriah para umat muslim memulai hari pertama ibadah wajib puasa.
Dari ceramah dan pengajian yang sempat  saya dengar, ada banyak keunggulan atau keutamaan dalam bulan puasa ramadhan tersebut. Diantaranya pada bulan itu akan dibukakan pintu ampunan dan akan dibukakan pintu rezeki.
Karena banyaknya keistimewaan didalam bulan Ramadhan itulah,  saya mengajak dan mengingatkan diri saya sendiri dan semua pembaca untuk tidak menyia-nyiakan waktu sebulan yang sangat singkat ini. Rugi sekali rasanya jika bulan istimewa yang disiapkan oleh Allah SWT tersebut  tidak dimanfaatkan. Karena janji Allah SWT pasti akan ditepati. Karena Allah berjanji akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu, jika kita betul-betul puasa dengan  keimanan. Artinya Sorga adalah tempat yang akan disiapkan oleh Allah bagi hambanya yang puasa dengan keimanan tersebut.  Selain itu urusan dunianya juga akan dipermudah. Rezekinya akan dilancarkan.
Kenapa bulan Ramadhan menjadi sangat istimewa ?
Meski saya bukanlah seorang ulama atau bukan juga seorang ustadz, namun mungkin ini bisa dijadikan alas an kenapa Bulan Ramadhan itu sangat istimewa sehingga saya benar-benar mengajak kepada kita semua untuk tidak menyia-nyiakannya.
[1]. Bulan Al-Qur’an

Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur’an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan. Allah berfirman.

“Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” [Al-Baqarah : 185]

[2]. Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga

Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur’an serta seluruh ibadah yang mengatur dan mebersihkan jiwa. Allah berfirman.

“Artinya : Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” [Al-Baqarah : 183]

Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga, (disebabkan) karena (pada bulan itu) amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah (yakni ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin-ed).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : 'Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan” [Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079]

Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; “Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini Hasan]

Akhirnya saya hanya mengucapkan : Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Syahril Siyam. Selamat berpuasa Ramadhan 1431 H.
‘’Saat berkata mungkin pernah berdusta. Saat berjanji mungkin pernah mengingkari. Saat bercanda mungkin pernah menyakiti. Utk itu saya dan keluarga mohon maaf. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Kekurangan dan kehilafan milik manusia. Semoga di bulan Ramadhan ini kita diberikan kemudahan untuk menuju fitrah. AMIN. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah, puasa’’

Ditulis dalam Keluarga, Kesehatan, Pendidikan, Religi, Seputar Kita | Bertanda: , , , , , | 3 Komentar »

Komplek Pertokoan WTC Jambi Perlu Ditata Ulang

Posted by Jay pada Agustus 6, 2010

*Pesan Untuk Gubernur Jambi 2010-2015 (HBA-FU)
*Mewujudkan Aikon Ibukota Provinsi

Penulis adalah Wartawan Jambi Ekspres/General Manager Harian Pagi Bute Ekspres/ Pengurus PWI Jambi

Penulis adalah Wartawan Jambi Ekspres/General Manager Harian Pagi Bute Ekspres/ Pengurus PWI Jambi

Pemilihan Gubernur Jambi yang berlangsung 19 Juni 2010 lalu berjalan dengan lancar. Setidaknya ini dapat dilihat dari  tidak adanya gugatan para kandidat calon gubernur ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, tentang hasil pemungutan suara, yang menetapkan pasangan H Hasan Basri Agus – H Fachrori Umar sebagai peraih suara terbanyak.   Artinya semua kandidat menerima hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Provinsi Jambi tersebut.
Pasangan H Hasan Basri Agus – H Fachrori Umar atau disingkat dengan HBA-FU yang akan dilantik Selasa 3 Agustus ini menggantikan tongkat estapet Zulkifli Nurdin-Antoni Zedra Abidin,  diharapkan bisa membawa perubahan  Jambi dengan kebijakan-kebijakan yang strategis.  Harapan masyarakat terhadap Jambi Emas yang menjadi slogan HBA-FU ini diharapkan benar-benar menjadi kenyataan. Dan bukan hanya slogan untuk mencari simpatik masyarakat.
Yah, Gubernur boleh saja berganti. Namun tidak serta merta semua kebijakan dan program gubernur lama atau gubernur  Zulkifli Nurdin ditinggalkan begitu saja. Tapi tidak semua juga program gubernur Zulkifli Nurdin harus dipertahankan.
Jika dalam tulisan sebelumnya yang terbit pada hari pencoblosan  19 Juni 2010 saya pernah membuat pesan untuk calon Gubernur Jambi 2010-2015  untuk berpikir 100 tahun yang akan datang.
Tapi kini saya akan mengulas sekaligus menitip pesan kepada gubernur Jambi terpilih Hasan Basri Agus (HBA) untuk tetap mempertahankan dan melajutkan program Zulkifli Nurdin seperti reflanting karet, pembangunan  jalan Jambi-Kerinci dan pembangunan   pelabuhan Sabak.
Namun ada satu kebijakan Guburnur Zulkifli yang mungkin perlu dikaji ulang lagi untuk melanjutkannya. Apa itu ?. Relokasi Pasar tradisional Angso Duo.
Saya  bukan tidak setuju dengan rencana pemindahan pasar induk terbesar di Jambi itu. Tapi lokasi untuk tempat pemindahan pasar tersebut rasanya sangat disayangkan. Pasar tradisional Angso Duo tersebut akan dipindahkan disebelah lokasi semula.
Kebijakan tersebut sangat disayangkan sekali. Apalagi, Jambi masih memiliki banyak lahan yang kosong. Meski sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk relokasi tersebut, namun menurut saya HBA harus berani mengambil kebijakan untuk membatalkan rencana tersebut.  Berpikirlah untuk 100 tahun yang akan datang seperti tulisan yang pernah saya buat sebelumnya (terbit di Jambi Ekspres dan Bute Ekspres 19 Juni 2010).
Kebijakan ini mungkin tidak populer dan akan menuai polemik besar dikalangan masyarakat, terlebih bagi pedagang. Tapi jika tetap ingin memindahkan pasar Angso Duo tersebut, saran saya pindahkanlah pasar yang menjadi aikon Jambi tersebut kelokasi baru. Sementara, lokasi yang ada saat ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Apalagi lokasi tersebut didukung oleh potensi sungai sebagai Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat besar nilainya, dan bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, program-program pemerintah kabupaten dan kota yang selama ini terkesan jalan sendiri, harus pula didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi. Apalagi itu berkaitan dengan tujuan pembangunan jangka panjang. Sebut saja misalnya, pembangunan bandara Bungo. Yang selama ini terkesan tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jambi. Padahal langkah Pemkab Bungo untuk membuat Bandara di kota lintas tersebut perlu diapresiasi dan didukung penuh, demi kemajuan bersama.
Saya berharap, kebijakan pertama yang akan diambil oleh Gubernur HBA nanti adalah mengundang seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi untuk duduk bersama menentukan nasib Jambi lima tahun yang akan datang. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan keputusan kongkrit dan bukan hanya sebatas seremonial yang hanya menghabiskan dana Negara saja. Dari pertemuan perdana tersebut,  juga diharapkan tidak ada lagi blok wilayah barat atau timur. Tidak ada lagi anak emas atau anak tiri. Semua bersatu untuk memakmurkan dan memajukan Jambi dengan segala potensi yang ada di masing-masing daerah. Hingga akhirnya bisa mencapai Jambi Emas yang dimaksud.
Setelah mendapatkan gambaran dari masing-masing kabupaten/kota, HBA masih perlu mendudukan para pembantunya atau bisa disebut dengan kabinet Jambi Emas, untuk juga duduk bersama. Siapa yang akan menduduki Kabinet Jambi Emas ini HBA tentunya sudah punya gambaran tentang  orang-orang yang potensial  yang bisa membantunya dalam mewujudkan Jambi Emas tersebut.
Para kabinet HBA ini sangat menentukan keberhasilan Jambi Emas tersebut. Selain juga HBA dituntut untuk bisa menerima usulan dan pemikiran dari bawahan yang dianggap memang untuk memajukan Jambi. Selain juga HBA harus bisa berpikir dan mengambil kebijakan  yang baru dan berani, meskipun terkadang kebijakan tersebut tidak populer. Sebut saja misalnya menata ulang pembangunan komplek pertokoan WTC. Yah, setidaknya sesuai dengan amdal dan tetap mempertahankan potensi sungai Batanghari sebagai SDA.  Yang menurut saya, bangunan pertokoan WTC harus memiliki dua wajah. Satu sisi menghadap ke sungai Batanghari dan satu sisi lainnya menghadap jalan utama. Artinya akan ada jalan dua jalur disana, yang mengapit komplek pertokoan tersebut.  Memang betul, untuk menata ulang pembangunan pertokoan WTC akan banyak menimbulkan kerugian, terutama bagi pengelola. Tapi  seperti pepatah, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Lebih baik memperbaiki kesalahan dari pada membiarkan kesalahan itu terus terjadi. Saya tidak tahu, siapa yang sebenarnya salah. Tapi setidaknya dari kacamata saya, pembangunan komplek pertokoan   itu telah mengabaikan potensi sungai Batanghari sebagai SDA yang nilainya jauh lebih besar dari pembangunan tersebut.
Hal lain jika dianggap perlu dan ingin merubah wajah Kota Jambi sebagai aikon ibu kota Provinsi Jambi adalah merelokasi pasar tradisional Angso Duo. Tapi bukan ditempat yang saat ini telah disipkan.  Masih banyak lokasi lain yang dianggap masih pantas sebagai tempat baru pasar Angso Duo. Lakasi yang sekarang ini mungkin bisa dijadikan aikon Ibukota Provinsi Jambi. Apalagi dilokasi tersebut terdapat sungai Batanghari sebagai pendukungnya.
Hal lain yang mungkin perlu dipikirkan adalah tempat wisata budaya dan riligi. Sekoja sepertinya lokasi tepat untuk dijadikan kawasan wisata budaya Jambi ini. Di Jakarta misalnya, ada kampung betawi, yang kemudian rumah penduduknya dipertahankan menjadi  situs budaya dan diatur dalam Perda. Jika ditengah ibu kota Jakarta bisa dilakukan, ironis rasanya jika di Jambi tidak bisa dilakukan. Jika kawasan wisata budaya dan riligi itu sudah terbentuk maka diperlukan lagi fasilitas infrastruktur pendukung, seperti jembatan yang membelah sungai Batanghari. Sehingga akses untuk ke Sekoja bisa lebih cepat.(***)

Ditulis dalam Ekonomi, Humor, Kerajinan, Kesehatan, Pemerintahan, Pendidikan, Politik, Religi, Seputar Kita | Bertanda: , , , , , , | 1 Komentar »

Berpikirlah Untuk 100 Tahun yang Akan Datang

Posted by Jay pada Agustus 6, 2010

Pesan Untuk Calon Gubernur & Wakil Gubernur Jambi 2010-2015

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Nomor urut 1

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Nomor urut 1

Calon Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Nomor urut 2

Hasan Basri Agus-Fachrori Umar, Calon Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Nomor urut 2

PESTA demokrasi penentuan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi 2010-2015 akan dilangsungkan hari ini, Sabtu 19 Juni 2010, melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Ada empat pasang calon yang akan bertarung. Zulfikar Achmad-Ami Taher dengan nomor urut 1, Hasan Basri Agus –Fahrori Umar nomor urut 2, Madjid Muaz-Abdullah Hich nomor urut 3 dan Safrial-Agus Setionegoro pada nomor urut 4.

Keempat calon ini memiliki visi dan misiyang hampir

sama, yang intinya ingin membangun Jambi dan mensejahterakan rakyat. Persoalan ini rasanya tidak perlu lagi dibahas. Sebab yang nantinya akan menjadi eksekutor adalah rakyat.  Rakyatlah yang nantinya menetukan siapa diantara empat pasang calon tersebut yang paling layak untuk

Calon Gubernur Jambi-Wakil Gubernur nomor urut 3

Madjid Muaz-Abdullah Hich, Calon Gubernur Jambi-Wakil Gubernur nomor urut 3

Calon Gubernur Jambi-Wakil Gubernur nomor urut 4

Safrial MS-Agus Setionegoro, Calon Gubernur Jambi-Wakil Gubernur nomor urut 4

memimpin Provinsi Jambi lima tahun kedepan.Disini sayahanya menitip pesan agar calon yang nantinya terpilih bisa berpikir untuk Jambi 100 bahkan 1000 tahun lagi. Danbukan berpikir sesaat. Selain itu saya juga berpesan agar calon yang nantinya terpilih agar berpikir supaya anggaran daerah tidak lagi defisit, sehingga mengakibatkan terganggunya roda pemerintahan dan pembangunan. Tidak itu saja, saya juga berpesan agar calon yang nanti terpilih menghindari sukuisme, baik dalam pembangunan maupun pengangkatan pejabat. Tiga hal ini sepertinya belum banyak dilontarkan oleh para calon semasa kampanye atau sosialisasi. Mungkin juga karena ini sudah terlalu teknis sehingga sulit untuk dipahami oleh masyarakat. Atau memang belum terpikir oleh para calon.

Kenapa saya mengatakan Gubernur yangterpilih harus memikirkan Jambi untuk 100 atau 1000 tahun yang akan datang. Padahal masa jabatan gubernur saja hanya lima tahun. Bahkan usia manusia pun sulit mencapai angka itu.  Ini saya utarakan karena melihatpembangunan Jambi yang sudah-sudah. Sebut saja misalnya pembangunan komplek pertokoan WTC di Pasar Kota Jambi. Secara prinsip saya sangat mendukung dengan pembangunan itu. Tapi sayangnya, pembangunan itu tidak dirancang secara matang.
Saya hanya berpikir sederhana. Bahwa asset yang paling mahal dikawasan tersebut bukanlah bangunan pertokoan WTC. Tapi asset yang paling mahal adalah Sungai Batanghari. Hendaknya, asset Sumber Daya Alam (SDA) seperti Sungai Batanghari tersebut dijadikan potensi utama untuk mendukung pembangunan komplek pertokoan WTC tersebut. Tapi faktanya, saat ini potensi sungai Batanghari hanya dijadikan tempat “pembuangan limbah” dari aktivitas pertokoan tersebut. Ini sangat saya sayangkan.  Jika ini dirancang untuk 100 bahkan 1000 tahun yang akan datang, maka pembangunan pertokoan yang berdiri ditanah eks Pelindo itu tidaklah sedemikian rupa.
Lantas bagaimana sebaiknya ?. Menurut saya, mestinya wajah pertokoan menghadap dua arah. Satu sisi menghadap ke sungai dan sisi lainnya menghadap ke jalan utama.  Artinya  akan ada  jalan dua jalur yang mengapit diantara pertokoan WTC tersebut. Satu jalur di pinggir sungai yang dihiasi dengan pepohonan dan satu jalur lagi untuk jalan utama. Mempesona bukan !. Persoalan amdal dan dampak lingkungan pun akan terhindar jika pemikiran ini dulunya dijalani. Tidak seperti yang sekarang. Persoalan amdal dan kisruh kepemilikan jalan lingkungan di komplek pertokoan selalu menjadi isu yang tak henti-hentinya menjadi pemberitaan.
Untuk kedepan, kita hanya berharap Gubernur yang nantinya terpilih bisa berpikir bagaimana Jambi 100 tahun lagi, bukan sesaat. Seperti program replanting karet yang diluncurkan oleh Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. Menurut saya program replanting karet ini harus dipertahankan dan digalakkan lagi. Karena dampak dari program kerakyatan ini baru bisa dirasakan masyarakat 5-10 tahun kedepan.
Sementara menurut perkiraan saya, tren persoalan yang akan dihadapi oleh calon gubernur yang nanti terpilih menggantikan Zulkifli Nurdin adalah masalah infrastruktur jalan yang banyak rusak. Penyebab jalan rusak, karena dilalui oleh kendaraan bertonase besar, diluar kemampuan jalan. Sementara truk-truk melebihi tonase yang melintas tersebut membawa hasil bumi. Baik dibidang pertambangan seperti batubara maupun perkebunan seperti sawit dan karet. Untuk membatasi tonase truk rasanya agak sulit. Perda yang mengatur batasan muatan truk hanya akan menambah cost pengusaha untuk memberi uang “pelican” bagi petugas di jalanan. Apalagi, jembatan timbangan yang ada di Provinsi Jambi ini  mayoritas rusak dan tidak berfungsi. Untuk mengurangi jumlah muatan truk, rasanya sulit dilakukan pengusaha, karena mereka juga tidak mau rugi dengan biaya angkutan.  Artinya, gubernur yang nanti terpilih harus bisa berpikir untuk memecahkan  persoalan ini tanpa ada yang dirugikan. Jalan tetap bagus, transfortasi pengangkutan hasil tambang dan perkebunan tetap lancar tanpa memberatkan pengusaha.  Bagaimana cara mengatasi persoalan jalan ini  ?.
Untuk menambah kuwalitas jalan aspal menjadi arteri atau kelas I membutuhkan biaya yang cukup besar. Sementara ini jalan yang ada di Kabupaten/Kota paling banter hanya ukuran kelas II, yang mampu menahan beban maksimal 10 ton. Sementara truk-truk yang melintas, terutama truk batubara, rata-rata bermuatan diatas 30 ton.  Sejauh ini yang saya ketahui, hanya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang masuk dalam kelas I, yang mampu dilalui oleh angkutan bermuatan diatas 10 ton. Pun demikian Jalinsum itu sudah mulai bergelombang dan rusak.
Artinya, alternative untuk menambah kuwalitas jalan akan sulit terwujud. Selain membutuhkan biaya yang cukup besar, langkah inipun akan sia-sia.
Alternatif lain yang bisa digunakan adalah menggunakan sarana kereta api. Tapi ini belum ada sama sekali di Jambi. Artinya investasi yang akan dibutuhkan tidaklah sedikit. Namun, untuk berpikir 100 tahun yang akan datang, investasi membangun sarana kereta api rasanya tidaklah salah. Terlebih targetnya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan.
Pesan kedua untuk calon Gubernur yang nanti terpilih yakni agar berpikir supaya anggaran daerah tidak lagi defisit, sehingga mengakibatkan terganggunya roda pemerintahan dan pembangunan. Setidaknnya Gubernur yang nanti terpilih berpikir agar anggaran APBD Provinsi dan Kabupaten bisa berimbang (Balanced Budget) atau bila mungkin Surplus (Surplus Budget). Untuk bisa mencapai anggaran berimbang atau mungkin bisa surplus bukan hal yang gampang. Apalagi, beberapa  sektor yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah tidak bisa lagi diharapkan. Seperti kesehatan dan pendidikan, pemerintah saat ini sudah mengratiskannya. Harapan PAD terbesar hanya  dari retribusi dan pajak. Hasil retribusi dan pajak inipun rasanya sulit untuk menutupi biaya belanja pemerintah yang sangat besar. Lantas bagaimana agar anggaran tidak lagi defisit ?.
Menurut pendapat saya, gubernur yang nanti terpilih harus mulai berpikir agar pemerintah bisa membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikelola secara professional. Sebenarnya BUMD Jambi sudah ada, namun belum bisa menghasilkan PAD yang memuaskan. Bagaimana caranya agar BUMD yang dibangun bisa menghasilkan PAD ?.
Saya sendiri sudah mengelilingi 10 kabupaten/kota  yang ada di Provinsi Jambi ini. Ternyata, banyak hal yang bisa dikelola oleh pemerintah  untuk mendapatkan PAD. Sebut saja misalnya dibidang perkebunan, pertanian  dan pertambangan. Pasalnya Jambi sendiri masih banyak lahan kosong yang bisa dikelola untuk perkebunan, pertanian  dan juga lahan yang berpotensi tambang. Dananya darimana ?.  BUMD bisa menggunakan dana pinjaman dari pihak perbankan. Sementara pemerintah cukup menyiapkan lahan.
Hasil dari BUMD ini nantinya akan dibagikan sesuai dengan porsi masing-masing. Misalnya, perkebunan kelapa sawit atau karet di Kabupaten Batanghari. Maka jatah Kabupaten  Batanghari tetap mayoritas, disusul kemudian Provinsi dan Kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi. Begitu seterusnya. Dengan cara ini saya rasa, PAD Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota akan terbantu.
Pesan terakhir yang ingin saya sampaikan kepada Gubernur yang nanti terpiliha adalah menghindari sukuisme, baik dalam pembangunan maupun pengangkatan pejabat. Maklum saja, karena yang  akan bertarung memperebutkan BH 1 ini semuanya adalah para Bupati. Zulfikar Achmad saat ini adalah Bupati Bungo, Hasan Basri Agus saat ini menjabat Bupati Sarolangun, Madjid Muaz saat ini menjabat Bupati Tebo dan Safrial MS saat ini menjabat Bupati Tanjungjabung Barat.
Siapapun nanti yang terpilih, maka Gubernur Jambi adalah milik semua rakyat Jambi. Bukan milik Bungo, atau Sarolangun, atau Tebo, atau mungkin Tanjungjabung Barat.(****)

Ditulis dalam Ekonomi, Humor, Kesehatan, Pemerintahan, Pendidikan, Politik, Religi, Seputar Kita | Bertanda: , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.