BESOK, hari Rabu 11 Agustus 2010 yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1431 Hijriah para umat muslim memulai hari pertama ibadah wajib puasa.
Dari ceramah dan pengajian yang sempat saya dengar, ada banyak keunggulan atau keutamaan dalam bulan puasa ramadhan tersebut. Diantaranya pada bulan itu akan dibukakan pintu ampunan dan akan dibukakan pintu rezeki.
Karena banyaknya keistimewaan didalam bulan Ramadhan itulah, saya mengajak dan mengingatkan diri saya sendiri dan semua pembaca untuk tidak menyia-nyiakan waktu sebulan yang sangat singkat ini. Rugi sekali rasanya jika bulan istimewa yang disiapkan oleh Allah SWT tersebut tidak dimanfaatkan. Karena janji Allah SWT pasti akan ditepati. Karena Allah berjanji akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu, jika kita betul-betul puasa dengan keimanan. Artinya Sorga adalah tempat yang akan disiapkan oleh Allah bagi hambanya yang puasa dengan keimanan tersebut. Selain itu urusan dunianya juga akan dipermudah. Rezekinya akan dilancarkan.
Kenapa bulan Ramadhan menjadi sangat istimewa ?
Meski saya bukanlah seorang ulama atau bukan juga seorang ustadz, namun mungkin ini bisa dijadikan alas an kenapa Bulan Ramadhan itu sangat istimewa sehingga saya benar-benar mengajak kepada kita semua untuk tidak menyia-nyiakannya.
[1]. Bulan Al-Qur’an
Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur’an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan. Allah berfirman.
“Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” [Al-Baqarah : 185]
[2]. Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga
Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur’an serta seluruh ibadah yang mengatur dan mebersihkan jiwa. Allah berfirman.
“Artinya : Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” [Al-Baqarah : 183]
Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga, (disebabkan) karena (pada bulan itu) amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah (yakni ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin-ed).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : 'Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan” [Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079]
Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; “Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini Hasan]
Akhirnya saya hanya mengucapkan : Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Syahril Siyam. Selamat berpuasa Ramadhan 1431 H.
‘’Saat berkata mungkin pernah berdusta. Saat berjanji mungkin pernah mengingkari. Saat bercanda mungkin pernah menyakiti. Utk itu saya dan keluarga mohon maaf. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Kekurangan dan kehilafan milik manusia. Semoga di bulan Ramadhan ini kita diberikan kemudahan untuk menuju fitrah. AMIN. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah, puasa’’