TAHUN 2009 tinggal dua hari lagi. Gaung perayaan pergantian tahun itu sudah mulai terasa. Dari banyaknya pedagang yang menjajahkan trompet dan mercon, hingga berdirinya pos-pos Polisi disetiap sudut kota.
Sebagian warga, juga memilih untuk berlibur bersama keluarganya atau kerabatnya di luar kota. Kakak saya contohnya. Azwan, kakak ke-2 berangkat bersama istri dan anak-anaknya ke Bandung. Wirda, kakak ke-3 berangkat ke Padang bersama suami dan anak-anaknya. Kahfi, kakak ke-5 berangkat ke Palembang bersama istri dan anaknya. Sedangkan kakakku yang paling sulung berkumpul di Bandung bersama suami dan anaknya. Sementara kakakku ke-4, memilih untuk tetap di Bungo. Kondisi ini tampaknya tidaklah mengagetkan Aku. Sebab setiap pergantian tahun, begitulah kondisinya.
Sementara Aku sendiri kini masih harus dihadapi seabrek pekerjaan. Bahkan pada Kamis 31 Desember 2009 nanti, aku harus ke Sarolangun, untuk kegiatan kantor. Pencanangan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tingkat Kabupaten Sarolangun oleh Bupati, Drs H Hasan Basri Agus MM.
Istriku sebenarnya protes dengan kondisi ini. Tapi mau bagaimana. Mungkin ini adalah terbaik yang direncanakan Allah kepadaku. Sementara agenda kerjaku sudah tersusun untuk 10 bulan kedepan. Hmmm. Penat sekali rasanya. Ingin rasanya untuk mengambil cuti, agar bisa berlibur bersama istri. Tapi.. entah—lah. Mungkin perlu diatur waktunya yang pas.
Untuk menghibur kesedihan istriku, Kamis, 24 Desember 2010 kubelikan motor baru untuknya ; Suzuki Skywave warna merah hitam. Sedangkan motor Suzuki Shogun yang lama aku jokul, untuk tambahan DP-nya.
Satu hal yang tidak bisa aku ditinggalkan adalah, melepas tanggungjawab. Baik terhadap pekerjaan, orang tua dan istri. Aku-pun terkadang bingung melihat, orang yang begitu gampangnya mengabaikan tanggungjawabnya.
Hanya satu doa yang kupanjatkan ; semoga tahun ini lebih baik dan bermanfaat dari tahun sebelumnya. Dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi. Selamat jalan tahun 2009. Selamat datang tahun 2010.AMIN.(****)



