Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Desember, 2009

Hadiah Tahun Baru untuk Istri

Posted by Jay pada Desember 29, 2009

TAHUN 2009 tinggal dua hari lagi. Gaung perayaan pergantian tahun itu sudah mulai terasa. Dari banyaknya pedagang yang menjajahkan trompet dan mercon, hingga berdirinya pos-pos Polisi disetiap sudut kota.

Sebagian warga, juga memilih untuk berlibur bersama keluarganya atau kerabatnya di luar kota. Kakak saya contohnya. Azwan, kakak ke-2 berangkat bersama istri dan anak-anaknya ke Bandung. Wirda, kakak ke-3 berangkat ke Padang bersama suami dan anak-anaknya. Kahfi, kakak ke-5  berangkat ke Palembang bersama istri dan anaknya. Sedangkan kakakku yang paling sulung berkumpul di Bandung bersama suami dan anaknya. Sementara kakakku ke-4, memilih untuk tetap di Bungo. Kondisi ini tampaknya tidaklah mengagetkan Aku. Sebab setiap pergantian tahun, begitulah kondisinya.

Sementara Aku sendiri kini masih harus dihadapi seabrek pekerjaan. Bahkan pada Kamis 31 Desember 2009 nanti, aku harus  ke Sarolangun, untuk kegiatan kantor. Pencanangan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tingkat Kabupaten Sarolangun oleh Bupati, Drs H Hasan Basri Agus MM.
Istriku sebenarnya protes dengan kondisi ini. Tapi mau bagaimana. Mungkin ini adalah terbaik yang direncanakan Allah kepadaku. Sementara agenda kerjaku sudah tersusun untuk 10 bulan kedepan. Hmmm. Penat sekali rasanya. Ingin rasanya untuk mengambil cuti, agar bisa berlibur bersama istri. Tapi.. entah—lah. Mungkin perlu diatur waktunya yang pas.

HADIAH TAHUN BARU UNTUK ISTRI

HADIAH : Suzuki-Skywave sebagai hadiah tahun baru untuk istri

Untuk menghibur kesedihan istriku, Kamis, 24 Desember 2010 kubelikan motor baru  untuknya ;  Suzuki Skywave warna merah hitam. Sedangkan motor Suzuki Shogun yang lama aku jokul, untuk tambahan DP-nya.
Satu hal yang tidak bisa aku ditinggalkan adalah, melepas tanggungjawab. Baik terhadap pekerjaan, orang tua dan istri. Aku-pun terkadang bingung melihat, orang yang begitu gampangnya mengabaikan tanggungjawabnya.

Hanya satu doa yang kupanjatkan ; semoga tahun ini lebih baik dan bermanfaat dari tahun sebelumnya.  Dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi. Selamat jalan tahun 2009. Selamat datang tahun 2010.AMIN.(****)

Ditulis dalam Ekonomi, Humor, Kerajinan, Seputar Kita, Travelling | Bertanda: , , , , , , , | 5 Komentar »

Perajin Batik Ditengah Persaingan Mesin

Posted by Jay pada Desember 21, 2009

BATIK Indonesia telah diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

BATIK JAMBI

BATIK JAMBI

Sayangnya, perajin sebagai ujung tombak warisan budaya bangsa ini harus berhadapan dengan persaingan yang sangat ketat. Terlebih munculnya perusahaan-perusahan konveksi yang menggunakan mesin-mesin printing yang mampu mencetak batik dengan jumlah besar dan menawarkan harga jauh lebih murah.
Meski dihadapi dengan persaingan yang ketat, para perajin batik Jambi tampaknya tidak begitu mengkhawatirkannya. Mereka beralasan, bahwa kualitas yang dihasilkan oleh perajin rumahan jauh lebih bagus dibandingkan dengan hasil kerja mesin konfeksi atau printing.
A Somad Edi, Ketua Koperasi Kreatif Bersama yang membawahi sedikitnya 35 perajin batik dan kerupuk di Seberang Kota Jambi, mengakui hal itu. Menurut Bujang Loncos—begitu A Somad Edi ini biasa disapa, hal yang paling menjadi kendala oleh perajin adalah modal. ‘’Soal harga relative. Tergantung dengan bahan yang digunakan. Tapi soal kualitas, kita bisa jamin. Hasilnya jauh lebih bagus dari pada hasil konfeksi, yang biasa dijual di mall-mall,’’kata Bujang Loncos, seraya berharap pihak perbankan, BUMN dan Pemerintah bisa memperhatikan pengerajin batik dan kerupuk di Seberang Kota Jambi, khususnya dibawah naungan Koperasi Kreatif Bersama di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

BATIK JAMBI

BATIK JAMBI

Bujang berharap ada bantuan pinjaman dana lunak yang bisa dikelola oleh koperasi untuk membantu anggotanya. Sebab selama ini para perajin harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, karena membeli bahan baku batik, yang harganya relative mahal. ‘’Kami berharap Koperasi Kreatif Bersama ini bisa membantu pengerajin dalam mendapatkan bahan baku seperti dasar, lilin, pewarna dan lain sebagainya dengan harga terjangkau. Selain itu juga dapat membantu anggota dalam memasarkan produknya,’’kata Bujang Loncos, sembari mengaku selama ini pengerajin hanya tebatas membuat pesanan para konsumen, itupun setelah mendapatkan DP atau uang muka dari konsumen.

BATIK TULIS TERGESER DENGAN BATIK CAP

BATIK JAMBI

Padahal, dalam satu bulannya seorang perajin bisa mendapatkan order pesanan mencapai 1.000 meter atau 5.00 potong.
Sebenarnya, kata Bujang Loncos, produk batik asal Jambi ini bisa saja dijual di butik atau di mall-mall. ‘’Tapi kita terkendala modal. Sebab di butik dan di mall-mall tidak bisa membayar kontan. Sistimnya titip,’’ungkap Bujang Loncos, yang mengaku 80 persen anggota Koperasi Kreatif Bersama adalah ibu rumahtangga dan remaja putri.(***)

Ditulis dalam Ekonomi, Kerajinan, Pemerintahan, Pendidikan, Seputar Kita | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.