Kelaparan, Puluhan Gajah Serang Kebun Sawit

29 04 2009

Gajah : Menyeberang (google)

Gajah : Menyeberang (google)

SETIDAKNYA 30 ekor gajah Selasa (28/4/2009) kemarin menyerang puluhan hektar kebun sawit di Desa Sekutur Jaya, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Serangan gajah ini telah terjadi sejak Senin (27/4) lalu. Kendati telah dicoba dihalau oleh warga, namun gajah tetap kembali dan merusak tanaman sawit milik masyarakat yang telah menghasilkan tersebut.

Berdasarkan informasi, gajah-gajah kelaparan tersebut diperkirakan keluar dari hutan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), untuk mencari makan. Selain kebun milik masyarakat, juga terdapat kebun milik perusahaan.Diduga gajah tersebut kelaparan, akibat kawasan habitatnya sudah mulai punah.

Gajah-gajah itu merusak pucuk daun muda kelapa sawit sebagai makanannya dengan menggunakan belalainya. Mereka menyebar secara cepat dan menyantap daun muda dan pucuk tanaman kelapa sawit. Sebagian besar, tanaman kelapa sawit yang masih terjangkau oleh belalainya menjadi rusak oleh serangan binatang besar ini.

Kondisi ini membuat petani menjadi geram bercampur takut melihat serangan kawanan gajah yang banyak tersebut. Beruntung, letak perkebunan itu jauh dari pemukiman penduduk, sehingga gajah tidak sampai merusak rumah-rumah warga. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan gajah tersebut.

Menurut warga, ulah gajah tersebut sudah sering terjadi di Kecamatan Serai Serumpun. Bagi mereka, gajah merupakan salah satu hama yang merusak tanaman kebun mereka. Bahkan beberapa waktu lalu ditemukan gajah mati yang diduga dibunuh karena merusak tanaman.(****)





Tak Dipilih, Caleg Tarik Kembali Bantuan ke Masyarakat

12 04 2009

BANYAK cara yang dilakukan oleh para Caleg agar bisa duduk sebagai anggota dewan. Bagi-bagi uang adalah salah satunya. Meski ini merupakan pelanggaran yang masuk katagori pidana, namun tetap saja dilakukan oleh banyak Caleg di negeri ini.

Disini saya tidak berbicara tentang Money Politik yang dilakukan banyak Caleg untuk mendapatkan suara. Tapi saya akan membicarakan tentang seorang Caleg yang menarik kembali bantuan yang diberikannya kepada warga, hanya karena sang Caleg tidak mendapatkan suara.

Dari sebuah pemberitaan di media lokal di Jambi, adalah Caleg dari Partai Golkar di Kabupaten Kerinci menarik kembali bantuan yang diberikannya kepada warga Desa Ambai Atas dan Ambai Bawah, Kecamatan Sitinjau Laut. Sebab Caleg ini dalam perhitungan suara hanya mendapat 19 suara di dua Desa tersebut. Menurut Munawir, warga Desa Ambai Atas, bantuan yang diberikan Caleg itu cukup besar bahkan mencapai Rp 20 juta. Bantuan berupa mesin diesel dan barang lainnya. Sebagian dana yang diberikan Caleg tadi telah dipakai dalam berbagai keperluan.
“Kita juga bingung, dana tersebut telah kita pakai, tiba-tiba Caleg itu meminta bantuannya kembali. Sebagian warga yang menerima bersedia mengembalikan dengan cara patungan,” jelas Munawir.

Kejadian ini menurut saya merupakan pengalaman sekaligus pendidikan politik untuk masyarakat. Yang mana, harus lebih cerdas dalam memilih seorang calonnya di DPR.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh Panwaslu dan KPU terhadap Caleg ini.???.(****)