1 Harimau Berhasil Ditangkap, Lebih dari 3 Lagi Masih Berkeliaran

MERESAHKAN : Harimau yg berkeliaran di perkebunan
PENDUDUK Jambi kini dihebohkan dengan kehadiran Harimau, si-raja hutan yang berkeliaran di perkebunan warga. Setidaknya 8 orang tewas diterkam oleh raja hutan ini, sepanjang 2009 ini (dua bulan).
Para petani pun mulai ketakutan untuk berladang. Apalagi tidur di kebun (pondok). Sebab dari sejumlah peristiwa, Harimau Sumatera ini menerkam manusia yang sedang tidur di dalam pondok, sekalipun pondok tersebut tertutup rapat. Sebab raja hutan ini mampu meloncati pondok yang tingginya 3 meter dan menerobos lewat atap pondok (rumah ditengah ladang).
Terakhir terjadi Minggu malam 1 Maret 2009 di Paal 2 Desa Petaling, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi. Dua orang korban bernama Musliadi (30) dan Mus Mulyadi (31), warga Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Kedua korban yang tinggal di pondok setinggi 3 meter itu diterkam saat tidur, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban tewas seketika dengan kondisi leher putus, badan penuh cakaran dan gigitan. Mayat kedua korban ditemukan oleh warga Senin siang-nya.
Peristiwa pertama terjadi 24 Januari di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi. Saat itu, Harimau memangsa seorang korban bernama Raba’i.
Kejadian serupa terjadi 28 Januari di hutan Desa Sungai Gelam, Harimau berhasil memangsa dua korban lagi, Suyut dan Imam Mujianto. Kejadian serupa kembali terjadi Rabu 4 Februari 2009 sekitar pukul 22.30 WIB, di Desa Mekarsari, Kecamatan Kumpe Ilir, korbannya Sutiyono (36). Namun nasib Sutiyono sedikit lebih beruntung. Ia selamat dari maut dan hanya mengalami luka cakaran dibagaian paha dan tanganyanya.
Korban kelima dan keenam, Ali (50) dan Dery (17). Peristiwa terjadi Pada Sabtu, 21 Februari 2009. Selanjutnya pada 22 Februari jatuh lagi korban yakni Khoiri (20).
Sejauh ini belum diketahui berapa banyak jumlah Harimau yang berkeliaran di perkebunan masyarakat tersebut. Yang jelas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Rabu pagi 11 Februari 2009, baru berhasil menangkap seekor Harimau betina, dengan cara di perangkap jeruji besi yang dipasang di area perkebunan sawit afdeling I, PT Muarojambi Kahuripan Indonesia (MKI), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.
Menurut warga, setidaknya masih ada tiga Harimau lagi yang masih berkeliaran di perkebunan warga tersebut. Apa yang menyebabkan Harimau tersebut masuk ke perkebunan masyarakat ?
Menurut Didy Wurijanto Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Harimau tersebut bergeser dari tempat tinggalnya (hutan lepas belantara) karena kawasan hutan banyak yang dirambah. Dan bisa juga karena pembukaan lahan oleh perusahaan seperti WKS.
Karena itu ia menghimbau kepada perusahaan yang membuka lahan untuk mengalokasikan area koridor dan kantung-kantung satwa liar agar satwa liar seperti Harimau ini bisa hidup tanpa diganggu oleh manusia.
‘’Kegiatan PT WKS memang legal dan memiliki izin. Dan jauh dari TKP (tempat Harimau memangsa manusia), tapi saya menghimbau agar WKS menyisihkan 10-20 persen kawasannya. Agar bisa dijadikan koridor,’’kata Didy.(****)
Menurut Anda, mana yang lebih penting. Nyawa manusia atau Harimau yang dilindungi Undang-Undang ?. Bagaimana cara, agar manusia bisa hidup tenang dan Harimau juga tidak hilang populasinya ?.
Yg ingin mendapatkan vidio rekaman Harimau yg sedang berkeliaran di kebun bisa hubungi saya via Facebook/Emai : jay_buserjambi@yahoo.com. Vidio Direkam oleh warga menggunakan HP. Thanks.



Komentar Anda