
Bermain Dg Ular
BAGI sebagian orang, ular merupakan binatang berbisa yang menakutkan dan menjijikan. Bagaimana jadinya, jika ular ini menjadi binatang rumahan yang selalu menjadi teman main anak-anak dan masyarakat.
Suasana perkampungan dipinggir Danau Sipin, tepatnya di Jalan Kamboja III, Lorong Putri Ayu, RT 23 Kelurahan Sungaiputri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, lain dari yang lain.

Anak-Anak bermain dengan Ular
Para anak-anak remaja hingga bocah-bocah kecil, terlihat girang bermain dipinggir jalan dan danau. Mereka mengisi waktu sore menjelang magrib dengan bermain dengan ular peliharaan mereka masing-masing. Ukurannyapun beragam. Ada yang panjangnya dua meter setengah, hingga ukuran kecil sekitar 40 cm. Setiap ular memiliki nama beragam.
Binatang yang tak lazim dipermainkan oleh anak-anak itu terlihat akrab dengan mereka. Bagaimana hobi memelihara ular itu terjadi di kampung tersebut.
Menurut Hermawan (15), pemilik ular Sawo Sematang dengan panjang sekitar dua merer ini, kegemarannya dengan ular bermula dari tetangganya bernama Edi, yang menemukan telor ular. Telor ular itu kemudian ditetaskan sendiri dengan menggunakan pemanasan lampu. Ular jenis Sematang itu kemudian dipelihara dengan Edi.

TAKUT : Coba-coba bermain dg ular
Tak lama kemudian ia menemukan ular jenis yang sama dengan ukuran kecil di Pulau Jajaran, atau seberang kampung mereka. Ular yang diberi nama Kondang itu dirawatnya, bagaikan anak kecil. ‘’Waktu kecil makannya keong mas dan saya suapin. Setelah makan selalu dimandikan dengan menggunakan sampo,’’kata Wawan panggilan Hermawan.
Kini Kondang – nama ularnya, sudah tidak lagi makan disuap. ‘’Sekarang umur Kondang (ular,red) sudah satu tahun dua bulan. Makannya dua hari sekali. Kadang-kadang diberi ayam, burung, elang dan macam-macam. Tapi setelah makan Kondang (ular,red) selalu dimandikan, biar kulitnya berkilau dan tidak mengeluarkan bau amis,’’sebut pelajar SMP Negeri 19 ini.
Untuk mengantisipasi gigitan binatang berbisa itu, sejak kecil, gigi taring ular tersebut sudah dibuang. ‘’Tapi kalau yang betina tidak perlu,’’kata Wawan, sembari memperlihatkan ularnya yang ingin berganti kulit.
Begitu jinaknya, sehari-hari Kondang dilepas didalam rumahnya. Dan bila malam, ia akan masuk dengan sendirinya ke kandang yang memang sudah dipersiapkan oleh Mawan.
Sedikitnya ada enam orang yang gemar memelihara ular di kampung itu.Mereka adalah Edi, Yusuf, Hamid, Kulup, Safrizal dan Hermawan. Kegemaran warga kampung itupun kini menjadi tontonan yang unik dan menarik, bagi masyarakat sekitar.
‘’Jika kita rawat dengan baik, ular itu juga baik dan tidak akan membahayakan. Dengan kita rawat, sisik ular berwarna coklat kombinasi hitam itu akan menjadi mengkilat berkilau,’’tandasnya.(****)



sereeeeeemm !!!
hhe,,ngga deng,,
ane juga demen liat uler,,liat doang,,hhe,,
Saya jadi takut ke situ…
Bukan karena saya takut ular, tapi saya justru takut kalau ular saya dibuat main2…
Nah..kapan lagi bisa mulai menyukai dunia satwa kalau tidak diawali dari sekarang…..
Seru nampaknya bang! Rangkap profesi jadi pawang ular nih kek nya……Sip lah…asal jangan ular yang pendek itu aja yang di mainkan….nanti minta yang aneh2….hik hik
saya sempat menyaksikan tayangan TV tentang LSM peduli ular…. untuk melestarikan dan mengarahkan masyarakat agar dengan ular lbh bersahabat.
fotonya kurang satu Mas Jay; Foto PENARI ULAR..
Waduh, saya blm pernah mendapatkan kampung seperti itu sebelmunya….
Bener2 hebat….
Duh, sumpah saya paling takut sama ular kang, besar maupun kecil
Ntar kalau digigit gimana dek… Ular kok buat mainan… Ntar dimakan ular lho…
widiwww….atuuutttt.
ada ada aja hobi kok piara uler, adudududu…jadi geli
Saya berani sama ular.. (tapi ular-ularan, hehe)
Iy, ya Ampun…. serem banget mainannya om….
Thanks udah berkunjung yach..
Kalau ularnya sudah cukup besar sebaiknya sih jangan dijadikan ‘mainan’ lagi. Karena sejinak apapun ular itu ketika kecil tetap saja naluri sebagai ularnya akan muncul manakala ia beranjak besar. Berhati-hati saja
tak disangka ular yang mengerikan bisa dipegang…btw rumahmu mirip dengan rumahku bang…(hehehe..nora gw)
-so salam kenal-
Gak ada maenan lagi ya bang?
hehe….
numpang info yah,,
buat yg belom tw,gue dah pindah ke http://finyster.co.cc ,,jadi kalo mw ke blog gue jangan klik nama kahfinyster di komen gue,,klik link yg finyster ajah,,okeh??
datengin yah,,
weehhhhhhhhhhh… ngerii ah..
whoaaa…
lama ga berkunjung kesini..
saya paling jijik sama binatang yang namanya uler..
sampe2 baca postingan ini tapi ga brani liad gambarnya..huahahaha…
seremmmmm kalo ularrrr
wehe,,bro2 n sist2 di luar, wassap??
mw liat yg baru2? samperin aje blog gue,,hhe,,
tukyman berbagi kecerian
dengan datangnya keindahan yang slama ini menjadi angan
Saya gak suka ular, tapi saya suka penari ular terutama saat ia sedang gak bawa ular.
Duch bang Jay, meski katanya taring yang mengeluarkan bisanya sudah dibuang sejak ular itu masih kecil, saya tetap nggak berani kalau disuruh pegang apalagi main dgn ular. Serem, takut, hihihi….lari
Bang postingan artikelnya kok belum ada yang baru lagi nich ?. Sibuk yach ?
Best regard,
Bintang
blaik…. ular kok diajak maen2
waduh binatang yang satu ini memang bikin geli sekaligus serem
aku lumayan ngeri apalagi malam hari huiiiii
sampean ngajak main kok ular hahahaha
salam