Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Februari 2nd, 2009

Ular Juga Bisa Dijadikan Teman Main

Ditulis oleh Jay di/pada Februari 2, 2009

Bermain Dg Ular

Bermain Dg Ular

BAGI sebagian orang, ular merupakan binatang berbisa yang menakutkan dan menjijikan. Bagaimana jadinya, jika ular ini menjadi binatang rumahan yang selalu menjadi teman main anak-anak dan masyarakat.

Suasana perkampungan dipinggir Danau Sipin, tepatnya di Jalan Kamboja III, Lorong Putri Ayu, RT 23 Kelurahan Sungaiputri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, lain dari yang lain.

Anak-Anak bermain dengan Ular

Anak-Anak bermain dengan Ular

Para anak-anak remaja hingga bocah-bocah kecil, terlihat girang bermain dipinggir jalan dan danau. Mereka mengisi waktu sore menjelang magrib dengan bermain dengan ular peliharaan mereka masing-masing. Ukurannyapun beragam. Ada yang panjangnya dua meter setengah, hingga ukuran kecil sekitar 40 cm. Setiap ular memiliki nama beragam.

Binatang yang tak lazim dipermainkan oleh anak-anak itu terlihat akrab dengan mereka.  Bagaimana hobi memelihara ular itu terjadi di kampung tersebut.

Menurut Hermawan (15), pemilik ular Sawo Sematang dengan panjang sekitar dua merer ini, kegemarannya dengan ular bermula dari tetangganya bernama Edi, yang menemukan telor ular. Telor ular itu kemudian ditetaskan sendiri dengan menggunakan pemanasan lampu.   Ular jenis Sematang itu kemudian dipelihara dengan Edi.

Coba-coba bermain dg ular

TAKUT : Coba-coba bermain dg ular

Tak lama kemudian ia menemukan ular jenis yang sama dengan ukuran kecil di Pulau Jajaran, atau seberang kampung mereka. Ular yang diberi nama Kondang itu dirawatnya, bagaikan anak kecil. ‘’Waktu kecil makannya keong mas dan saya suapin. Setelah makan selalu dimandikan dengan menggunakan sampo,’’kata Wawan panggilan  Hermawan.

Kini Kondang – nama ularnya, sudah tidak lagi makan disuap.   ‘’Sekarang umur Kondang (ular,red) sudah satu tahun dua bulan. Makannya dua hari sekali. Kadang-kadang diberi ayam, burung, elang dan macam-macam. Tapi setelah makan Kondang (ular,red) selalu dimandikan, biar kulitnya berkilau dan tidak mengeluarkan bau amis,’’sebut pelajar SMP Negeri 19 ini.

Untuk mengantisipasi gigitan binatang berbisa itu,  sejak kecil, gigi taring ular tersebut sudah dibuang. ‘’Tapi kalau yang betina tidak perlu,’’kata Wawan, sembari memperlihatkan ularnya yang ingin berganti kulit.

Begitu jinaknya, sehari-hari Kondang  dilepas didalam rumahnya.  Dan bila malam, ia akan masuk dengan sendirinya ke kandang yang memang sudah dipersiapkan oleh Mawan.

Sedikitnya ada enam orang yang gemar memelihara ular di kampung itu.Mereka adalah Edi, Yusuf, Hamid, Kulup, Safrizal dan Hermawan. Kegemaran warga kampung itupun kini menjadi tontonan yang unik dan menarik, bagi masyarakat sekitar.

‘’Jika kita rawat dengan baik, ular itu juga baik dan tidak akan membahayakan. Dengan kita rawat, sisik ular berwarna coklat kombinasi hitam itu akan menjadi  mengkilat berkilau,’’tandasnya.(****)

Ditulis dalam Humor, Pendidikan, Seputar Kita | Bertanda: , , , , , , | 23 Komentar »