Militer Israel Berjaga Diperbatasan
PELANTIKAN Barack Hussein Obama Selasa (20/1/2009) kemarin menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS), menyedot perhatian dunia. Termasuk Negara-Negara Islam. Bukan saja karena ia presiden berkulit hitam pertama AS, tapi juga karena janji-janjinya yang ingin membawa perubahan dan perdamaian. Maklum saja, karena selama ini banyak wanita AS yang menjanda karena suaminya tewas di medan pertempuran seperti di Irak.
Pidato Obama pun ditunggu-tunggu oleh seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Terbukti, sejumlah stasiun TV di Indonesia-pun menayangkan siaran langsung acara pelantikan Presiden ke-44 AS itu.
Disini saya tidak akan membahas soal kemewahan acara pelantikan Obama yang termegah dalam sejarah AS itu. Atau antusias warga AS, menyambut Presiden mereka. Tapi saya akan membahas soal janji-janji Obama untuk perdamaian.
Dua hari sebelum dilantik sebagai Presiden ke-44, atau tepatnya Minggu (18/1/2009), Israel secara mengejutkan menyatakan menarik mundur tentaranya dari Palestrina, setelah tiga pekan lebih membombardir Gaza hingga menewaskan 1.300 orang warga Palestina. Meski belum balik kandang secara utuh karena masih berjaga-jaga di perbatasan Gaza, namun setidaknya gencatan senjata yang dilakukan militer Zionis Israel itu sudah tidak lagi terjadi di Palestina. Padahal sebelumnya seluruh dunia minus AS mengecam agresi Israel itu. Namun Israel tidak peduli, bahkan Resolusi DK PBB-pun diabaikan.
Menurut saya, sedikit melunaknya Yahudi Israel yang terkenal keras kepala ini tak terlepas dari pengaruh pelantikan Obama ini. Sebab tidak menutup kemungkinan ancaman lebih besar akan datang pada AS, jika agresi Israel terhadap Palestina tak kunjung dihentikan. Yah, karena AS merupakan Negara yang mendukung agresi brutal Israel itu.
Menurut hemat saya Israel dan AS bagaikan perut dan kepala dalam satu badan. Karena itu keduanya saling ketergantungan. Perut tidak akan terisi kalau pikiran otak tidak berjalan. Begitu juga sebaliknya. Otak tidak akan berjalan kalau perut kosong.
Skenario ini tampaknya sudah dirancang dengan apik oleh Israel. Saat ini Zionis Israel tak mungkin meluncurkan roketnya lagi, sebelum mereka mendapat serangan terlebih dahulu. Israel mungkin akan melakukan cara lain untuk memancing kemarahan para Mujahidin. Semoga semua penafsiran saya ini tidak benar. Nauzubillah himinzalik.
Dalam pidato pertamanya, Obama tidak menyinggung soal agresi Israel tersebut. Dia hanya menyinggung secara umum tentang dunia Muslim.
“Bagi dunia Muslim, AS akan menempuh cara menciptakan hubungan baru secara langsung melalui hubungan saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama. Bagi para pemimpin dunia yang berupaya menabur konflik atau menyalahkan keterpurukan masyarakatnya kepada Barat – ketahuilah bahwa masyarakat kalian akan menilai dari apa yang kalian bangun, bukan yang kalian rusak,” tegas Obama dalam pidato pertamanya.
Menurut hemat saya, pidato Obama tidak secara utuh. Obama masih mendapatkan tekanan dari bangsa Yahudi, yang masih mendominasi dan memiliki peran penting di AS.
Obama sadar bahwa agresi Israel terhadap Palestina melebihi batas kemanusian dan melanggar aturan perang. Namun Obama tak mampu mengungkapkan hal itu. Itu karena Obama masih memikirkan AS kedepan, yang saat ini sedang dilanda krisis global. Yah, karena AS masih membutuhkan pemikiran orang-orang Yahudi yang masih mendominasi di pemerintahannya AS.
Langkah yang paling bijak dilakukan Obama adalah diam. Ia tidak menyinggung sama sekali tentang konflik Israel-Gaza tersebut.
Kita akan menanti apakah Obama akan mendukung langkah PBB untuk menyeret Israel ke Mahkamah Internasional ?.



semangat OBAMA
Kira-2 apa yang harus dilakukan si Obama ya?
zionisme dan judaisme sudah menggurita di kalangan elite AS; sangat mungkin Mas Barack dalam tekanan Israael
Kita tunggu aja aksinya … saya belum terlalu percaya dengan obama hanya dari melihat antusias masyarakat dunia
Ikut menunggu action Obama. Semoga bisa melakukan banyak hal untuk perdamaian dunia.
kira-kira ntar presiden indonesia hasil pilpres 2009 akan dielu-elukan kayak obama ga ya?? blognya dah ku link di blogku… gantian link balik blogku dong mas… makasihh…
KIta nantikan aja sepak terjangnya bakal gimana…
saya kira hanya waktu yang dapat menjawab pertanyaan anda tersebut.
dan semoga OBAMA dapat memberikan yang terbaik bagi kita dan dunia ini….
amien…………..
Penarikan mundur tentara AS di Irak dan memindahkannya ke Afganistan hanyalah retorika politiknya. Damai di Irak tapi perang di Afganistan, bukankah sama? Tekanan zionis di tubuh pemerintahan AS sepertinya tak bisa membuat obama mengeluarkan kebijakan yang mendukung umat Islam. Sangat disayangkan jika dukungan dari belahan dunia kemarin saat pemilihannya tak bisa memberikan arti yang lebih. Ternyata benar…jangan pernah berharap pada manusia berlebihan, karena suatu saat ia bisa mengecewakan
permusuhan yahudi gak akan pernah selesai sampai datang hari kiamat. dimanakah kaum muslimin saat ini…!!!!
kita nantikan 100 hari kepemimpinan Obama…untuk membuktikan ucapannya.
Semoga Obama tidak bersikap seperti Presiden Amerika sebelumnya.
sepakat pak. israel dan amerika adl satu tubuh. jadi sama2 kemauannya. sama2 keinginananya. sama2 gilanya..
dan ternyata sama2 cerdas… *sedih*
habis makan malam enaknya ya ngebloGGGGGGG &
numpan parkir, tapi gak bisa lama2x
harus bisa,,
obama harus bisa,,hhe,,
hmmm…..kira2 OBAMA bisa g ya…??
aku juga bertanya-tanya…
masalh itu bisa diselesaikan Obama pa ngggak yagh???
kita liat saja kinerja si OBAMA ini nantinya
Mari bantu dengan doa dan harapan semoga semuanya akan baik-baik saja.
Obama ooo obama….semangat dech
Salam kenal
mudah mudahan sih Obama bisa membuat sebuah perubahan untuk perdamaian mari kita tunggu sang penguasa amerika tersebut membuktikan kepiawaiannya
wassalam
salam kenal juga..rasanya sulit untuk menetip harapan akan perubahan besar kebijakan AS terhadap Isreal. As akan tetap selalku bermuka dua, dan selalu akan berada di pihak Israel…
semoga bisa diskusi lebih lanjut….
wasslam