Pabrik Sepatu Saling Klaim, Ribuan Pengacara Siap Membela Zaidi

SIMBOL: Demo minta dibebaskan Zaidi
SEPASANG sepatu milik wartawan TV Al Baghdadia di Baghdad, Muntazer al-Zaidi, yang digunakannya untuk melempar Presiden Amerika Serikat, George W Bush, Minggu malam (14/12/2008) waktu setempat, menjadi barang berharga dan menjadi rebutan orang-orang kaya di Irak.
Mantan pelatih kesebelasan nasional Irak, Adnan Hamad menawarkan harga 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 Miliar (M) untuk mendapatkan sepasang sepatu itu.
Tidak itu saja seorang jutawan Arab berani membeli sepatu Zaidi itu dengan harga hingga jutaan dollar AS atau triliunan rupiah. Sayangnya, menurut hakim penyelidik kasus ini, sepatu Zaidi langsung dihancurkan setelah dipakai untuk melempar Bush. Alasannya, sepasang sepatu khawatir mengandung bahan peledak.
Tidak itu saja, pabrik dan tukang sepatu di Negara Timur Tengah juga ribut dan saling klaim sebagai pembuat sepatu yang digunakan Zaidi untuk melempar orang nomor satu di negara adidaya itu.
Hal itu karena para tukang sepatu di Timur Tengah juga ingin menjadi bagian dari sejarah. Bagi dunia Arab dan sebagian besar warga Irak, Zaidi dianggap pahlawan karena berani menyerang Bush walau hanya dengan ”senjata” sepatu yang nyaris mengenai kepala dan badan Bush.
Pengagum Zaidi itu pun tampaknya beragam. Malahan, game- ” Pelemparan sepatu ke Bush” langsung beredar di internet. Ayo coba . klik disini
ZAIDI DIBERI PENGHARGAAN

DIPERLIHATKAN: Foto Zaidi diperlihatkan
Keberanian Zaidi itu ternyata juga dipuji oleh Putri Pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Aicha. Bahkan lembaga sosialnya akan memberikan penghormatan beruba medali keberanian dan menyatakan, aksi itu “kemenangan bagi hak asasi manusia”.
Lembaga sosial Libya itu menyeru media agar mendukung Zaidi dan menekan Pemerintah Irak agar membebaskannya.
Bagi Pemerintah Irak, tindakan Zaidi itu memalukan. Namun, bagi dunia Arab, tindakan itu justru ”kado perpisahan yang tepat” bagi Bush. Ratusan pengacara menawarkan bantuan mewakili Zaidi tanpa bayaran.
Bahkan, di Libya, putri Moamer Kadhafy, Aisha, akan memberikan penghargaan berupa ”medali atas keberanian” Zaidi. Sementara kelompok militan Syiah di Lebanon, Hezbollah, menyatakan Zaidi seharusnya diberi penghargaan sebagai ”pahlawan Irak”.
Presiden Venezuela Hugo Chavez pun mengaku kagum pada keberanian Zaidi. ”Untung saja sepatu Zaidi tidak mengenai Bush. Saya juga tak setuju dengan lemparan sepatu itu. Namun, keberanian Zaidi boleh juga,” kata Chavez, Senin (15/12). Chavez mengaku tersenyum lebar saat menyaksikan insiden itu melalui rekaman video di stasiun TV.
Lemparan sepatu Zaidi itu kini ditiru di wilayah Sadr City. Ketika kendaraan militer AS lewat, banyak orang yang melemparkan sepatu mereka.
Ketua Persatuan Wartawan di Irak Muyyad al-Lami mengakui, tindakan Zaidi itu ”aneh dan tidak profesional”. Meski demikian, organisasi itu tetap meminta Maliki membebaskan Zaidi.
BANTUAN HUKUM
Mantan pengacara Saddam Hussein, Khalil al-Dulaimi, mengaku tengah membentuk tim untuk membela Zaidi. Sekitar 200 pengacara menawarkan bantuan untuk membela Zaidi tanpa dibayar.
Belakangan jumlah pengacara yang siap membela Zaidi itu terus bertambah. Kabar terakhir jumlah pengacara yang siap membela Zaidi mencapai 1.000 orang.
ZAIDI DIANIAYA PETUGAS
Akibat ulahnya itu Zaidi ditahan. Saudara laki-laki Zaidi, Durgham Zaidi, mengaku, Zaidi mengalami patah tulang pada bagian tangan. Selain itu, salah satu tulang iganya juga patah setelah ditubruk aparat keamanan Irak dan AS saat diringkus seusai melemparkan sepatunya.
Bagi keluarganya, Zaidi adalah pahlawan. Kini ketiga saudara laki-laki dan satu saudara wanita Zaidi berkumpul di rumah Zaidi. Menurut keluarganya, tindakan Zaidi itu tidak terencana. Namun, kemungkinan tindakannya itu dilatarbelakangi berbagai pengalaman tidak mengenakkan ketika ia diculik kelompok bersenjata pada November 2007.
Menurut pengakuan keluarganya, selain diculik tahun 2007, Zaidi juga pernah ditahan selama satu hari oleh tentara AS, Januari lalu. Pengalaman-pengalaman itu yang diperkirakan pihak keluarga menanamkan rasa benci pada AS, kehadiran AS di Irak, dan perlakuan mereka kepada rakyat Irak.(****)
Foto dan tulisan disaring dari Kompas.Com.



Komentar Anda