PEJABAT tinggi India ramai-ramai mengundurkan diri. Menyusul ulah teroris yang mengobrak-abrik Kota Mumbai. Mereka yang mengundurkan diri terutama di bidang keamanan,
Menteri Dalam Negeri India, Shivraj Patil dan Penasihat Keamanan Nasional India, M.K. Narayanan.
Kedua pejabat India itu mengajukan pengunduran diri (3011) sehari setelah teror di kota bisnis terbesar itu berakhir. Keduanya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggungjawab moral atas serangan teroris yang melanda kota pusat bisnis Mumbai, India yang telah menewaskan 195 orang, termasuk kepala pasukan antiteror India dan melukai 295 orang.
Dari sejumlah pemberitaan di media baik koran, TV maupun internet, diperkirakan jumlah pejabat India yang akan mengundurkan diri akan bertambah, khususnya yang terkait masalah keamanan, termasuk kepala intelijen lokal dan kepala keamanan pesisir pantai serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.
Dari kejadian ini setidaknya bisa menjadi contoh bagi pejabat di Indonesia, tentang tanggungjawab moral para pejabat, yang lalai dalam tugasnya.
Di Indonesia sendiri sebenarnya sejumlah peristiwa besar sering terjadi. Sebut saja kasus bom Bali, kecelakaan sejumlah pesawat dan kapal laut dan lumpur Lapindo. Korban jiwa akibat peristiwa tersebut tidaklah sedikit. Namun, tidak ada pertanggungjawaban moral yang diperlihatkan oleh pejabat di negeri ini. Yang ada justru saling tuding dan saling salah-menyalahi. Tidak ada pejabat negeri ini yang mengakui kelalaianya dan kesalahannya. Apalagi meletakkan jabatannya sebagai pertanggungjawaban moral.
Ada apa sebenarnya dengan negeri kita ini ?.
Tuangkan aspirasi Anda untuk mewujudkan pejabat Indonesia yang bersih, bermoral dan bertanggungjawab di kolom komentar ini..? Kali aja bisa menjadi masukan untuk pemimpin di negeri ini.
==Thanks ==




jangan tanya moral kepada pejabat sekarang, karena kata itu susah terkubur harta dan ketamakan
hanya satu kata, tirulah Ahmadinejad!
mungkin ada sesuatu di balik itu semua…
moral pejabat Indonesia ?????
Cuci pake Rinso, Attack, Daia, So Klin….GubRak!!(Ga Nyambung)
Maklum kebiasaan jadi anak kost… Kebawa-bawa…
Itu Tergantung niaTnya waktu jadi pejaBat mas…
(Thx dah mampiR)…
Setahuku kalo bicara politik yang muncul di depan itu uang bang? bener apa bener? Mudah2an saat kita nanti jadi pejabat. nggak begitu nafsu ngejar kepentingan sendiri. Aaaaah tapi kapan?
soalnya mo jd pejabat hrs nyuap, akhirnya mikir balik modal dulu deh
hiksss
Barangkali pejabat mengundurkan diri di negara kita ini memang harus dengan jalan paksaan. Kalau hanya sekedar imbauan atau kesadaran belum ada yang bisa mematuhinya. Ini kan bentukan moral peninggalan jaman orde baru yang sudah sangat mengakar kuat di pejabat tingkat manapun. Kalaupun ada yang senang mengundurkan diri dengan sukarela mungkin hanya di tingkat RT atau RW.
Mmh..pejabat yang baik itu seperti apa ya?
Kalo suatu saat saya jadi pejabat, apa saya bisa lebih baik dari dia?
Gak ah…jadi takut berkomentar.
Mending berharap aja. Saya berharap Indonesia damai, tentram, gemah ripah loh jinawi, dibawah pimpinan pejabat siapa saja.
Ya pejabat lagi-pejabat lagi ..
begitulah … Indonesiaaaaaaa
Terlalu bangyak privilege yang sudah mereka nikmati, sudah terlalu nyaman dan kerasan. Jadi takut untuk mengundurkan diri, walau sebenarnya tidak mempu menjalankan tugasnya dengan baik. Thanks
PEJABAT KITA??? IT’S HARD TO SAY…
wah kalo ditanya moral bingung ya
jangan kan sampai ke masalah moral masalah rasa aja sudah bubrah
kalo di pikir terus pusing dan cape deh
mengajarkan kita menjadi muak terhadap keadaaan tapi ironinya sekarang berjanji manis mas menjelang pemilu hahaha\
ah embuh mas
salam hormat salam kangen serta sukses selalui
Pejabat kita percaya bahwa mengundurkan diri tak menyelesaikan masalah.
Mereka berkeinginan kuat ikut andil dalam memperbaiki kebobrokan di masyarakat…
==Psikologi Terbalik==
Halah…
kenapa y, klo dibandingin sama negara lain, Indonesia tu banyak minus-nya??? Saya juga heran nih..
yah minimal ada yang ngritik lah..jadi di indonesia ini masih banyak yang waras
Mau ketawa ni, kemaren Pemda DKI minta anggaran 35 juta untuk 1 laptop buat anak buahnya
lingkaran setan (ga jelas siapa yang teroris sebenernya kalo di sini)
tolong kasi pasword admin nyo, biar kupublish berita ke blog ini…hahah
Apa yang terjadi? mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang…..
Pejabat Indonesia bukan berusaha memperbaiki keadaan negara, tapi memperbaiki kantong pribadi, dan berusaha balik modal…
di indonesia, kalo ada kerusuhan dan/atau apapun yang mundur dan dituntut ke pengadilan adalah bawahannya…
pejabatnya tetap aman…, inilah karakter bangsa ini. dari dulu khan kerajaan, nah kalo perang apa para pejabat kerajaan maju duluan? ya kroco2 yang dikorbankan dulu lah… masak jendaral mati duluan , nggak mungkin…..
mengapa oh mengapa? aku tak mengerti…
salam -japs-
semuanya hanya bisa dijawab oleh hati nurani yang paling dalam dari para pejabat paling bermoral tersebut.
salah satu hal yang perlu dan patut ditiru para pejabat penentu kebijakan di negeri kita ini mas…
btw salam kenal yah…senang bisa mampir disini…sekalian kenalan..
salam kenal..
bonar
http://sihotang407.wordpress.com