Krisis Global, Cassano Dapat Pesangon 370 Miliar

18 11 2008

NAMA Joseph Cassano beberapa bulan ini melejit dan menjadi pembicaraan dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Ia dianggap paling bersalah dalam krisis global saat ini. Itu diduga karena hasil karyanya dalam menciptakan Credit Default Swaps atau CDS.
Wow, siapa sebenarnya Joseph Cassano dan apa itu CDS.

Dari sejumlah pemberitaan yang saya baca seperti di Jambi Ekspres Grup Jawa Pos (edisi Senin dan Selasa 17-18 November 2008) diketahui Joseph Cassano merupakan pimpinan unit usaha AIG (perusahaan asuransi terbesar di dunia) di London.

Sedangkan CDS adalah suatu produk derivatif dari hutang, semacam asuransi. Objek yang dijaminkan adalah surat hutang dan kredit. Surat hutang dan kredit diasuransikan dengan membayar sejumlah premi kepada pihak penanggung. Jika terjadi kerugian akibat gagal bayar atau masalah lain sehingga menimbulkan kerugian bagi pemegang kredit/surat hutang tersebut, pihak penanggung berkewajiban membayar sejumlah yang ditetapkan sebelumnya. Biasanya adalah kerugian akibat dari gagal bayar atau anjloknya harga surat hutang. Selama tidak ada gagal bayar pihak penanggung akan duduk-duduk saja menerima uang premi. Pengertian sederhananya adalah hutang seseorang atau perusahaan mengajukan pinjaman kredit di bank. Untuk mengurangi risiko gagal bayar, bank menggaet pihak lain dan inilah yang disebut dengan CDS. Atau dalam kata lain, hutang kredit diasuransikan.

CDS hasil karya Cassiano, kemudian digunakan oleh AIG perusahaan asuransi Amerika, sebagai salah satu penjamin dana pinjaman itu. CDS ini berhasil
mengangkat AIG menjadi asuransi terbesar di dunia dengan rating tertinggi AAA. Dalam jangka waktu enam tahun omset AIG melonjak drastis. Cassiano pun dielu-elukan oleh sang CEO AIG. Bahkan penghasilan Cassano lebih besar daripada gaji Michael Sullivana, CEO di kantor pusat AIG di New York.

CDS yang dirancang oleh Cassano ini saya sebut dengan praktek riba atau menganakkan uang. Dalam hukum Islam, riba sangat dilarang atau haram. Kenapa begitu ?. Uang yang dipinjam dari Bank dihitung dengan suku bunga. Masing-masing bank memiliki suku bunga yang berbeda-beda, kisaran 8-10 persen, bahkan lebih, belum termasuk biaya administrasi. Untuk membayar premi asuransi atau CDS sebagai penjamin pinjaman kredit, maka bank akan menarik keuntungannya dari bunga yang ditetapkan. Itu artinya ; ”Bank dan CDS bagi-bagi bunga uang”. Menurut pandangan saya, cara yang paling aman dan benar bagi investor atau bank dalam meminjamkan uang atau mengeluarkan kredit adalah dengan sistim bagi hasil, setelah dipotong zakat mal.

Persoalan mulai muncul akhir 2007. Bank-bank Eropa yang meminjamkan uang ke lembaga keuangan AS dengan jaminan CDS dari AIG, mulai menagih ke AIG, karena “gajah-gajah” di AS sudah mulai tidak sanggup lagi membayar utang. Total tagihan ke AIG mencapai USD 11 miliar atau sama dengan 100 triliun. Tentu saja AIG tidak sanggup dengan tagihan sebegitu besar dan mendadak. Rating AIG langsung turun. Kepercayaan runtuh.

Cassano pun diberhentikan dari jabatan kepala unit AIG di London, 29 Februari 2008 lalu (saat AIG terbukti menderita kerugian USD 11 miliar atau sama dengan Rp 130-an triliun). Ironisnya, Cassano masih mendapat pesangon USD 34 juta atau sekitar Rp 370 miliar ! Tidak hanya itu, Sulliviana selaku CEO masih mengangkatnya sebagai konsultan perusahaan dengan gaji sebulan USD 1 juta atau sekitar Rp 12 miliar.

Bayangkan, orang yang diduga paling bersalah sedunia, ketika dipecat pun masih punya gaji bulanan yang besarnya cukup untuk menggaji presiden Indonesia 12 tahun! Bandingkan dengan gaji presiden Indonesia yang hanya Rp 59 juta/bulan, atau gaji menteri kita yang hanya Rp 19 juta/bulan. Padahal, menjadi presiden pusing bukan main.(****)