Kematian itu Pasti Datang

9 10 2008

SUBUH kemarin saya medapat kabar bahwa mertua pria kakak saya meninggal dunia. Pagi itu juga sekitar pukul 10.00 WIB saya langsung ngelayat ke seberang. Tak lama saya duduk di rumah duka, jenazah almarhum dimandikan. Saya pun kemudian melihat langsung bagaimana prosesi memandikan mayat tersebut dan kemudian dikafankan selanjutnya disholatkan dan langsung dibawa ke pemakaman, untuk dikebumikan. Prosesi ini merupakan yang kedua kalinya saya saksikan. Sebelumnya saya menyaksikan prosesi ini ketika ayah saya meninggal dunia. Yah kira2 sekitar setahun lebih yang lalu.

Apa yang saya lihat itu menyadarkan akan kematian yang pasti datang. Tidak itu saja, saya mulai berpikir tentang persiapan untuk kematian itu… Hmmmm sesak juga menulis cerita kematian ini. Tapi tak apa-apa, ini harus saya tulis demi mengisi blog sekaligus sebagai alat untuk mengingatkan saya tentang kematian yang pasti akan datang.

Kebersihan mayat itu betul-betul diperhatikan oleh petugas yang memandikan mayat. Begitu telitinya, petugas bahkan menyuruh anak almarhum untuk mencium tangannya yang baru saja digosok ke bagian dubur mayat. Singkatnya, anak atau keluarga mayit menjadi saksi, bahwa mayat yang dimandikan betul-betul sudah bersih, sebelum dikafankan.

Setelah betul-betul bersih, mayit kemudian disiram dengan air khusus (saya ngak tahu air apa), dan kemudian dipercikkan air bunga mawar. Terakhir di-wudu-kan. Baru kemudian dikafankan. Kain Ihrom yang pernah digunakan almarhum saat haji dikenakkan dibagian dalam untuk pembungkus tubuh mayit. Dan kemudian barulah dilapisi dibagian luarnya dengan kain kafan.
Air bunga mawar dan pewangi non alkohol, kembali dipercikkan di kain kafan. Lalu mayit juga dipakaikan celak.

Subhanallah, begitu sempurna dan bersihnya mayit tersebut untuk dihantarkan ke hadapan Allah. Saya benar2 terpana. Tak terasa air mata ini berderai juga, membasahi pipi. Karena malu, cepat2 saya usap dengan tangan. Mungkin saya termasuk orang yg cengeng.

Jam menunjukan pukul 12.00 WIB tanda waktu sholat Zuhur tiba. Mayat pun dibawa ke masjid terdekat dari rumah duka. Setelah sholat Zuhur berjamaah selesai, mayit langsung disholatkan. Jumlah jamaahnya sekitar 200 orang lebih. Setelah berdoa untuk mayit, langsung dibawa ke pemakaman, dengan menggunakan mobil ambulan.

Setelah dikuburkan, seorang kiyai membaca talkin. Setelah selesai baca talkin dan doa, salah seorang keluarga almarhum berdiri, yah semacam memberikan kata sambutan. Tapi yg dibahas ttg almarhum. Yah mohon maaf jika ada kesalahan selama hidupnya. Dan jika ada utang-piutang agar diselesaikan secepatnya dg pihak keluarga. Sekaligus pengumuman tahlil untuk malamnya.

Prosesi pemakaman pun selesai. Semua pelayat langsung pulang. Saya memilih pulang lebih awal, karena takut terjebak macet. Maklum– jalan Seberang sedikit sempit dan sulit untuk memutar mobil.

Selama dalam perjalanan pulang, saya selalu berpikir, sambil memperbanyak membaca istgfar, kalimat tauhid dan bertasbih. Sambil menyetir, saya membayangkan kematian itu datang untuk saya……
Hmmmm sesak napas ini untuk meneruskan tulisan ini. Saya betul-betul minim persiapan utk itu. Terlalu banyak dosa yg sudah saya perbuat. Sungguh sudah teramat banyak dosa ku ini. Sementara ibadah ku masih jauh dari sempurna. Ya Allah ampunilah dosa ku. Sempurnakanlah ibadahku. Kumpulkan aku bersama orang2 yg solihin.

Tulisan ini untuk diri saya sendiri, agar bisa mengingat kematian yg akan menjemput. Sekaligus mengingatkan para pembaca. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan.

Setelah membaca tulisan yg tdk berarti ini, saya mohon bantuan pembaca dan minta waktunya sejenak utk membaca doa kepada almarhum mertua kakak saya dan ayah saya Ahmad Lutfi, semoga dosa-dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima oleh Allah dan ditempatkan di surga –sebaik-baik surga. Sekaligus saya mohon doa untuk diri saya, agar bisa menyempurnakan ibadah…. Dan tidak lagi mengulangi dosa-dosa lama. //Terima Kasih//


Tindakan

Information

18 tanggapan

9 10 2008
yulism

Amien, Amien ya Robbal Alamien. Semoga Ayah Bang Jay dan Mertua kakak Bang Jay mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT. Dan kita yang masih hidup ini semoga senantiasa dalam bimbinganya untuk selalu berada dijalanNya. thanks

9 10 2008
dyah suminar

Itulah sebenarnya Allah telah memberi kartu bagi kita masing masing…Kematian pasti datang. Tinggal tunggu gilirannya. Tapi naasnya,,dalam waktu tunggu ini ,kita sering lupa…maunya ,,menang,maunya serakah,,maunya…yang lain lain…Terimakasih telah mengingatkan…..

10 10 2008
gbaiquni

amien…, saling mendoakan yah !

10 10 2008
yessymuchtar

Amiennnnn

jangan takut akan mati..karena itu pasti

this is a very good posting ..

10 10 2008
subpokjepang

turut berduka cita

10 10 2008
abuhuwaidah

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah: Laa ilaaha illallaah, akan masuk Surga.
HR. Abu Dawud 3/190, dan lihat Shahihul Jami’ 5/432

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”
HR. Muslim 2/632.

10 10 2008
Jay

Terima kasih atas doa-nya ya……..
Semoga kebaikan mbak Yulis, Mbak Diyah, Mbak Yessy dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda..

10 10 2008
hermanus

Tetap tabah, Sebenarnya Kematian kita hanya perpindahan daria dunia ini ke dunia yang lain.

10 10 2008
pimbem

Turut berdoa semoga arwah almarhum diterima di sisi-NYA.
Terus terang setiap naik pesawat saya selalu didera rasa takut, takut pesawatnya keberatan beban, takut pesawatnya ga kuat menahan tekanan udara, takut ini takut itu… takut sekali… intinya saya takut mati di saat saya blm punya persiapan apa2 untuk itu, ibadah saya kok kyknya rasanya msh kurang…
Terimakasih atas tulisannya bang, semoga di saat menghadapi sakratul maut kt semua telah siap dan ketika nyawa telah diambil msh ada org2 yg berkenan memperlakukan jasad kt sebaik seperti mrk memperlakukan almarhum Pak Ahmad Lutfi. Amin. Amin ya rabbal alamin.

10 10 2008
ILYAS ASIA

Doa anak sholeh

Luar biasa

10 10 2008
kishandono

Kematian mengingatkan kita, di dunia ini kita hanya sementara

10 10 2008
Zulmasri

salah satu hikmah dari kematian memang kembali ke diri kita, yakni perasaan was-was akan kesiapan kita bila sewaktu-waktu dipanggil-Nya

11 10 2008
mujahidahwanita

Semoga arwah ayah dan mertua anda di terima oleh Allah SWT, di lapangkan jalannya, di terangkan jalan nya dan di sambut denga Allah SWT.
Di sambut sebagai tamu istimewa penghuni surga.

Sebagian orang banyak yang takut akan kematian, padahal kematian itu adalah hal yang terbaik bagi dirinya sendiri…………………………..

Seandainya saya harus memilih hidup atau kembali(mengapa saya ucap kata kembali)
karena manusia itu pada dasarnya tidak mati!, hanya jasadnya saja yang akan mati, tetapi ruhnya akan kembali kepadaNya…..

Saya akan memilih kembali secepat mungkin memakai pesawat Express tuhan.
Saya tidak takut untuk kembali, yang saya takutkan apa bila saya kembali tuhan tidak menyambut dengan senyuman indah Nya…..
Dan untuk kembali kita harus memiliki Jiwa yang tenang ( Mutmainah)

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada tuhanmu dengan ridho serta di ridhoi. Masuklah kedalam golongan hamba-hamba Ku. Dan masuklah kedalam surga Ku.” (QS, AL-Fajr:27-30)

Cerita Syekh San’an sudah lanjut pada bagian ke 2, kalau baca jangan lupa koment yach……….
Agar kita bisa berbagi pengalaman

Wassalam

11 10 2008
mikekono

selalu ingat mati….
akan membuat kita
selalu berupaya mendekat padaNya

11 10 2008
edratna

Sebetulnya hal yang pasti di dunia ini adalah kita pasti meninggalkan dunia yang fana ini, cuma entah kapan …..

11 10 2008
Sawali Tuhusetya

sebuah tulisan nyang sangat menyentuh dan mengharukan mas zain. tulisan ini bermanfaat banget akan pentingnya mengingat ajal agar kita selalu tertuntun berdasarkan nilai2 kebajikan saya turut berduka cita dan berdoa semoga almarhum mertua kakak dan ayah ayah mas zain diampuni segala dosa dan dilapangankan jalan menuju ke haribaan-Nya, amiin.

11 10 2008
Rindu

Suatu hari kita PASTI akan dimandikan dan dikafani … hanya masalah waktu dan waktu itu PASTI datang. Berdoa yah agar kita dimudahkan pada saat sakaratul maut …

*berdoa*

11 10 2008
Jay

> @ hermanus : Betul sekali mas Kematian hanya perpindahan dari dunia ini ke dunia yang lain. Terima kasih Mas.

>@ Pimbem : Terima kasih atas doa nya Bak. Semoga Allah membalas, kebaikan dan ketulusan doa Mbak. Semoga Mbak dapat suami yg seleh. Amin.
Tulisan yg saya buat itu selain utk mengingatkan saya sendiri jga utk para pembaca– Yah hitung2 itulah cara saya berdakwah– ala wartawan. Alham dulillah jika dinilai bermanfaat.

>@ Ilyas : Saya tdk tahu apakan saya termasuk katagori anak yg seleh. Sbb itu hak prerogratif Allah. Terima kasih ya Mas.

>@ Kishandono : Ya mas di Dunia ini kita hanya sementara. Terima kasih.

>@ Zulmasri : Benar mas kita kudu harus was-was akan kesiapan kita bila sewaktu-waktu dipanggil-Nya… Thanks

>@ Mujahidah : Mohon maaf saya ndak tahu namanya— Tapi apalah arti sebuah nama… Krn komen mbak sagat luar biasa dan berarti sekali bagi saya. Semoga perjuangan mbak selalu dilindungi oleh Allah.
Terima kasih Mbak atas doa-nya. Semoga Allah membalasnya berlipat2 ganda . Amin

>@ Mikekono : Yah selalu ingat mati…. akan membuat kita
selalu berupaya mendekat pada-Nya. Itulah yg seharusnya kita lakukan. AMIN. Trims ya mas

>@ Ratna : Itulah masalahnya mbak. Kita tidak tahu kapan giliran kita mati… Oleh sbb-nya kita kudu siap2. Karena kematian itu tdk pakai aba2. Trims ya.

>@ Sawali : Ahh terlalu berlebihan pujiannya Mas. Saya takut pujian itu membuat saya sombong (Nauzubillahiminzalik). Terima atas waktu dan doa-nya. Semoga Allah membalas kebaikan Mas. AMIN

Tinggalkan komentar