Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Oktober, 2008

Bandit Juga Punya Hati Nurani

Ditulis oleh Jay di/pada Oktober 22, 2008

SEORANG bandit ternama di Rusia,  mengundang teman-temannya sesama bandit, penjahat dan preman di seluruh dunia untuk makan siang bersama di rumahnya di Rusia. Salah satu tamu yang mendapatkan kehormatan itu adalah bandit asal Indonesia.

Seluruh penjahat dunia yang hadir di acara itu berdecak kagum melihat rumah berlantai lima milik bandit Rusia- itu yang lengkap dengan fasilitasnya.

Acara makan siang, sengaja diseting di taman bunga, yang  lengkap dengan kolam renang, berukuran sedang. Para pelayan yang cantik-cantik dan seksi berkeliaran menyambut para tamu yang datang. Dan langsung menawarkan makanan dan minuman.

Setelah makan siang, para tamu dipersilahkan oleh sang empu untuk menikmati fasilitas rumahnya atau acara ramah tamah. Karouke, mini diskotik, SPA, kolam renang, billiard dan fitnes. Semua tersedia di lantai dua dan tiga. Dan para tamu bebas menikmatinya, sepuas2nya, tanpa batas.

Sedangkan dilantai empat dan lima, tempat sang empu bersama istri dan anak2nya tinggal.  Sementara dilantai satu,  tempat parkir, ruangan loby dan ruangan scuriti.

Menjelang tengah malam, Bandit Indonesia yang dalam kondisi setengah mabuk dan diapit dua wanita bule, pergi menemui sang empu rumah yang sedang santai  bersama istrinya di teras taman lantai tiga. Penuh ramah dan hormat sang empu rumah (Bandit Rusia), menyambut kedatangan tamunya dari Indonesia.

Bandit Rusi : Ada apa teman. Adakanh layanan kami yg membuat engkau risau..?

Bandit Indo : Wah, tidak. Saya sangat puas. Tapi saya berpikir bagaimana caranya engkau mendapatkan semua ini.

Mendengar ucapan itu, Bandit Rusia terkejut dan  langsung menarik napas dalam2, sembari mengambil rokok yang ada diatas meja. Lalu berdiri menghadap keluar…

Bandit Rusi : Kemari lah sobat…(meminta Bandit Indo untuk berdiri dekat dengannya).

Lalu Bandit Rusia, menunjuk tangannya ke suatu bangunan tinggi, yg sangat megah.

Bandit Rusi : Coba kau lihat. Apa itu ..?

Bandit Indo : Maksud-nya bangunan tinggi, dan megah dengan cahaya gemerlap lampu– itu.

Bandit Rusi : Yah. Bangunan itu…

Bandit Indo : Ada apa. Dengan bangunan itu. Dan apa hubungannya dg kamu. Apakah itu kantor kamu. (Tanya Bandit Indonesia, sedikit kesal).

Bandit Rusi : Bukan. itu bukan kantor ku. Kita ini adalah bandit. Mana punya kantor. Itu bangunan pemerintah.

Bandit Indo : Lah… apa hubungannya dengan kamu. (makin kesal mendengar jawaban Rusi)

Bandit Rusi : Sebagian dana untuk pembangunan gedung itu saya alihkan untuk membuat rumah saya ini.

Bandit Indo : Ooooo. Gitu caranya. Oke lah. Terima kasih sobat. (sambil menganguk-anggukan kepala)

Dua tahun kemudian, Bandit Indonesia, mengundang seluruh bandit dan preman se Dunia untuk makan di rumahnya di Indonesia. Salah satu tamu yang diundang adalah Bandit terkemuka dari Rusia.

Alangkah terkejutnya pria Rusia ini, ketika tiba dirumah bandit Indonesia ini. Bangunannya jauh lebih megah dan mewah dari yang ia punya.  Begitu terkejutnya, ia kemudian bertanya  kepada sang empu rumah.

Bandit Rusi :Bagaimana, engkau mendapatkan semua ini. (penuh kagum dan takjub).

Sambil tertawa lebar, bandit Indonesia ini langsung merangkul temannya dari Rusia tersebut sembari mengajaknya ke lantai tujuh.

Bandit Indo : Coba lihat disana, (sembari menunjuk tangannya).

Bandit Rusi : Hmmm. Yang mana ??? (memperhatikan, lebih jelas lagi arah tangan yang dituju teman Indo)

Bandit Indo : Yah, itu….(sambil tertawa kecil).

Bandit Rusi : ‘Maksud kamu, jalan raya yang sesak dan diapit dengan persawahan itu (ragu-ragu)

Bandit Indo : Yah, iya-lah. Kenapa tidak. Rencananya, itu akan dibangun jembatan layang. Nah…, dana untuk membangunan jembatan layang itu saya pindahkan semuanya kesini. (sambil tertawa terbahak-bahak).

Bandit Rusi : Dasar tak punya hati nurani. Uang rakyat kau makan semua. Dalam kode etik, bandit juga punya hati nurani. Mencuri boleh, tapi jangan semua. Disisakan untuk yang berhak. (berkata dalam hati sambil geleng-geleng kepala). Wuh dasar kamu betul-betul bandit. (*****)

Cerita ini hanya humor dan dongeng. Jika ada kesamaan kata dan peristiwa penulis minta maaf. Semoga humor ini bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Ditulis dalam Humor | Bertanda: , , , | 26 Komentar »

Cerdas Kelewat Batas

Ditulis oleh Jay di/pada Oktober 13, 2008

SIANG tadi disebuah pemberitaan TV, saya melihat berita yang intinya pengumuman tentang, kenaikan plafon dana yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar. Artinya pemilik tabungan hingga Rp 2 miliar tidak perlu khawatir, karena dijamin oleh pemerintah.

Perubahan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) atas UU No 25/2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan itu mulai berlaku kemarin 13 Oktober 2008. Dan dibacakan langsung Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam jumpa pers.

Pemberitaan itu langsung menyesakkan saya. Yah, karena dalam pemikiran saya, langkah pemerintah itu cukup cerdas, tapi kelewat batas.

Pertama kenaikan itu 20 kali dari yang dijamin sebelumnya. Padahal, dengan nilai jaminan Rp 100 juta pun sebenarnya masih bisa meng-cover 95 persen dari total nasabah bank di Indonesia. Menurut saya, kenaikan itu sangat berlebihan atau kelewat batas. Yah, memang, plafon jaminan uang nasabah perlu dinaikan, agar kita bisa selamat dari badai. Tapi tidak gila-gilaan seperti itu. Yah, menurut saya Rp 500 juta, sudah cukup.

Kedua,
kekhawatiran pemerintah akan terjadinya penarikan dana perbankan dalam jumlah besar secara bersamaan, logis. Terlebih dengan adanya perubahan konstelasi perekonomian global. Sebab ini sangat berpotensi memunculkan krisis yang bisa mengancam stabilitas sistem keuangan nasional.

Tapi, langkah ini menurut saya akan menguntungkan perbankan dan akan merugikan pemerintah – karena yang dijamin kelewat besar. Sebaiknya kita belajar dengan pengalaman masa lalu. Bank membuka usahanya, dengan mengharapkan uang nasabah, sebagai penggeraknya. Oke-lah, hal itu mungkin sekarang tidak lagi, karena sudah diantisipasi oleh pemerintah. Tapi, langkah ini akan melemahkan investasi dalam sector rill.

Mereka yang memiliki dana yang cukup besar semakin ogah untuk melakukan investasi sector rill. Karena lebih memilih aman dan tidak mau repot-repot.

Jika begini, jangan harap pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan meningkat. Mestinya pemerintah harus focus dan tetap konsisten dengan membantu UKM baik itu dibidang pertanian maupun lainnya. Yah setidaknya membantu mengatasi harga pupuk, pakan ternak dan obat2an yang terus menggila.

Tulisan ini setidaknya bisa sedikit melepaskan unek2 saya tentang gonjang-ganjing yang saat ini lagi heboh. Meski hanya omongan pepesan kosong, tapi sudah cukup melegakan saya.

Lantas menurut Anda bagaimana ?……. Coretkan saja pendapat Anda didalam komentar. Ngak ada yang marah kok…. pendapat saya bisa saja salah, dan pendapat Anda yang ternyata benar. Inilah tempat kita berdiskusi. Didunia tanpa batas. Hehehehe.

//Terima Kasih//

Ditulis dalam Ekonomi | Bertanda: , , , | 33 Komentar »

Harga Saham Anjlok, Jiwa Nasionalis Dipertaruhkan

Ditulis oleh Jay di/pada Oktober 11, 2008

PEREKONOMIAN Amerika guncang, akibat harga bursa saham-nya terjun bebas alias anjlok ke nilai terendah semenjak tahun 2001.

Rontoknya bursa saham di Amerika, berimbas ke semua bursa di hampir seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Langkah antisipasi pun diambil dengan menutup sementara transasiksi perdagangan di Bursa Efek Jakarta.

Penutupan sementara (sekarang sudah dibuka kembali) ini menurut saya lebih disebabkan karena terjadinya penarikan saham besar-besaran oleh investor asing terutama para pialang dari Eropa. Mereka melepas saham2 mereka dg harga banting. Analisanya, utk membantu perekonomian di Negara mereka. Wow, nasionalis mereka sangat tinggi…

Disatu sisi para pelaku pasar cemas dg kondisi ini. Karena akan mengalami kerugian yg tidak sedikit. (Untung saja saya tidak main saham. Yeee uang dari mana lagi utk main saham)

Tapi bagaimanapun ini peluang bagi Indonesia untuk mengambil/membeli kembali saham2 yg sudah tergadaikan tersebut. Mumpung murah gitu loh…. (kalau saja saya punya uang saat ini. Hmmm, ini peluang bagus. Mimpi kali yeee). Tapi saya sarankan pemerintah dan BUMN harus cepat2 menangkap peluang ini.

Kok, bisa ya harga saham anjlok — sampe harus terjun bebas lagi. Padahal hampir semua perusahaan tersebut labanya mengalami peningkatan. (Loh, kok gitu ya. Mestinya laba naik=saham juga naik). “Itulah yg menjadi masalah sekaligus menjadi peluang bagi bangsa ini”.

Tapi sudah lah– itu tidak perlu dibahas. (Tambah pusing klo dibahas– boro2 mau beli saham. Beli beras aja susah.Hehehehe. Biar mereka2 aja yg bahas).

Disini saya mencoba menganalisa versi saya, tentang bagaimana warga asing menanamkan jiwa nasionalis mereka, untuk membantu negara mereka, yg sedang terpuruk. Mereka tdk peduli akan mengalami kerugian, demi membaiknya perekonomian negara mereka.

Bagai mana dg kita, putra-putri Bangsa Republik Indonesia ?.
Krisis moneter 1998, memperlihatkan anak bangsa ini masih memikirkan perut mereka masing2. Yg berduit kian menggila memburu dolar. Sementara Pemerintah terpaksa menaikan suku bunga gila-gilaan, dg harapan Rp kembali kepangkuan ibu pertiwi dan tdk ditukar $.

Wow itu belum seberapa. Bayangkan ditengah melejitnya harga nilai tukar dolar saat itu, para penyelundup makin menjadi2. (La-iya-lah untungnya bisa 10x lipat, kalau dijual ke LN). Kekayaan alam Indonesia menjadi surga bagi para penyelundup. Minyak, kayu, rotan, emas, timah, dsb.

Lantas setelah 10 tahun krismon itu terjadi sekarang bagaimana?.

Hmmm, perubahannya cukup lumayan. Terlebih setelah penegakan hukum mulai berjalan, meskipun masih banyak juga oknum2 penegak hukum yg main mata. (kelilipan kali)

Tapi faktanya, masih banyak para spekulan yg menimbun BBM ditengah masyarakat kesulitan BBM (ingatkan !!, utk dapat BBM musti antri hingga seharian. Trus dibatasi lagi). Dan masih banyak pejabat yg berkolusi dg para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan peribadi. Lebih kacaunya lagi, masih ada penegak hukum, wartawan dan LSM yg bisa diajak “main mata”.

Inilah saatnya jiwa Nasionalis kita bangkit dan harus dibangun dan dipertahankan. Cukuplah sudah kita sengsara, karena keinginan dan kepentingan pribadi. Buang jauh-jauh kepentingan. Mari sama-sama rapatkan barisan.

Menurut pembaca ?.
1. Apa yg sebaiknya kita/negara lakukan dalam kondisi seperti ini.
2. Bagaimana cara memberantas para pejabat yg masih saja berkolusi dg pengusaha utk menghabiskan uang Negara ini.
3. Bagaimana cara memberantas oknum2 penegak hukum, wartawan dan LSM yg masih saja “main mata”.

(Terima kasih atas sumbangan pendapatnya. Kali aja bisa diusulkan ke SBY dan JK sebagai bahan masukan ) Hehehehehe.

Ditulis dalam Ekonomi | Bertanda: , , , | 21 Komentar »

Kematian itu Pasti Datang

Ditulis oleh Jay di/pada Oktober 9, 2008

SUBUH kemarin saya medapat kabar bahwa mertua pria kakak saya meninggal dunia. Pagi itu juga sekitar pukul 10.00 WIB saya langsung ngelayat ke seberang. Tak lama saya duduk di rumah duka, jenazah almarhum dimandikan. Saya pun kemudian melihat langsung bagaimana prosesi memandikan mayat tersebut dan kemudian dikafankan selanjutnya disholatkan dan langsung dibawa ke pemakaman, untuk dikebumikan. Prosesi ini merupakan yang kedua kalinya saya saksikan. Sebelumnya saya menyaksikan prosesi ini ketika ayah saya meninggal dunia. Yah kira2 sekitar setahun lebih yang lalu.

Apa yang saya lihat itu menyadarkan akan kematian yang pasti datang. Tidak itu saja, saya mulai berpikir tentang persiapan untuk kematian itu… Hmmmm sesak juga menulis cerita kematian ini. Tapi tak apa-apa, ini harus saya tulis demi mengisi blog sekaligus sebagai alat untuk mengingatkan saya tentang kematian yang pasti akan datang.

Kebersihan mayat itu betul-betul diperhatikan oleh petugas yang memandikan mayat. Begitu telitinya, petugas bahkan menyuruh anak almarhum untuk mencium tangannya yang baru saja digosok ke bagian dubur mayat. Singkatnya, anak atau keluarga mayit menjadi saksi, bahwa mayat yang dimandikan betul-betul sudah bersih, sebelum dikafankan.

Setelah betul-betul bersih, mayit kemudian disiram dengan air khusus (saya ngak tahu air apa), dan kemudian dipercikkan air bunga mawar. Terakhir di-wudu-kan. Baru kemudian dikafankan. Kain Ihrom yang pernah digunakan almarhum saat haji dikenakkan dibagian dalam untuk pembungkus tubuh mayit. Dan kemudian barulah dilapisi dibagian luarnya dengan kain kafan.
Air bunga mawar dan pewangi non alkohol, kembali dipercikkan di kain kafan. Lalu mayit juga dipakaikan celak.

Subhanallah, begitu sempurna dan bersihnya mayit tersebut untuk dihantarkan ke hadapan Allah. Saya benar2 terpana. Tak terasa air mata ini berderai juga, membasahi pipi. Karena malu, cepat2 saya usap dengan tangan. Mungkin saya termasuk orang yg cengeng.

Jam menunjukan pukul 12.00 WIB tanda waktu sholat Zuhur tiba. Mayat pun dibawa ke masjid terdekat dari rumah duka. Setelah sholat Zuhur berjamaah selesai, mayit langsung disholatkan. Jumlah jamaahnya sekitar 200 orang lebih. Setelah berdoa untuk mayit, langsung dibawa ke pemakaman, dengan menggunakan mobil ambulan.

Setelah dikuburkan, seorang kiyai membaca talkin. Setelah selesai baca talkin dan doa, salah seorang keluarga almarhum berdiri, yah semacam memberikan kata sambutan. Tapi yg dibahas ttg almarhum. Yah mohon maaf jika ada kesalahan selama hidupnya. Dan jika ada utang-piutang agar diselesaikan secepatnya dg pihak keluarga. Sekaligus pengumuman tahlil untuk malamnya.

Prosesi pemakaman pun selesai. Semua pelayat langsung pulang. Saya memilih pulang lebih awal, karena takut terjebak macet. Maklum– jalan Seberang sedikit sempit dan sulit untuk memutar mobil.

Selama dalam perjalanan pulang, saya selalu berpikir, sambil memperbanyak membaca istgfar, kalimat tauhid dan bertasbih. Sambil menyetir, saya membayangkan kematian itu datang untuk saya……
Hmmmm sesak napas ini untuk meneruskan tulisan ini. Saya betul-betul minim persiapan utk itu. Terlalu banyak dosa yg sudah saya perbuat. Sungguh sudah teramat banyak dosa ku ini. Sementara ibadah ku masih jauh dari sempurna. Ya Allah ampunilah dosa ku. Sempurnakanlah ibadahku. Kumpulkan aku bersama orang2 yg solihin.

Tulisan ini untuk diri saya sendiri, agar bisa mengingat kematian yg akan menjemput. Sekaligus mengingatkan para pembaca. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan.

Setelah membaca tulisan yg tdk berarti ini, saya mohon bantuan pembaca dan minta waktunya sejenak utk membaca doa kepada almarhum mertua kakak saya dan ayah saya Ahmad Lutfi, semoga dosa-dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima oleh Allah dan ditempatkan di surga –sebaik-baik surga. Sekaligus saya mohon doa untuk diri saya, agar bisa menyempurnakan ibadah…. Dan tidak lagi mengulangi dosa-dosa lama. //Terima Kasih//

Ditulis dalam Religi | Bertanda: , , , | 18 Komentar »

Sisa Lebaran dan Hari Kerja

Ditulis oleh Jay di/pada Oktober 6, 2008

HARI raya idul fitri 1429 H telah berlalu. Dan hari ini Senin (6/10/2008) semua aktivitas sudah mulai kembali normal. Namun sisa lebaran itu masih tetap terasa. Sejumlah instansi dan tempat kerja swasta lainnya, memanfaatkan hari kerja tersebut untuk halal bihalal dan saling mengunjungi ke rumah rekan.

Praktis hari pertama kerja pasca lebaran ini menjadi pemberitaan media. Terlebih para pejabat di pemprov/pemkab/pemkot, melakukan sidak di sejumlah kantor. Dan semua pemberitaan menyebutkan, bahwa hampir semua kantor belum berjalan optimal. Setelah ditelusuri dan diamati ternyata para PNS atau pegawai swasta tersebut, masih menikmati sisa lebaran.

Yah, mereka masuk kerja. Tapi kemudian secara beramai-ramai keluar kantor untuk saling mengunjungi ke rumah masing2, secara bergantian.

Bahkan, ada beberapa kepala dinas atau setarap pimpinan, yang mengadakan halal bihalal. Wah kalo, ada yang bikin halal bihalal, tentu para karyawan atau PNS ini sangat senang. Kesempatan untuk rilek gituuu.

Akibat larutnya suasana lebaran ini, kinerja jadi menurun. Saya sendiri sempat kebingungan karena pasokan berita yang mau di terbitkan tidak ada. Tapi saya harus maklum karena ini masih suasana lebaran, dan teman2 yang dilapangan masih menikmatinya. Yah mau dibilang apa lagi. Apa lagi diantara mereka ada yang mengambil cuti. Wuhhh jadi repot deh. Klo udah begini saya teriak-teriak ke anak perusahaan, agar mensubsidi berita. Hehehehe.(****)

Ditulis dalam Seputar Kita | Bertanda: , , , | 12 Komentar »