Bonus 1000 Persen Lebih, Tinggal 3 Hari Lagi

27 09 2008

INI kabar gembira bagi yang belum tahu. Apa itu.
Bonus besar-besaran 1000 persen lebih. Waktunya hanya tinggal 3 hari lagi, dari sebulan yang disediakan.

Bagi yg udah tahu dan mengambil kesempatan itu, aq ucapkan selamat atas keberuntungan anda. Semoga anda setiap hari tdk pernah meninggalkan kesempatan itu hingga hari ini. Dan pasti anda tdk akan pernah merasa rugi karena mengambil kesempatan ini.

Tapi, yg baru mengetahui kabar baik ini, jgn bersedih. Karena kesempatan masih ada. Meskipun hanya tinggal 3 hari lagi. Ya, dipuasin aja, dari pagi sampe siang, sampe sore, sampe malam, sampe subuh. Puas-puasin deh selama 3 hari ini 24 jam non-stop. Khusus yg malam ampe subuh bonusnya makin besar loh…

Dimana tuh…… (yee dak sabaran)

Bonus besar-besaran hingga 1000 persen lebih ini hadir di kota tempat anda tinggal sekarang. Yah disini.

Dimana tuh ? (jgn bikin binggung donk).

Yah ! Bonus besar-besaran hingga 1000 persen lebih ini hadir di kota tempat anda tinggal sekarang. Yah ! tempat anda sekarang berada. Di Jambi, Palembang, Lampung, Sumut, Sumbar, Aceh, Riau, Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Bali, Lombok, Maluku, Sulawesi, Ambon, Irianjaya, di kota besar, di kabupaten, kecamatan, hingga ke pelosok desa. Bahkan hingga ke luar negeri… di Amerika juga ada, di Prancis juga ada, di Arab juga ada. Pokoknya, bonus besar-besaran ini diberikan kepada orang mukminin diseluruh pelosok dan penjuru dunia ini.

Siapa, tuh yg berani jor-joran bikin bonus besar-besaran gitu besar…… ? (Tdk pernah dengar pengusaha atau pebisnis yg berani gitu).

Dia bukan pengusaha, bukan juga pebisnis dan bukan pejabat atau apa-lah namanya yg org itu punya banyak duit. (jdi siapa donk yg berani jor-joran gitu. Penasaran yeeee)

Dia adalah pencipta  pengusaha, penciptanya  para pebisnis dan pencipta kita semua ini . Dia lah Allah SWT, azawajallah, pencipta semesta alam dan segala isinya ini.

Allah SWT memberikan bonus besar-besaran di bulan Ramadhan ini. Yakni pahala, seluruh amal perbuatan baik kita akan dilipatgandakan. Seluruh doa kita akan dikabulkan. Insya Allah, allahuma Amin.

Dan satu malam diantaranya terdapat malam Qodar atau disebut juga malam Lailatul Qodar. Malam Qodar itu adalah lebih baik dari 1000 bulan. Dimana malaikat-malaikat diturunkan utk membawa urusan atas izin Allah SWT. Dan akan membawa keselamatan hingga terbit fajar.

Karena itu sangat menyesallah jika Umat Nabi Muhammad SAW tdk memanfaatkan kesempatan yg sangat mulia ini. Ingat !. Kesempatan ini hanya diberikan kepada Umat Nabi Muhammad SAW. Dan datangnya hanya pada bulan ramadhan.

(Duh, repot nih. Aq kan seorang …… mana sempat. Tak punya waktu.  Mau tunggu malam Qodar nya aja deh. Yeeeeeee).

Baiklah- pertanyaan seperti itu pasti ada diantara kita. Tapi Allah telah menciptakan 12 bulan. Satu bulan diantaranya adalah bulan Ramadhan. Jgn sia-siakan. Kita akan menyesal dan menyesal.

Namun demikian, sebuah kisah menjelaskan bahwa Lailatul Qodar itu turun pada malam sepertiga terakhir dimalam ganjil. Yakni malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Wallahua’lam bilsowab. Hanya Allah SWT, yg mengetahui rahasia ini.

”Pasang lah tajur banyak-banyak….,”begitulah kata teman saya disuatu majelis taklim.

Demikianlah kabar gembira ini saya tulis dg bahasa yg sederhana dan mudah2an tdk mengurangi maknanya.  Atas kelalaian dan keterlambatan dalam menyebarkan informasi ini saya mohon maaf.

Kepada Allah saya mohon ampun, kepada para pembaca saya mohon maaf jika ada tulisan yg salah dan menyakitkan hati.

Saya Zainuddin beserta keluarga besar di Jambi mengucapkan “Selamat hari raya idul fitri 1429 H. Minal aidin walfaizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT. AMIN.(*****)





Wartawan….. Menurut Anda ?

21 09 2008

SAYA sedang mengotak atik kata-kata untuk membuat tulisan tentang ”Mengenal Wartawan”. Sebelum membuatnya, baiknya saya tampung dulu pendapat para pembaca tentang Wartawan itu sendiri.

Anda bisa mengomentari tentang sifat dan tingkahlaku (positif dan negatif) wartawan yang pernah anda kenal. Tapi jgn yg negatif semua.. Heheheh.

Saya tidak akan marah atau tersinggung dg komentar yg dibuat oleh pembaca, tentang Wartawan. Justru saya akan berterima kasih, karena saya bisa mengorek lebih banyak dari orang ”luar” tentang wartawan. Yah, tentang profesi saya saat ini. Terima kasih.





Tidak Puasa, Tapi Tak Makan

17 09 2008

DULU saat saya kecil, banyak ibu-ibu dan remaja putri yang tidak puasa, tapi tidak makan. Mereka hanya minum dan makan-makanan ringan. Kalo-pun makan, selalu sembunyi-sembunyi. Ibu2 dan gadis2 itu sedang halangan, itu kata Baba dan Emak ku. Saat itu saya tidak tahu apa halangan atau haid, seperti yg disebut Emak dan Baba ku. Kalo lagi halangan atau haid, trus kenapa mereka tidak makan…. ?. Setelah aq tanya2, ternyata mereka hanya ingin menghormati orang yg puasa. Padahal dari pagi—ampe sore, mereka bercutat di dapur mempersiapkan makanan untuk para suami dan anak2 mereka. Tapi itu dulu, saat saya masih kecil. Sekarang saya menemukan seorang teman pria yg sudah memiliki anak dan berpenghasilan oke tapi tdk puasa. Setiap bertemu teman saya ini selalu berbicara ttg sebab dia tdk puasa. Padahal aq tdk pernah bertanya. Praktis hampir setiap bertemu dg teman ku ini ia tdk puasa. Alasannya beragam, karena lagi tdk konsen, karena lgi tdk mud, karena tdk sholat—dsb. Konyolnya, dia juga sering mengeluh, tidak makan walupun tidak puasa. Jadi teman ku ini hanya minum lalu merokok—dari pagi hingga bedug magrib, itu kata dia. Setiap dia mengeluh soal tdk makan, setiap kali pula aku anjurkan untuk tetap puasa. Tapi lagi2 ia membuat alasan yg mengada2. Saya berdoa semoga hari ini ia puasa. Kepada para pembaca, saya mohon doa, semoga teman ku ini, mau puasa dan shalat. Amin. Thanks atas doanya. (****)





Ramadhan Itu Melelahkan, Tapi Asyik dan Nikmat

11 09 2008

Buat Peraturan Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Sibuk Lagi Ngeliput

Sibuk Lagi Ngeliput

MOMENT bulan Ramadhan sangat ditunggu-tunggu bagi kaum muslim. Kenapa?. Karena, dibulan ini pahala amal ibadah kita akan dilipat gandakan oleh Allah SWT dan seluruh doa akan ”dikabulkan”.
Saya adalah diantara kaum Muslim yang menikmati datangnya Bulan Ramadhan itu. Sebab, entah kenapa saya membuat peraturan untuk diri sendiri, istri dan pembantu. Peraturan yang menurut saya sangat baik dan bagus.
Kepada istri dan pembantu, saya ”perintahkan” untuk shalat tahajud sebelum mempersiapkan hidangan sahur, sekitar pukul 03.00 dini hari. Padahal saya sendiri sebelumnya nyaris tidak pernah shalat tahajut. Ajakan untuk menegakkan shalat tahajut itu pun saya lakukan dan diikuti oleh istri. Tapi saya tidak tahu, apakah pembantu saya juga melaksanakannya. Sebab, setelah puasa lima hari, dia tidak puasa karena sedang ”halangan”.
Aku sendiri sebenarnya, setiap malam pulang sudah larut. Yah paling cepat jam 00.00 WIB. Malam hari adalah waktu ku untuk ke mesjid, ikut tadarusan dan sesekali melanjutkan pekerjaan di kantor.
Setelah sahur, aku pun membuat aturan sendiri agar bisa shalat berjamaah di masjid Nurul Ihsan, yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah ku. Meski tidak rutin, tapi aku berusaha untuk dapat shalat subuh di Masjid. Kalau pun tidak, aku mengajak istri ku shalat berjamaah di rumah dan kemudian dilanjutkan dengan mengaji.
Aku baru benar-benar istirahat, setelah shalat subuh. Bangunnya agak siang. Yah, tergantung HP berbunyi. Tapi biasanya aku bangun sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah, mandi pagi, aku mulai membiasakan diri untuk shalat duha. Saya juga tidak tahu, kenapa saya membuat target, harus shalat duha sebelum bekerja. Ah, saya tidak mau membahas, karena itu rahmatan lil alamin.
Setelah shalat duha, saya langsung berangkat kerja. Dan memasuki waktu Zuhur, saya paksakan diri ini untuk pergi ke masjid shalat berjamaah. Setelah selesai, saya langsung melanjutkan pekerjaan. dan sore sekitar pukul 15.30 saya usahakan diri ini, pergi ke masjid untuk Shalat Ashar berjamaah. Setelah selesai, langsung pulang.
Di rumah, biasanya istriku langsung menyambut dengan senyum. Matanya, yang memerah, mengisyaratkan ia baru bangun tidur. Setelah ia shalat Ashar dan mandi sore dan tentunya setelah saya mandi sore, kami pergi jalan-jalan. Ngabuburit.
Biasanya, sebelum keluar rumah saya selalu bertanya kepada ibu ku yang sedang sakit, tentang makanan atau jajanan apa yang hendak dipesannya. Menjelang beduk magrib, saya dan istri sudah berada di rumah.
Satu hal lagi, peraturan yang saya buat di rumah tangga ku, yakni harus memberikan makanan atau minuman setiap sore (untuk berbuka puasa) kepada tetangga atau ke masjid. ”Yah, berusaha bersedekah meskipun hanya segelas air sirup,” itulah oesan saya kepada istri dan pembantu.
Semua peraturan dan perintah saya, tidak pernah diabaikan oleh istri dan pembantu. Dan saya pun selalu bertanya, tugas tersebut sebelum berbuka. ”Apa yg diberikan untuk anak di atas, di sebelah. Adakah makanan lain yang bisa diberikan ke masjid…?,”itulah pertanyaan ku setiap sore kepada istri dan pembantu.
Saya bahagia dengan apa yang saya lakukan. Tapi, saya sangat sedih karena tuntutan profesi sebagai Wartawan Jambi Ekspres, sehingga saya tidak bisa tarawih berjamaah. Yah, karena setiap malam, usai shalat Magrib, Saya pergi ke kantor untuk kembali bekerja, mengedit berita. Saya baru mengerjakan shalat tarawih, setelah pulang kerja, tentunya sendirian. Terkadang saya kerjakan di masjid, sebelum tadarusan dan terkadang di rumah sebelum tidur.

Meski melelahkan, namun nikmat Ramadhan tak bisa dibayangkan dan diutarakan dengan kata-kata. Dan yang membuat lebih asyik lagi, disela2 kesibukan itu semua, saya masih bisa menulis untuk blog ini. Wihhhh. Terima kasih Allah, Engkau telah memberi ku kesehatan dan memelihara keluarga ku. Kabulkanlah doa ku agar bisa terus menjalanakan ibadah ini dan terus menyempurnakannya. Amin.(*****)





Satu Lagi Teman Ku Tewas Terkena HIV

3 09 2008

Akibat Mengkonsumsi Narkoba

STOP NARKOBA

STOP NARKOBA

TELEPON selular ku berbunyi berulangkali. Aku coba angkat nomor yang tidak ada identitasnya itu. Ternyata yang menelepon Iwan. Teman akrab tongkrongan ku. Aku yang saat itu masih tiduran di kamar dengan suhu AC cukup dingin mencoba bertanya.

”Ada apo Wan,” tanya ku, sambil melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 09.00 WIB.

”Sudah dapat kabar..?,”tanya Iwan.

”Belum. Soal apa ?…,”jawabku ringan, sembari menerawang apa yang akan diucapkannya.

”F Meninggal subuh tadi. Aku sekarang di rumah duka,”jelas Iwan, tanpa menjelaskan penyebab kematian teman ku F tersebut.

”Inallillahi wainailaihi rojiun. Oke, ntar aku ke sana. Aq mandi dulu,”jawab ku, singkat sembari menutup HP dan bergedgas bangun.

Iwan memang tidak perlu memberi tahu, penyebab kematian teman ku F. Karena kami memang sudah tahu, tentang kondisi F yang terkena HIV akibat mengkonsumsi Narkoba. Bahkan sebulan sebelumnya istri F terlebih dahulu meninggal, karena tertular HIV dari F.

STOP ATAU MATI SIA-SIA

STOP ATAU MATI SIA-SIA

F bukan lah satu-satunya teman kami yang mati karena narkoba. Sebelumnya A, T, M, B dan W jga mengalami hal yang serupa. Mereka semua tewas, terkena virus HIV, akibat pengaruh putaw… dan kemudian meninggal dunia.

A merupakan anak orang kaya yang kuliah di Bandung, lalu pulang ke Jambi tanpa gelar sarjana. T, Sarjana Hukum, yang pernah ditembak kakinya oleh polisi karena kasus kriminal. M adalah aktifis mahasiswa Jambi, yang kemudian tewas di Jakarta. B, pria beristri dan sudah punya dua anak. ia diungsikan keluarganya ke Bandung, agar terjauh dari Narkoba. Tapi di kota kembang itu B merenggang nyawanya karena HIV.

Terakhir F, pria beristri dengan satu orang anak. F menularkan virus ke istrinya, hingga istrinya tewas lebih dahulu.

F sendiri, sebenarnya sudah mencoba meninggalkan ketergantungannya dengan Putaw. Terlebih, setelah beberapa orang teman pemakai Etep-nya sudah lebih dulu tewas. Ia pun sengaja merantau ke Bungo untuk menjauhi diri dari rekan-rekan yang masih Ngetep tersebut.

Aku sendiri tidak mengira, jika F akan senasib dengan teman2 ku yang lain. Karena terakhir aq masih sempat ngobrol dengannya, dan ia mengaku sudah tidak lagi, yg gitu2 an.

Selamat tinggal teman2 ku. Semoga dosa2 mu diampuni oleh Allah. Dan amal kebaikan mu diterima. Amin.

Pengalaman teman2 ku ini menjadi pelajaran bagi ku dan untuk kita semua, tentang bahaya Narkoba. Nyawa adalah taruhan bagi yang ingin mencoba2. Sebab, sulit untuk keluar dari lingkaran Putaw.(****)