Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Melihat Keajaiban Kota Madinah

Posted by Jay pada Agustus 6, 2008

Mobil Melaju 120 Km/Jam Tanpa Hidup Mesin

di Jabal Al Baydo atau Bukit Magnet, Mobil Berjalan Tanpa Menghidupkan Mesin.

di Jabal Al Baydo atau Bukit Magnet, Mobil Berjalan Tanpa Menghidupkan Mesin.

Al Madinah meupakan salah satu Provinsi Arab Saudi. Ia terletak di pantai barat, pesisir Laut Merah. Pusatnya ialah Madinah. Kota ini merupakan tempat hijrah Nabi Muhammad SAW, dari Makkah setelah dikejar kaum Kafir Kurais. Di mana Nabi Muhammad SAW menjalankan dakwah selama 10 tahun.
Di tengah kota Madinah inipula Masjid An Nabawi atau Masjid Haram An Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya. Pembangunannya dimulai pada bulan Rabiul Awal tahun 1 H (September 662M) setelah beliau hijrah dari Makkah ke Yastrib (nama Madinah dulu).
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Nabi SAW diikuti oleh para sahabat, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Awalnya Masjid ini sangat kecil yaitu hanya sekitar 1050 m2 saja. Tiang-tiang dibuat dari batang kurma sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang dibakar.
Di kota Madinah Al Munawwarah inilah Nabi Muhammad SAW wafat. Keistimewaan masjid Nabawi ialah adanya makam Nabi kita Muhammad SAW, dan sahabatNya Abu bakar dan Umar. Tempat makam ini gampang ditandai dari luar karena kubah hijau besar terletak diatasnya dan merupakan satu-satunya kubah yang berwarna hijau, juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman di surga.
Dari sebuah kisah diceritakan bahwa tempat makam Nabi besar Muhammad SAW itu dulunya merupakan rumah rosulluah Muhammad SAW.
Nabi bersabda dalam Hadisnya : yang artinya kurang lebih : ‘’Barang siapa salat di Masjid Ku (An Nabawi) maka akan mendapatkan pahala 1000 kali salat di Masjid biasa. Dan siapa yang salat di Masjidil Haram akan mendapatkan pahala 100.000 kali dari masjid biasa’’.
Apa saja keajaiban di Madinah yang bisa dilihat secara zohir atau kasat mata. Berikut cerita penulis yang baru saja menjalankan Ibadah Umrah bersama istri Melly Susanti, AMKeb (01-10 Mei 2008).

Bismillahirrohmanirrohim

PAGI itu KAMIS (1/5/2008) sekitar pukul 09.30 WIB saya berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Jakarta, menuju King Abdul Aziz Jeddah dengan pesawat Garuda Indonesia 984. Jarak tempuh Jakarta-Jeddah sekitar sembilan jam. Sekira pukul 18.30 WIB atau pukul 14.30 waktu Saudi Arabia kami tiba di Jeddah.
Tidak ada keistimewaan di bandara internasional ini, selain gurun pasir yang menggelilingi landasan yang sangat luas. Sementara bangunan bandara tampak sederhana dan tidak juga terlalu besar, dibandingkan bandara Soekarno-Hatta. Setelah melalui proses imigrasi dan mengambil barang bagasi, kami dijemput sekitar tiga orang guide yang sudah menanti rombongan Al Mabrur. Yang kemudian langsung membawa kami ke Madinah dengan menggunakan bis. Sebelum keluar dari bandara di Jeddah, tampak kembang kertas yang sedang berbunga. Jumlahnya cukup banyak dan tersusun rapi dalam dua baris. Baris pertama kembang berwana merah dan baris kedua berwarna putih.
Menurut cerita, kembang tersebut pemberian dari mantan Presiden RI, Soeharto. Yang sengaja dikirim dari Indonesia beserta tanah-tanahnya.
Sementara bis terus melaju keluar dari bandara menuju Madinah. Jarak tempuh Jeddah-Madinah sekitar 5 jam perjalanan dengan bis. Sepanjang jalan yang tampak hanya gurun pasir dan bukit batu. Suasana gersang sangat tertera dikawasan ini. Sementara tanaman hanya terdapat ditempat-tempat tertentu. Itupun dibantu dengan keran air disetiap batang pohon.
Menjelang tengah malam kami baru tiba di Madinah dan langsung nginap di Al Rawda Sakan Hotel yang letaknya sekitar 200 meter dari Masjid An Nabawi. Meski menempuh perjalanan jauh, namun tidak ada rasa lelah dalam tubuh ini. Setelah makan malam dan istirahat di hotel, dinihari sekitar pukul 03.30 waktu Saudi Arabia, saya beserta istri dan jamaah lainnya menuju, ke Masjid An Nabawi atau disebut juga dengan Masjid Haram An Nabawi, untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.
Mesjid dengan 10 menara besar itu langsung menampakkan kebesarannya. Ribuan tiang pilar dibalut dengan kuningan emas, semakin menambah kemegahan.
Hari itu, saya habiskan waktu di Masjid, dan berziarah. Tempat ziarah yang pertama kali saya kunjungi yakni makam Nabi Muhammad SAW, dan sahabatnya Abu Bakar dan Usman, yang letaknya didalam Masjid. Tempat ini disebut dengan Raudoh atau Taman Surga, yang dulunya merupakan rumah Nabi Muhammad SAW. Semua pintu rumah yang kini menjadi makam, terbuat dari emas. Begitu pula dengan mimbarnya yang terletak dibagian depan. Seorang Polisi berjaga-jaga di mimbar dan seorang polisi lagi berjaga di makam Nabi Muhammad SAW.
‘’Syirik, syirik, syirik,’’ucap polisi yang menjaga pintu Raoudoh, kepada salah seorang peziarah yang mencoba memegang pintu sambil meratap-ratap dan berderai air mata.
Setelah melaksanakan Salat Sunah dan berdoa di depan mimbar dan raudah, saya kemudian melanjutkan ziarah ke Baki, tempat pemakaman para keluarga Nabi dan sahabat-sahabatnya. Letaknya sekitar 200 meter dari Masjid Nabawi. Ribuan pemakaman terlihat digurun pasir yang berbatuan ini. Tidak ada keramik atau tulisan diatas makam tersebut. Hanya pasir dan diatasnya batu gunung ukuran kecil yang didjadikan sebagai batu nisan. Ukurannyapun tidak sama.
Keesokan harinya, Sabtu (3/5) sekira pukul 07.30 WIB kami pun melakukan ziarah ketempat-tempat bersejarah. Diantaranya Masjid Quba, masjid pertama kali didirikan Nabi Muhammad, kebun kurma, Jabal Uhud, makam para Suhada Uhud, singgah di Masjid Qiblatain dan ke Jabal Al Baydo atau bukit Magnet.
Jabal Al Baydo atau bukit Magnet, baru ditemukan dua tahun terakhir dan bukan merupakan tempat bersejarah. Karena diluar program, sopir bis yang membawa kami minta tambahan ongkos, sekitar 300 Reala (Rp 750 ribu). Dengan cara patungan, kamipun menyanggupi tambahan ongkos tersebut.
Bukit yang ada di Jabal Al Baydo ini mengandung Magnet dan Emas. Meski jalannya bagus, besar dan rata, namun untuk menuju kesana, sopir sedikit kewalahan. Karena mobil tidak bisa ditancap gas. Meski pun pedal gas sudah ditekan habis. Saya pun langsung mengambil posisi duduk paling depan. ‘’Kita sedang berlawanan arah. Jadi tidak bisa kencang,’’sebut Fauzi, Ketua KBIH Al Mabrur sambil menunjukan jarinya ke sppedo meter yang jarumnya menunjukan angka 40 dan pedal gas yang ditekan sopir.
Sementara di kiri kanan jalan tidak terlihat bangunan. Yang ada hanya bukit berbatuan. Warna bukit-bukit itu coklat kemerah-merahan.
Dua jam perjalanan kami pun sampai di ujung lokasi yang berbentuk bundaran besar jalan memutar. Didepan bundaran berjejer bukit yang warnanya sedikit lebih merah. Setelah berfoto-foto, kami kembali naik bis, untuk pulang ke hotel.
Sayapun mengambil posisi duduk persis di samping sopir. Mesin bis yang kami tumpang masih menyala, tapi hanya untuk menghidupkan AC. Sementara sopir mulai menurunkan rem tangan dan memasukkan gigi satu untuk menjalankan dan memutar mobil. Begitu posisi mobil sudah lurus, gigi mobil langsung di free kan, sementara pedal gas dilapas. Secara menakjubkan bis yang mengangkut 45 orang penumpang itu bergerak sendiri kedepan. Kecepatan bis itu terus bertambah hingga 120 Km lebih. Sementara gigi masih free dan pedal gas masih dilepas. Semakin lama, kecepatan mobil terus bertambah. Sopir berkaca mata hitam dengan baju gamis putihnya itu terus berupaya mengendalikan setir. Dan sesekali ia menekan rem. ‘’Sopirnya takut. Remnya akhirnya ditekan juga,’’sebut Fauzi sambil tertawa ringan.
Menurut keterangan Fauzi kawasan tersebut mengandung emas dan baru ditemukan dua tahun terakhir ini. Kawasan itu ditemukan, setelah salah satu helikopter yang melintas dikawasan itu jatuh, karena tersedot daya magnet.

About these ads

10 Tanggapan to “Melihat Keajaiban Kota Madinah”

  1. marshmallow berkata

    pengalaman yang seru, bang jay.
    kebayang kalau di setiap jalan di negara kita dipasangi magnet (dipasangi? aneh!) sehingga kita tak perlu bahan bakar buat kendaraan, pasti mewah sekali ya?
    hmm… *ngelamun, hilang fokus*

  2. ady berkata

    mmmmm… hemat BBM

  3. kang dede berkata

    menurut para fisikawan fenomena itu sudah terjawab, itu akibat adanya ilusi optis, jalan itu sebenarnya adalah jalan menurun yg tampak oleh mata jalan lurus atau menanjak

  4. vianicha berkata

    bagus bagus

  5. nazar ppws berkata

    assalamualaikum ,,apo kabar.saudaraku zainuddin..lamo nian kito dak basuo,,,pls masuk facebook..aku cari kau din ..rindu nian aku ko,,email ke aku di pulaumelako@yahoo.com

  6. isdiyanto berkata

    seru ya..

  7. ahmad wahyudin berkata

    shubhanaAllah…itu lah keagungan Allah SWT…apa yg ia hendaki psti terjadi,ini lgi cma gn magnet ALLAH SWT pun bsa membuat langit jd magnet klo ALLAH SWT menghendaki.

  8. m.hamdan.kurdi berkata

    Kota madinah adalah kota yg paling tenang dan org 2 nya ramah tamah sama org dan apalagi org pendatang

  9. Wawan berkata

    Ma’af, sedikit meluruskan sj:
    1. Yang dimakamkan dilokasi makam Rasulullah SAW adl sahabat Abu Bakar RA dan Umar RA (bukan Usman RA. Makam Usman RA di Baki).
    2. Taman Raudhoh bukan bekas rumah (sekarang Makam) Rasulullah SAW, melainkan lokasi antara bekas rumah (sekarang makam) Rasulullah SAW dengan Mimbar Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: