Wartawan Karyamu Kini

Disela sesaknya deadline

Arsip untuk Agustus, 2008

Awas, Bahaya Plastik Disekitar Kita

Posted by Jay pada Agustus 22, 2008

Malam ini, saya membuka email redaksi kantor, untuk melihat berita-berita yang masuk dari daerah (Kabupaten). Lalu saya dapati salah satu email yang masuk dari Tety Agustin. Saya juga tidak kenal dengan sipengirim. Yang pasti Tety Agustin, bukanlah awak kami di daerah. Karena penasaran saya buka email tersebut.

Dalam email tersebut menjelaskan tentang bahaya plastik, dan cara mengenali plastik, termasuk kode-kode yang harus dipelajari. Saya baca seksama, dari atas hingga habis.

Setelah habis membaca dan memahami tulisan tersebut, saya kemudian mengambil botol minum isatonik yang sudah saya isi kembali dengan air putih es dari dispenser kantor. Sebelum saya teguk airnya, saya balik botol tersebut. Alangkah terkejutnya, saat melihat logo dibawah botol berbentuk persegi tiga dan ditengahnya ada angka satu dan dibawah logo ada tulisan PET. Yang menurut email yang saya baca botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Meski peringatannya tidak terlalu keras, namun saya sempat khawatir juga buatnya. Apalagi botol yang saya gunakan ini sudah lima kali lebih saya isi ulang dengan air es dicampur air panas. Yah maksudnya biar tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Dari email tersebut, dianjurkan untuk menghindari penggunaan bahan plastik, sebagai tempat makanan atau minuman. Kalau pun terpaksa, pilihlah yang ada logo atau kode berbentuk persegi tiga putus-putus dan ditengahnya ada angka lima.

Sebagai informasi untuk kita semua, ini saya kutip seluruh informasi yang saya maksud. Agar apa yang saya alami (kurang teliti dan tidak peduli dengan hal-hal yang kecil), tidak terjadi kepada para pembaca. Terima kasih Tety Agustin, atas email yang bermanfaat ini.

INILAH KUTIPAN YG SAYA AMBIL DARI EMAIL TETY AGUSTIN :

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat



Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.


Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.


Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan kPolystyrene foam containers are a common nuisance worldwide: they cause pollution in their production, they are a waste of resources since they are used only once, they don’t biodegrade for hundreds of years, and they release toxic gases when burned. The styrene may even be a health concern as it can leach out of the packaging and into human fat tissue.etika makanan harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk

#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Ditulis dalam Kesehatan | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mengeruk keuntungan dari pemadaman listrik

Posted by Jay pada Agustus 14, 2008

PEMADAMAN listrik secara bergilir yang diberlakukan PLN, banyak dikeluhkan warga, termasuk pelaku usaha. Tapi, setelah ditelusuri, ada juga pihak yang merasa gembira dan merasa diuntungkan dari pemadaman listrik secara bergilir ini. Siapa mereka ?.
Mereka adalah, pedagang lampu cas, genset, lilin hingga lampu teplok. Penjualan produk alat penerangan ini langsung drastis meningkat, hingga 100 persen lebih. Suatu hari, tepatnya hari Selasa (12/8) saya sengaja mencari sebuah toko yang menjual lampu cas dan genset. Selain memang ditugaskan dari kantor untuk menelusuri harga dua produk ini, pasca diberlakukannya pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN.

Karyawan SUN Elektronik saat memperlihatkan sejumlah produk lampu cas, yang laris terjual, akibat pemadaman listrik bergilir.

BAHAGIA: Karyawan SUN Elektronik saat memperlihatkan sejumlah produk lampu cas, yang laris terjual, akibat pemadaman listrik bergilir.

Saya kemudian singgah di toko SUN elektronik, dibilangan Sipin Ujung, Jalan Kapten Pattimura, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Pagi itu jam baru menunjukan pukul 08.30 WIB. Namun sejumlah pekerja, sudah terlihat sibuk menyusun barang-barang dagangan dibagian depan ruko dua pintu tersebut. Sejurus kemudian, barang-barang elektronik berukuran besar sudah berjejer rapi didepan teras toko SUN Elektronik yang dipayungi kenopi warna hijau.
Saya kemudian menyambangi toko SUN Elektronik. Setelah menjelaskan maksud kedatangan, Lisa, pemilik SUN Elektronik, tanpa ragu bersedia untuk diwawancarai, seputar perdagangan lampu cas dan genset.
‘’Yah sejak, pemadaman bergilir. Penjualan lampu cas dan genset naik drastis. Kita sebagai pedagang, tentunya sangat senang. Untung bisa 100 persen lebih,’’ kata Lisa, seraya mengaku penjualan lampu cas sebelumnya hanya 50 unit perbulan, namun setelah adanya pemadaman bergilir, penjualan perbulan bisa mencapai 300 unit perbulan atau 10 unit lebih perhari.
Begitu juga dengan penjualan genset. Saat listrik stabil, penjualan genset hanya kisaran 5-6 unit perbulan. Tapi begitu adanya pemadaman listrik bergilir, penjualan genset bisa mencapai 3-4 perharinya. ‘’Sekarang saja stok genset habis,’’tandas ibu tiga anak ini, seraya mengaku dampak dari permintaan yang signifikan tersebut membuat harga menjadi naik. ‘’Kenaikan BBM tidak mempengaruhi harga. Tapi begitu permintaan naik, karena pemadaman listrik, harga ikut naik. Sebab kadang-kadang di agen barang kosong. Mungkin itu juga penyebab harga naik. Atau mungkin memang permainan agen,’’katanya.
Faktor lain yang menyebabkan penjualan lampu cas dan genset meningkat tajam, karena lebih efisien dan tidak beresiko. Selain harganya relative murah dan terjangkau. Untuk harga lampu cas, kisaran Rp 35 ribu – 200 ribu. ‘’Yah ketahanan batre casnya dari 5 jam hingga 40 jam. Tergantung jenisnya,’’sebut Lisa.
Meningkatnya penjualan, membuat tempat usaha SUN Elektronik yang terletak di Jalan Kapten Patimura Simpang III Simpin, Kotabaru ini, menambah karyawannya. Semula hanya tujuh orang kini sudah menjadi sepuluh orang. Tidak itu saja, meningkatnya omset, juga berimbas pada penghasilan karyawan. ‘’Gaji kami baru saja naik. Yah naik sekitar 50 persen,’’kata Danil, salah seorang karyawan SUN Elektronik ini.

Sayangnya, produk yang mereka jajakan dan laris dipasaran bukan lah produk dalam negeri. Semua lampu cas tersebut produksi dari China. Dan jangan -jangan didatangkan secara ilegal tanpa melalui bea cukai. Jika betul, tentu semakin banyak Negara Indonesia tercinta ini dirugikan.

Opss, tapi ada juga mereka yang tidak peduli dengan pemadaman listrik secara bergilir tersebut. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan lampu cas atau genset yang sedang laris manis dijual. Mau tahu?
Mereka adalah, warga miskin yang memang tidak pernah menikmati listrik. Meskipun negara ini sudah lama merdeka. Begi mereka, listrik ada, atau tidak, sama saja. Sebab mereka tidak pernah merasakan nikmatnya menggunakan listrik.(***)

Ditulis dalam Seputar Kita | Bertanda: , , , | 5 Komentar »

Wartawan Jadi Tim Sukses

Posted by Jay pada Agustus 10, 2008

EMPAT calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi, kini tengah sibuk mencari simpati masyarakat. Masa kampanye yang dimulai Minggu (3/8/2008) lalu dimanfaatkan oleh masing-masing calon dengan berbagai kegiatan. Jalan santai, pengerahan massa, zikir akbar, hingga turun ke pasar tradisional Angsoduo.
Aktifitas kompanye dan cari simpati para calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi 2008-2014 ini tak pernah dilewatkan oleh media local dan nasional. Praktis, hampir setiap hari, kegiatan cari simpati massa ini menjadi hiasan di halaman muka Koran-koran lokal. Maklum saja, karena perebutan kursi Walikota dan Wakil Walikota Jambi akan digelar 20 Agustus 2008 nanti.
Tapi bagaimana jadinya jika sebuah media, wartawannya atau krunya menjadi tim sukses salah satu kandidat?. Wah tentu saja akan tidak berimbang isi beritanya. Apalagi jika, sang wartawan sudah berani dengan terang-terangan memperlihatkan diri sebagai tim sukses. Ini lebih celaka lagi. Sebab, media tersebut, dipastikan tidak akan dibaca orang, kecuali satu aliran.
Tapi bagaimana jika disebuah media, didalamnya (wartawan/kru) ada berbagai simpatisan. Tentu nya akan ramai, setiap dead line. Masing-masing wartawan yang menjadi simpatisan, pasti akan selalu monitor setiap berita yang akan diterbitkan esok harinya. Yah, seperti tim sukses gitu.
Ruang redaksipun praktis akan ramai, dengan berbagai argument para simpatisan. Wartawan satu akan menyebutkan calon A yang paling hebat. Wartawan lainnya akan mengatakan calon B yang paling bersih. Wartawan yang lainnya lagi akan bilang calon C yang paling ramai saat kampanye. Tak jarang pula mereka saling hujat dan saling menjelek-jelekkan. Kondisi ini selalu menjadi pemandangan diruang redaksi kami.
Saya pun, ikut menimpal diantara mereka. Yah golput aja. Itu mungkin lebih baik. ‘’Wah jangan, itu berarti ikut Gus Dur,’’jawab Toni, wartawan Politik.
‘’Itu bisa dipenjara. Apa lagi mengajak-ajak orang lain,’’cetus Raden Surahman, Redaktur Daerah. ‘’Wah, yang mengajak-ngajak orang lain golput akan diganjar 3 tahun penjara,’’saut Novan, Redpel, yang duduk persis didepan saya.

Lantas siapa yang akan menang?. Saya lontarkan pertanyaan ini pada teman-teman di Redaksi:

Pastinya Bambang-Sum No 3. Yang dibela yang bayar.

NOVAN: Pastinya Bambang-Sum No 3. Yang dibela yang bayar.

‘’No 3 lah (Bambang-Sum),’’sebut Novan. ”Kita kan membela yang bayar. Karena pasangan Bambang-Sum yang lebih banyak pasang iklan dan society,”timpal Novan sembari melihat tulisan yang saya ketik.

‘’Jelas No 4 (Asnawi-Nuzul) yang menang. Pasti. Harus pilih orang Jambi,’’jawab Harmen, Penjab Jambi Raya.

Yakin dengan pilihan Asnawi-Nuzul, karena putra daerah. Pasti Menag. Pede dan  penuh keyakinan.

HARAMEN: Yakin dengan pilihan Asnawi-Nuzul, karena putra daerah. Pasti Menag. Pede dan penuh keyakinan.

TONI, Diantara No 3 dan No 4

TONI, Diantara No 3 dan No 4

‘’Saya diantara keduanya No 3 dan No 4,’’saut Toni, dengan ragu-ragu. Namun si Toni, Penjab halaman Politik ini tidak mau disebut sebagai golput. ‘’Yang jelas diantara keduanya. Kan, masih lama waktunya,’’ujar Toni, diplomatis.
‘’Saya Sutrisno (No 1),’’gurau Raden Surahman, menyaut debat kami. ‘’Wah, itu Raden jelas ke Bambang (no 4),’’tegas Novan.

Menutup diri. Lain dimulut lain dihati.

RADEN: Menutup diri. Lain dimulut lain dihati.

Mantan dengan Golput

Indrawan alias Kliwon : Mantan dengan Golput

Namun beda dengan Indrawan, yang punya nama beken Kliwon. Ia menegaskan tidak memilih semua kandidat. ‘’Tidak ada yang saya pilih. Golput aja,’’ kata Penjab Olahraga ini.

Pastinya Golput, itu lebih baik.

ROBI : Pastinya Golput, itu lebih baik.

Ternyata, pilihan Golput tidak hanya Kliwon. Robi, mantan Kabak Pracetak ini juga dengan santai mengungkapkan pilihannya Golpu. ‘’Golput lah. Itu lebih baik,’’ungkap Robi santai.

Netral aja. Karena tidak ada yang peduli dengan IT

HONO: Netral aja. Karena tidak ada yang peduli dengan IT

‘’Netral aja. Karena tidak ada yang peduli dengan IT,’’tutur Hono, Kabag IT.(****)

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

GILA JABATAN, JADI GILA BETULAN…

Posted by Jay pada Agustus 8, 2008

Mantan Calon Bupati Jalan Hanya Gunakan Kolor

Mantan Calon Bupati Jalan Hanya Gunakan Kolor

Tengah malam Selasa (5/8/2008) sebelum menutup computer di kantor, dan bersiap untuk pulang saya dipanggil teman namanya Setya Novan, Redpel Jambi Ekspres. Ia memperlihatkan berita yang baru saja masuk dari Grup Jawa Pos (JPNN), sambil tertawa-tawa dan sesekali menggelengkan kepala.
Dengan penasaran saya hampiri dia, dan melihat isi berita yang sedang dibacanya didepan computer.
Sayapun kemudian terkejut sambil geleng-geleng kepala melihat isi berita yang dikirimkan oleh Jawa Pos, yang isinya tentang seorang calon Bupati Ponorogo, bernama Yuli Nursanto, yang mencoba bunuh diri dan kemudian berjalan dimuka umum, hanya dengan menggunakan celana dalam, setelah gagal di Pilkada.
Dari berita itu, diketahui Yuli Nursanto, merupakan pengusaha muda sukses yang cukup dikenal di kota Ponorogo. Ia kemudian setres gara-gara terjerat utang pasca pilkada, yang nilainya mencapai Rp 9 M. Yuli Nursanto kehilangan segala-galanya. Bukan hanya harta tapi juga ditinggal pergi sang istri.
Ia bahkan sudah bosan hidup. Buktinya ia sudah dua kali berusaha bunuh diri, namun dapat dicegah. Hingga akhirnya ia dibawa kerumah sakit jiwa.
Kisah tragis Yuli tak bisa dilepaskan dari pilbub Ponorogo. Sebagai pengusaha muda –saat maju dalam pilkada usianya 36 tahun—yang sedang naik daun, memang banyak yang mendorong Yuli maju jadi calon bupati. Rupanya, pemilik radio lokal yang cukup populer di kotanya itu juga yakin dapat dukungan.
Lewat Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dia dan wakilnya, Sunarno, pun mantap maju sebagai salah satu dari lima pasangan calon. Namun, pada pilkada yang berlangsung pada 20 Juni 2005 itu, pasangan itu hanya dapat sekitar tujuh persen suara. Yuli-Winarno terpuruk di urutan keempat. Bukan kedudukan Bupati yang didapat, tapi utang Rp 9 miliar.
Hutang sebanyak itu ternyata sebagian besar tersedot untuk membiayai pilkada. Mulai proses lobi saat pencalonan, biaya kampanye, hingga ”pengamanan” suara saat pencoblosan.
Persoalan kian bertumpuk ketika rumah tangganya juga diterpa isu yang tidak sedap.
Ada wanita lain yang disebut-sebut masuk ke kehidupan Yuli. Hingga akhirnya sang istri kabur meninggalkannya.
Tekanan akibat tak didampingi istri inilah yang memicu mantan calon bupati Ponorogo ini berusaha bunuh diri. Tatkala transit di Mapolres Ponorogo sebelum dibawa ke RS Jiwa Lawang, Malang, Yuli terus menerusmeronta meminta bertemu istrinya.

JADI PELAJARAN BAGI
CALON DAN MASYARAKAT

Cerita tentang Yuli Nursanto, calon Bupati Ponorogo ini mungkin bisa menjadi pelajaran dan contoh bagi para calon bupati/walikota dan pasangannya. Tidak itu saja, cerita ini juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat selaku pemilih.
Jika ia setres dan berusaha bunuh diri karena hutangnya banyak untuk membiayai Pilkada.
Tapi bagaimana jika Yuli terpilih menjadi Bupati?. Bagaimana caranya ia mengembalikan hutang-hutangnya?. (****)

(Sebagian tulisan menyangkut cerita Yuli Nursanto diambil dari Jambi Ekspres)

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , | 12 Komentar »

Aku Lebih Mencintai Orang Lain Dari Pada Istri Sendiri

Posted by Jay pada Agustus 7, 2008

Rilek diwaktu senggang bersama istri Melly Susanti di Saudi Arabia, Mei 2008

Rilek diwaktu senggang bersama istri Melly Susanti di Saudi Arabia, Mei 2008

MUNGKIN semua wanita akan marah jika suaminya mencintai orang lain dari pada dirinya. Tapi istri ku Melly Susanti, tidak. Ia sangat tahu, jika aku lebih mencintai orang lain, dari pada dirinya. Bahkan jika, disuruh memilih aku tetap katakan hal yang sama. Ia lagi-lagi tidak marah.
Hal ini sering aku utarakan, bahkan sebelum ia aku nikahi. Saat itu ia masih kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid). Dan sekarang istri ku sudah mendapatkan gelar sarjana diploma Kebidanan (AMKeb) dan sudah jadi PNS. Sesekali ucapan itu kembali aku ulang. Dan ia hanya bisa menangis.
Sebesar apa cintaku pada orang itu. Jika dibanding-bandingkan, forsinya sangat terpaut jauh. Mungkin 50 banding 100. Hemmm, soal hitung-hitungan forsi agak sulit ditimbang. Karena hingga saat ini timbangan untuk perasaan hati tidak ada jualannya. Heheheheheh.
Jadi hitungan forsi yang saya sebut itu hanya perkiraan saja. Sebab selisihnya mungkin bisa lebih jauh lagi. Hahahahahaaa…..
Mau tahu orang yang bisa memikat hati ku, hingga istri ku bisa tergeser dibuatnya, jika mengganggu atau memarahinya?. Dia adalah wanita yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih. Tubuhnya tinggi sekitar 165 cm. Rambutnya lurus tergurai. Hatinya baik. Perasaannya lembut and so pasti Alim dan sangat perhatian dengan ku. Dialah wanita yang sangat aku cintai saat ini. Yang forsinya melebihi cinta ku pada istri.
Aku sadar sikap ini sangat membuat marah istri ku. Namun, berlahan ia mulai menyadari bahwa sikapku itu, merupakah prinsip yang memiliki dasar yang kuat. Dasar prinsip yang saya maksud, akan saya ceritakan nanti. Ntar… habis deh ceritanya. Wuhhhhhh.
Suatu ketika, sekitar pukul 00.00 WIB, saat aku pulang, istri ku menagis tersedu-sedu di kamar seorang diri. Aku bertanya, ada apa gerangan ?. Ternyata persoalannya, karena WIL (Wanita Idaman Lain) ku. Saat itu, aku coba menenangkan perasaannya. Ia berontak. Aku coba, untuk yang kedua kali. Ia tetap berontak dan tidak terima. Aku, peluk erat tubuhnya dan aku coba untuk yang ketiga kalinya menenangkan perasaannya, sembari menjelaskan tentang prinsip dan dasar yang aku pegang. Ia tetap berontak. Kesabaran ku habis. Aku berdiri sambil marah. Amarah ku tidak tertahan. Tapi, malam itu aku masih bisa mengendalikan diri. Aku ambil cara diam. Dan mengunci mulut ku dengan seribu bahasa. Hingga akhirnya kami tertidur pulas, tanpa tegur sapa.
Paginya ia masih marah. Aku tetap diam. Menjelang siang saat ia kerja, SMS masuk ke HP ku. Ternyata dari istri ku. Ia kembali marah-marah dalam SMS. Aku coba membalas dengan kata-kata yang dapat menenangkan hatinya. Istri ku kembali membalas SMS ku dengan kata-kata ancaman ; ingin pulang kampung. Kali ini SMS nya tidak aku balas. Ia kembali SMS dangan tulisan yang lebih kasar lagi. Tapi tetap tidak aku balas. Berulang kali ia missed call HP ku. Setiap kali ku angkat HPnya mati. Akhirnya, aku coba hubungi dia. Ia marah-marah, semua yang ditulis dalam SMS kembali diungkapkannya dengan kata-kata. Aku coba menenangkan, tapi dia tidak terima. Aku balik marah, dan HP ku tutup, tanpa salam.
Siang itu aku masih disibukkan dengan pekerjaan rutinitas ku. Namun hati ini tidak tenang. Terlebih istri ku selalu meneror lewat HP. Menjelang sore, aku pun pulang. Ku dapati istriku diatas ranjang sambil menutup mukanya dengan bantal. Amarah ku menggelegak. Semua prinsip dan dasar pemikiran ku, hingga mencintai wanita lain tersebut aku utarakan, dengan nada tinggi. Tapi ia tetap tidak terima.
Dubrakkkkkk. Tangan ku secara spontan, memukul lemari yang ada di kamar, hingga pintu tersebut jebol. Wajahnya pucat pasi. Ia kembali aku rangkul, dan aku beri pengertian. Kali ini ia mulai melunak. Sore itu menjelang magrib, ia aku ajak makan malam diluar. Dan kehidupan kami kembali normal, romantis dan bahagia.

Mesra bersama ibuku Hj Nyimas Fauziah

Mesra bersama ibuku Hj Nyimas Fauziah

Tahukah, siapa wanita yang sangat super istimewa yang aku bela…? Dia adalah wanita yang melahirkan ku. Namanya Hj Nyimas Fauziah, yang kini tinggal serumah dengan ku. Sebelum ayah ku wafat, dia juga merupakan bagian orang yang aku cintai, yang cinta ku terhadapnya juga melebihi cinta ku pada istri. Tapi kini ayah ku H Ahmad Lutfi, sudah tiada. Hanya doa yang kini aku kirimkan padanya, tanda bakti ku padanya.
Ya Allah ampunilah dosa ayah ku H Ahmad Lutfi bin HM Yusuf. Terimalah amal ibadahnya. Berikanlah ia tempat sebaik-sebaik tempat di surga Mu Jannatul Firdaus, Amin.
O..ya, sebuah dasar dan prinsip yang aku pegang dan tidak bisa tergoyangkan oleh dasar apapun adalah Al Quran dan Hadis. Yang mana dijelaskan bahwa seorang laki-laki wajib berpihak kepada orang tuanya. Sedangka seorang wanita wajib berpihak kepada suaminya. Namun keberpihakannya tetap pada dasar kebenaran. (****)

Ditulis dalam Seputar Kita | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

35 Tahun Menjadi Guru Tanpa Bayaran

Posted by Jay pada Agustus 7, 2008

Mendidik Anaknya Hingga S3 di Luar Negeri

Solihah BA, Guru Ngaji, saat mengajar para muridnya. 35 tahun lebih ia mengajar tanpa memungut bayaran. Wah, sulit mencari guru seperti ini. Sekarang belum masuk sekolah, sudah harus bayar uang bangku. Jumlahnya hingga puluhan juta. Mari kita doakan semoga akan muncul Solihah-Solihah yang lain. Amin.

Solihah BA, Guru Ngaji, saat mengajar para muridnya. 35 tahun lebih ia mengajar tanpa memungut bayaran. Wah, sulit mencari guru seperti ini. Sekarang belum masuk sekolah, sudah harus bayar uang bangku. Jumlahnya hingga puluhan juta. Mari kita doakan semoga akan muncul Solihah-Solihah yang lain. Amin.

USIANYA sudah mulai beranjak 70 tahun. Tapi semangatnya untuk mengajar ngaji tidak pupus, meski tidak meminta imbalan atau bayaran. Kegiatannya sebagai guru ngaji gratisan ini sudah dilakoninya sejak 35 tahun yang lalu. Dialah Solihah BA. Sosok wanita yang lembut dan penuh kasih sayang. Meski bukan guru komersial, tapi ia mampu mendidik empat orang anaknya, hingga selesai ke perguruan tinggi. Bahkan dua diantaranya sempat sekolah di luar negeri. Dan anak sulungnya, berhasil menyelesaikan S2 dan S3-nya di luar negeri. Itu semua atas izin Allah. Kalau bukan pertolongan Allah, mana mungkin Solihah mampu membiayai anaknya sekolah ke luar negeri. Kini semua anaknya, sudah berkeluarga dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Dua orang menjadi dosen, satu PNS, dan satu orang lagi di perusahaan swasta. Bagaimana Solihah menjalani kehidupannya sehari-hari, dengan pengabdian yang penuh ikhlas, demi mengajarkan ilmu Allah SWT ?.
Pagi itu (22/4/2008) sekitar pukul 08.30 WIB cuaca Kota Jambi cerah. Penulis mencoba menyambangi rumah Solihah, guru yang dulu pernah mengajarkan penulis mengaji.
Letak rumah Solihah diujung lorong Kas RT 07, No 30 Jalan Singadikane, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura. Saat penulis datang, pintu bagian samping belakang rumah permanen yang sangat sederhana itu terlihat terbuka. Dari dalam rumah terdengar suara anak kecil mengaji. Sementara beberapa anak kecil lainnya berusia kisaran 6-7 tahun, duduk disamping sebelah kanan guru sambil membuka Qur’an kecil (Iqro). Mereka duduk diatas lantai ubin yang hanya dialasi dengan karpet seadanya. Ruangan tempat Solihah mengajar itupun tidak terlalu besar, sekitar 4×4 meter. Disamping ruangan ia mengajar terdapat meja makan yang disampingnya ada dapur dan kamar mandi.
Sementara sebagian murid lainnya terlihat bermain dihalaman yang dipenuhi dengan bunga dan pepohonan yang rindang, sambil menunggu antrian mengaji. Dan sebagian lagi duduk bersama orang tuanya yang menunggu didepan rumah.
Satu persatu murid Solihah terus berdatangan. Mereka rata-rata ditemani oleh orang tuanya, dengan menggunakan pakaian olahraga sekolah dasar (SD). Mereka yang sudah ngaji bergegas pulang dan langsung melanjutkan ke sekolah formal tempat ia belajar.
‘’Jika anak saya sekolah masuk siang, dia ngajinya pagi begitu juga sebaliknya,’’terang Edi, salah seorang orang tua murid ngaji Solihah, yang disambangi penulis, seraya mengaku sedang menunggu dua orang anaknya yang sedang belajar ngaji. ‘’Dan dulunya anak saya yang pertama juga ngaji disini. Tapi sekarang dia sudah SMP,’’timpalnya.
Meski dua orang anaknya belajar ngaji, namun ia mengaku tidak pernah dimintai duit oleh sang guru ngaji tersebut. ‘’Tapi kita lah yang mengerti. Kadang-kadang dua bulan sekali kami kasih uang. Yah, sekitar 50 ribu untuk dua anak,’’kata pria berkumis yang mengaku tinggal di Jalan Slamet Riyadi ini.
Menjelang pukul 10.00 WIB murid-murid yang rata-rata masih duduk dibangku kelas 1 SD itu selesai semua mengaji. Penulis berkesempatan untuk menghampiri Solihah. Setelah menyampaikan maksud kedatangan, Solihah pun mulai bercerita.
‘’Saat ini yang paling sulit mengajarkan akhlak anak-anak. Beda dengan dulu. Dan sekarang kepintarannya juga menurun, tidak seperti dulu,’’kata sarjana muda IAIN Sunan Kali Jaga ini.
Ibu empat orang anak ini mengaku tidak pernah mengeluh dengan anak muridnya, meski tidak meminta bayaran. Solihah yang pernah menjadi PNS dan mengajar di SMU Muhamadiyah Surakarta ini, mengaku apa yang dilakukannya merupakan pendidikan dari orang tuanya.
‘’Bapak (orang tuanya,red) dulu juga ngajar ngaji. Yah, ulama gitu. Bahkan, kalau tanggal muda, bapak yang memberi jajan kepada murid-muridnya,’’kenang Solihah.
Tapi apa yang terjadi pada orang tuanya dulu, tidak sepenuhnya sama dengan dirinya. ‘’Sekarang, orang tua murid banyak yang maksa ngasih duit kepada saya. Kadang-kadang saya tolak. Terlebih bagi mereka yang memang orang tuanya tidak mampu. Tapi, saya takut mereka tersinggung, jadi yahhh.. tetap saya ambil,’’sebut Solihah, dengan suara yang halus.
Belum saja 15 menit penulis bercerita, segerombolan anak-anak kecil, yang masih berpakaian sekolah berlari-lari masuk keruang sambil membawa tas. ‘’Assalamualaikum,’’kata anak-anak kecil itu, sembari menyalami wanita berkerudung coklat muda ini. Mereka pun bergegas mengeluarkan kain dan buku Iqro didalam tas mereka masing-masing dan langsung memilih tempat duduk yang sudah ada bangku kecil memanjang, untuk meletakkan Qur’an. Bangku panjang itu terbuat dari papan dan tidak di cat, tapi terlihat bersih.
Yang pertama masuk, langsung belajar ngaji. Anak-anak yang rata-rata kelas 2 SD itu terlihat semangat. Meski tubuh mereka penuh dengan keringat, karena berlari, berlomba-lomba untuk cepat sampai ke rumah Solihah.
Penulis pun langsung keluar dari ruangan tempat Solihah mengajar, yang hanya beratapkan seng dan mengandalkan penerangan cahaya matahari. Sesaat kemudian suara anak-anak mengaji mulai terdengar dari dalam rumah itu. Satu persatu, murid Solihah terus berdatangan dan memenuhi ruangan yang sangat sederhana itu. Ada yang diantar orang tuanya dan ada juga yang datang sendiri. Mereka bergantian mengaji, sesuai dengan urutan kedatangan. Yang pertama datang dialah yang duluan belajar mengaji. Sementara yang telah selesai mengaji langsung pulang.
‘’Kalau belajar ngajinya tidak lama. Tapi antrinya yang lama. Jika siang biasanya lebih ramai lagi. Sebab anak kelas 4-6 SD bahkan SMP sudah pulang semua,’’kata Mugini, salah seorang orang tua murid yang sedang menunggu anaknya mengaji.
Ibu muda yang tinggal di RT 05, Kelurahan Sungai Putri ini mengaku sangat takut kehilangan Solihah. ‘’Kalau ibu (Solihah,red) tidak ada lagi, nanti siapa yang akan menggantikannya,’’ungkap ibu-ibu yang berbincang-bincang sambil menunggu anaknya yang sedang mengaji.
Satu jam kemudian, suasana kembali lengang. Koran ini pun kembali menghampiri Solihah, yang duduk didepan rehal (bangku kecil) untuk meletakkan Qu’an.
Berapa jumlah murid ibu sekarang, tanya penulis?. ‘’Yah, sekitar 80-an. Mereka rata-rata warga sekitar sini lah. Tapi ada juga yang dari Broni, Waskita, Putra, Printis dan sebagainya,’’jawab ibu bertubuh mungil, sembari mengulum senyum dan menutup mulutnya.
Lantas sejak kapan mengajar ngaji ?. ‘’Saya mengajar ngaji sejak tahun 1973, sebelum Uly (anaknya nomor 3,red) lahir. Saat itu di Ampera, Broni. Tapi tidak lama. Kemudian pindah kesini, dan ngajar ngaji lagi sampai sekarang. Jika dihitung sampai sekarang sudah hampir 35 tahun,’’papar Solihah.
Belum lama berbincang, anak-anak murid Solihah kembali berdatangan. Sementara jam sudah menunjukan pukul 11.30 WIB. Sama dengan yang sebelumnya. Mereka berlarian masuk dan berebut mencari tempat duduk, agar bisa duluan mengaji.
Penulis kembali keluar ruangan. Tidak beberapa lama, keluar seorang ibu muda berjilbab, dari dalam rumah bersama dua orang anaknya sambil membawa sepiring nasi. Dia adalah Ulyarti, STP, anak ketiga Solihah, yang berusia sekitar 34 tahun.
Tanpa ragu, koran ini mencoba mendekati Uly, untuk sekedar berbincang-bincang. Menurut Uly, ibunya Solihah sangatlah penyabar. Meski demikian ia juga tegas dalam mendidik anaknya. ‘’Saya sendiri belum tentu bisa sesabar ibu (Solihah,red). Dia benar-benar sabar. Tapi terhadap anaknya dia tegas. Terutama soal pendidikan dan agama,’’kata alumni IPB ini.
Uly yang menamatkan SMA-nya di Pearson Colage Kanada ini, mengaku bingung dengan ibunya sendiri. Maklum saja karena, ibunya merupakan istri pertama dari Mr H Kms Husin Syafi’i. Ayahnya Husin Syafi’i, memiliki tiga orang istri. ‘’Saya tidak tahu, yang jelas ibu tuh orang nya sangat sabar sekali. Di Kanada saya sekolah dibiayai oleh pemerintah Kanada itupun atas permintaan pemerintah Indonesia, sebagai pertukaran pelajar,’’imbuhnya.
Sementara kakaknya yang paling sulung Tedja Kaswari, menyelesaikan S2 dan S3-nya di Jerman dan Belanda. ”Yah dapat beasiswa juga,”sebut Uly.
Solihah, yang ditanya koran ini soal biaya sekolah anaknya, memilih diam. ‘’Rezeki itu dari Allah. Saya hanya mengamalkan doa yang diajarkan suami dan bapak (orang tua,red). Saat anak saya Uly berangkat ke Kanada, dananya nol,’’pungkasnya.(****)

Ditulis dalam Pendidikan | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

BAKAR IKAN PATIN TERPANJANG DI DUNIA

Posted by Jay pada Agustus 7, 2008

Suasana bakar ikan patin yang terpanjang di dunia dilaksanakan di kawasan perkantoran Telanaipura Kota Jambi.

Suasana bakar ikan patin yang terpanjang di dunia dilaksanakan di kawasan perkantoran Telanaipura Kota Jambi.

SABTU, 7 Juni 2008 lalu ruas jalan dua jalur menuju pusat perkantoran di bilangan Telanaipura, Kota Jambi ditutup. Sementara sejak pagi sekitar pukul 07.30 WIB ratusan mobil mulai memarkirkan mobilnya dikiri kanan jalan utama yang ada ditiga jalur lainnya yang masih normal (jalur Telanai-Pasar, Telanai-Karya, Telanai-Sungaikambang). Akibatnya, jalan menjadi macet dan antrian panjang terjadi disana-sini. Ternyata semua itu terjadi, karena ada acara bakar ikan patin yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tidak tanggung-tanggung ikan patin yang dipanggang jumlahnya mencapai 7 ton atau 7000 Kg.
Untuk membakar ikan patin itu diperlukan sedikitnya 9 ton arang. Belum lagi minyak tanah yang jumlahnya tidak sedikit dan tungku pembakaran, yang terbuat dari seng dan kawat ayam. Serta batu bata, untuk tatakan tungku, kipas, plastik penutup dan mangkok plastik yang jumlahnya ribuan buah.
Sementara jumlah peserta yang ikut membakar ikan patin tersebut mencapai 5.500 orang. Terdiri dari 60 organisasi. Ada
mahasiswa, pelajar, serta dari instansi dari kabupaten/kota.
Tidak itu saja, para peserta juga disugukan hiburan organ tunggal dan door prize, yang hadiahnya sangat menarik diantaranya Honda, sepeda, dan masih banyak lagi voucer2 dan barang-barang menarik lainnya. Jika ditaksir dengan uang, nilainya dor prize bisa mencapai ratusan juta rupiah. Hemmm, ini taksiran penulis sendiri dan bukan hasil audit BPK atau BPKP.
Praktis, acara itu menjadi tontonan warga Jambi yang memang haus hiburan. Dan menjadi surga bagi pedagang kaki
lima yang mencari kesempatan untuk berdagang. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya pagi itu.
Acara yang terbilang unik tersebut langsung masuk Musium Rekor Indonesia
atau Muri. Yakni bakar ikan patin terpanjang di Indonesia, bahkan mungkin di Dunia. Dengan panjang ikan yang dibakar 4.657 meter.
Penghargaan Muri itu diterima langsung oleh Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin, diatas panggung yang memang sudah dipersiapkan oleh panitia. “Kriterianya, ini merupakan acara yang sangat unik, menonjolkan sisi daerah Jambi sebagai penghasil ikan patin yang berkualitas. Acara ini bukan hanya diikuti oleh segelintir orang, tapi ribuan masyarakat dari berbagai lapisan dan daerah,”ungkap Ngadri, representasi dari MURI.
Ditambahkannya, bisa dikatakan bakar ikan patin yang diadakan ini merupakan yang terpanjang di dunia. Mengingat, selama ini jika ada bakar ikan, biasanya itu dicampur dengan ikan air laut dan air tawar lainnya, tidak hanya jenis ikan seperti di Jambi. “Jambi telah menembus rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia yang dulu disandang oleh Mamuju sepanjang 3.183 meter di Sulawesi pada tahun 2007. Terlebih lagi, acara ini sudah melebihi target semula. Setelah kami lakukan penghitungan dengan seksama, ternyata panjang ikan yang dibakar adalah 4.657 meter,” urainya.
Yah, kerja Muri memang begitu. Mencari yang teramat……… hehehehe, apa lagi diberi uang, gurau penonton disela-sela menonton acara tersebut.
Sementara itu Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin menargetkan, acara ini akan meningkatkan tingkat konsumsi yang diiringi oleh meningkatnya produksi ikan patin dalam masyarakat Jambi. Saat ditanya, pendapat sebagian besar masyarakat yang menyatakan acara seperti ini mubazir, dengan keras Zul membantah.

Gubernur saat menerima piagam Rekor MURI Bakar ikan patin terpanjang. Untuk apa ?. Emangnya rekor MURI bisa mengatasi kemiskinan rakyat...

Gubernur saat menerima piagam Rekor MURI Bakar ikan patin terpanjang. Untuk apa ?. Emangnya rekor MURI bisa mengatasi kemiskinan rakyat...

“Menurut saya ini tidak mubazir, malah sangat menguntungkan masyarakat dan petani ikan. Kita beli harga ikan ini dengan harga yang bagus, yakni di atas harga pasar. Artinya ini mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan,”sebutnya.
Selain itu, arang yang dibeli dari masyarakat Tanjabar dan Tanjabtim merupakan bukti konsistensi pemerintah membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bang Zul juga meminta, kegiatan ini jangan dipandang dari segi negatifnya.
Yah, itukan kata pak Gubernur !. Diluar sana rakyat banyak menjerit. Terlebih pasca kenaikan harga BBM, yang kemudian berimbas pada kenaikan semua sektor dan produk. Jelas kegiatan itu menyayat hati rakyat yang melihatnya. Bayangkan. Begitu acara selesai. Disana-sini para warga berebut mengambil sisa-sisa arang yang masih mengepul asap.
Ada yang berebut mengambil sisa seng, plastik dan kawat. Mereka, semua tidak terlibat dalam acara pembakaran itu. Hanya sebagai penonton, yang berharap dari sisa-sisa acara itu. Sejumlah petugas Sat Pol PP dan Dinas terkait berupaya mencegah warga yang berebut sisa-sisa bahan yang dinilai mereka sangat mubadzir tersebut.
Yah, itulah nasib rakyat kecil….. Sayang, pak Gubernur saat itu tidak melihat, bagaimana rakyatnya berebut dan bertengkar dengan petugas gara-gara, hanya ingin mengambil bekas-bekas acara yang sudah tidak bermanfaat lagi. Tapi mereka tentu sangat berarti. Sedih dan sangat menyedihkan.
Entah berapa pula dana yang dihabiskan untuk acara yang menurut penulis hanyalah acara yang mubadzir dan hanya untuk mencari popularitas.
Menurut Herman Suherman, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, bahwa pencanangan gerakan makan ikan (Gemari) oleh Gubernur Jambi bisa membuat masyarakat lebih terpacu kesadaranya untuk mengonsumsi ikan.
“Untuk pendanaan acara ini, secara keseluruhan berasal dari bantuan banyak pihak. Namun Rp 75 juta merupakan dana dari APBN yang kita gunakan untuk membeli ikan kepada masyarakat dan selebihnya merupakan sponsor,”jelas Herman, seraya mengaku acara tersebut juga didukung oleh sponsor yang beragam.
Wah, sulit masuk akal penulis jika dana yang digunakan untuk acara semegah dan sehebat itu hanya mebutuhkan dana Rp 75 juta. Hitung-hitungan bodohnya begini. Harga ikan per Kg 9000 x 7000 Kg = 63.000.000. Estimasi harga itu bukan harga di pasar Angsoduo, sebab jika kita beli di pasar Angsoduo harga ikan patin per Kg-nya bias mencapai Rp 12.000. Nah, berapa pula untuk biaya arang, seng, kawat, batu bata, minyak tanah, plastic, ember/mangkuk , plastic, kipas dan sebagainya. Wah… pokoknya sulit deh masuk akal, jika dibilang hanya menghabiskan biaya Rp 75 juta. Belum lagi biaya konsumsi tamu, pejabat dan sebagainya. Lalu biaya publikasi disemua media local (society, advertorial). Wah,wah,wah. Repot deh menghitungnya. Intinya menurut penulis, acara itu sangat mubazir dan hanya ingin mencari popularitas belaka.

PETANI IKAN MENCIBIR

Seorang petani ikan patin, Hasan, warga asal Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Hulu, Kabupaten Muaro Jambi merasa acara yang dilakukan oleh pemerintah Jambi ini kurang tepat.
“Faktanya, nilai jual ikan patin di Jambi tidak sesuai dengan biaya produksi yang mesti petani keluarkan. Makanya, di tempat saya banyak sekali kolan ikan yang kosong,” jelasnya.
Ibarat mengajar buaya berenang, petani ikan satu ini menganggap gerakan makan ikan di tengah kenaikan harga BBM ini sangat tidak tepat. Biaya yang dikeluarkan dengan pelaksanaan acara seperti ini menurutnya, alangkah baiknya digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.
“Jauh sebelum ada ikan patin, masyarakat Jambi sudah mengonsumsi ikan. Jadi tidak perlu diajak, masyarakat juga mau makan ikan,”cibirnya.

LEPASKAN IKAN PATIN DI SUNGAI, DAN BUAT LUBUK LARANGAN

Melihat bakar ikan patin. Duh... banyak yang tidak masak, masih mentah. Terus dibuang. Habis-habiskan uang saja....

Melihat bakar ikan patin. Duh... banyak yang tidak masak, masih mentah. Terus dibuang. Habis-habiskan uang saja....

Penulis sendiri sebenarnya merupakan salah satu orang penggemar ikan patin. Tapi itu dulu, sekitar 20- tahun lalu. Jujur, saat penulis masih kanak-kanak, sekitar umur 5-12 tahun, ikan patin telah saya cicipi. Almarhum ayah saya sering membeli ikan itu di pasar tradisional Angsoduo. Saat itu, hampir semua orang menyukai ikan patin. Apa lagi jika dibuat tempoyak, lalap jengkol dan sambal terasi, nasi panas. Hehehehe.
Tapi entah kenapa, selera saya saat ini untuk makan ikan patin jauh menyusut. Dan itu juga dialami oleh semua orang, yang sebelumnya doyan makan ikan patin.
Menurut saya, itu dikarenakan, ikan patin saat ini sudah tidak asli lagi. Sehingga rasanya berbeda, alias ikan karbitan atau ikan keramba.
Solusinya, yah, kembalikan ikan itu ke sungai lepas. Biarkan ikan-ikan itu bebas mengikuti alam lingkunganya secara alami. Hmmm, ini memang bukan solusi baik dan tepat. Tapi jika, ikan patin yang sudah digemukkan di keramba atau kolam, kemudian dilepas di sungai batanghari atau di danau, mungkin itu lebih baik.
Jika kuatir ikan yang dilepas di sungai, dipancing atau ditangkap oleh nelayan. Yah, dibuat larangan untuk waktu tertentu. Semacam lubuk larangan. Jadi panennya, pada waktu tertentu saja. Dua tahun sekali atau tiga tahun sekali atau lima
tahun sekali. Moment ini, pasti ditunggu oleh pecinta ikan patin sejati. Termasuk saya. Berapa pun harga ikan itu pasti tidak ada masalah. Uang hasil penjualan ikan, bisa masuk ke kas daerah. Dan acara ini dipastikan akan bias menarik wisatawan. Simpelkan, tapi sulit untuk diperaktekkan.Hehehehehe.(*****)

Ditulis dalam Seputar Kita | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Melihat Kota Makkah dan Sistem Kerajaannya

Posted by Jay pada Agustus 6, 2008

Bebas Pajak, Kesehatan & Pendidikan Gratis,Gaji Guru 40 Juta

Kondisi seputar masjidil haram Makkah yang sedang direnovasi Mei 2008

Kondisi seputar masjidil haram Makkah yang sedang direnovasi Mei 2008

Provinsi Makkah adalah sebuah provinsi Arab Saudi yang memiliki luas wilayah 164.000 km. Ibu kotanya ialah Mekkah.
Di Kota inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Di kota ini pula wahyu Al Quran pertama kali diturunkan.
Makkah memiliki sebuah masjid bernama Masjid Al-Haram, dimana didalamnya terdapat sebuah bangunan bernama Ka’bah yang merupakan bangunan suci bagi umat Islam seluruh dunia dan menjadi kiblat dalam sholat. Di Ka’bah, terdapat sebuah batu hitam yang dipercaya berasal dari surga bernama Hajar Aswad.
Apa saja keajaiban yang ada di Kota Makkah, berikut cerita yang saya kemas, usai menjalankan Ibadah Umrah bersama istri Melly Susanti 1-10 Mei 2008 Lalu.

SENIN (5/5/2008) sekitar pukul 11.30 waktu Saudi Arabia, matahari serasa tepat berada diatas kepala dan sangat terasa menyengat. Suhu panas diperkirakan mencapai 38 derajat lebih. Setelah malam sebelumnya melaksanakan Umrah (tawaf, syai dan tahalul) bersaama rombongan, siang itu kami diberi waktu untuk istirahat. Tapi siang itu saya memilih untuk ke Masjidil Haram untuk salat Zuhur berjamaah.
Setelah berwudu dengan air zam-zam, saya mengambil posisi salat ditengah, sejajar dengan pintu Ka’bah. Panas yang menyengat tidak berpengaruh terhadap ubin/lantai yang ada di sekeliling Ka’bah. Tidak ada rasa panas sedikitpun dilantai yang saya pijak. Beda halnya dengan lantai teras Masjid An Nabawi di Madinah. Jika siang, lantai teras di Masjid An Nabawi, tidak akan bisa dilalui kecuali mengenakkan alas kaki.
Tiga hari kemudian diwaktu yang sama, saya memilih salat di lantai tiga Masjidil Haram. Sebelum salat Zuhur, saya melaksanakan tawaf sunah dibagian teras lantai atas. Tidak banyak yang tawaf ditempat ini, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.
Sementara dibawah ribuan umat muslim terlihat khusyu melaksanakan tawaf meski disengat matahari. Dibagian sebelah kanan pintu Ka’bah, terlihat ribuan umat Muslim berebut-rebut untuk mecium Hajar Aswad. Demikian pula di bagian pintu Ka’bah dan Yaman. Sementara dibagian kiri dari pintu Ka’bah, ratusan umat berebut salat sunah di pancuran emas atau Hijir Ismail. Seorang polisi bertubuh gelap tampak berjaga-jaga diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Dan dua orang polisi lagi mengatur jamaah yang ingin masuk dan salat sunah dibundaran Hijir Ismail, tepatnya dibawah pancuran emas.
Jika dilantai bawah yang sejajar dengan Ka’bah, tidak terasa panas, meski matahari menyengat. Lain halnya dengan ubin di lantai atas. Meski hanya sebagian terasnya yang tersiram matahari, namun rasa panas terasa ditelapak kaki ini. Saya pun terpaksa sedikit menghindar, menjorok kedalam untuk menghindar panasnya lantai ubin akibat sengatan matahari.
Keinginan saya untuk mengetahui kehidupan warga kota Makkah semakin bertambah. Malam itu usai makan malam, selepas salat Isya di Masjidil Haram, saya menghubungi teman satu alumni di Jawa Timur. Namanya Abrar, 32, asal Kualatungkal, bekerja di Makkah sejak lima tahun lalu. Malam itu juga ia langsung menyambangi saya, yang nginap di Eman Plaza Hotel di kawasan Ghazza.
Menurut cerita Abrar, kerajaan Saudi Arabia, sangat otoriter. Rakyat atau pengusaha tak bisa menolak keputusan kerajaan. Sebut saja pembongkaran yang dilakukan di kawasan Syamiyah. Puluhan bangunan pencakar langit dibongkar, karena untuk pengembangan Masjidil Haram. Tidak ada protes atau demo disini.
Entah apa yang terjadi jika itu dialami Indonesia. Mungkin pemerintah akan selalu di demo, karena berbagai alasan. Kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya adalah isu yang paling populer untuk melakukan penolakan. Entah berapa pula korban jiwa, untuk penolakan itu.
Meski kerajaan Saudi otoriter, namun rajanya sangat mencintai dan memperhatikan rakyatnya. Pendidikan dan kesehatan diberikan secara gratis. Meski pendidikan dan kesehatan gratis, tapi gaji perawat, dokter dan guru sangat tinggi. Untuk gaji sekolah bisa mencapai 16000 Real lebih atau sama dengan Rp 40 Juta.
Pendidikan dan kesehatan gratis tersebut tidak ada batasannya. ‘’Sakit apapun disini berobatnnya gratis,’’tandasnya.
Tidak itu saja, Negara yang dikenal dengan kaya minyaknya itu juga membebaskan pajak terhadap seluruh produk. ‘’Disini tidak ada pajak. Semua kendaraan bebas pajak. Dan disini banyak jalan mirip tol, juga gratis. Tidak seperti Indonesia, masuk jalan tol harus bayar,’’ungkap alumni Unja ini.
Karena bebas pajak, harga kendaraan pun relatif murah. Sementara untuk plat atau nomor polisi (nopol) baru bisa didapat setelah pemilik/pengemudi memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).
Tapi, bagi pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, akan mendapatkan hukuman yang cukup berat. ‘’Jika nembak lampu merah, kita akan didenda 900 Real sama dengan Rp 2.250.000 plus kurungan penjara satu hari,’’jelasnya.
Sementara bagi mereka yang tidak memiliki SIM atau tidak memiliki nopol sangat beresiko. ‘’Jika kedapatan tidak memiliki SIM, maka kendaraannya akan disita dan tidak dikembalikan lagi plus denda uang,’’kata Abrar.
Lantas berapa harga minyak sejenis premium?. Untuk satu liter minyak, hanya seharga 45 Halalah atau kurang dari satu real, sama dengan Rp 1.125.
‘’Ini kan Negara minyak. Yah, jelas murah-lah harga minyaknya. Tapi sebenarnya, dibandingkan dengan Negara kita, Indonesia jauh lebih kaya sumber daya alamnya. Disini hanya mengandalkan minyak dan visa pengunjung. Warga asli Arab sering merasa heran dengan kondisi Indonesia,’’cerita Abrar, sambil memesan roti khas Arab di salah satu kedai di pinggr jalan.

Ditulis dalam Religi | Bertanda: , , | 5 Komentar »

Melihat Keajaiban Kota Madinah

Posted by Jay pada Agustus 6, 2008

Mobil Melaju 120 Km/Jam Tanpa Hidup Mesin

di Jabal Al Baydo atau Bukit Magnet, Mobil Berjalan Tanpa Menghidupkan Mesin.

di Jabal Al Baydo atau Bukit Magnet, Mobil Berjalan Tanpa Menghidupkan Mesin.

Al Madinah meupakan salah satu Provinsi Arab Saudi. Ia terletak di pantai barat, pesisir Laut Merah. Pusatnya ialah Madinah. Kota ini merupakan tempat hijrah Nabi Muhammad SAW, dari Makkah setelah dikejar kaum Kafir Kurais. Di mana Nabi Muhammad SAW menjalankan dakwah selama 10 tahun.
Di tengah kota Madinah inipula Masjid An Nabawi atau Masjid Haram An Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya. Pembangunannya dimulai pada bulan Rabiul Awal tahun 1 H (September 662M) setelah beliau hijrah dari Makkah ke Yastrib (nama Madinah dulu).
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Nabi SAW diikuti oleh para sahabat, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Awalnya Masjid ini sangat kecil yaitu hanya sekitar 1050 m2 saja. Tiang-tiang dibuat dari batang kurma sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang dibakar.
Di kota Madinah Al Munawwarah inilah Nabi Muhammad SAW wafat. Keistimewaan masjid Nabawi ialah adanya makam Nabi kita Muhammad SAW, dan sahabatNya Abu bakar dan Umar. Tempat makam ini gampang ditandai dari luar karena kubah hijau besar terletak diatasnya dan merupakan satu-satunya kubah yang berwarna hijau, juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman di surga.
Dari sebuah kisah diceritakan bahwa tempat makam Nabi besar Muhammad SAW itu dulunya merupakan rumah rosulluah Muhammad SAW.
Nabi bersabda dalam Hadisnya : yang artinya kurang lebih : ‘’Barang siapa salat di Masjid Ku (An Nabawi) maka akan mendapatkan pahala 1000 kali salat di Masjid biasa. Dan siapa yang salat di Masjidil Haram akan mendapatkan pahala 100.000 kali dari masjid biasa’’.
Apa saja keajaiban di Madinah yang bisa dilihat secara zohir atau kasat mata. Berikut cerita penulis yang baru saja menjalankan Ibadah Umrah bersama istri Melly Susanti, AMKeb (01-10 Mei 2008).

Bismillahirrohmanirrohim

PAGI itu KAMIS (1/5/2008) sekitar pukul 09.30 WIB saya berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Jakarta, menuju King Abdul Aziz Jeddah dengan pesawat Garuda Indonesia 984. Jarak tempuh Jakarta-Jeddah sekitar sembilan jam. Sekira pukul 18.30 WIB atau pukul 14.30 waktu Saudi Arabia kami tiba di Jeddah.
Tidak ada keistimewaan di bandara internasional ini, selain gurun pasir yang menggelilingi landasan yang sangat luas. Sementara bangunan bandara tampak sederhana dan tidak juga terlalu besar, dibandingkan bandara Soekarno-Hatta. Setelah melalui proses imigrasi dan mengambil barang bagasi, kami dijemput sekitar tiga orang guide yang sudah menanti rombongan Al Mabrur. Yang kemudian langsung membawa kami ke Madinah dengan menggunakan bis. Sebelum keluar dari bandara di Jeddah, tampak kembang kertas yang sedang berbunga. Jumlahnya cukup banyak dan tersusun rapi dalam dua baris. Baris pertama kembang berwana merah dan baris kedua berwarna putih.
Menurut cerita, kembang tersebut pemberian dari mantan Presiden RI, Soeharto. Yang sengaja dikirim dari Indonesia beserta tanah-tanahnya.
Sementara bis terus melaju keluar dari bandara menuju Madinah. Jarak tempuh Jeddah-Madinah sekitar 5 jam perjalanan dengan bis. Sepanjang jalan yang tampak hanya gurun pasir dan bukit batu. Suasana gersang sangat tertera dikawasan ini. Sementara tanaman hanya terdapat ditempat-tempat tertentu. Itupun dibantu dengan keran air disetiap batang pohon.
Menjelang tengah malam kami baru tiba di Madinah dan langsung nginap di Al Rawda Sakan Hotel yang letaknya sekitar 200 meter dari Masjid An Nabawi. Meski menempuh perjalanan jauh, namun tidak ada rasa lelah dalam tubuh ini. Setelah makan malam dan istirahat di hotel, dinihari sekitar pukul 03.30 waktu Saudi Arabia, saya beserta istri dan jamaah lainnya menuju, ke Masjid An Nabawi atau disebut juga dengan Masjid Haram An Nabawi, untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.
Mesjid dengan 10 menara besar itu langsung menampakkan kebesarannya. Ribuan tiang pilar dibalut dengan kuningan emas, semakin menambah kemegahan.
Hari itu, saya habiskan waktu di Masjid, dan berziarah. Tempat ziarah yang pertama kali saya kunjungi yakni makam Nabi Muhammad SAW, dan sahabatnya Abu Bakar dan Usman, yang letaknya didalam Masjid. Tempat ini disebut dengan Raudoh atau Taman Surga, yang dulunya merupakan rumah Nabi Muhammad SAW. Semua pintu rumah yang kini menjadi makam, terbuat dari emas. Begitu pula dengan mimbarnya yang terletak dibagian depan. Seorang Polisi berjaga-jaga di mimbar dan seorang polisi lagi berjaga di makam Nabi Muhammad SAW.
‘’Syirik, syirik, syirik,’’ucap polisi yang menjaga pintu Raoudoh, kepada salah seorang peziarah yang mencoba memegang pintu sambil meratap-ratap dan berderai air mata.
Setelah melaksanakan Salat Sunah dan berdoa di depan mimbar dan raudah, saya kemudian melanjutkan ziarah ke Baki, tempat pemakaman para keluarga Nabi dan sahabat-sahabatnya. Letaknya sekitar 200 meter dari Masjid Nabawi. Ribuan pemakaman terlihat digurun pasir yang berbatuan ini. Tidak ada keramik atau tulisan diatas makam tersebut. Hanya pasir dan diatasnya batu gunung ukuran kecil yang didjadikan sebagai batu nisan. Ukurannyapun tidak sama.
Keesokan harinya, Sabtu (3/5) sekira pukul 07.30 WIB kami pun melakukan ziarah ketempat-tempat bersejarah. Diantaranya Masjid Quba, masjid pertama kali didirikan Nabi Muhammad, kebun kurma, Jabal Uhud, makam para Suhada Uhud, singgah di Masjid Qiblatain dan ke Jabal Al Baydo atau bukit Magnet.
Jabal Al Baydo atau bukit Magnet, baru ditemukan dua tahun terakhir dan bukan merupakan tempat bersejarah. Karena diluar program, sopir bis yang membawa kami minta tambahan ongkos, sekitar 300 Reala (Rp 750 ribu). Dengan cara patungan, kamipun menyanggupi tambahan ongkos tersebut.
Bukit yang ada di Jabal Al Baydo ini mengandung Magnet dan Emas. Meski jalannya bagus, besar dan rata, namun untuk menuju kesana, sopir sedikit kewalahan. Karena mobil tidak bisa ditancap gas. Meski pun pedal gas sudah ditekan habis. Saya pun langsung mengambil posisi duduk paling depan. ‘’Kita sedang berlawanan arah. Jadi tidak bisa kencang,’’sebut Fauzi, Ketua KBIH Al Mabrur sambil menunjukan jarinya ke sppedo meter yang jarumnya menunjukan angka 40 dan pedal gas yang ditekan sopir.
Sementara di kiri kanan jalan tidak terlihat bangunan. Yang ada hanya bukit berbatuan. Warna bukit-bukit itu coklat kemerah-merahan.
Dua jam perjalanan kami pun sampai di ujung lokasi yang berbentuk bundaran besar jalan memutar. Didepan bundaran berjejer bukit yang warnanya sedikit lebih merah. Setelah berfoto-foto, kami kembali naik bis, untuk pulang ke hotel.
Sayapun mengambil posisi duduk persis di samping sopir. Mesin bis yang kami tumpang masih menyala, tapi hanya untuk menghidupkan AC. Sementara sopir mulai menurunkan rem tangan dan memasukkan gigi satu untuk menjalankan dan memutar mobil. Begitu posisi mobil sudah lurus, gigi mobil langsung di free kan, sementara pedal gas dilapas. Secara menakjubkan bis yang mengangkut 45 orang penumpang itu bergerak sendiri kedepan. Kecepatan bis itu terus bertambah hingga 120 Km lebih. Sementara gigi masih free dan pedal gas masih dilepas. Semakin lama, kecepatan mobil terus bertambah. Sopir berkaca mata hitam dengan baju gamis putihnya itu terus berupaya mengendalikan setir. Dan sesekali ia menekan rem. ‘’Sopirnya takut. Remnya akhirnya ditekan juga,’’sebut Fauzi sambil tertawa ringan.
Menurut keterangan Fauzi kawasan tersebut mengandung emas dan baru ditemukan dua tahun terakhir ini. Kawasan itu ditemukan, setelah salah satu helikopter yang melintas dikawasan itu jatuh, karena tersedot daya magnet.

Ditulis dalam Religi | Bertanda: , , , | 8 Komentar »

Hidup Dalam Keseimbangan Dua Arah

Posted by Jay pada Agustus 6, 2008

Ibadah Umroh Bersama Istri Tercinta, Mei 2008

Ibadah Umroh Bersama Istri Tercinta, Mei 2008

KEHIDUPAN ada dua. Kehidupan sebelum mati yang disebut dengan kehidupan Duniawi dan kehidupan setelah mati, yang disebut dengan kehidupan Ukhrowi. Kehidupan yang saat ini kita rasakan adalah kehidupan Duniawi. Sementara kehidupan Ukhrowi tak bisa diraba dan belum bisa dirasa saat ini.
Kedua alam ini sangat berbeda. Kehidupan di dunia, kita tata selama didunia. Persiapannya dirancang sejak dari kecil, dengan cita-cita dan sekolah di TK.  Yang berhasil dan sukses tentu melalui proses keras keras. Sementara yang malas, akan menuai kegagalan. Sementara kehidupan Ukrowi, adalah kehidupan yang harus dipersiapkan di dunia.
Saat saya menulis, tangan ini menari-nari diatas keyboard dan otak saya terus berpikir tentang materi tulisan yang akan saya beberkan. Sementara mata ini tak terpejam, mengawasi kata demi kata yang tertera dalam monitor. Padahal jam sudah menunjukan pukul 01.30 WIB Sabtu (23/5/2008) dini hari.
Jika ketiga organ tubuh ini tidak mau bekerjasama, tentu saya tidak bisa menulis apa yang menurut saya perlu untuk diutarakan.
Bayangkan, jika saat ini mata ini ngantuk, tentu pikiran dan tangan ini tidak bisa bekerja. Demikian pula jika tangan saya, semisalnya sedang sakit, tentu tulisan ini tak bisa saya ketik. Begitu pula dengan otak saya. Jika saat ini pikiran saya lagi blank tentu tangan dan mata ini tak akan dapat bekerja, karena tak tahu apa yang harus ditulis.
Beda halnya dengan denyut jantung ini dan darah. Keduanya terus bekerja. Disaat saya sibuk, jantung dan darah ini mengikuti irama kerja saya. Ketika saya tidur, jantung dan darah ini terus berdetak dan mengalir, mengikuti irama nafas ini.
Sungguh besar karunia Allah SWT, yang telah menciptakan semua yang tak akan sanggup dibuat oleh manusia.
Lantas apa hubungannya dengan Hidup Dalam Keseimbangan Dua Arah.  Baiklah. Bismillahirrohmanirrohim.
Ibadah_23 Sebelum tulisan ini saya buat, perlu saya jelaskan bahwa penulis bukanlah seorang Kiayi atau Ustadz atau Ulama. Penulis hanyalah seorang yang pernah nyantri di salah satu Pondok Pesantren di kawasan Ponorogo, Jawa Timur dan kemudian sempat terjerumus ke lumbung dosa. Astagfirullahalazim.
Selesai mondok tahun 1994, penulis sempat terjerumus dalam pergaulan anak muda yang bergelimang dosa. Gemerlap kehidupan malam menjadi bagian dari pergaulan, yang sangat dirasakan menyesatkan. Banyak sekali dosa yang sudah saya lakukan kala itu. Yah… semua telah saya coba.
Praktis hasil bisnis dan pekerjaan saya habis untuk mengumpulkan dosa. Hingga akhirnya saya pun tamat kuliah di Fakultas Ekonomi Managemen  Unbari tahun 2002, saya baru mulai kuliah tahun 1997. Begitu tamat, saya berinisiatif untuk kerja dengan orang atau perusahaan orang lain. Sekitar bulan Mei 2002 sebuah media cetak lokal di Jambi menerima saya. Namanya Harian Pagi Jambi Ekspres, saat itu masih berkantor di Jalan Kolonel Abunjani, Sipin Ujung.
Jujur saja, saat itu saya termotifasi masuk Jambi Ekspres hanya karena ingin meninggalkan kehidupan hitam saya. Minimal dapat meninggalkan Narkoba. Saat itu saya lagi candu-candunya denga ganja dan ekstasi. Tiada hari tanpa mengkonsumsi barang haram itu.
Pemikiran saya, dengan bekerja di Jambi Ekspres, waktu saya akan habis, dan kesempatan saya untuk mengkonsumsi narkoba akan terbatas, karena kesibukan kerja.
Bisnis bengkel yang saya kelola selama kuliah kemudian saya percayakan kepada teman namanya Tobar dan kini usaha bengkel tersebut saya percayakan pengelolaannya kepada saudara sepupu namanya Fauzan alias Makyek. Sedangkan usaha kontraktor, saya tinggalkan untuk sementara waktu. Sementara, bisnis-bisnis saya yang lainnya sudah gulung tikar semua. Suppler bahan bangunan di sejumlah perumahan, peternakan ayam boiler, café dan banyak lagi bisnis yang akhirnya tutup tanpa ada bekas, kecuali pengalaman.
Dengan tekad ingin meninggalkan narkoba saya kemudian memulai bekerja sebagai wartawan. Harapan saya untuk menghabiskan waktu dipekerjaan benar-benar terjadi.
Berangsur, Narkoba mulai saya kurangi. Saya terus berjuang, untuk menghilangkan narkoba dari kehidupan saya. Agustus 2004, saya kemudian menikahi pacar yang selama itu mengerti dengan kehidupan saya ia adalah Melly Susanti, AMKeb.
Meski sudah bekeluarga namun Narkoba dan miras masih saja mengikuti kehidupan saya. Namun tidak separah dulu lagi. Istri saya yang sangat pengertian, semakin membuat saya terus berjuang untuk meninggalkan dosa itu.

Di Depan Masjid Nabawi, Madinah Bersama Istri Tercinta.

Di Depan Masjid Nabawi, Madinah Bersama Istri Tercinta.

Setiap selesai sholat, saya selalu berdoa agar dijauhi dari godaan setan dan iblis dan dikuatkan iman. Doa untuk keberhasilan pun tak pernah terlewatkan. Dan kerab kali saya berpesan kepada ibu saya Hj Fauziah, untuk selalu mendoakan saya. Untuk keberhasilan dan keselamatan saya. Saya sangat yakin, doa yang aku panjatkan dan doa yang aku titipkan kepada ibu yang melahirkan diriku akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Alhamdulillah doa saya didengar oleh Allah SWT. Semua urusan saya diberi kemudahan, usaha saya berjalan lancar dan rezeki ini terus mengalir. Dengan rezeki sedikit itu saya pun mampu membeli tanah di kawasan kenali Besar, membeli mobil Datshun, membeli mobil Phanter, merehab rumah, membeli rumah di perumahan Puri Mahebat (Kredit), dan saat ini sedang membuka perkebunan di kawasan Muba, Sumsel. Semua adalah investasi saya untuk di dunia atau di duniawi.
Februari 2008, saya masih memiliki simpanan uang tak lebih dari 90 juta. Jumlah yang bagi saya sangatlah banyak. Bersama teman-teman saya kemudian membuka usaha baru yang diberi nama Jambi Portalindo.
Disela-sela saya membuka usaha baru, Allah SWT membuka pikiran dan hati bersih ini. Entah bagaimana, tiba-tiba Saya merasa malu kepada tuhan yang telah memberikan saya rezeki. Sementara rezeki itu hanya saya pergunakan untuk berinvestasi di dunia.
Sayapun kemudian membicarakannya dengan istri tercinta, untuk melakukan Investasi Akhirat. Melaksanakan ibadah Umroh adalah pilihan saya, selain terus bersedekah, walau hanya kepada pengemis jalanan.
Sebagian uang, saya peruntukan modal usaha baru (investasi dunia), sedangkan sebagian lagi saya peruntukan biaya Umroh (investasi Akhirat). Ongkos berangkat umroh satu orang Rp 15 juta (dua orang 30 juta).
Rabu 30 April 2008 saya dan istri Melly Susanti, berangkat ketanah suci Makkah, untuk melaksanakan ibadah Umroh. Saya yakin, Umroh yang saya lakukan adalah bagian doa saya yang dikabulkan oleh Allah SWT.
10 Mei 2008, saya beserta istri tiba di Jambi, setelah melaksanakan ibadah Umroh. Kini aku sudah tidak lagi menyentuh Narkoba dan miras.
Ya Allah, sungguh dosa yang aku perbuat sangatlah banyak. Hamba bukanlah ahli surga tapi hamba tidak sangup untuk di neraka. Ya, Allah, jika kau masih beri aku umur panjang maka berikanlah kekuatan bagi ku untuk dapat menjalankan kehidupan didunia ini dengan rahmat dan ridhoMu. Namun bila maut akan tiba pada diriku ini, datanglah ia saat hamba berada diatas sajadah sembari berzikir memujaMu. Ya, Allah, yang maha pengasih lagi maha pemurah dan mendengar apa yang ada didalam hati ku ini, kabulkanlah doa hamba yang sangat hina dan penuh dosa ini, Amin.

Ditulis dalam Religi | Bertanda: , , | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.